Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 15 - 1


Bong Soon menangis putus asa, berusaha keras meminta Min Hyuk pergi meninggalkannya. Tapi Min Hyuk keras kepala, menolak meninggalkannya seorang diri. Air mata menggenang di pelupuk matanya saat Min Hyuk memberitahu Bong Soon bahwa dia akan selalu berada di sisi Bong Soon, jadi Bong Soon jangan takut.

Waktu semakin sempit, Bong Soon semakin putus asa dan meneriakkan doa kepada siapapun untuk memberinya kekuatan, "Kumohon bantu aku menyelamatkannya!"

Saat itulah, tiba-tiba muncul cahaya di kegelapan langit. Buku pusaka di lemarinya Bong Soon pun mulai kembali bercahaya, cahaya itu menerangi Bong Soon yang langsung bisa merasakan kekuatannya kembali.

Dia langsung mematahkan rantai dan lakban yang mengikat tubuhnya, membuka pintu berantai itu lalu melempar bom itu jauh ke angkasa yang kemudian meledak seketika.


Min Hyuk langsung menamengi Bong Soon dengan tubuhnya lalu mendekapnya erat saat ledakan itu kemudian berubah menjadi cahaya kembang api.

"Tidak apa-apa. Syukurlah," ucap Min Hyuk.

Para karyawan di bawah langsung terkagum-kagum dan bersorak sorai, sementara Jang Hyun pergi dengan kesal menyadari rencananya gagal total.


Beberapa saat kemudian, mereka pergi meninggalkan gedung. Bong Soon mencemaskan tangan Min Hyuk dan ingin melihat lukanya. Tapi Min Hyuk langsung menggandeng tangan Bong Soon dan meyakinkannya kalau dia baik-baik saja.

Bong Soon merasa bersalah sudah membuat bajunya Min Hyuk rusak dan berjanji akan membelikannya baju baru kalau dia gajian nanti.

Min Hyuk menatapnya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi perutnya Bong Soon protes duluan minta makan. Bong Soon sampai malu sendiri dengan perutnya. Min Hyuk pun akhirnya urung mengatakan apapun yang ingin dikatakannya dan membawa Bong Soon makan udon.


Ditengah makan, Bong Soon di-sms Ayah yang menyuruhnya cepat pulang. Min Hyuk yakin Ayah pasti cemas, lebih baik dia pulang setelah makan.

"Haruskah aku tidak pulang saja hari ini?"

Min Hyuk langsung tersedak saking kagetnya. wkwkwk. Bong Soon geli melihat reaksinya, dia mikir apa sih? Tidak, dia tidak mikir apapun. Tapi ide Bong Soon barusan sontak membuatnya kepanasan, "Kau membuatku gila!"


Setelah makan, Bong Soon ingin dia saja yang menyetir karena tangan Min Hyuk terluka. Min Hyuk malah canggung, tergagap ingin mengatakan sesuatu kalau hari ini... mari kita...

Tapi apapun yang hendak dikatakannya tak sempat diucapkannya karena saat itu juga dia mendapat telepon dari Ayah yang menyuruhnya untuk memulangkan Bong Soon. Min Hyuk langsung kecewa berat tapi terpaksa akhirnya dia harus mengantarkan Bong Soon pulang.


Setibanya di depan rumah, Bong Soon mengingatkan Min Hyuk untuk tidur nyenyak begitu dia tiba di rumahnya nanti.

"Bagaimana bisa aku tidur nyenyak setelah apa yang kau katakan tadi?" gumam Min Hyuk.

Bong Soon menggenggam tangan Min Hyuk saat dia mengaku, "Hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku."

Min Hyuk begitu tersentuh mendengarnya sampai speechless. Bong Soon pun pamit. Min Hyuk sepertinya tak rela melepaskannya, tapi terpaksa harus merelakannya pulang. "Sepertinya aku tidak akan bisa tidur malam ini," desahnya.


Di rumahnya, Min Hyuk termenung memikirkan saat Bong Soon berusaha menyelamatkannya dengan menyuruhnya pergi.

Pada saat yang bersamaan, Bong Soon pun termenung memikirkan saat Min Hyuk menolak pergi meninggalkannya, saat Min Hyuk berjanji untuk melindunginya dan saat Min Hyuk menciumnya di pantai.

 

Secara bersamaan, keduanya sama-sama menarik selimut dan berusaha memejamkan mata. Tapi tiba-tiba saja Min Hyuk teringat ucapan Bong Soon di warung udon tadi. Dia langsung melek seketika. Parahnya, dia malah mulai mengkhayal mendengarkan ucapan Bong Soon itu dengan nada yang lebih sensual. wkwkwk.

Kontan dia langsung panas dingin dan harus berusaha menenangkan dirinya dengan berolahraga jungkir-balik kesana-kemari. Dia berhenti saat merasa mulai tenang. Tapi tiba-tiba saja telinganya terngiang kembali ucapan Bong Soon dengan nada sangat sensual. Aish! Min Hyuk langsung olahraga makin semangat dan langsung tepar setelahnya.


Bong Soon pun tidak bisa tidur sama sekali. Keduanya sama-sama bergulingan tak tenang, saling memikirkan satu sama lain. Frustasi, Min Hyuk akhirnya pergi ke dapur untuk mengambil minum. Bel pintunya lalu berdering tak lama kemudian.


Ternyata Bong Soon lah yang datang. Min Hyuk tercengang menatapnya saat Bong Soon dengan canggung berkata, "Aku hanya... merindukanmu."

Min Hyuk menatapnya intens sebelum kemudian menangkup wajah Bong Soon dan menciumnya sambil perlahan menyudutkannya ke piano. Ia pun langsung mengangkat Bong Soon ke atas piano. Mereka saling menatap dengan penuh cinta sebelum akhirnya Min Hyuk kembali menciumnya mesra... (dan entah apa yang terjadi selanjutnya, bayangin aja sendiri. Wkwkwk.)


Keesokan paginya, mereka bertemu di kantor. Min Hyuk langsung menggandeng tangan Bong Soon sampai ke lift. Di lift, Min Hyuk merangkul Bong Soon sambil menikmati perhatian Bong Soon pada tangannya yang terluka. Saking asyiknya mesra-mesraan, mereka sampai tidak sadar ada Sekretaris Gong di sana.

Sekretaris Gong sampai harus berdehem keras-keras hanya untuk menarik perhatian mereka. Baru saat itulah mereka sadar ada orang lain di sana, sejak kapan Sekretaris Gong ada di situ. Min Hyuk menanyakan keadaan kepalanya.

Sekretaris Gong berkata kalau dia baik-baik saja. Min Hyuk cuma bilang syukurlah lalu langsung balik lagi bermesraan dengan Bong Soon sampai membuat Sekretaris Gong risih sendiri.


Min Hyuk lalu menyuruh Sekretaris Gong untuk menyuruh Kepala Tim Oh untuk menghadapnya. Tapi Sekretaris Gong bilang kalau Ketua Tim Oh sedang dirawat di rumah sakit gara-gara kemarin saat dia berusaha menyelamatkan dirinya, kakinya malah terjebak di pintu keluar.


Di rumah sakit, Ketua Tim Oh baru saja selesai ditangani dan terpaksa harus berjalan pulang dengan satu kruk. Pada saat yang bersamaan, Gwang Bok juga baru saja keluar dari rumah sakit dan harus berjalan dengan satu kruk. Kedua orang bermuka sama itu pun saling bersilangan jalan.

Awalnya keduanya cuma saling melihat sambil lalu. Tapi kemudian, langkah keduanya terhenti. Mulai menyadari ada aneh, keduanya langsung berbalik menghadapi satu sama lain dan langsung shock. Ketua Tim Oh sontak berteriak dengan nada centilnya dan gigi palsu Gwang Bok langsung copot saking kagetnya.

Saat mereka saling menatap satu sama lain dengan shock, tiba-tiba terdengar sebuah puisi yang terdengar seperti sebuah percakapan batin antar keduanya.

Kau siapa?
Kenapa aku menemukan diriku dalam dirimu?
Kita sangat mirip.
Kau mungkin belahan jiwaku.
Aku melihat diriku dalam dirimu.


Dan yang membaca puisi itu ternyata Bos geng SMA. Puisinya Baek Tak yang dia tinggal di kuil begitu saja dan dia beri judul Won Bin. (LOL!)


Sekretaris Gong melapor kalau Jang Hyun berhasil kabur kemarin dan hari ini polisi akan datang untuk mengambil rekaman CCTV dan menginspeksi TKP. Min Hyuk pun menginstruksikannya untuk bekerja sama dengan polisi, tapi kemana lagi perginya Bong Soon.


Bong Soon ternyata kembali ke atap. Lakban dan rantai itu masih tergeletak di sana. Sembari mencengkeram rantai itu dengan kesal, Bong Soon bergumam penuh tekad. "Kim Jang Hyun, akulah yang akan menangkapmu."


Polisi pun langsung menyebarkan poster buronnya Jang Hyun di seluruh kota dan menginspeksi setiap mobil yang lewat. Pokoknya mereka tidak boleh memiarkan Jang Hyun lolos.

 

Ketua Tim Yook tak habis pikir, bukankah Jang Hyun terjun dari tebing dan tenggelam di sungai, lalu bagaimana bisa dia masih hidup.

Detektif Kim juga heran. Tapi yang paling aneh, katanya tim penjinak bom, bom itu meledak di angkasa karena dilempar Min Hyuk. Tapi bagaimana bisa manusia melempar bom sampai sejauh itu di angkasa. Ketua Tim Yook langsung mengerti keanehan itu, Bong Soon bekerja di perusahaan itu, bukan? Sudah pasti targetnya Jang Hyun bukan Min Hyuk, melainkan Bong Soon.


Gook Du bertemu Bong Soon di kantin kantor dimana dia diberitahu kalau Jang Hyun mengetahui rahasia kekuatannya dan karena itulah dia membuat jebakan yang membuat Bong Soon kehilangan kekuatannya. Gook Du cemas apakah dia baik-baik saja.

Bong Soon mengaku kalau dia sudah mendapatkan kekuatannya kembali dan dialah yang sebenarnya melempar bom itu ke angkasa. Gook Du lega mendengarnya, tapi bagaimana keajaiban itu bisa terjadi?


"Aku... memohon agar aku bisa menyelamatkannya."

"Apa CEO Ahn tahu kalau bom itu terikat di tubuhmu?"

"Iya."

Gook Du makin tercengang mendengarnya, "Dia tahu itu... tapi dia tetap di sisimu?"

"Iya."

Gook Du hanya bisa tersenyum kecut menyadari dirinya sudah kalah. Sepertinya dia juga tidak akan bisa menulis laporan, siapa juga yang akan percaya. Dia pun pamit pergi.


Tapi sebelum itu, dia menarik Bong Soon kedalam pelukannya. Tepat saat itu juga, Sekretaris Gong ada di sana dan langsung ternganga shock melihat mereka. 

"Syukurlah kau selamat dan menemukan dirimu yang dulu lagi."

"Terima kasih."

"Aku akan selalu ada di belakangmu. Kau tahu itu, kan?"

"Tentu. Karena itulah aku selalu merasa tenang, terima kasih."


Min Hyuk termenung melihat poster buronnya Jang Hyun. Dia lalu melihat game-nya dan saat melihat pop-up yang muncul dalam game itu, sepertinya dia punya ide. Sekretaris Gong datang tak lama kemudian dan melaporkan kedatangan polisi yang menginspeksi TKP barusan.

Min Hyuk lalu memerintahkannya untuk menambahkan poster buronnya Jang Hyun jadi pop-up khusus agar para gamer melihatnya setiap kali mereka log-in, dia juga memerintahkan untuk menambahkan iming-iming hadiah. Pokoknya Min Hyuk bertekad untuk menangkap Jang Hyun kali ini.


Sekretaris Gong menerima perintahnya. Tapi kemudian dia bimbang antara ingin mengatakannya, tapi... tidak usah saja lah. Tapi tentu saja Min Hyuk malah semakin penasaran dengan sikap Sekretaris Gong, apa yang mau dia katakan?

"Anu... polisi yang datang hari ini... yang namanya Bok Doo..."

"Gook Du. Namanya Gook Du."

"Iya benar. Dia... tadi bersama Bong Soon... dan dia... memeluknya."

Min Hyuk kontan bangkit dari kursinya dengan emosi. Gook Du memeluk Bong Soon? Kapan? Dimana? Bagaimana? Berani sekali Gook Du memeluk wanitanya?! Penasaran, dia langsung memerintahkan Sekretaris Gong untuk melakukan simulasi, peragakan bagaimana si kunyuk itu memeluk pacarnya tadi.


Oh, oke. Kalau begitu Sekretaris Gong yang jadi Gook Du dan Min Hyuk yang jadi Bong Soon. Tapi Bong Soon pendek, jadilah Min Hyuk musti membungkuk. Sekretaris Gong pun menarik Min Hyuk kedalam pelukannya... tepat saat Ketua Tim Oh masuk dan langsung menjerit melengking melihat pemandangan mengerikan itu.


Dengan diiringi lagu dramatis, Ketua Tim Oh langsung menjambak Sekretaris Gong lalu menyandarkan kepalanya di bahunya Min Hyuk. Min Hyuk tiba-tiba memeluknya erat sambil membelai kepalanya mesra, Ketua Tim Oh pun bahagia...


Sebelum akhirnya khayalan itu pecah berkeping-keping. Emosi, Ketua Tim Oh langsung menghampiri Sekretaris Gong untuk mencakarnya. Tapi Sekretaris Gong dengan mudahnya menggendong Ketua Tim Oh pergi dari sana.


Agari masih gelisah memikirkan peta Korea yang dia temukan di punggungnya Biksu Johnnymuddin itu. Nijamuddin, Baek Tak membenarkan. Yah, itulah. Apa Baek Tak pernah mencari tahu asal-usul biksu itu? Baek Tak merasa tidak perlu. Dia mengaku pertama kali bertemu biksu itu 3 tahun yang lalu saat dia tertusuk pisau.

Agari dan Hyung Do langsung ketawa mengingat saat itu, itu kan saat Baek Tak ditusuk pakai pisau sashimi dan dia langsung melarikan diri. Baek Tak langsung emosi menyangkal. Pokoknya waktu itu, Biksu Nijamuddin lah yang menyembuhkannya tanpa operasi dengan menggunakan energinya dan sejak saat itulah dia mensponsori biksu Nijamuddin selama 2 tahun.

Agari masih ragu, karena dia lihat sendiri ada tato peta Korea dan gambar panah di sekitar area daerah Namhae dengan tulisan 'kampung halaman'. Baek Tak bersikeras kalau mungkin biksu Nijamuddin mungkin menganggap itu sebagai kampung halaman keduanya.


Di toko pie kenari, Ibu membuka surat dari Ayah yang pergi dari rumah dan berkata kalau dia ingin menemukan kehidupannya sendiri. Ibu tak percaya membaca surat itu. Pegawai mereka bingung harus bagaimana sekarang, tak ada berarti tak ada yang membuat pie dan tart kenari, mereka tak bisa membuka toko kalau begini caranya.


Tapi alih-alih pergi ke tempat aneh-aneh, ternyata Ayah melarikan diri dari rumah dengan berkemah di tengah hutan seorang diri dengan hanya makan ramen.


Bong Soon baru kembali ke ruangan mereka tapi Min Hyuk tak ada di sana. Sekretaris Gong berkata mungkin Min Hyuk sedang di atap atau berkeliling kantor, biasanya itulah yang dilakukannya kalau lagi marah. Kenapa lagi dia? Ah, itu... Tak bisa menjelaskan, Sekretaris Gong pun cuma minta maaf dan langsung kaburrrr.


Ketua Tim Oh hendak membuat kopi. Tapi dia langsung kesal setengah mati melihat gelang sumpit besi di tangannya. Dia langsung meneriakkan nama Bong Soon dan Bong Soon langsung masuk memenuhi panggilannya sedetik kemudian lalu berbaik hati membantu membuatkannya kopi dengan menambahkan sesendok besar gula.

"Siapa sebenarnya kau itu?" tuntut Ketua Tim Oh.

"Aku kan sudah bilang. Aku Do Bong Soon dari Dobong-dong, Dobong-gu."

"Kembalilah ke asalmu, tinggalkan bumi."

"Aku kan bukan alien. Bagaimana bisa aku meninggalkan bumi?"

"Kau tidak sopan. Akan kupastikan untuk menyaksikan saat terakhirmu!"


Bong Soon santai memberikan kopinya, memberitahu Ketua Tim Oh untuk bersikap baik pada karyawan baru lalu melingkarkan sendok besi itu jadi gelang di tangannya. Ketua Tim Oh sontak menjerit ngeri lalu pingsan.


Min Hyuk ke atap untuk menelepon Gook Du dan mengajaknya ketemuan. Gook Du setuju, dia juga ingin mengatakan sesuatu pada Min Hyuk. Masalah waktu dan tempatnya akan dia sms nanti. Dia langsung menutup teleponnya begitu saja tanpa memberi Min Hyuk kesempatan bicara, membuat Min Hyuk jadi kesal saja.

 

Bong Soon bertemu Min Hyuk di lobi dan langsung menyeretnya untuk makan siang bersama. Tapi Min Hyuk tidak mood makan dan langsung membawa Bong Soon ke aula kosong. Dia hendak mengomel saat tiba-tiba Bong Soon menyelanya dengan manis, "Min Hyuk-ssi. Bisakah aku memanggilmu begitu saat kita berduaan saja?"

Senyum Min Hyuk refleks tersembul seketika. Tapi dia cepat-cepat menutup mata dan mengomeli dirinya sendiri untuk mengendalikan diri. Dia hendak bicara lagi. Terserah Bong Soon mau memanggilnya apa, yang penting adalah...

Tapi belum sempat mengatakan apapun, Bong Soon tiba-tiba berjinjit dan mengecup pipinya lalu bertanya, "Apa aku boleh memanggilmu Min Min?"

Pertahanan Min Hyuk langsung runtuh seketika dan tak bisa lagi mengendalikan senyum lebarnya sampai lupa dia tadi mau ngomong apa. Ayo makan saja.

 

Di cafe, Ketua Tim Oh menatap Bong Soon dengan tatapan setajam silet. Sekretaris Gong menertawai gelang sendoknya, memangnya dia suku dari Afrika atau apa. Ketua Tim Oh dengan kesal memberitahu kalau ini ulahnya Bong Soon. Tapi Sekretaris Gong tak percaya.

Ah, sudahlah. Kenapa tadi Sekretaris Gong dan Min Hyuk berpelukan? Sekretaris Gong langsung mencubit pipinya dengan geli, cemburu yah? Semua orang sontak berpaling menatap mereka dengan penasaran. Min Hyuk sampai heran, sejak kapan kedua orang itu jadi akrab.


Dia sedang berusaha memotong makanannya, tapi Bong Soon langsung menyuapinya. Duh, bahagianya Min Hyuk. Dia memberitahu kalau dia harus bertemu seseorang pulang kerja nanti. Siapa? Seseorang yang menyebalkan dan tidak dia sukai.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon