Powered by Blogger.

 Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 15 - 2


Min Hyuk dan Sekretaris Gong sedang sibuk mendiskusikan foto-foto gadis-gadis cantik dan seksi untuk dijadikan model game mereka. Menurut Sekretaris Gong model yang satu ini sangat cocok, lagipula Min Hyuk kan dulu menyukainya.

Dan tepat saat itu juga, Bong Soon kembali dan langsung melempar tatapan tajam ke arah mereka. Tapi tak ada seorangpun yang menyadari kedatangannya dan Min Hyuk santai saja menyetujui pilihan Sekretaris Gong.

Saat itulah dia baru menyadari tatapan Bong Soon. Sontak dia langsung ngomel-ngomel memarahi Sekretaris Gong, sejak kapan dia menyukai model itu? Dia kan sudah bilang untuk pakai model laki-laki?

Sekretaris Gong nggak nyambung dengan kemarahannya dan terus saja mengoceh tentang model cantik itu. Bong Soon malas mempedulikan mereka lagi dan beralih meng-sms Gook Du, minta ketemuan dengannya nanti malam, ada yang harus dia bicarakan.


Malam harinya, Gook Du dan Min Hyuk kontes minum soju sambil pelotot-pelototan. Secara bersamaan, mereka membuka pembicaraan dengan menyebut nama Bong Soon. Min Hyuk bicara duluan, hendak memperingatkan Gook Du tentang hubungannya dengan Bong Soon.

Tapi belum sempat melanjutkan, Gook Du protes duluan karena Min Hyuk bicara pakai bahasa tidak formal padanya. Kalau begitu Gook Du bicara tidak formal saja padanya. Gook Du tidak mau, dia tidak seperti Min Hyuk dan tidak akan bicara tidak formal pada orang-orang yang tidak dekat dengannya.

Tapi walaupun begitu, saat mereka terus berdebat ngalor-ngidul tentang masalah itu, keduanya terus saja berdebat dengan bahasa tidak formal. Gook Du lalu to the point bertanya apakah Min Hyuk menyukai Bong Soon. Min Hyuk tak percaya mendengarnya, memangnya Gook Du siapa sampai berani bicara seperti itu?

"Kau benar-benar brengs*k," rutuk Gook Du.

"Akulah yang seharusnya mengatakan itu. Hei! Jangan dekat-dekat pacarku lagi."


Min Hyuk beranjak bangkit setelah itu. Gook Du tak bisa menahan emosinya dan langsung mencengkeram bajunya Min Hyuk. Mereka hampir saja berkelahi saat Bong Soon datang tepat saat itu juga. Min Hyuk dan Bong Soon sama-sama kaget melihat satu sama lain di situ.

"Dia datang untuk bertemu denganku?" kata Gook Du.

"Kenapa juga kau bertemu Bong Soon-ku?" kesal Min Hyuk.

Bong Soon terpaksa harus memisahkan kedua pria itu dengan kekuatannya sebelum masalah makin runyam. Sekarang dia mengerti, jadi orang menyebalkan yang Min Hyuk maksud tadi adalah Gook Du? Ah, terserahlah. Pokoknya dia datang untuk membicarakan masalah Jang Hyun. Mereka harus menangkapnya bersama-sama.


Tapi melihat ekspresi kedua pria itu, sepertinya hari ini bukan saat yang tepat. Ayo minum saja. Sontak kedua pria langsung serempak melarangnya minum. Min Hyuk tidak terima, Gook Du siapa berani melarang pacarnya minum? Ujung-ujungnya mereka malah saling lempar sumpah serapah.

Bong Soon memanfaatkan saat itu untuk minum, tapi Min Hyuk berhasil mencegahnya tepat waktu. Baiklah, kalau begitu Bong Soon menuangkan soju saja untuk mereka berdua.


Beberapa saat kemudian, Bong Soon lagi-lagi terpaksa harus menggotong kedua pria yang sudah teler itu di kedua pundaknya lalu menjatuhkan keduanya di sofa. Kalau dulu kaki Gook Du dia taruh di atas tubuh Min Hyuk, sekarang dia berubah menempatkan kaki Min Hyuk di atas tubuh Gook Du.


Keesokan paginya, Bong Soon pamit berangkat kerja pada Ayah dan Ibunya. Tapi Ibu bilang kalau Ayah kabur dari rumah. Bong Soon dan Bong Ki sontak kaget. Ibu pasti memukul Ayah lagi, duga Bong Soon. Ibu menyangkal. Bong Ki tak percaya, Ibu pasti memukul Ayah lagi.


Min Hyuk terbangun dan mendapati dirinya tertidur di kasur, jaket dan kaos kakinya terlipat rapi di sebelah. Min Hyuk langsung tersenyum lebar menyadari Bong Soon lah yang menidurkannya di kasur. Apalagi saat dia melihat Gook Du tertidur di sofa tanpa selimut sama sekali.


Bong Soon datang tak lama kemudian. Min Hyuk langsung menyambutnya dengan sapaan manja, tapi malah melihat wajah Bong Soon tampak sedih. Min Hyuk jadi khawatir, "Sayangku, ada apa? Kenapa murung begitu?"

"Ayahku kabur dari rumah."


Tepat saat itu juga, Gook Du terjatuh dari sofa dan terbangun. Bong Soon lalu membuatkan sup pereda mabuk untuk mereka berdua dan meneruskan pembicaraan yang tak sempat berlanjut semalam. Dia perlu bantuan mereka untuk menangkap Jang Hyun.


Di tempat persembunyiannya, Jang Hyun jejeritan kesal karena foto dirinya sekarang tersebar dimana-mana sebagai buron.


Ketiga orang itu lalu melanjutkan diskusi di ruang permainan Min Hyuk. Gook Du protes dengan keputusan Bong Soon yang ingin menangkap orang itu sendiri. Bong Soon bersikeras kalau mereka harus melakukan sesuatu yang berbeda dari polisi.

Min Hyuk protes cemburu, tak mau Gook Du ikutan. Jadilah kedua pria itu bertengkar lagi. Bong Soon sampai segera menengahi mereka, bisa tidak mereka menyingkirkan perasaan pribadi mereka sebentar saja. Kalau mereka tidak mau membantu maka dia akan melakukannya sendiri saja.


"Tidak boleh!" seru kedua pria itu serempak.

Oke Gook Du setuju untuk membantunya, "Tapi kau tidak boleh bergerak sendiri!"

Min Hyuk juga setuju tapi dengan syarat, "Kau harus membicarakan segala sesuatunya denganku lebih dulu!"


Mereka akhirnya mulai serius membahas masalah ini. Jang Hyun sudah pasti akan menarget Bong Soon setelah tahu dia masih hidup. Tapi sekarang gerak-geriknya tidak bisa bebas lagi karena sudah dikeluarkan surat perintah nasional untuk penangkapannya. Jadi yang harus mereka lakukan adalah membuatnya keluar dari persembunyiannya.

Polisi percaya kalau dia akan mencari kesempatan untuk melarikan diri ke luar negeri. Tapi dia pasti akan kesulitan membuat paspor palsu sekarang setelah foto wajahnya tersebar dimana-mana. Jadi kemungkinan dia akan mencoba melarikan diri dengan menggunakan calo untuk bisa kapal kargo.


Min Hyuk seketika mendapat ide lalu menelepon Baek Tak, menuntut Baek Tak membayar hutang budinya dengan cara membantunya mencari informasi tentang Jang Hyun. Baek Tak pun langsung memerintahkan anak-anak buahnya untuk mencari tahu calo kapal kargo.


Bertekad untuk memancing Jang Hyun keluar dari persembunyiannya, Bong Soon langsung menelepon geng SMA dan meminta bantuan mereka untuk memasang foto Jang Hyun di blog mereka.

Geng SMA langsung bergerak cepat ke warnet dan melaksanakan perintah noonim mereka. Di tempat lain, para preman anak buahnya Baek Tak pun sedang berusaha menanyai para pejalan kaki.


Jang Hyun berhenti di sebuah halte, entah mau kemana. Tapi beberapa orang melihatnya dan mengenali wajahnya dari foto buron. Mereka langsung melapor polisi. Terpaksalah Jang Hyun harus segera melarikan diri dari sana.


Dia lalu mendatangi seorang pedagang gelap untuk membeli sebuah senapan api laras panjang. Tapi begitu dia keluar, si pedagang senjata ilegal itu langsung menelepon anak buahnya Baek Tak. Ternyata dia mengenali Jang Hyun dan melapor kalau Jang Hyun barusan membeli senjata.


Agari mendapat telepon kalau Gwang Bok tidak bisa datang ke Seoul. Dia tak sengaja tersengat lebah waktu lagi jalan-jalan di kampung halamannya. Aigoo, sial banget. wkwkwk. Tapi kemudian Hyung Do akhirnya mendapatkan telepon yang mereka tunggu-tunggu dari informan mereka.

Katanya ada pria muda yang datang mencari tahu waktu keberangkatan, nomor kapal dan membayar dimuka. Masalahnya pria itu baru saja membeli senapan laras panjang.


Bong Soon cs gelisah menunggu kabar. Ponselnya Min Hyuk pun akhirnya berbunyi tak lama kemudian. Dari Baek Tak yang melaporkan penemuannya, tanggal 15 jam 23:00 ada kapal kargo yang menuju ke Shandong - China, tapi masalahnya si penjahat itu membeli senjata.


Jang Hyun masuk ke sebuah mini market untuk membeli persediaan makanan. Tapi saat dia hendak membayar, kasir mini market yang kebetulan sedang main game-nya Min Hyuk, mendapat pop-up fotonya Jang Hyun.

Menyadari tatapan si kasir, Jang Hyun pun langsung melarikan diri. Si kasir sontak shock sebelum akhirnya mengambil ponselnya untuk menelepon.


Beberapa saat kemudian, Min Hyuk mendapat telepon dari Sekretaris Gong tentang laporan dari kasir mini market di daerah Songdo. Dia juga sudah memeriksa kebenaran laporan dari si kasir melalui rekaman CCTV. Bong Soon yakin walaupun dia sudah bersiap pergi, tapi dia tidak akan bisa pergi dengan tenang.

Gook Du juga berpikir begitu, apalagi dia punya senjata sekarang. Dia pasti menyembunyikannya di suatu tempat dan berusaha menembak Bong Soon sebelum pergi. Dia pasti akan memancing Bong Soon ke suatu tempat dimana dia bisa menembak Bong Soon dengan mudah.

"Kita harus membuatnya datang ke tempat yang kita inginkan, bukan yang dia inginkan. Dengan begitu kita bisa menangkapnya," ujar Bong Soon.

Min Hyuk tak percaya mendengarnya, kenapa Bong Soon jadi semakin berani sekarang. Jangan khawatir, Bong Soon yakin akan bisa melakukannya dengan baik, "Aku kan Do Bong Soon."

"Iya, kau Do Bong Soon bukan Wonder Woman. Sekarang kau bahkan tidak takut senjata."


Gook Du menyela dan menginstruksikan Bong Soon untuk lukai harga diri Jang Hyun jika dia menelepon nanti. Jang Hyun itu tidak tahan direndahkan oleh wanita, saat itulah Bong Soon harus memberitahunya untuk datang ke tempat yang mereka tunjuk dan langsung tutup teleponnya. Dia yakin Jang Hyun akan memakan umpan mereka. 

Di kantor polisi, tim polisi pun mulai mendiskusikan rencana penangkapan mereka berdasarkan informasi yang mereka terima dari Gook Du.


Di toko kenari, seorang Ahjumma datang memprotes kue kenari yang rasanya tidak enak hari ini dan ngotot minta uangnya dikembalikan walaupun dia sudah memakan beberapa potong. Ibu tidak terima dan jadilah para Ahjumma itu ribut perang mulut.

Tapi tiba-tiba Ibu melihat Min Hyuk datang. Dia langsung berubah sikap seketika, pura-pura jadi penjual yang ramah dan mengembalikan semua uang yang diminta si pelanggan. Si pelanggan sampai keheranan sendiri melihat perubahan sikap Ibu.


Min Hyuk mengaku mampir untuk menyapa Ibu setelah mengantarkan Bong Soon pulang barusan, dia bahkan berjanji akan membawa pulang Ayahnya Bong Soon, Bong Soon terlihat sangat khawatir dengan kepergian Ayahnya. Ibu beralasan kalau dia memang memberi kebebasan pada Ayah, soalnya cinta mereka sangat dalam, jadi mereka perlu jaga jarak sesekali.

"Tapi ngomong-ngomong Presdir Ahn... bisa tolong katakan ulang tahun dan waktu kelahiranmu?"

Min Hyuk heran untuk apa. Ah, Ibu ingin mencari tahu kecocokan jodohnya dengan Bong Soon, yah? Ibu menyangkalnya dengan canggung. Tapi yang tidak disangkanya, Min Hyuk ternyata tidak keberatan, malah berpesan pada Ibu untuk memberitahu hasil ramalannya nanti.

Jika si dukun bilang mereka tidak cocok, dia meminta Ibu untuk mendatangi semua dukun di seluruh kota sampai Ibu mendapatkan jawaban yang diinginkannya. Sontak ketiga Ahjumma langsung bersorak kegirangan.

 

Di rumah, Bong Soon akhirnya mulai menulis di buku pusakanya tentang bagaimana dia menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan ketiga korban wanita dan Gyeong Shim. Dia bersumpah akan menangkap si penjahat itu dengan tangannya sendiri.


Keesokan harinya, Bong Soon berjalan ke kantor tanpa menyadari Jang Hyun yang melihatnya dari kejauhan. Dia baru sampai lobi saat Jang Hyun menelponnya. Sesuai perintah Gook Du, Bong Soon mulai memancing emosi Jang Hyun dengan mengajaknya ketemuan dan menyindirnya untuk tidak lari ketakutan hanya karena gadis kecil sepertinya, Jang Hyun sekarang bukan lawannya.

Rencananya sukses memprovokasi emosi dan harga diri Jang Hyun. Bong Soon pun menyuruhnya untuk datang ke lokasi konstruksi yang waktu itu malam ini lalu menutup teleponnya begitu saja.


Min Hyuk jelas langsung cemas saat mengetahui rencana dadakan itu. Dia hendak protes, tapi Bong Soon cepat-cepat menyelanya dan meyakinkan kalau dia tidak akan terluka. Tapi tetap saja Min Hyuk tidak bisa tenang, dia juga perlu waktu untuk menerima situasi unik pacarnya ini.

Bong Soon mengenggam tangannya, "Jangan khawtair, tidak akan terjadi apapun padaku."

"Baiklah."


Jang Hyun mulai mengepak semua uangnya kedalam koper dan menyiapkan senjatanya sebelum pergi. Bong Soon pun sudah bersiap di rumah, ekspresi matanya penuh tekad untuk menangkap Jang Hyun.


Dia berjalan memasuki lokasi konstruksi sementara Min Hyuk dan Gook Du berjaga di kedua sisi. Melalui earpiece-nya, Min Hyuk mengingatkan Bong Soon untuk berhati-hati, Jang Hyun pasti bersembunyi di suatu tempat yang tepat untuk menembak Bong Soon.

Tanpa mereka sadar, Jang Hyun tengah berada di salah satu lantai atas dan mulai bersiap menembak Bong Soon. Semua orang celingukan ke segala arah mencari Jang Hyun, Bong Soon pun tampak tegang. Jang Hyun mulai membidiknya dan DOR! Peluru itu tepat mengenai dada Bong Soon yang langsung roboh seketika.

Misi sukses, Jang Hyun pun langsung melarikan diri. Gook Du melihatnya dan langsung lari mengejarnya. Min Hyuk langsung menghampiri Bong Soon dengan cemas, tapi sesaat kemudian dia bergabung dengan Gook Du untuk mengejar Jang Hyun. 
Tapi setibanya di sana, Min Hyuk hanya mendapati senjatanya Jang Hyun yang dia tinggalkan begitu saja, sementara Jang Hyun sendiri sudah melarikan diri dengan mobilnya. Min Hyuk melihatnya dan langsung menyuruh Gook Du mengikuti Jang Hyun, dia yakin Jang Hyun akan melarikan diri lewat pelabuhan Incheon malam ini.


Jang Hyun berjalan ke pelabuhan yang tampak sepi itu saat tiba-tiba Gook Du menghadangnya ditengah jalan. Jang Hyun kontan melarikan diri darinya, meliuk-liuk melewati celah-celah deretan kontainer. Tapi Gook Du pun bisa mengejarnya dengan mudah berkat instruksi dari Min Hyuk yang mengawasi pelarian Jang Hyun dengan drone-nya.

Tapi kemudian keduanya sama-sama kehilangan jejak Jang Hyun saat dia menyembunyikan diri di sela sempit sebuah kontainer. Dia baru keluar saat Gook Du pergi. Saat itulah Min Hyuk melihatnya lagi.


Mereka terus kejar-kejaran menggiring Jang Hyun ke suatu tempat. Gook Du pun berhenti begitu Jang Hyun masuk ke tempat jebakan mereka.

Jang Hyun terus berlari saat tiba-tiba saja sebuah kontainer yang bergerak dengan sendirinya menutup jalan keluarnya. Dia mencoba lari ke arah sebaliknya, tapi sebuah kontainer lain bergerak menjebaknya lalu Bong Soon melayang naik ke atas kontainer itu. Jang Hyun jelas shock melihatnya, dia yakin tadi sudah menembak Bong Soon.

"Aku tipe orang yang tidak akan puas sebelum aku menyelesaikan tugasku," ujar Bong Soon.


Dalam flashback, kita melihat Min Hyuk menyiapkan rompi anti peluru khusus untuk Bong Soon. Bahkan saat Bong Soon ditembak tadi, dia sebenarnya tidak kenapa-kenapa, hanya pura-pura mati saja.


Bong Soon lalu mengeluarkan kacang kenarinya lalu melemparkannya sangat kuat bak peluru hingga melukai dada dan kaki Jang Hyun, "Aku kan sudah bilang kalau kau bukan lawanku."

Bong Soon langsung melayang turun dan perlahan mendekatinya. Ketakutan, Jang Hyun pun berusaha melarikan diri lewat jalan samping, tapi malah mendapati Gook Du dan Min Hyuk sudah menunggunya di depan. Jang Hyun berusaha menyeret kakinya melarikan diri secepat mungkin dari sana.


Bong Soon mengambil sebuah peti kayu lalu melemparkannya dengan kekuatan super... tepat mengenai Jang Hyun. Jadilah dia terkurung di sana tanpa bisa mengangkatnya sedikitpun.

"Kim Jang Hyun, rasakanlah bagaimana rasanya terkurung. Kau harus membiasakan diri seumur hidupmu."


Misi selesai, mereka bertiga berjalan pergi dengan gaya keren dan polisi datang tak lama kemudian untuk menangkap Jang Hyun.

Bersambung ke episode 16

3 comments

Aaa bikin baper. Satu episode lg, hiks. Makasi recapnya mbak ima

Hahaa aku dibikin baper di awal dan dibikin terpukau diakhir.. pokonya episode ini sukses bikin aku jerit2 heboh.. hahaa

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon