Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 14 - 2

 

Gang Baek Tak bersuka cita merayakan pembukaan proyek konstruksi mereka. Sementara Agari menjauh untuk mengangkat telepon, Baek Tak menanyakan perkembangan Gwang Bok. Hyun Dong melapor kalau Gwang Bok masih di rumah sakit dan terus merecoki dokter supaya dia cepat pulang dan membuka perban bokongnya.

Baek Tak kepikiran wine yang pernah diminumnya yang dia yakini bisa menyembuhkan Gwang Bok, tapi sulit mendapatkannya dan takutnya beracun. Ah, mungkin sebaiknya mereka meminta Biksu Nijamuttin untuk mengobati Gwang Bok.

Orang yang bicara dengan Agari di telepon ternyata Biksu Nijamuttin dan dia mengajak mereka untuk pergi ke sauna bareng. Yang tidak mereka sangka, Baek Tak menyetujuinya.
 

Geng Ahjumma mengeluhkan proyek pembangunan ulang yang tiba-tiba disetujui padahal mereka sudah menandatangani petisi penolakan. Ahjumma berpikir kalau ini mungkin karena mereka tidak melakukan penyogokan. Ibu menyesal sudah memberikan wine kotoran itu pada Baek Tak. Ibu punya ide, bagaimana kalau mereka membuat Baek Tak berpihak pada mereka.


Mereka tak sempat melanjutkan obrolan mereka karena Ibu Gook Du datang saat itu dan mengeluh manja pada Ayah tentang Gook Du yang belakangan ini tidak nafsu makan dan membuatnya khawatir. Ayah seperti biasa, melayaninya dengan senang hati.

Kesal, Ibu menyatakan bahwa sebagai pemilik toko, dia menolak menjual barang mereka pada Ibu Gook Du. Ayah cuma bisa kedip-kedip bingung. Ibu Gook Du langsung mendengus sinis, bagaimana bisa Ibu Bong Ki bicara seperti itu. Ayah langsung protes, toko ini miliknya bukan milik Ibu.

Kenapa juga dia menolak menjual barang mereka pada seorang pelanggan yang sopan seperti Ibunya Gook Du. Ibu punya hak apa menolak menjual barang mereka, lagipula yang dilakukan Ibu setiap hari cuma main-main.

Tapi begitu Ibu beranjak bangkit dengan wajah menakutkan, Ayah langsung mundur ketakutan tapi tetap tegas menyuruh pegawai mereka untuk membungkus pesanan Ibu Gook Du. Ibu sungguh tak percaya melihatnya.


Di kantor, Min Hyuk sibuk membahas sebuah karater penjahat dalam game-nya Bong Soon dalam posisi yang sangaaat dekat seperti back hug. Tapi kalau diperhatikan baik-baik, entah kenapa wajah karakter penjahat itu sepertinya familier. Tapi dia mirip siapa, yah?


Sekretaris Gong masuk tak lama kemudian untuk mengumumkan rapat staf. Bong Soon dan Min Hyuk sontak mendelik kaget sambil kedip-kedip keheranan. Wajah karakter penjahat itu mirip banget dengan wajah Sekretaris Gong. Sekretaris Gong sampai bingung sendiri melihat mereka melongo menatapnya.


Malam harinya, Bong Bong dan Min Min jalan-jalan sambil gandengan tangan. Mereka lewat di toko cokelat dan Bong Soon langsung manja minta dibeliin cokelat. Tak lama kemudian mereka keluar dari toko cokelat sambil membawa satu tas cokelat.

Bong Soon menawari sepotong coklat untuk Min Hyuk. Aduh, aduh, bahagianya Min Hyuk. Dia langsung membuka mulut lebar-lebar, menanti Bong Soon menyuapkan cokelat itu padanya. Tapi Bong Soon langsung memakan cokelat itu sendiri.


Min Hyuk langsung ngambek. Saat Bong Soon menawarinya kedua kali, dia langsung balas dendam dengan mengecup bibir Bong Soon sebelum melahap cokelatnya.


Di sauna, Baek Tak penasaran dengan kabarnya Bong Soon. Agari melapor kalau Min Hyuk dan Bong Soon kabarnya menjalin hubungan khusus sekarang. Biksu Nijamuttin yang sedari tadi tidur, tiba-tiba terbangun dan langsung mengeluhkan sauna ini.

Dia tidak cocok di sini, kulitnya jadi gatal dan langsung memerintahkan Agari untuk menggaruk punggungnya. Dia terus nyerocos panjang lebar, sementara Agari menemukan tato bergambar peta di punggungnya yang langsung membuatnya mendelik kaget.


Polisi akhirnya menemukan sesuatu, jaketnya Jang Hyun yang tergeletak di pinggir sungai. Tak lama kemudian, Tim polisi menerima laporan tentang penemuan itu tapi mayatnya Jang Hyun masih belum ditemukan. Mereka yakin kalau Jang Hyun tidak selamat mengingat dia terjun dari tebing yang ketinggian 50 meter. Tapi kenapa mayatnya belum ditemukan.

Ketua Tim Yook santai, nanti juga mayatnya akan mengambang lalu mengajak semua orang keluar untuk minum-minum. Hanya Gook Du yang tidak bisa tenang mendengarkan percakapan semua orang.

 

Saat Bong Soon pulang, dia mendapati kedua orang tuanya bertengkar hebat sampai Ibu minta cerai saja. Pertengkaran semakin lama jadi semakin sengit. Bong Soon berusaha melerai mereka, tapi Ibu yang sedang kesal, langsung mendorongnya.

Bong Soon langsung terjatuh seketika. Mereka mengkhawatirkannya, tapi sedetik kemudian mereka saling menyalahkan dan mulai berdebat lagi sampai Bong Soon terabaikan. Frustasi, Bong Soon langsung pergi meninggalkan mereka.


Bong Soon merenung sedih di kamarnya. Dia lalu mengeluarkan buku pusaka warisan dari Neneknya dan mendesah melihat halaman-halamannya yang masih kosong. "Padahal yang kutulis tidak banyak. Tapi sekarang aku tidak bisa menulis lagi"

Sms dari Min Min masuk tak lama kemudian, mengingatkan Bong Soon kalau mereka akan piknik besok.


Keesokan paginya, Bong Soon antusias memasak dan menyiapkan banyak bekal untuk acara kencan piknik mereka dan memilih baju yang paling oke.

Min Hyuk sudah menunggu di depan rumah dengan antusias. Saat akhirnya Bong Soon muncul,  dia langsung terpesona sampai tak bisa menahan senyum lebarnya.


Di tempat piknik, Min Hyuk tiduran di pangkuan Bong Soon dan Bong Soon menggunakan tangannya untuk melindungi wajah Min Hyuk dari sengatan matahari. Saat Min Hyuk membuka mata, dia langsung lebay mengklaim kalau dia butuh sinar matahari padahal niatnya sebenarnya hanya karena dia tidak ingin tangan Bong Soon capek.


Mereka lalu baca komik bersama. Bong Soon ketawa tapi Min Hyuk malah nangis membaca komiknya, Bong Soon sontak mengejeknya. Mereka lalu gantian komik. Sekarang gantian Min Hyuk yang ketawa dan Bong Soon yang sedih.

Mereka lalu memakan bekal yang dibawa Bong Soon sambil suap-suapan. Min Hyuk terkagum-kagum dengan rasa masakan Bong Soon.

 

Di tempat lain, Jang Hyun berjalan terseok-seok ke suatu tempat sambil memegangi tangannya yang kesakitan. Tapi beberapa waktu kemudian, dia tampak sudah pulih dan membaca artikel berita tentang Min Hyuk.

Yang paling menarik perhatiannya adalah ucapan Min Hyuk yang mengatakan bahwa dia orang yang kompetitif  karena dia tidak suka kalah. Dan artikel itu ditulis oleh reporter bernama Kim Tae Hyun.

Dia lalu memotong rambutnya dan mengubah penampilannya sembari mengingat bagaimana dia menyelamatkan dirinya dari sungai malam itu. Dia memang sengaja meninggalkan jaketnya supaya dikira sudah mati.


Di kantor, Sekretaris Gong menunjukkan artikel berita itu pada Min Hyuk sambil memuji foto Min Hyuk yang fotogenik. Min Hyuk sok cool padahal senang pastinya.


Gook Du menghubungi Bong Soon dan berkata kalau dia mau mampir ke kantornya Bong Soon. Bong Soon mengiyakannya. Tapi setelah mengakhiri teleponnya, Bong Soon yang saat itu sedang menyeduh teh, tak sengaja menjatuhkan gelasnya sampai pecah. Hmm... sepertinya pertanda buruk.


Dengan memakai penyamaran barunya, Jang Hyun mendatangi kantor Ainsoft dan memperkenalkan dirinya sebagai reporter Kim Tae Hyun dan mengklaim kalau dia ada rapat dengan Min Hyuk.

Resepsionis menelepon untuk mengkonfirmasi kedatangan si reporter. Dia diberitahu kalau Min Hyuk sedang sibuk. Jang Hyun bersikeras minta izin masuk dan menunggu. Tapi resepsionis tetap berusaha menolaknya dengan sopan.

Jang Hyun tidak menyerah dan terus berusaha membujuk resepsionis kalau dia mau melakukan wawancara lanjutan. Resepsionis mulai goyah dan akhirnya menelepon lagi. Kali ini akhirnya Jang Hyun sukses diizinkan masuk.


Tepat saat dia berjalan hendak masuk ke lift, dia berpapasan dengan Gook Du. Awalnya dia tidak sadar, tapi kemudian langkahnya terhenti dan berbalik memperhatikan pria yang barusan dilewatinya.

"Kim Jang Hyun?"

Seketika itu pula, Jang Hyun menoleh. Gook Du sontak menyerangnya. Tapi pintu lift terbuka dan seorang karyawan wanita keluar dari dalamnya. Jang Hyun langsung bergerak cepat menyandera wanita itu dan kabur dengan lift.


Gook Du langaung menghubungi Min Hyuk. Tapi Min Hyuk sedang rapat dan me-reject panggilannya. Jang Hyun melepaskan wanita itu di suatu lantai lalu naik ke lantai lain.

Gook Du terus menelepon hingga Min Hyuk akhirnya mengangkat teleponnya. Dia langsung memperingatkan Min Hyuk tentang keberadaan Jang Hyun di dalam gedung kantor ini dan menyuruh Min Hyuk untuk menutup semua pintu keluar.

Min Hyuk langsung memerintahkan sekuriti untuk menutup semua akses keluar masuk gedung ini. Sementara Gook Du berlarian mencari Jang Hyun. Jang Hyun sendiri tengah melihat atap gedung.


Min Hyuk masuk ke ruang kontrol CCTV dan mengkonfirmasi Jang Hyun yang masuk ke gedung ini. Sekretaris Gong memberitahu Bong Soon kalau ada pria mencurigakan masuk dan sesaat kemudian, terdengar pengumuman tentang pria mencurigakan itu dan semua karyawan didalam gedung dilarang keluar.

Jang Hyun menaiki tangga darurat dan tepat saat itu juga, dia melihat Gook Du mengejarnya. Dia pun langsung mempercepat langkahnya.


Min Hyuk berlari kembali ke kantornya untuk mengecek keadaan Bong Soon. Tepat saat itu juga,  terdengar suara tawa gila Jang Hyun dari speaker.

"Ahn Min Hyuk, kau seorang gamer, yah? Kau ingin memainkan game-ku. Aku tidak bisa memberimu banyak waktu. Jika kau tidak bisa mwnangkapku dalam waktu 15 menit, aku akan meledakkan gedung ini."

Gook Du sontak berlari mencari Jang Hyun. Min Hyuk memerintahkan Sekretaris Gong untuk menjaga Bong Soon. Dia hendak pergi, Bong Soon langsung menggenggam tangannya cemas dan memintanya untuk berhati-hati. Min Hyuk membelai lembut wajahnya, meyakinkannya untuk tidak khawatir.

 

Min Hyuk menyetel waktu 15 menit sebelum pergi. Gook Du tiba di tempat penyiaran tapi hanya mendapati dua karyawan yang diikat oleh Jang Hyun. Min Hyuk mengumumkan situasi darurat ini dan meminta semua karyawan untuk mematikan semua server yang mereka gunakan dan pergi menyelamatkan diri mereka.

Semua orang kontan berlarian keluar...  saking paniknya, mereka sama sekali tidak menyadari Jang Hyun yang berjalan berlainan arah dari mereka.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Gook Du.

"Akan kutangkap dia. Beraninya dia datang kemari."

"Dimana Bong Soon?"

"Di kantorku." Jawab Min Hyuk. Gook Du langsung berlari untuk mencari Bong Soon.


Yakin keadaan aman, Sekretaris Gong membawa Bong Soon keluar. Tapi tepat saat itu juga,  Jang Hyun menyerang mereka dari belakang dan membius Bong Soon lalu membawanya pergi.


Min Hyuk menelepon ruang kendali dan memerintahkan mereka untuk mematikan listrik. Semua pegawai sudah aman di luar saat listrik dimatikan. Langkah Jang Hyun terhenti saat lampu mati. Tapi dia tetap tenang dengan mengandalkan lampu senternya.

8 menit, Min Hyuk tetap berusaha tenang mencari ke berbagai tempat. Jang Hyun berlari menaiki tangga ke atap. Bong Soon tersadar saat Jang Hyun mengikatnya dengan rantai ke pipa. 6 menit, Min Hyuk mulai frustasi.

Jang Hyun mengikat kedua tangan Bong Soon dengan lakban dan mengejek Bong Soon untuk mencoba melepaskannya dengan kekuatan supernya lalu menghajar Bong Soon sampai dia pingsan.

 

Saat Gook Du tiba di ruangannya Min Hyuk, dia hanya menemukan Sekretaris Gong sudah terkapar seorang diri di lantai. Min Hyuk terus berusaha mencari saat Gook Du meneleponnya dan mengabarkan hilangnya Bong Soon.

Min Hyuk sontak berteriak frustasi mendengarnya. Dia langsung melacak keberadaan Bong Soon dan memberitahu Gook Du kalau mereka sedang berada di atap sekarang.


Jang Hyun memasang bom waktu yang dia ikat di tubuh Bong Soon dan langsung menyalakan timer-nya. Dia lalu merantai pintu atap. Tepat setelah dia selesai, dia mendengar suara Min Hyuk mendekat. Dia langsung buru-buru pergi sebelum Min Hyuk sempat melihatnya.


Gook Du sempat melihatnya di tangga tapi Jang Hyun langsung bersembunyi. Tiba-tiba dia mendengar suara alunan kotak musik yang sepertinya dari lantai atas. Dia langsung berlari mencari asal suara itu. Dia menemukan kotak musik itu di lantai atas, tapi dia punya firasat buruk dan mulai mengulurkan tangannya dengan takut-takut.


Min Hyuk melihat pintu terantai itu. Dia langsung menggedor-gedor pintu itu dan memanggil-manggil Bong Soon. Dia berusaha sekuat tenaga mendobrak pintu itu tanpa hasil. Bong Soon akhirnya terbangun karena mendengar suaranya tapi malah mendapati ada bom di tubuhnya.

Bong Soon berusaha menggunakan kekuatannya tapi gagal. Dia sontak menangis panik, meminta Min Hyuk pergi meninggalkannya. Min Hyuk menolak pergi dan terus berusaha mendobrak pintu itu.

Gook Du pun berusaha mendobrak pintu tangga darurat saat kotak musik itu tiba-tiba kotak musik itu terbuka, tapi isinya ternyata cuma mainan.


Tanpa semua orang sadari, Jang Hyun sudah keluar dan masuk ke tengah-tengah kumpulan para karyawan, menatap ke atas gedung dengan antusias menantikan ledakannya.


Min Hyuk berusaha keras menarik rantai itu sampai tangannya berdarah tapi tetap saja dia gagal.

"Kumohon, pergilah! PERGI!" jerit Bong Soon.

Tapi Min Hyuk tetap menolak meninggalkannya, "Aku harus pergi kemana?"

"Kumohon... pergilah."

"Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Kita akan pergi bersama-sama. Bong Soon-ah, jangan menangis."

1 menit, Bong Soon menangis pilu, berusaha keras melepaskan dirinya tanpa hasil, berusaha memohon berulang kali agar Min Hyuk pergi tapi Min Hyuk tetap menolak pergi. Dia tidak akan meninggalkan Bong Soon seorang diri, tidak akan pernah.

"Bong Soon-ah, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu."

"Kumohon, pergilah. Pergi."

"Aku tidak akan pergi. Aku akan berada di sisimu. Jangan takut. Mengerti?" 

Bong Soon benar-benar mulai putus asa, "Kumohon selamatkan aku. Kumohon bantu aku agar aku bisa menyelamatkan orang itu."


Langit mendengar doanya. Dan seketika itu pula, tampak cahaya di langit yang tadinya gelap gulita. Buku pusaka di lemarinya Bong Soon pun mulai bersinar kembali. Sebuah sinar terang muncul di atas Bong Soon. Seketika itu pula Bong Soon mulai merasakan perubahan dalam dirinya.


Dia mencoba kekuatannya kembali... dan berhasil. Rantai berat itu dan lakbannya terlepas dengan mudah, dia langsung membuka pintu terantai itu lalu melempar bomnya ke angkasa. Bom itu pun meledak menjadi kembang api yang indah di angkasa. Min Hyuk menggunakan tubuhnya untuk melindungi Bong Soon dari api lalu mendekapnya erat-erat.

Bersambung ke episode 15

3 comments

seru..tinggal 2 episode..makasih recapnya..

Seru deh. Bikin baper min min dan bong bong..... makasih recapnya...

Thx udah recap... Waah tinggal 2 episode semoga happy ending

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon