Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis Circle Episode 2 - 1

Tahun 2007,


Woo Jin, Bum Gyun dan Ayah mereka merayakan ultah saudara kembar itu di restoran bersama si wanita misterius. Seorang pelayan memotret mereka. Bum Gyun dan Woo Jin kecil tersenyum, tapi wajah wanita itu sangat datar seperti patung.

Woo Jin antusias menerima hasil foto itu, dia mau pamer ke teman-temannya. Wanita itu melirik hasil fotonya tapi dia tak bereaksi apapun. Bum Gyun ngotot kalau wanita ini bukan alien, tapi Woo Jin yakin dia alien. Dia mencoba menanyakannya pada wanita misterius itu, tapi dia terus diam tanpa ekspresi. Matanya fokus menatap keluar jendela tanpa berkedip.


Penasaran, Woo Jin mengikuti arah pandangannya dan langsung mendelik shock melihat apa yang dilihatnya. Ayah menoleh dan mendapati sebuah mobil melaju cepat tepat ke arah mereka.

Dalam kepanikannya, Ayah refleks meraih Bum Gyun yang paling dekat dengannya. Mobil itu menabrak kaca jendela dan meja-meja terdekat sebelum akhirnya berhenti. Begitu memastikan Bum Gyun aman, Ayah langsung melihat Woo Jin dan mendapatinya selamat dalam dekapan wanita mistrius itu.


Saat wanita itu melepaskannya, Woo Jin kecil shock menunjuk darah yang mengalir dari leher wanita itu. Sebuah pecahan kaca yang cukup besar tertancap di lehernya, tapi wanita misterius tetap diam seolah tak merasakan apapun. Ayah buru-buru memanggil ambulance, sementara tatapan wanita itu beralih ke Woo Jin.

Bagian 1: Beta Project.

Tahun 2017,


Woo Jin shock melihat wanita misterius itu di seberang jalan. Melihat wanita itu kontan mengingatkannya akan sosok wanita misterius yang pertama kali muncul dari cahaya dulu. Sosoknya yang sekarang sama persis seperti 10 tahun yang lalu seolah dia tak pernah menua.

Wanita itu menyeberang jalan ke arah mereka. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia berbelok arah ke halte bis. Bum Gyun kontan berlari mengejarnya, tanpa sedikitpun mempedulikan padatnya lalu lintas dan keselamatan nyawanya.

Woo Jin hanya berdiri cemas di sana. Tapi saat Bum Gyun hampir saja ketabrak mobil, dia kontan ikut menerobos lalu lintas mengejarnya. Woo Jin langsung mengomelinya, tapi Bum Gyun bahkan tidak mempedulikannya sedikitpun saking fokusnya memperhatikan bis yang baru saja lewat.


Disana lah, dia melihat wanita itu duduk di bangkus paling belakang dan menoleh ke arahnya. Bum Gyun langsung berlari mengejarnya. Woo Jin berusaha ikut, tapi sebuah mobil hampir saja menabraknya. Woo Jin akhirnya menyerah dan hanya bisa melihat Bum Gyun mengejar bis itu.
 

Sepanjang perjalanan pulang, dia berusaha menghubungi Bum Gyun tapi tidak diangkat. Dia akhirnya kembali ke kamar rahasianya Bum Gyun dan melihat foto alien yang tertempel di antara peta dan berbagai macam artikel dan catatan Bum Gyun dibawah foto itu: Pelaku, Han Jung Yeon = Alien.

Saat dia mengedarkan pandangannya, dia mendapati sebuah kamera yang tersembunyi dibalik tumpukan selimut di atas lemari. Foto-foto didalamnya ternyata foto-foto si wanita misterius tadi. Tapi berbeda dari wanita misterius tanpa ekspresi yang dulu, wanita ini tampak seperti manusia normal yang penuh senyum. Karena itulah Woo Jin berpikir kalau wanita ini pasti cuma mirip saja.


Bum Gyun menelepon saat itu. Tapi saat dia mengangkatnya, yang bicara malah seorang suster. Woo Jin pun bergegas ke rumah sakit dan mendapati Bum Gyun patah kaki. Dia benar-benar mencemaskan Bum Gyun, tapi Bum Gyun sama sekali tidak peduli dan terus histeris karena kehilangan si alien itu.

Suster yang merawatnya tentu saja keheranan mendengar ucapannya. Frustasi, Woo Jin mendesis padanya untuk tenang dan obati saja lukanya dulu.


Dalam perjalanan pulang, mereka terus otot-ototan tentang wanita itu. Woo Jin ngotot kalau dia cuma mirip. Tapi Bum Gyun bersikeras dia alien dan dialah yang membunuh para mahasiswa itu, dia pernah melihatnya bergaul di sekitar para mahasiswa itu.

"Mereka bunuh diri. Mereka bunuh diri karena beban hidup mereka"

"Lalu kenapa wanita itu kabur. Kau juga melihatnya. Dia tadi lari begitu melihat kita. Dia lari karena kita mengenalinya."

"Jangan konyol."

"Hei, Kim Woo Jin. Orang yang bilang kalau dia alien dulu itu kau! Kenapa kau tidak mengakui yang sebenarnya? Kau melihatnya dengan mata kepalamu sendiri!"


Woo Jin cuma menatapnya datar dan bertanya, terus kenapa kalau wanita itu alien? Kenapa juga itu jadi masalah? Tentu saja itu masalah karena wanita itu menculik ayah mereka.

"Siapa peduli dia menculik ayah atau tidak?!" Bentak Woo Jin.

Bahkan sekalipun ayah mereka kembali, akankah semuanya berubah? Dia sudah cukup frustasi menghadapi Bum Gyun, dan sekarang dia harus mengurusi ayah mereka? Kenapa juga dia harus melakukannya? Kenapa dia harus menanggung semua ini? Tidak bisakah Bum Gyun melupakan ayah mereka dan alien itu dan hidup normal?

Bum Gyun terdiam, tampak sudah menyerah untuk meyakinkan Woo Jin. Tapi dengan tegas dia menyatakan kalau dia tidak akan berhenti sampai dia sudah memastikannya dengan matanya sendiri. Bum Gyun pun langsung pergi meninggalkannya.

"Terserah kau saja. Tapi kalau kau pergi sekarang, aku tidak akan pernah melihatmu lagi!"

Langkah Bum Gyun terhenti mendengarnya. Dia menoleh sedikit. Tapi kemudian, dia mantap meneruskan langkahnya. Woo Jin tak percaya melihatnya. Kesal, akhirnya dia pun berjalan pergi ke arah sebaliknya.


Sesampainya kembali di rumah, Woo Jin mengepak barang-barangnya Bum Gyun lalu melemparkannya keluar. Berusaha mengendalikan emosinya, dia berpikir kalau alien itu tidak ada.


Keesokan harinya saat dia keluar rumah, dia mendapati tas itu masih tergeletak di lorong. Tapi dia langsung melewatinya dan pergi ke kampus setelah mendapat telepon dari Prof Park. Woo Jin meminta maaf pada Prof Park karena kemarin dia mendadak pergi.

Profesor Han datang tak lama kemudian. Woo Jin menjelaskan kalau dia tertarik dengan perawatan PTSD. Prof Han bertanya, metode pengobatan mana yang menurut Woo Jin paling efektif. Woo Jin merasa tidak ada metode terbaik saat ini.

Menurutnya, metode terbaik adalah melupakan karena ingatan traumatik tidak bisa terpengaruh oleh kurva pelupaan, jadi orang tidak akan bisa melupakan ingatan yang menakutkan itu. Ingatan yang menyakitkan haruslah dilupakan agar seseorang bisa mengatasinya.

"Tapi ingatan pahit juga merupakan bagian dari kehidupan seseorang. Jadi menurutmu tidak masalah membuat seseorang lupa?

Woo Jin meyakini bahwa ingatan traumatik itu seperti sel kanker yang diidap seseorang, jadi ingatan itu harus disingkirkan seperti sel kanker yang harus disingkirkan.


Dalam perjalanan keluar, Woo Jin melihat wanita misterus itu sedang berjalan di kejauhan. Woo Jin bergegas mengejarnya. Tapi pada akhirnya, dia kehilangan jejak.

Di kelas, Woo Jin masih terus memikirkan wanita tadi. Tapi tidak mungkin, dia pasti keliru. Profesor datang tak lama kemudian dan langsung menugaskan mereka untuk kerja kelompok dua orang. Tapi wanita yang seharusnya satu grup dengan Woo Jin, tiba-tiba mimisan dan langsung keluar.

Profesor hendak menyuruh Woo Jin bergabung ke kelompok lain, saat seorang mahasiswi lain datang dan memperkenalkan dirinya sebagai Han Jung Yeon. Woo Jin sontak membeku mendengarnya, teringat kalau itu adalah nama alien yang disebutkan Bum Gyun. Perlahan dia berbalik dan mendapati wanita itu adalah si alien.


Tapi wanita itu tampak seperti manusia normal. Saat Jung Yeon duduk di sampingnya, Woo Jin begitu terpana sampai tidak bisa mengalihkan tatapannya. Setelah profesor menjelaskan tugas mereka, para mahasiswa pun mulai berdiskusi.

Jung Yeon tersenyum canggung menghadapi tatapan intens Woo Jin sebelum akhirnya mengalihkan topik membahas tugas mereka layaknya mahasiswa pada umumnya. Alih-alih menjawab, Woo Jin malah menanyakan nama, dari mana dia berasal dan umurnya. Jung Yeon jelas kesal mendengar pertanyaannya. Tapi Profesor menyela mereka dan menyuruh mereka untuk fokus.


Setelah kelas usai, Jung Yeon pergi dengan kesal. Tapi kemudian kembali lagi menghampiri Woo Jin. Ketakutan, Woo Jin refleks mundur beberapa langkah. Tapi Jung Yeon hanya mengulurkan tangan untuk minta ponselnya.

Jung Yeon memasukkan nomor teleponnya dan mereka sepakat untuk mengerjakan tugas mereka di perpus jam 6. Setelah itu, dia pergi bersama teman-teman ceweknya.


Selesai kuliah, Woo Jin mengajar les dan muridnya adalah Lee Dong Soo yang saat ini masih seorang pelajar. Dia tampak ogah-ogahan mengerjakan tugasnya, sementara Woo Jin malah melamun sambil memainkan kubus rubiknya (sama persis seperti yang dilakukan Joon Hyuk di tahun 2037).

Dia di-sms Jung Yeon saat itu. Dong Soo melihatnya dan langsung menduga kalau Jung Yeon itu pacarnya Woo Jin. Dia ikut membaca pesan Jung Yeon yang berkata kalau dia sudah pesan tempat di perpustakaan nasional dan langsung memutuskan kalau sesi bimbel mereka selesai sekarang.

Woo Jin bersikeras menyuruhnya untuk menyelesaikan tugasnya. Dong Soo ngotot kalau mengerjakan tugas ini takkan mengubah hidupnya. Dia tidak perlu belajar, toh dia pasti akan berhasil dengan kemampuan koputer yang dimilikinya. Tapi Woo Jin langsung mencubit alis matanya dan memaksanya untuk menyelesaikan tugasnya sekarang juga.


Di perpus malam harinya, Woo Jin berusaha konsen mengerjakan tugasnya. Tapi perhatiannya terus teralih ke Jung Yeon. Teringat pada pecahan kaca yang pernah menancap di leher belakang wanita misterius dulu, Woo Jin langsung berusaha melihat lehernya tapi susah karena rambut panjangnya Jung Yeon menutupinya. Parahnya lagi, Jung Yeon memergokinya curi-curi pandang sampai Woo Jin terpaksa harus mengalihkan tatapannya.

Jung Yeon tiba-tiba ditelepon seseorang dan dia langsung pamit pergi dengan alasan ada urusan mendesak dan hanya meninggalkan alamat email-nya agar mereka bisa saling berkirim tugas. Woo Jin membuntutinya dan sepertinya Jung Yeon tidak sadar kalau dia diikuti.


Jung Yeon masuk ke sebuah bar dan bertemu sekelompok teman-teman prianya, sementara Woo Jin memperhatikan dari meja belakang. Saat para pria itu menantang Jung Yeon untuk minum birnya sekali teguk, Jung Yeon menerima tantangan mereka sambil menguncir rambutnya.

Saat itulah, Woo Jin akhirnya punya kesempatan untuk melihat belakang lehernya. Tapi leher Jung Yeon mulus tanpa cacat sedikitpun. Woo Jin langsung mendengus, menertawai dirinya sendiri. Alien apaan. Dia akhirnya memutuskan pergi.


Di kantor polisi, Detektif Hong sedang membuat sketsa pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Handam. Dalam sketsanya, di pelaku memakai topi. Tapi sayang, Detektif Hong tidak bisa menggambar wajahnya.

Rekan polisinya sinis melihat apa yang digambarnya, lalu memberikan laporan daftar para kriminal yang memakai taser. Dia lalu pergi meninggalkannya dan bergosip bersama polisi lainnya tentang Detektif Hong yang selalu salah tebak. Siapapun orang yang dia duga sebagai pelaku, hasilnya selalu salah.

Dari salah satu daftar itu ada data dan foto Bum Gyun. Mungkin merasa ada kesamaan figur, ia langsung mengambil data itu dan menempatkannya bersebelahan dengan sketsanya.

 

Woo Jin tiba di rumah dan mendapati tas itu masih tergeletak tak tersentuh di lorong. Dia akhirnya membawa masuk tas itu dan mencoba menghubungi Bum Gyun. Dia sudah hampir memutuskannya karena mengira Bum Gyun tak mengangkat teleponnya lagi.

Tapi suara Bum Gyun tiba-tiba terdengar di seberang. Woo Jin hendak membahas wanita itu. Tapi Bum Gyun tiba-tiba menyela, "Kurasa aku sudah menemukannya, tempat persembunyian alien. Penjahatnya adalah Bluebird."

Frustasi, Woo Jin menyuruhnya pulang dulu baru bicara tentang si Bluebird itu. Bum Gyun berjanji akan pulang, tapi setelah dia memastikannya dulu.


Woo Jin terbangun keesokan harinya. Tapi Bum Gyun belum juga pulang, nomornya malah tidak bisa dihubungi sekarang. Dia mencoba menelepon toko roti, tapi Bos toko roti berkata kalau Bum Gyun cuma masuk kerja pada hari pertamanya saja dan tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.


Detektif Hong dan rekannya ada di toko roti itu juga untuk menanyakan Bum Gyun. Bos Toko roti menduga kalau Bum Gyun terlibat masalah dan melarikan diri karena barusan ada orang yang mencarinya. Mendengar itu, Detektif Hong semakin yakin kalau si pelaku adalah Bum Gyun.


Woo Jin langsung pergi ke apartemennya Bum Gyun, tapi kamar itu kosong. Pemilik gedung masuk dan memberitahunya kalau Bum Gyun tidak bisa dihubungi padahal seharusnya hari ini dia membayar sisa saldo sewa kamar ini.

Memperhatikan kembali peta dan berbagai artikel yang tertempel di dinding, Bum Gyun mendapati sebuah peta dengan coretan 'tempat persembunyian alien'. Woo Jin pun bergegas mencari tempat itu yang ternyata sebuah warnet. Tapi Bum Gyun tak ada disana.


Teringat catatan lain tentang perpustakaan nasional yang sering dikunjungi alien, Woo Jin pun pergi ke sana dan mendapati Jung Yeon sedang belajar sendirian. Dia langsung menghampiri Jung Yeon dan berusaha menanyakan sesuatu. Tapi pada akhirnya dia ragu dan pergi.


Dia akhirnya kembali ke kamarnya Bum Gyun. Dia ingat menaruh kameranya Bum Gyun di atas TV waktu itu. Tapi sekarang dia mendapati kamera itu kembali tersembunyi dibawah selimut diatas lemari. Dalam rekamannya, Woo Jin melihat Bum Gyun meletakkan kamera itu kembali ke atas lalu mematikan lampu dan pergi.

Tampak tak ada apapun lagi setelah itu. Tapi kemudian, lampu kamar itu kembali menyala dan tampak seseorang masuk dengan memakai hoodie. Orang itu memperhatikan berbagai artikel di dinding sebelum kemudian berjalan pergi.

Tapi sedetik kemudian dia berbalik dan Woo Jin sontak kaget melihat wajah Jung Yeon seolah sedang menatapnya.


Jung Yeon baru saja keluar dari perpus saat dia melihat Woo Jin di depan. Jung Yeon heran, kenapa mereka terus bertemu? Woo Jin berjalan menghampirinya dan bertanya apakah dia sungguh Han Jung Yeon?

Saat dia tak mendapatkan jawaban, dia langsung mencengkeram baju Jung Yeon dan menuntut, "Siapa kau? Siapa kau sebenarnya?!"

Bersambung ke part 2

2 comments

Episode 2 bagian 2nya mana kok gak lanjut. Ni drama bikin penasaran siapa ya yg bikin bluebirdnya?

Kok gak lanjut min sinopsis ciclenya. Lanjut dong ini drama bikin penasaran.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon