Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis Chicago Typewriter Episode 7 - 2

Seol dan Bang Jin kompak meyakinkan Bang Wool kalau Gyun Woo bukan jenis Sapsali tapi Sheepdog Inggris.


Tapi saat Bang Wool bilang kalau dia butuh jika dia bukan anjing Sapsali, mereka langsung berubah pikiran dan bilang kalau dia memang anjing Sapsali.

Seol meyakinkan kalau anjing Sapsali bisa mengusir hantu itu cuma rumor. Gyun Woo sangat lembut, mana bisa dia mengusir hantu. Dia meyakinkan kalau bisnis perdukunan Bang Wool tidak akan terganggu.

Yang tak mereka sangka, Bang Wool mengizinkan Gyun Woo tinggal di sana. Dia tidak mengatakan apa alasannya, tapi dalam hatinya dia berkata kalau dia menerima Gyun Woo supaya Bang Jin tidak lagi dikejar-kejar hantu.

Sayangnya, Gyun Woo terus-menerus menggonggong sepanjang malam dan menganggu tidur semua orang. Terpaksalah Seol harus membawanya pergi keesokan harinya.


Di tengah jalan, Gyun Woo tiba-tiba berhenti berjalan. Seol dengan lembut meyakinkan Gyun Woo kalau dia tidak membuangnya, dia hanya mau mencarikannya orang tua angkat.


Se Joo sedang malas-malasan saat dia melihat undangan camping dari perusahaannya. Wajahnya dan wajah Tae Min menghiasi undangan itu dan Se Joo langsung membuangnya.


Tak tahu lagi kemana dia harus mengirim Gyun Woo, Seol akhirnya menelepon Tae Min dan memintanya untuk mengadopsi Gyun Woo. Tae Min dengan cepat menyetujuinya dan mereka sepakat bertemu di coffee shop.


Saat Seol tiba di coffee shop, dia malah bertemu Se Joo. Dia mencoba bicara tapi Seol terus mengabaikannya.

Tidak terima, Se Joo langsung menghentikannya dan mengkonfrontasinya. Seol akhirnya mau bicara padanya dan memprotes cara bicara Se Joo yang pakai bahasa tidak formal padanya.

Sekarang dia sudah tidak punya alasan bersikap sopan pada Se Joo karena Se Joo bukan lagi penulis favorit-nya. Jadi mari kita perjelas, jika Se Joo bicara formal padanya maka dia juga akan melakukan hal yang sama, begitu pula sebaliknya.

Se Joo akhirnya bersikap baik dan bicara formal padanya, dan saat itulah Seol akhirnya mau duduk dan bicara baik-baik dengannya.


Se Joo meminta maaf atas kejadian waktu itu. Seol kontan tersenyum mendengarnya. Tapi kemudian Se Joo bilang kalau dia tidak bersalah sepenuhnya dalam insiden itu, dia tidak menyiksa hewan dan tidak pula merusak tasnya Seol.

Senyum Seol langsung menghilang, kalau bukan Se Joo yang melakukannya terus siapa? Se Joo tak yakin kalau Seol akan mempercayainya jika dia mengatakannya. Seol meyakinkan kalau dia akan mempercayainya, jadi katakan saja.

"Apa kau percaya takhayul? hantu, misalnya?" Tanya Se Joo

Tentu saja pertanyaan itu terdengar konyol bagi Seol yang langsung berteriak membentak Se Joo. Padahal dia sudah sangat menunggu permintaan maaf tulus dari Se Joo.

Waktu Se Joo datang ke klinik dan langsung pergi, dia pikir mungkin Se Joo belum siap minta maaf waktu itu. Dia pikir kalau dia harus bersabar, tapi begitu sulitkan bagi Se Joo untuk mengakui kesalahannya? Kalau mau buat-buat alasan, seharusnya dia buat alasan yang kreatif dikit! Apaan takhayul!


Se Joo refleks balas membentaknya dengan kesal. Dengan dramatis dia mencoba meminta Seol untuk menalar kejadian malam itu. Malam itu, dia dan Seol duduk dalam jarak yang agak jauh. Jangankan merobek, meraih tasnya Seol pun dia tidak bisa. Penjelasan apalagi yang masuk akal... selain adanya keterlibatan pihak ketiga.

Seol benar-benar kesal mendengarnya. Dia langsung bangkit dan menyuruh Se Joo pergi saja kalau dia sudah selesai bicara.


Dia melihat Gyun Woo saat dia keluar dan memanggilnya Yoo Jin Oh. Dia mencoba meminta Jin Oh keluar dari tubuh Gyun Woo sebentar saja, tapi Gyun Woo mengabaikannya.

Se Joo melabraknya dengan kesal, "Gara-gara kau, hidupku hancur total. Aku merasa hampa dan bingung, aku bahkan disalahpahami semua orang. Keluarlah. Kumohon, keluarlah."

Seol sinis mendengarkannya dari belakang. Saat Se Joo terus menerus menyuruh Gyun Woo keluar dan mengungkapkan dirinya yang sebenarnya, Seol menyelanya dengan sinis. Dia sungguh prihatin melihat kegilaan Se Joo.

Se Joo berusaha meyakinkannya kalau anjing ini bukan anjing biasa, ada sesuatu didalam anjing ini. Tapi Seol tidak sedikitpun mempercayainya dan mengajak Gyun Woo pergi.


Se Joo mengejar mereka dan meminta Seol untuk memberikan anjing itu kepadanya, dia sungguh membutuhkannya. Seol menolak, sudah terlambat, sekarang dia mau menemui orang lain yang mau mengadopsinya. Se Joo tidak menyerah begitu saja dan berjanji akan merawatnya dengan baik.

"Bukankah kau alergi bulu anjing?" Heran Seol.

Tae Min tiba tepat saat itu juga dan keheranan mendengar Se Joo alergi bulu anjing. Perasaan dia tidak pernah mendengar hal itu, deh. Seol kontan mempelototi Se Joo dengan kesal.


Se Joo dengan canggung beralasan kalau penggemarnya sering mengiriminya anjing sebagai hadiah, jadi dia sengaja membuat alasan alergi karena dia merasa menerima hadiah semacam itu merepotkan.

Alasan itu malah membuat Seol semakin tak mau menyerahkan Gyun Woo pada Se Joo. Tapi Se Joo berjanji kalau dia tidak akan menelantarkannya, dia akan menjaga Gyun Woo sampai akhir.

Dia bahkan berjanji akan membuatkan fasilitas yang nyaman untuk Gyun Woo, halaman rumahnya juga luas, dia juga akan diberi makanan kualitas tinggi dan ada staf yang akan menjaganya jika dia sedang tidak di rumah.


Tae Min mengalah dan meminta Seol untuk memberikan Gyun Woo ke Se Joo. Dia tidak bisa menjaga Gyun Woo sebaik yang dijanjikan Se Joo. Dia bahkan memberikan tali anjingnya dan meminta Se Joo untuk menjaganya. Se Joo kesal melihat sikap sok baik Tae Min dan langsung membawa Gyun Woo pergi.

Seol masih belum rela melepaskannya ke Se Joo. Tapi Tae Min meyakinkannya kalau Se Joo pasti akan menepati janjinya... setidaknya demi harga dirinya. Se Joo kesal mendengarnya, apalagi saat Tae Min beralih topik membicarakan janji pertemuan mereka nanti.


Setibanya di rumah, Se Joo membuat semua staf melongo saat dia menyatakan kalau dia mau memelihara anjing ini. Apalagi dia menolak meninggalkannya di halaman karena dia mau bicara serius dengan anjing ini.

Berduaan di ruang kerjanya, Se Joo meyakinkan Jin Oh kalau tempat ini takkan bisa dimasuki sembarang orang, takkan ada yang menganggu mereka, jadi keluarlah.Tapi tak reaksi apapun dari Gyun Woo. Se Joo heran, jangan-jangan dia cuma anjing biasa.


Sekretaris Kang lagi-lagi melaporkan keanehan Se Joo pada CEO Gal. Tadi dia ngobrol sama anjing dan sekarang dia sedang membangun kandang anjing.

Dia memukuli paku-pakunya sambil merutuki Jin Oh dan teringat janji pertemuan Tae Min dan Se Joo tadi. Emosi, dia memukul paku keras-keras tapi malah tak sengaja memukul jarinya sendiri.

Akhirnya dia duduk menatap langit sambil memikirkan ucapan Seol dan Soo Yeon yang sama-sama yakin kalau dia akan menjadi penulis hebat dan berharap dia akan terus menulis, juga permintaan Jin Oh agar dia terus menulis dan menyelesaikan novelnya.


Tae Min melihat Seol membaca naskahnya. Awalnya dia serius, tapi dengan cepat dia kehilangan fokus dan melamun. Tae Min bertanya apakah naskahnya membosankan?

Seol hanya mencemaskan Gyun Woo, dia menyesal sudah membiarkannya pergi. Tae Min berkata kalau Se Joo akan tetap membawa anjing itu bersamanya.

"Sekalipun kita mencoba menghentikannya, dia akan tetap berusaha mendapatkannya."

Tae Min mengklaim kalau Se Joo selalu menginginkan apa yang dia inginkan. Seol baru ingat, mereka berdua kan memang pernah tinggal bersama.Dia tahu karena dia sudah cukup lama jadi penggemarnya Se Joo, bahkan ada sebuah artikel yang mungkin akan membuat mereka tak nyaman.


Tae Min juga penasaran akan sesuatu, "Ada hubungan apa antara kau dan Penulis Han?

Berdasarkan artikel gosip, jika bukan ghostwriternya, berarti Seol kekasihnya Se Joo. Sementara dalam konferensi pers-nya, Se Joo berkata kalau Seol adalah penyelamat hidupnya sekaligus penggemarnya.

Seol berkata yang benar adalah yang di konferensi pers itu. Tae Min senang mendengarnya. Dia lalu cepat mengalihkan topik ke naskahnya.


Petir tiba-tiba menggelegar di luar. Se Joo termenung memikirkan kekecewaan Seol terhadapnya dan harapan Soo Yeon agar dia menyelesaikan novelnya.

"Kupikir berhenti menulis akan membuatku bahagia, tapi sepertinya tidak." Desahnya.

Mengalihkan pandangannya ke mesin ketik, dia menyuruh Jin Oh untuk keluar dari sana. Saat Jin Oh masih belum juga menampakkan diri, Se Joo langsung berteriak-teriak menyalahkan Jin Oh sebagai penyebab kekacauan hidupnya dan menuntutnya untuk bertanggung jawab.

"Baiklah! Ayo menulis! Aku akan menulis! Jadi keluarlah!" Jerit Se Joo.


Seketika itu pula, lampu tiba-tiba padam dan Se Joo akhirnya melihat Jin Oh sedang berdiri di jendela. Saat lampu kembali menyala, Se Joo malah terlonjak kaget gara-gara Jin Oh tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya dan bertanya apakah Se Joo sungguh-sungguh dengan ucapannya tadi.

"Kau bilang kau akan tetap menulis. Apa kau sungguh-sungguh?"

"Aku tidak pernah menarik kembali ucapanku. Ayo menulis bersama."


Jin Oh tentu saja senang mendengarnya. Jadi, apakah Se Joo akhirnya tertarik dengan kehidupan masa lampaunya?

Se Joo menyangkal. Dia masih tidak peduli tentang kehidupannya yang sebelumnya dan menegaskan kalau dia dan Jin Oh bukan teman. Lalu kenapa Se Joo malah ingin meneruskan novel itu?

Karena ini satu-satunya cara mengembalikan keadaan ke semula. Dia harus menyelesaikannya dan mengakhiri segala kekacauan yang ada. Dengan begitu dia akan bisa memulai awal baru sebagai seorang penulis.

Dia merasa kalau dia akan bisa mengetahui alasan dibalik kebingungannya dan perasaannya yang membingungkan ini begitu mereka mulai menulis bersama. "Dengan bantuanmu, aku mungkin akan menemukan jawaban atas kehampaan ini."



Jin Oh memperingatkan, sekalinya Se Joo terlibat di dalamnya maka dia takkan bisa mundur.

"Baik akhir novelnya maupun kebenaran yang akan kau ketahui, kau harus tetap bersamaku sampai akhir. Apa kau tetap ingin bekerja sama denganku?"

"Kubilang akan kulakukan."

Jin Oh senang. Dia akan membantu Se Joo mengakhiri semua ini. Tapi... ada satu syarat.


Seol baru saja selesai membaca naskahnya Tae Min saat tiba-tiba dia kaget menyadari Tae Min entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya. Saat Seol pamit, Tae Min memberinya undangan camping yang diadakan perusahaannya dan meminta Seol untuk pergi bersamanya.

Seol mengaku kalau dia sebenarnya sudah pernah mendaftar, tapi dia tidak menang karena persaingannya terlalu ketat. Tae Min menduga kalau Seol pasti mendaftar demi Se Joo. Seol tak enak hati membenarkannya.


Dia ingin mengantarkan Seol pulang tapi Seol menolaknya. Tae Min tak suka mendengarnya dan langsung menyusulnya keluar.

Melihat Seol mencari-cari payungnya, dia mencoba sekali lagi menawarkan tumpangan pulang, tapi lagi-lagi ditolak karena tepat saat itu juga Seol menemukan payungnya. Seol baru saja melangkah ke jalan saat seorang pengendara motor lewat. Untunglah Tae Min sigap menariknya.

Seol tak nyaman dengan pegangannya, tapi Tae Min menolak melepaskannya dan bersikeras mau mengantarkannya pulang.


Tapi Se Joo tiba-tiba muncul dan langsung melepaskan pegangan tangan Tae Min dari Seol.

Flashback, 


Syarat yang diajukan Jin Oh ternyata meminta Se Joo untuk menyingkirkan semua pria di sekeliling Seol, semuanya.

"Cegah wanitaku mengencari pria lain," itulah syaratnya Jin Oh. Se Joo protes, apa Jin Oh pikir dia bakalan mau melakukan hal kekanak-kanakan dan gila itu?

Flashback end.


Tapi nyatanya, dia tetap melakukan hal yang dia anggap kekanak-kanakan dan gila itu. Tae Min ketawa jahat, apa yang sebenarnya Se Joo lakukan?

"Sudah kubilang, aku tidak akan kalah apapun lagi darimu."


Se Joo pun langsung menyeret Seol pergi dari sana dengan senyum puas. Tae Min kesal dan Jin Oh senang.

Bersambung ke episode 8

2 comments

Mkasih bak ima... Smg bs d update terus.... Kan filmx ud xmpe eps 10....

Mba ima ditunggu kelanjutannya ya..walaupun udh nonton sampai ep 10 serasa masih kurang klo blm baca sinopsisnya mba ima

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon