Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 11 - 1

Episode 11: Timing


Ibu menempelkan kuping ke pintu, berniat mau mendengarkan percakapan mereka. Tapi Bong Soon tiba-tiba membuka pintu dan tergesa-gesa masuk lalu duduk di sofa dengan wajah bingung. Ibu penasaran, tapi Bong Soon menolak menjawab apapun.
Dia malah jadi sensitif setiap kali ibu menyebutnya Menantu Ahn, berhentilah memanggilnya seperti itu! Apa yang akan Min Hyuk pikirkan kalau dia mendengar Ibu memanggilnya begitu terus? Memalukan sekali! Tapi Ibu bersikeras mau melihat kecocokan jodoh mereka dan menyuruh Bong Soon untuk menanyakan tanggal lahirnya. Berapa umur Menantu Ahn?

"Ibu! Jangan lakukan itu. Aku akan marah loh, sungguh! Ibu tidur saja sana. Aku mau tidur."

"Berapa umurnya?" Ibu ngotot.

"Nggak tahu. Pergi tidur sana!"


Setelah Ibu lenyap dari pandangan, Bong Soon menggerutui dirinya sambil memegangi dadanya. Ibu tiba-tiba muncul lagi dan bertanya, "Hatimu berdebar, yah?"

Bong Soon refleks mengangguk sebelum akhirnya sadar kalau dia lagi ngomong sama Ibu, Ya Tuhan, Ibu. Pergilah tidur! Ibu terus ngotot mau tahu umur Menantu Ahn dan tanggal lahirnya. Bong Soon langsung menutup kedua telinganya rapat-rapat, pergi tidur saja sana!


Min Hyuk pulang dan terduduk dengan linglung, teringat pernyataan cintanya pada Bong Soon tadi.

Flashback,


Bong Soon tercengang saking kagetnya. Dalam keadaan bingung, Bong Soon mengaku kalau Min Hyuk adalah orang pertama yang menyatakan cinta padanya jadi dia butuh waktu untuk berpikir.

Min Hyuk langsung menariknya mendekat, "Bagaimana dan apa yang akan kau pikirkan?"

"A-aku perlu waktu untuk menata pikiranku dan melihat bagaimana perasaanku tentang ini," Bong Soon begitu bingung dengan pernyataan cinta dadakan itu dan langsung kabur masuk rumah.

Flashback end.


Min Hyuk tersenyum bahagia memikirkan reaksi Bong Soon itu. Sambil menatap langit di luar, dia bertanya-tanya apakah Bong Soon sudah tidur? Dia lalu mengembunkan kaca dengan nafasnya dan membuat heart, hatinya sedang berbunga-bunga.


Bong Soon tidak bisa tidur, jantungnya terus berdebar kencang seberapa keraspun dia mencoba untuk menenangkan diri. Ingatannya terus kembali mengingat kejadian tadi. Apalagi Min Hyuk memberinya ultimatum, dia tidak boleh terlalu lama berpikir.

"Cepatlah lakukan apapun yang kau butuhkan dan lihatlah aku seorang," itulah yang dikatakan Min Hyuk tadi

 

Ponselnya berdering saat itu. Bong Soon mengambil ponselnya dengan takut-takut. Parahnya, dia malah mendapat dua sms dari kedua pria, keduanya sama-sama mengajaknya nonton besok. Aduh, dia harus bagaimana ini?


Bong Soon mimpi lagi ketemu Romeo Min Hyuk. Mereka saling bergenggaman tangan dengan penuh cinta... saat tiba-tiba saja Romeo kedua muncul. Gook Du melepas genggaman tangan mereka dan mengklaim dirinya lah Romeo. Romeo Min Hyuk tak percaya, apa buktinya?

Buktinya, keluarganya dia dan keluarganya Bong Soon musuhan, "Dan orang yang paling mencintai Juliet, adalah aku!"

 

Jadilah kedua Romeo saling tarik-tarikan kerah baju dan saling mengklaim diri mereka lah Romeo... saat tiba-tiba saja Ketua Tim Oh muncul sambil berteriak kalau dia akan memenjarakan Juliet Bong Soon lalu menjambaki Gook Du. wkwkwk. Kacau.


Keesokan harinya, Ketua Tim Oh langsung menginterogasi Bong Soon. Dia tidak mendorong meja itu, kan? Lalu apa? Apa benar karena ada gempa bumi? Entahlah, Bong Soon juga tak tahu. Dasar wanita menakutkan! Dasar aneh! Bong Soon memerangkapnya disana lalu melarikan diri begitu saja.

Dia tidak peduli, pokoknya dia akan terus mengganggu Bong Soon dengan segenap jiwa dan raganya. Kenapa? Soalnya Bong Soon jelek. Pergi, buatkan dia kopi sana! Bong Soon langsung menatapnya tajam.

Ketua Tim tidak terima dan langsung mengancam Bong Soon dengan tinju centilnya, berani sekali Bong Soon menatapnya! Turunkan pandangan! Bong Soon terpaksa menurut dan pergi. Ketua Tim Oh menyuruhnya untuk membuat kopi manis, semaniiiis dirinya. Pfft!


Bong Soon menambahkan banyak gula kedalam kopi itu. Tapi saat dia menyajikannya, Ketua Tim Oh masih mencurigainya dan bersikeras memaksa Bong Soon mencicipinya dulu. Siapa tahu kalau Bong Soon meludahi kopinya. Bong Soon terpaksa menurutinya lagi dan mencicipi kopi super manis itu.

Ketua Tim Oh akhirnya mau mencicipi kopi itu. Matanya langsung merem-melek, ini baru sempurna. Bong Soon lega. Merasa aman, dia pun berbalik pergi. Tapi Ketua Tim Oh belum mau melepaskannya, malah menyuruhnya untuk menyerahkan laporannya besok.

Hah? Besok? Seharusnya dia bilang dari kemarin dong. Ketua Tim Oh kesal mendengarnya, suka-suka dia dong. Sekarang pergilah ke gudang dan ambilkan 10 kotak kertas A4 untuknya. Bong Soon terpaksa pergi ke gudang sambil menggerutu kesal.


Beberapa saat kemudian, Ketua Tim Oh terperangah melihat pemandangan di luar. Bong Soon membawa 10 kotak sekaligus hanya dengan kedua tangannya. Tugasnya usai, Bong Soon pun pergi dengan senyum lebar. Ketua Tim Oh sontak menjerit ngeri saat mengecek kotak-kotak itu bukan kotak-kotak kosong.


Min Hyuk belum datang saat dia tiba di ruangan mereka. Sekretaris Gong memberitahunya kalau Min Hyuk ada seminar hari ini. Dia harus pergi untuk menjemputnya ke seminar, jadi mungkin Min Hyuk akan telat. Selain itu, mereka juga ada presentasi game baru sore ini... dan Min Hyuk ingin Bong Soon ikut bergabung nanti.


Wajah Bong Soon kontan berseri-seri mendengarnya. Tapi kemudian dia jadi galau lagi, apa yang harus dia katakan saat bertemu Min Hyuk nanti? Haruskah dia pura-pura tidak terjadi apapun dan pura-pura senyum? Tidak, tidak, itu bukan gayanya.

Ponselnya berbunyi saat itu, dari kedua pria yang sama-sama menuntut jawaban darinya. Bong Soon jadi tambah galau, "Kenapa mereka melakukan ini padaku?! Augh!"


Baek Tak terbangun dari mimpi buruknya. Saat dia merenggangkan tubuh setelah bangun dari mimpi buruknya, dia malah mendapati tubuhnya sudah tidak kaku lagi.

Dia langsung ngaca dan melihat wajahnya berangsur membaik. Jangan-jangan ini karena... (lirik wine kotoran pemberian Ibu yang sekarang tinggal separuh). hahaha.


Min Hyuk memakai setelan jas resmi menghadiri seminar hari ini walaupun sebenarnya dia males banget dengan acara-acara semacam ini. Sms dari Bong Soon tiba saat itu. Dia menolak dengan alasan sibuk. Tapi anehnya, Bong Soon membalas pesannya dengan nada tidak formal.

Pada saat yang bersamaan, Gook Du juga mendapat sms penolakan dari Bong Soon dengan nada formal. Pfft! Kayaknya dia salah kirim. Jelas saja kedua pria itu jadi bingung.

Min Hyuk berpikir kalau Bong Soon mungkin ingin dekat dengannya. Tiba-tiba memakai bahasa tidak formal itu langkah provokatif, dia suka sekali. Sekretaris Gong malah kepedean ngomong dengan bahasa tidak formal juga, mengira Min Hyuk suka seperti itu.


Bong Soon mempelajari semua dokumen pemberian ketua Tim Oh. Semua laporan ini jelek banget, lalu kenapa dia masih magang disini? Game-nya 'Super Bong Soon' jauh lebih baik daripada semua game itu. 1000 kali lebih baik.

Dia membuka membuka laptopnya tapi malah membayangkan wajah Min Hyuk muncul disana, memberinya tatapan penuh cinta lalu mengedip genit. Bong Soon sontak menutup laptopnya dengan panik. Wah, sepertinya benar-benar ada yang tidak beres dengannya.


"Aku masih harus mencari Kim Jang Hyun. Katanya dia mau membantuku mengontrol kekuatanku, tapi kenapa dia terus membuatku tinggal di sisinya di kantor? Apa dia jadi takut setelah kena tusuk?"

Benar juga, Min Hyuk bisa terluka kalau berada di sisinya. Bong Soon jadi sedih memikirkan itu. Apa lebih baik dia fokus saja mengembangkan game? Tidak, dia harus menangkap Kim Jang Hyun dulu. Tapi dia harus mengurus pernyataan cinta Min Hyuk dulu. Lalu bagaimana dengan Gook Du? Aish!

Dia berusaha fokus kembali ke game-nya. Sms dari Min Hyuk datang lagi, dan baru saat itulah Bong Soon menyadari kalau dia sudah salah kirim sms.


Bong Ki melepas perban wajah Gwang Bok dan mewanti-wantinya untuk tidak tertawa. Lalu bagaimana dengan Agari? Dia masih susah buang air besar, tapi menolak minum obat pencahar, gengsi. Lalu dimana Baek Tak? Dia sedang jalan-jalan dengan efek slow motion biar kelihatan cool, entah mau kemana.


Gook Du membeli sebuah kalung untuk Bong Soon yang direkomendasikan pelayan toko. Sebuah kalung yang bermakna 'Wish to the Moon'.


Dia lalu menelepon Bong Soon. Bong Soon mengangkat teleponnya tanpa semangat dan mengklaim kalau dia sedang sibuk dengan menggunakan alasan kepindahannya ke Departemen pengembangan. Gook Du mengaku kalau dia cuti hari ini dan ingin bertemu Bong Soon.

Bong Soon berusaha menghindar dengan alasan lembur, tapi Gook Du bersikeras mau menemui Bong Soon di kantornya kalau begitu.

"Bong Soon-ah, jangan menemui CEO Ahn di luar perusahaan. Kau sekarang di tim Perencanaan dan Pengembangan, jadi kau bukan pengawalnya lagi sekarang. Dia juga sudah keluar dari rumah sakit, jadi kau tidak perlu menjaganya. Aku hanya memberimu nasehat sebagai teman. Dan juga, hari ini akan jadi hari terakhir aku memberimu nasehat sebagai teman. Akan kutelepon kau kalau aku tiba di kantormu nanti."


Di tempat lain, Ketua Tim Yook sedang mengintai Kim Jang Hyun yang sedang membuntuti Hee Ji ke studio latihannya. Entah apakah dia sadar atau tidak kalau dia sedang di-intai.


Ketua Tim Oh melihat ada karangan bunga untuk Bong Soon dari Baek Tak, lengkap disertai dengan foto wajah Baek Tak. Apa itu pacarnya Bong Soon? Bong Soon menyangkal, tapi Ketua Tim Oh tidak percaya. Omo! Apa Bong Soon wanita gampangan? Dan bagaimana pula Bong Soon bisa mengangkat 10 kotak berat itu seorang diri? Siapa sebenarnya Bong Soon? Katakan!

"Aku adalah... Do Bong Soon yang tinggal di Dobong-gu, Dobong-dong"

"Aaaargh! Kau yang mendorong meja itu, kan? Kau itu apa? Siapa?!"

"Sebenarnya saya... alien."

Puas mengerjai Ketua Tim Oh, Bong Soon pun pergi dengan tampang tanpa dosa. Ketua Tim Oh sontak menggila sambil jejeritan heboh.


Bong Soon mendengar dua orang pegawai menggosipkan Min Hyuk yang katanya 'coming out' dalam seminar dan blak-blakan mengakui dirinya menyukai wanita. Dan yang paling menyejutkan, dia mengaku kalau dia menyukai salah satu pegawainya. Siapa yah wanita yang disukai Min Hyuk itu?

Bong Soon diam saja dan tak sengaja menekan keran terlalu keras sampai kerannya bocor. Untung kedua wanita tadi sudah keluar dan tidak melihat perbuatannya.


Tepat saat dia tiba di aula, dia melihat Min Hyuk baru datang dan menyapa karyawannya seperti biasa. Begitu melihat Bong Soon, dia langsung berteriak memanggil nama Bong Soon. Bong Soon membeku di tempat, terpana melihat Min Hyuk tampak begitu tampan. Dia bahkan melihat Min Hyuk tampak begitu bersinar hari ini.


Min Hyuk berhenti tepat di depannya dengan senyumannya yang indah dan tiba-tiba saja menggenggam tangan Bong Soon tepat dihadapan banyak pegawai yang memperhatikan mereka dan Sekretaris Gong yang langsung melongo menatap tangan mereka.

Bong Soon jelas risih dan berusaha meminta Min Hyuk melepaskan tangannya. Min Hyuk tidak mau dan langsung menarik Bong Soon, menggenggamnya erat tak peduli biarpun Bong Soon berusaha keras untuk melepaskan tangannya.
 

Min Hyuk lalu melihat contoh game yang Bong Soon ciptakan. Entah apa yang dia pikirkan, tapi dia langsung menyetujuinya dan menyuruh Bong Soon untuk melanjutkan mengambangkan game ini, bersamanya. Hah? Min Hyuk tidak bercanda, kan?

Tidak, Bong Soon benar-benar harus mengerjakannya dengan baik. Dengan begitu dia akan bisa melakukan apapun yang dia inginkan di Tim Perencanaan dan Pengembangan. Pastikan dia menghadiri rapat nanti dan perhatikan bagaimana presentasi berlangsung.

"Siapa tahu suatu hari kau akan punya kesempatan untuk mempresentasikan game ini di depan mereka nanti."

Min Hyuk lalu mengajak Bong Soon makan siang. Loh, Min Hyuk kan biasanya cuma makan satu kali sehari? Dia tidak akan melakukan itu lagi sekarang. Mereka harus makan 3 kali sehari. Ayo.


Bong Ki ditelepon Hee Ji yang mengajaknya nge-date di sebuah restoran India jam 6 nanti. Jang Hyun sinis, mendengar semua percakapan mereka lewat alat sadapnya.


Di kantin, Bong Soon tak bisa mengalihkan pandangannya dari Min Hyuk. Min Hyuk pun diam-diam tersenyum senang ditatap seperti itu. Sekretaris Gong dan Ketua Tim Oh ikut bergabung di meja mereka tak lama kemudian.


Sekretaris Gong masih kepedean ngomong pakai bahasa tidak formal pada Min Hyuk. Semua orang sontak kaget mendengarnya. Ketua Tim Oh langsung berbisik mengomelinya, dia sudah gila apa? Sekretaris Gong menjelaskan, CEO Ahn suka kok kalau orang bicara tidak formal padanya.

Min Hyuk langsung memperingatkannya dengan tatapan tajam dan senyum manis. Dia tidak suka kalau Sekretaris Gong yang bicara tidak formal padanya, jadi jangan dilakukan.


Ketua Tim Oh tambah kesal melihat Bong Soon terus-terusan menatap Min Hyuk. Dia langsung mengadu heboh tentang Bong Soon, dia itu wanita yang menakutkan, tadi dia membawa 10 kotak kertas A4 sekaligus, dia juga yang mengurungnya di kantor. Tahu apa yang Bong Soon katakan tadi? Dia bilang kalau dia alien.

Min Hyuk cuek, malah memberikan lauk untuk Bong Soon, "Itu makanan kesukaanmu. Makanlah."

Ketua Tim Oh sontak kelejotan heboh, berusaha keras membuat Min Hyuk mendengarkannya tanpa hasil. Min Hyuk dan Bong Soon terlalu larut dalam dunia mereka sendiri yang penuh cinta.


Selesai makan siang, Bong Soon berkata kalau dia punya hadiah untuk Ketua Tim Oh, sebuah aksesoris. Dia menyuruh Ketua Tim Oh mengulurkan tangannya lalu membengkokkan sumpit besi jadi gelang. Ketua Tim Oh kontan mendelik shock.

"Lain kali aku akan memberimu kalung," janji Bong Soon. Ketua Tim Oh langsung menjerit heboh lalu pingsan.


Kembali ke ruangan mereka, Bong Soon terpana melihat Min Hyuk yang sedang serius bekerja, tampak begitu bercahaya. Dia berusaha menyadarkan dirinya. Tapi matanya terus menerus curi-curi kesempatan mengintipi Min Hyuk.


Ketua Tim Oh mewek sambil diiringi musik opera, patah hati karena Min Hyuk menyukai wanita padahal dia sangat mencintai Min Hyuk. Sekretaris Gong berusaha meyakinkannya kalau dia akan mendapatkan pengganti yang lebih baik, tapi Ketua Tim Oh malah menangis dalam pelukan Sekretaris Gong... tepat saat dua pegawai wanita membuka pintu dan langsung salah paham. LOL.


Seorang anak geng SMA memberitahu teman-temannya tentang Bong Soon yang kabarnya bertarung melawan 30 gangster. Ketua Geng SMA tidak terima Noonim mereka dikeroyok. Ayo, kasih mereka pelajaran!


Ketua Tim Yook masih mengintai di luar tempat rongsokan saat Jang Hyun tiba-tiba menghampirinya dan terang-terangan memperingatkannya untuk tidak membuntutinya atau dia akan melaporkannya ke polisi.


Bong Soon terpana menatap Min Hyuk mempresentasikan sebuah game dan karakter utamanya yang bernama Gina dan saudara kembarnya yang bernama Baro. Misi game itu adalah menyelamatkan Baro. Demi Bong Soon, dia bahkan sengaja tidak mengatakan kata apapun dalam Bahasa Inggris.

"Jika aku mendefinisikan game ini dalam satu kata..." Min Hyuk beralih menatap Bong Soon "Itu adalah cinta keluarga."

Ketua Tim Oh kesal dan langsung melempari Bong Soon dengan bola-bola kertas... sampai saat Min Hyuk menegurnya.

Bersambung ke part 2

3 comments

Makin seru,,,penculiknya ngeselin bgt!!!!

Terima kasih sinopsisnya sangat membantu :)

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon