Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 14 - 1


Gook Du menembak lengan Jang Hyun, berusaha menghentikannya yang hendak melarikan diri. Tapi Jang Hyun tetap nekat melajukan mobilnya hingga terpaksa Gook Du harus menyingkir untuk menyelamatkan dirinya. Gook Du langsung bergerak cepat mengejar Jang Hyun.

Mobil-mobil mereka berbelok-belok melewati berbagai tikungan. Jang Hyun tak menyerah walaupun lengannya kesakitan. Tapi tepat saat dia berbelok ke tingkungan berikutnya, sebuah mobil lain melaju dari arah sebaliknya tepat ke arahnya.

 

Gook Du kontan mengerem mendadak sementara Jang Hyun banting setir untuk menghindari mobil itu dan mobilnya langsung menabrak pagar hingga terjun kedalam sungai. Dari atas jalan, Gook Du menyoroti sungai itu dengan senternya dan melihat mobilnya Jang Hyun tenggelam.


Beberapa saat kemudian, Gyeong Shim dan sekuriti lokasi proyek yang manfaatkan Jang Hyun itu segera dilarikan ke rumah sakit. Para polisi mengelilingi sungai mencari keberadaan Jang Hyun. Mobilnya diangkat tapi tubuh Jang Hyun tidak ditemukan dimana-mana.

Para polisi mendesah kecewa, setelah semua hal yang dilakukan Jang Hyun dan menyusahkan mereka, ternyata dia cuma berakhir seperti ini.

 

Tapi walaupun Ketua Tim Yook menyatakan kasus ini ditutup, Gook Du tetap tidak bisa tenang. Dia mendapat sms dari Min Hyuk tak lama kemudian, memberitahukan kalau dia membawa Bong Soon pulang bersamanya.


Bong Ki baru pulang dan mendapati Ayahnya sedang mondar-mandir cemas menunggu Bong Soon yang belum pulang sampai sekarang. Dia sudah mencoba meneleponnya tapi ponselnya tidak bisa dihubungi. Bong Ki jadi ikut khawatir mendengarnya.


Min Hyuk terus mengawasi Bong Soon yang tertidur di sofanya. Tapi kemudian dia ingat untuk menghubungi keluarganya Bong Soon. Dia memberitahu Ayah kalau Bong Soon sedang bersamanya saat ini dan meminta maaf karena tidak menghubungi lebih cepat.

Ayah cemas, apakah terjadi sesuatu? Min Hyuk mengiyakannya, tapi dia meyakinkan kalau Bong Soon baik-baik saja sekarang dan sedang tidur sekarang.

"Apa anda mau bicara dengannya?"

"Tidak usah bangunkan dia. Aku percaya padamu, Tuan Ahn."

"Saya mengerti. Jangan khawatir."


Bong Ki yang mendengarkan percakapan mereka, bertanya-tanya apakah kedua orang itu punya hubungan serius. Ayah merasa Min Hyuk itu orang yang baik. Bong Ki merasa Min Hyuk lebih dari sekedar baik, dia adalah penyelamat mereka.

"Hati Bong Soon selalu sakit. Dia tidak cukup pintar dan tanggap menjaga dirinya sendiri sejak kecil. Karena kekuatan spesialnya itu, kami selalu khawatir kalau dia akan menggunakan kekuatannya untuk sesuatu yang salah. Walaupun dia kuat tapi kami tak pernah bisa tenang."

Ayah selalu gugup setiap kali Bong Soon tidak ada di rumah, takut Bong Soon akan terluka. Bong Ki mengaku kalau dia menjadi dokter sebenarnya karena Bong Soon. Dia ingin melakukan penelitian tentang rahasia kekuatan spesial itu dan kenapa ini terjadi pada keluarga mereka. Bong Soon ingin menjalani kehidupan yang normal dan Bong Ki ingin membantunya.

"Bong Ki-yah, urri Bong Soon-ie, apakah menurutmu dia bisa menjalani kehidupan normal?"

"Mungkin sulit. Itulah yang membuatku khawatir. Aku selalu mengkhawatirkannya."


Saat Bong Soon membuka mata, dia melihat Min Hyuk tertidur di sampingnya. Bong Soon mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Min Hyuk, tapi akhirnya mengurungkan niatnya. Dia bangkit sepelan mungkin, tapi Min Hyuk langsung menariknya berbaring kembali.

"Kumohon, cintailah aku." Pinta Min Hyuk.

"Aku mencintaimu," ucap Bong Soon dengan menitikkan air mata.

"Kau semungil kacang, aku bisa menyimpanmu dalam hatiku. Tapi sepertinya tidak ada aku dalam hatimu."


Bong Soon meletakkan tangannya di dada Min Hyuk, "Kau ada dalam hatiku."

"Aku mencintaimu." Min Hyuk langsung menarik Bong Soon kedalam pelukannya.


Keesokan harinya, Ibu masuk ke kamar Bong Soon tapi mendapati kamar Bong Soon kosong. Ibu sontak tersenyum bahagia, berpikir kalau Bong Soon menginap di rumah Min Hyuk.

Kebahagiaannya makin lengkap saat Bong Ki mengkonfirmasi kalau Bong Soon menginap di rumah Min Hyuk semalam. Tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi? Terjadi apa? Entahlah, Bong Ki juga tidak tahu.


Ponsel Ibu berbunyi saat itu, dari Gyeong Shim. Ibu menyapanya riang, tapi sesaat kemudian dia mulai khawatir mendengar tangisan Gyeong Shim.


Saat Min Hyuk terbangun, dia tidak mendapati Bong Soon di sisinya. Dia sontak cemas memanggil-manggil Bong Soon. Bong Soon sendiri tengah melamun di dapur. Dia mencoba menguji kekuatannya dengan meremas apel, tapi gagal. Min Hyuk menemukannya saat itu dan menatapnya prihatin.


Dia memberitahu kalau Gyeong Shim baik-baik saja dan akan segera pulang ke rumah Bong Soon setelah pulih nanti. Sepertinya dia ingin membahas masalah hilangnya kekuatan Bong Soon. Tapi dia langsung mengurungkannya dan beralih mengomeli Bong Soon karena tidak mau mendengarkannya, malah datang sendirian ke tempat itu.

Bong Soon meminta maaf dengan suara lemah, dia ingin pulang dan bertemu Gyeong Shim. Baiklah. Min Hyuk mengambil apel itu lalu membuatnya jadi jus dengan juicer untuk Bong Soon. "Bukankah kau bilang makan apel di pagi hari bisa membuatmu sehat?"


Gook Du bingung mengetik laporannya. Ketua Tim Yook datang tak lama kemudian bersama seoang detektif sambil membahas mayat Jang Hyun yang masih belum ditemukan. Ketua Tim Yook mengaku heran dengan pernyataan Gyeong Shim yang mengaku diselamatkan Min Hyuk, rasanya tidak masuk akal. Gook Du hanya menjawab kalau dia akan mengurus masalah itu.


Keluarga Do berkumpul cemas setelah mendengar kabar dari Gyeong Shim tentang kejadian semalam. Gyeong Shim akhirnya pulang dengan diantarkan polisi tak lama kemudian. Dia langsung menangis dalam pelukan Ibu.

Keluarga Do benar-benar mencemaskannya. Gyeong Shim ingin pulang saja ke Busan. Baiklah, tapi Ibu memaksanya untuk tinggal sebentar dan makan. Ibu langsung pergi ke dapur untuk memasak sup tulang sapi.


Min Hyuk mengantarkan Bong Soon pulang dan menyuruhnya istirahat saja di rumah. Bong Soon mencemaskan sekuriti yang terluka karenanya itu. Min Hyuk meyakinkannya kalau sekuriti itu akan baik-baik saja dan dia yang akan mengurus segalanya. Bong Soon perhatikan saja Gyeong Shim.

Bong Soon pun keluar tapi Min Hyuk tiba-tiba berkata, "Kau juga harus memperhatikanku."

Bong Soon tersenyum mendengarnya, "Oke."


Saat Bong Soon masuk kamarnya, kedua sahabat itu langsung berpelukan dan menangis. "Kau pasti kesulitan. Apa dia sering menyakitimu? Kau tidak lapar? Kau pasti sangat ketakutan."

Gyeong Shim terisak mengiyakannya, "Tapi, aku orang yang kuat."

Bong Soon terisak menyetujui ucapan Gyeong Shim, "Aku menabung untuk membelikanmu pakaian yang bagus. Baju yang ingin kau beli. Aku akan membelikanmu baju itu, Gyeong Shim."


Bong Soon meyakinkan kalau dia baik-baik saja, tapi Gyeong Shim tetap khawatir dengan kekuatan Bong Soon. Bong Soon akhirnya mengaku kalau dia sudah kehilangan kekuatannya. Sebenarnya selama ini dia memang menginginkan hal itu. Tapi sekarang saat dia benar-benar kehilangan kekuatannya, rasanya aneh. Tapi dia baik-baik saja. Selama Gyeong Shim baik-baik saja, dia pun baik-baik saja.

Gyeong Shim ingin pulang ke Busan, Ibunya pasti mengkhawatirkannya. Bong Soon setuju, Gyeong Shim tinggal saja di sana, dia yang akan mengunjungi Gyeong Shim nanti.


Gyeong Shim dan Keluarga Do lalu berkumpul bersama di meja makan. Ibu langsung menabok Bong Soon dengan kesal, kenapa Bong Soon tidak bilang tentang ini? Tapi sekarang karena Bong Soon kehilangan kekuatannya, dia langsung mengeluh kesakitan karena pukulan Ibu.

Dia tidak mengatakan apapun, Gyeong Shim lah yang akhirnya memberitahu Ibu kalau Bong Soon kehilangan kekuatannya. Keluarga Do sontak menatapnya cemas.


Beberapa saat kemudian, polisi datang untuk mengantarkan Gyeong Shim dan Bong Soon mengantarkannya keluar. Saat dia masuk kembali, Ibu mengajaknya bicara berdua. Ibu berusaha menyemangatinya dan meyakinkan Bong Soon kalau dia akan terbiasa nantinya. Dia pasti akan bisa hidup seperti orang biasa.

Memang saat pertama kali kehilangan kekuatan itu, rasanya mungkin tidak nyaman dan merasa kosong. Tapi tahukah Bong Soon hal pertama yang dilakukan Ibu saat dia kehilangan kekuatannya dulu? Ibu mengangkat besi. Awalnya ia mengangkat mulai dari yang paling ringan dan melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya.

"Aku mencoba kembali ke kehidupan sehari-hariku dan pura-pura baik-baik saja. Kau bisa hidup seperti itu, seperti yang lainnya."

"Aku akan melakukan itu. Aku akan melakukannya juga."


Sembari menggenggam tangan Bong Soon, Ibu berjanji akan menjaga Bong Soon mulai sekarang. Selama ini Ibu memanjakan Bong Ki karena anak perempuan dalam keluarga mereka lah yang mewarisi kekuatan itu, sementara anak lelaki di keluarga mereka selalu lemah. Pamannya Bong Soon seperti itu dan Bong Ki selalu sakit-sakitan saat dia kecil.

"Mulai sekarang, Ibu akan melakukan yang terbaik untuk menjagamu juga." 

Bong Soon sudah sangat terharu mendengar ketulusan Ibu. Tapi kemudian Ibu malah tanya perkembangan hubungan Bong Soon dan Min Hyuk. Bong Soon langsung kesal mendengarnya. Ayah tersenyum mendengarkan percakapan mereka dari kejauhan.


Bong Soon lalu pergi ke halte untuk berangkat ke kantor. Tapi saat bis datang, seseorang berlari mengejar bis sampai menabrak Bong Soon. Bong Soon benar-benar lemah sampai-sampai dia langsung terjatuh. Bong Soon sedih menyadari dirinya tidak spesial lagi sekarang. 

Sembari mengingat segala kebaikan yang selama ini dilakukannya dengan menggunakan kekuatannya, Bong Soon membatin. "Mulai sekarang, aku harus berlatih untuk hidup seperti orang biasa. Sekarang aku tidak bisa bebas keluar tengah malam. Sekarang, aku tidak bisa melindungi orang lain. Aku tidak bisa lagi membantu orang lain seperti biasanya. Do Bong Soon benar-benar menjadi orang biasa."


Sesampainya di kantor, dia berusaha tetap ceria dan seperti biasanya, memberi hormat pada poster karakter game kesatria wanita. Min Hyuk belum datang setibanya dia di ruangan mereka. Teringat akan ucapan Ibu, Bong Soon memantapkan hati untuk pura-pura baik-baik saja dan melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.

Melihat karakter game Bong Soon ciptaannya, Bong Soon tiba-tiba kepikiran dengan kalung pemberian Min Hyuk. Haruskah dia menggambar kalung untuk karakternya itu? Min Hyuk meng-sms-nya tak lama kemudian, memberitahukan kalau sekuriti itu akan baik-baik saja jadi Bong Soon tidak usah cemas. Bong Soon lega.


Di rumah sakit, para gangster yang sudah sembuh pamit pulang duluan pada Gwang Bok. Gwang Bok kesal setengah mati, meneriakkan nama Do Bong Soon sampai wajahnya merah padam.


Sementara itu di kantor, kembarannya Gwang Bok aka Ketua Tim Oh sedang berusaha menarik perhatian Sekretaris Gong dengan menunjukkan sumpit yang dibengkokkan Bong Soon jadi gelang di tangannya itu. Tapi Sekretaris Gong mengacuhkannya, sedang sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


Bong Soon keluar dari ruangannya saat itu. Ketua Tim Oh langsung balas dendam, menyuruh Bong Soon ke gudang dan mengambil 10 kardus kertas A4 seperti waktu itu. Bong Soon ingin bilang, tapi mengurungkannya dan pergi menuruti perintah Ketua Tim Oh.


Saat Min Hyuk datang tak lama kemudian, Ketua Tim Oh langsung antusias meminta Min Hyuk dan Sekretaris Gong mengikutinya, mau membuktikan kekuatan aneh Bong Soon pada mereka. Tapi sesampainya mereka di gudang, mereka malah mendapati Bong Soon kecapekan memindahkan kardus-kardus itu satu demi satu.

Ketua Tim Oh sontak melayangkan tinju centilnya, menuduh Bong Soon lagi pura-pura. Sekretaris Gong langsung merutukinya kesal dan Min Hyuk langsung menggandeng Bong Soon pergi dari sana.


Dia kan sudah menyuruh Bong Soon untuk istirahat saja di rumah, kenapa malah datang bekerja? Karena dia tidak ada kerjaan di rumah, Gyeong Shim juga sudah pergi ke Busan. Dia harus bekerja, dia bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan ini.

"Gyeong Shim baik-baik saja dan baj*nga* itu sudah mati. Kita juga harus berkencan seperti pasangan lainnya. Karena pacarku sangat spektakuler, kita tidak pernah bisa berkencan seperti yang lain."

"Kita bisa merencanakan sesuatu dan berkencan seperti orang biasa sekarang. Sekarang, aku bukan lagi orang yang istimewa."

"Aku tahu. Apa kau baik-baik saja?"

"Apa aku boleh mengatakan perasaanku yang sebenarnya? Aku tidak baik-baik saja. Tapi Ibuku bilang kalau aku akan segera membaik."


Min Hyuk membelai sayang kepala Bong Soon. "Hei, Do Bong Soon. Aku pernah bilang, bagiku tidak masalah apakah kau punya kekuatan atau tidak. Aku ingin kau bahagia. Selama kau bahagia, itu sudah cukup bagiku. Sekarang aku bisa membawakan barang-barang berat dan bekerja keras. Percayalah pada oppa. Aku akan membukakan botol selai untukmu."

"Oppa, apanya?"

"Aku lebih tua darimu."

"Kita seumuran."


Min Hyuk langsung kesal merutuki Gook Du, pasti Gook Du yang memberitahu Bong Soon. Karena inilah dia tidak suka polisi.

Wah, Daebak. Bong Soon tak menyangka, padahal dia ngomong tadi cuma asal tebak. Ternyata mereka beneran seumuran. Min Hyuk langsung kikuk, tapi tetap ngotot kalau dia oppa, mengklaim dirinya lebih dewasa dalam setiap aspek kehidupan.


Bong Soon usul agar dia bicara secara tidak formal pada Min Hyuk, mereka kan seumuran. Min Hyuk tersenyum walaupun nadanya setengah tak setuju, silahkan saja. Bong Soon langsung pede memanggilnya. "Hei, Ahn Min Hyuk. Min Hyuk-ah~~~"

Min Hyuk pura-pura protes padahal sebenarnya dia senang banget tuh, "Saat kau bicara tidak formal padaku, jantungku terasa berdebar. Sangat menyenangkan."

Bersambung ke part 2

4 comments

Suka suka sukaaaaa... semangat trus yh

Hyung sik-ah...
Gimana nih ketemu sama yg sepantaran nan cute ga abis abisnya senyum mlulu

Aishhh...gemmeezz gemmezzzhh. bnr2 bkin baper..����������

So sweet😍😍😍😍

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon