Powered by Blogger.

Images Credit: KBS

Sinopsis Fight for My Way Episode 3 - 1


Keempat kawan itu bangun pagi dengan kebiasaan masing-masing. Ae Ra mengendusi rambutnya lalu tidur lagi, Sul Hee langsung menyiram tanamannya, Dong Man olahraga, sementara Joo Man harus dibangunkan dulu oleh alarm.

Ae Ra menonton berita perekrutan penyiar KBC dengan wajah cemberut dan langsung menggantinya ke siaran ramalan cuaca. Si pembawa acara berkata kalau udara hari ini akan dingin dan menyarankan pemirsa untuk pakai baju hangat, padahal dia sendiri pakai baju tipis dan rok mini.

"Kenapa kau tidak sendiri tidak pakai baju hangat," sinis Ae Ra.


Sul Hee menyarankannya untuk melakukannya saja, dia tahu kalau Ae Ra marah karena ini masa perekrutan terbuka untuk penyiar. Kalau dia terlahir denganw ajah seperti Ae Ra, dia pasti akan melamar dan mencoba untuk terbang.

"Menurutmu, aku bisa terbang?"

"Iya."

Sebelum berangkat kerja, dia memberitahu kalau dia memasak sup tahu dan menyuruhnya berbagi dengan Dong Man. Soalnya mereka kan kemarin dipenjara. Ae Ra mengelus sayang rambutnya dan menjelaskan kalau mereka tidak dipenjara.


Ae Ra membawa sarapan untuk Dong Man, tapi gedoran pintunya tidak dijawab. Jadilah Ae Ra membuka sendiri passcode rumah Dong Man dan nyelonong masuk. Dong Man ternyata masih mandi sambil nyanyi sekeras-kerasnya dengan suara serak.

Dia masih santai keluar kamar mandi sambil nyanyi dan hanya berbalut selembar handuk dan langsung shock sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada begitu melihat Ae Ra. Dia kan sudah bilang jangan masuk kemari! Protes Dong Man. Kalau begitu, seharusnya dia mengganti passcode-nya, 0070 itu terlalu mudah diingat.
 

Ae Ra lalu berjinjit untuk mengambil mangkok di atas rak. Dong Man sigap maju ke belakang punggungnya dan menyelamatkannya saat beberapa mangkok hampir saja terjatuh mengenainya. Ae Ra berbalik dan langsung gugup menghadapi dada telanjangnya Dong Man, dia pakai losion apa?

Dong Man sendiri mendelik kaget melihat Ae Ra. Terpesona, kah?... Nggak, malah mengumpat kesal gara-gara melihat alisnya Ae Ra yang terlalu tebal. "Memangnya kau Song Seung Hun? Alismu..." (LOL)


Mereka lalu duduk dan sarapan bersama. Melihat Ae Ra jorok banget, Dong Man usul agar mereka sebaiknya jangan bertemu di pagi hari. Dia beralasan kalau dia cuma lebih suka menemui Ae Ra di pagi hari.

Ponselnya berbunyi, tapi Dong Man langsung me-reject-nya. Ae Ra penasaran siapa. Saat Dong Man berkelit menjawabnya, Ae Ra menduga kalau yang menelepon pasti Hye Ran. Ae Ra kontan kesal, dia kan sudah bilang kalau dia akan membunuh Hye Ran kalau sampai Hye Ran mendekatinya lagi.


Hye Ran menelepon seorang sunbae-nya untuk menanyakan Ae Ra yang dia kira sudah bekerja di penyiaran sekarang, tapi malah diberitahu kalau Ae Ra sekarang bekerja di mall.


Di mall, Ae Ra dan seorang atasannya, Pak Kim, sedang menatap sebuah kado yang entah ditinggalkan oleh siapa di sana. Pak Kim curiga, jangan-jangan itu ditinggalkan oleh teroris. Dia sudah mau membukanya, tapi Ae Ra langsung mencegahnya.

Dari bungkusnya saja, Ae Ra langsung tahu kalau kado ini dibuat oleh seorang ahli dan sepertinya mahal. Bagaimana kalau pemiliknya datang dan menuntut ganti rugi. Kalau begitu, Pak Kim akan mengumumkannya sebagai barang hilang saja.


Saat teleponnya terus tak terjawab, Hye Ran mengirimnya sms, mengancam Dong Man untuk menjawab teleponnya atau dia akan ke rumahnya. Dong Man tetap mengabaikannya.


Ae Ra sedang makan siang saat Hye Ran tiba-tiba muncul dengan gaya elit-nya dan menyapa Ae Ra seolah mereka tak sengaja bertemu di sana. Begitu dia duduk di mejanya Ae Ra, para pengunjung langsung memotretinya dan menggosipkannya.

Ae Ra tentu saja tidak percaya sedikitpun kalau pertemuan mereka ini cuma kebetulan. Tidak ada yang kebetulan jika menyangkut Hye Ran. Hye Ran to the point meminta nomornya Dong Man atau alamatnya.

Ae Ra menyangkal mengetahuinya dan berbohong kalau mereka sudah tidak pernah berhubungan lagi sejak Dong Man menikah dan pindah. Aneh rasanya menelepon pria yang sudah beristri, itulah etika-nya.


Dia mengambil segelas air dan langsung mengayunkannya seolah mau menyiram Hye Ran. Hye Ran refleks berjingkat kaget. Tapi Ae Ra cuma meminum airnya. hehe.

"Jangan ganggu Dong Man. Jangan pikirkan dia dan menjauhlah darinya."

"Kau suka ikut campur, seperti biasa."


Dong Man dan Sunbae-nya bekerja di sebuah rumah. Dong Man langsung nyerocos tentang pembagian tugas, tapi si Sunbae sombong itu cuma duduk malas di sofa dan menyuruh Dong Man mengerjakan semuanya sendiri sambil mengingatkan Dong Man tentang masalah hierarki. Kesal, Dong Man pura-pura tak sengaja menyemprotkan obatnya ke Sunbae.


Sul Hee dan beberapa pegawai diminta memakan buah ceri untuk iklan. Seorang atasan menyuruh mereka untuk mencampurnya dengan selada dan youghurt juga, hanya Joo Man yang sebenarnya tak setuju jika dicampur yoghurt, tapi dia tak bisa membantahnya.

Syuting pun dimulai, Sul Hee dan para rekannya langsung memakan ceri-ceri itu seolah buah itu sangat enak. Tepat saat Sul Hee mulai memakan ceri-nya campur yoghurt, dia malah melihat Joo Man sedang ngobrol akrab dengan Ye Jin.

 

Hal itu kontan membuatnya cemburu sampai tidak konsen dengan makanannya dan tiba-tiba saja dia tersedak. Cemas, Joo Man dramatisnya berlari untuk menolongnya. Dia akhirnya bisa mengeluarkan buah ceri itu dari tenggorokan Sul Hee dan Sul Hee langsung pingsan seketika.
 

Dengan gaya slow motion yang dramatis, Joo Man menyingkirkan semua ceri-ceri itu dari atas meja sampai berterbangan dan nampannya mengenai kepala si atasan. Joo Man membaringkan Sul Hee di atas meja lalu melompat ke atas Sul Hee dan mulai memompa dadanya.

Tetap tak ada reaksi, Dong Man pun langsung melakukan pernafasan buatan. Ye Jin kontan shock melihatnya. Dalam ketidaksadarannya, Sul Hee terkenang masa kecilnya.

Flashback,
 

Saat mereka masih SD, sekolah mereka mengadakan pertunjukan Putri Salju. Dong Man yang jadi pangerannya dan Sul Hee yang jadi putri saljunya. Seorang anak protes tak terima karena Sul Hee yang jadi putri saljunya. Ae Ra yang jadi pohon, langsung membentak anak itu dan membela Sul Hee.

Bu Guru menyuruh Dong Man untuk mencium Sul Hee. Dong Man sebenarnya keberatan, tapi terpaksa dia monyong dan mulai bergerak untuk mencium Sul Hee. Tapi kemudian dia melihat ingus Sul Hee dan langsung mewek tidak mau mencium Sul Hee.

Sul Hee pun kontan menangis. Ae Ra langsung menempeleng Dong Man dan menyuruhnya untuk melakukannya saja, tapi Dong Man dan Sul Hee terus saja menangis.

Flashback end.



"Fantasiku sejak dulu adalah menjadi Putri Salju," batin Sul Hee yang akhirnya tersadar dari pingsannya dan orang pertama yang dilihatnya begitu membuka mata adalah Joo Man. "Dan kini, akhirnya, aku merasa telah menjadi Putri Salju."

Lega melihat Sul Hee selamat, Joo Man kontan ngamuk memarahi semua orang yang menyuruh ceri harus dimakan dengan yoghurt.


Ae Ra sedang istirahat saat mereka mendengar suara Pak Kim menyiarkan pengumuman barang hilang. 2 Ahjumma cleaning service bergosip kalau petugas penyiar publik itu mendadak cuti 3 bulan karena dia akan menikah, jadi Pak Kim yang terpaksa menggantikannya.

Melihat ada kesempatan, Ae Ra langsung mencoba menjilat Pak Kim dengan memberinya minuman kesehatan dan menawarkan diri untuk menggantikan posisi penyiar publik itu.


Setelah keadaan sudah terkendali, Sul Hee membantu yang lain memunguti ceri-ceri yang berceceran di lantai. Si atasan memuji kehebatan Joo Man dalam misi penyelamatannya tadi, dia seperti orang yang panik karena istrinya sekarat.

Ye Jin pun langsung memujinya, Joo Man keren banget tadi, seperti kesatria gagah perkasa. Dia jadi berharap dia yang memakan cerinya tadi. Cemburu, Sul Hee langsung menimpuki Joo Man dengan ceri.


Ae Ra akhirnya dibawa ke tempat penyiaran publik dan Pak Kim memberinya instruksi dan memberitahu Ae Ra kalau dia bisa ikut dalam wawancara perekrutan penyiaran publik nanti. Jika dia berhasil maka kursi ini bisa jadi milik Ae Ra.


Dong Man akhirnya bekerja sendiri sambil menggerutui si Sunbae dengan kesal. Ae Ra meneleponnya dan menyuruhnya datang ke mall, ada berita besar.

Ae Ra berjoget bahagia karena hari ini dia akan debut jadi penyiar publik dan meminta Joo Man datang hanya untuk merekam siaran debutnya. Tak lama kemudian, Ae Ra memulai siarannya dan mengumumkan tentang barang obral, lalu mengakhirinya dengan menyebutkan namanya.

Dong Man mendekatkan ponselnya ke atas speaker untuk merekam siaran pertama Ae Ra itu dan langsung bangga. Dia bahkan memuji-muji kehebatan Ae Ra pada para pengunjung mall. Begitu mematikan mesinnya, Ae Ra langsung berjoget saking senangnya. Pak Kim kontan menggerutu kesal karena Ae Ra malah pakai acara menyebutkan namanya.


Mereka bertemu di luar dan bersama-sama mendengarkan siarannya Ae Ra tadi. Ae Ra langsung berkaca-kaca penuh haru mendengar siarannya sendiri. "Kurasa orang harus mengerjakan apa yang mereka sukai."

"Karena kau melakukan apa yag kau sukai, apa kau sesenang itu?"

Ae Ra mengiyakannya, dia sangat senang. Dong Man termenung memikirkan ucapan Ae Ra itu.


Dalam siaran keduanya, Ae Ra mengumumkan tentang kotak kado yang ditinggalkan di meja informasi itu. Seorang pria misterius datang untuk menanyakan Ae Ra. Dan saat dia diberitahu kalau Ae Ra jadi penyiar publik sekarang, pria itu langsung membawa kotak kado itu dan pergi.

Ae Ra berjalan kaki sepulang kerja. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang sedang membuntutinya. Saat dia berhenti, orang itu juga berhenti. Dia semakin cemas saat melihat sebuah mobil van di sebelahnya.

Mengira mereka adalah para pria yang kaca spion-nya dia rusak dan mau balas dendam, Ae Ra langsung berlari secepat mungkin. Pria misterius itu langsung mengejarnya dan mobil van itu pun langsung bergerak.

 

Tepat saat dia menyeberang jalan, mobil van itu berhenti mendadak di depannya dan pria misterius itu langsung menepuk bahu Ae Ra. Ketakutan, Ae Ra pun langsung mengambil tas kantungnya dan menggunakannya untuk menghajar pria itu.

Seseorang keluar dari mobil itu. Tapi bukan penjahat, melainnya seorang ahjumma bersama putra kecilnya. Sinis melihat kebrutalan Ae Ra, Ahjumma itu langsung membawa putranya menjauh dari sana.

Ae Ra mulai keheranan saat melihat pria itu membawa kotak kado di mall tadi. Dan saat dia menengadah, ternyata dia Moo Bin dan hidungnya mimisan gara-gara pukulan Ae Ra.
 

Mereka akhirnya duduk di taman. Ae Ra meminta maaf, tapi kenapa juga Moo Bin membuntutinya. Moo Bin memberikan kadonya, dia membelikan ini untuk Ae Ra. Kado itu ternyata sepasang sepatu sneaker lengkap dengan sebuah pesan dari Moo Bin: Ae Ra, pakailah sepatu olahraga ini sepulang kerja dan datanglah ke gerbang. Aku akan menunggumu. Dari Moo Bin.

Moo Bin menjelaskan kalau ini untuk menggantikan sepatu high heels Ae Ra yang rusak gara-gara dia menendangi kaca-kaca spion itu. Dia membelikan sepatu yang lebih nyaman, siapa tahu lain kali Ae Ra harus menendang sesuatu.

Tapi Ae Ra langsung kesal, mengira ini taruhan lagi dan meminta Moo Bin untuk tidak menemuinya lagi. Yang tak disangkanya, Moo Bin malah langsung menembaknya. Dia mengaku kalau dia ingin bersama Ae Ra, dia merindukan Ae Ra dan terus memikirkan Ae Ra sejak malam itu.


Dia bahkan sudah mempersiapkan segalanya untuk menemui Ae Ra hari ini. Dia beli jaket baru, memangkas rambutnya, pesan tempat di restoran, dia bahkan sudah mengisi bensin mobilnya karena siapa tahu Ae Ra ingin jalan-jalan.

"Itu... manis juga," pikir Ae Ra.

Moo Bin bertanya apakah Ae Ra punya pacar. Memangnya kenapa kalau tidak? Moo Bin langsung meminta Ae Ra untuk kencan dengannya minimal 10 kali.

"Aku yakin. Aku akan berusaha. Aku akan melakukan yang terbaik."

"Astaga, kenapa kau begitu terus terang?"

"Karena kau sangat cantik. Pria lain mungkin mengejarmu."


Moo Bin meminta Ae Ra memakai sepatu ini, dia memperkirakan kalau ukuran kakinya Ae Ra sekitar 230mm. Ae Ra dengan canggung berkata kalau ukuran kakinya 235mm. Kalau begitu pasti cocok, Moo Bin pun langsung membungkuk bak seorang pangeran romantis dan meminta Ae Ra mencoba mengenakannya seperti Cinderella mencoba sepatu kacanya.

Ae Ra menatapnya canggung dan berpikir kalau ukuran kakinya sebenarnya 245mm, haruskah dia memakasakan kakinya kedalam sepatu ini. Ae Ra terpaksa melakukannya dan Moo Bin langsung senang.

 

Dong Man dalam perjalanan pulang sambil melamun memikirkan percakapannya dengan Ae Ra tadi dan menonton video pertandingan bela diri campuran. Akhirnya dia pergi ke tempat latihan tinjunya Jang Ho. Setelah beberapa lama terdiam ragu di depan tempat itu, akhirnya dia masuk dan bertanya, jika dia memutuskan untuk mulai menekuni bela diri...


Jang Ho tentu saja langsung antusias mendengarnya dan menyuruh Dong Man meneruskan pertanyaannya. Tapi Dong Man malah bertanya apakah dia akan mendapatkan banyak uang dengan bela diri, bahkan sekalipun dia sudah tua dan tidak bisa bertarung lagi.

Jang Ho langsung protes canggung, kenapa dia mengungkit masalah uang? Memangnya cuma uang yang paling penting dalam hidupnya? Seharusnya dia memikirkan impiannya dan berusaha semaksimal mungkin dalam hidupnya.

"Aku harus punya uang untuk bermimpi dan mengurus yang lainnya. Aku ingin membeli rumah untuk ibuku dan mobil baru untuk ayahku. Inilah impianku, tapi aku butuh uang untuk itu. Orang bilang uang tidak penting, tapi itu penting."

Dia tidak bisa melakukan untuk hanya untuk mewujudkan impiannya. Selain itu, dia harus melindungi Dong Hee sampai akhir hayatnya. Dia tidak mencoba melakukan ini jika dia akan gagal. Jadi, bisakah dia menghasilkan uang dari seni bela diri campuran. Jang Ho langsung kesal, menjauhlah dari sini jika dia cuma mau mencari uang.

Jang Ho langsung pergi meninggalkannya dengan kesal. Dong Man termenung sedih, memikirkan masa lalunya saat dia bertarung melawan seorang petarung bernama Kim Tak Su dan sepertinya ada masalah diantara mereka.


Ae Ra menelepon ayahnya dan dengan bangga memberitahu kalau hari ini dia membuat pengumuman hari ini. Ayah pun bangga padanya dan berjanji akan datang berkunjung besok. Ia bahkan langsung mentraktir teman-temannya makan sashimi bream.


Bis akhirnya datang dan ternyata Dong Man juga ada di sana. Tapi begitu melihat Ae Ra, dia langsung pura-pura tidur biar dia tidak perlu memberikan kursinya. Ae Ra berusaha membangunkannya.

Dan saat Dong Man masih saja pura-pura, Ae Ra langsung menutup hidungnya sambil Dong Man sesak nafas dan terpaksa harus menyerahkan kursinya pada Ae Ra.


Sul Hee berjalan pulang dengan cemas, apalagi Joo Man masih belum menghubunginya sampai sekarang. Dong Man dan Ae Ra tiba saat itu dan mereka langsung saling menunjukkan barang bawaan mereka.

Sul Hee membawa tteokbokki sementara Dong Man dan Ae Ra membawa beberapa botol bir dan soju. Ae Ra dan Sul Hee langsung berjoget-joget sampai Dong Man protes melihat kegilaan mereka. Mereka lalu mengendap-endap naik ke atap dimana ada sebuah bar kecil-kecilan bernama Bar Namil.

Bersambung ke part 2

3 comments

hye ran itu bo ram bukan? kan hye ran katanya mantannya dongman. tapi dongman pas sekolah nembaknya bo ram

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon