Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man episode 11 - 1


Do Ha malu-malu meong usai ciuman mesra. Terus mereka musti memulai strategi apa dulu? Seol Woo membelai rambutnya dan menjawab, kalau sepasang kekasih berciuman di gang dekat rumah, bukankah sudah jelas langkah selanjutnya apa.

Ah, jadi haruskah Do Ha mengundangnya masuk untuk 'makan ramen' (melakukan 'itu')? Seol Woo mengiyakannya. Do Ha tak percaya mendengarnya, beneran? Seol Woo langsung menuntunnya pergi...

Ke restoran ramen. hahaha. Do Ha kecewa. Sambil memperhatikan Agen Yong yang membuntuti mereka di luar, Seol Woo memberitahu Do Ha kalau ini namanya 'Candaan Agen' untuk mengecoh agen lainnya. Agen Yong pasti merasa tersiksa karena hanya bisa melihat mereka makan ramen hangat.

Do Ha menatapnya penasaran, apakah setiap waktu seperti ini adalah bagian dari taktiknya? Apakah semua yang dilakukan, tak peduli dengan siapapun, hanya sebuah penyamaran? Seol Woo mengiyakannya, seorang agen tidak bisa mempercayai siapapun.


Lalu apakah Seol Woo mempercayai rekan kerja yang menjalankan misi yang sama dengannya. Seol Woo membalikkan pertanyaan itu ke Do Ha sendiri, apakah Do Ha mempercayai rekan kerjanya? Apakah Do Ha mempercayainya?

Do Ha bingung, pernyataan cinta Seol Woo dan ciumannya bohong, tapi Seol Woo mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkannya. Dia pikir Seol Woo mungkin tulus, tapi kemudian Seol Woo menghilang dan bilang kalau mereka tak bisa bersama karena terlalu berbahaya. Lalu kemudian Seol Woo muncul lagi dan meminjam 6 milyar won demi negara dan juga menyelamatkan ayahnya. Dan sekarang Seol Woo bilang kalau dia adalah rekan kerja yang menjalankan misi bersama.

"Aku sangat bingung sekarang ini. Entah apakah aku harus mempercayaimu atau tidak. Tapi aku tidak akan terlalu memikirkannya. Aku memutuskan untuk mempercayai hatiku saja. Sebagai rekan kerja, aku akan bekerja sama denganmu dalam taktik mengecoh."


Do Ha pun mulai menikmati ramennya, sementara Seol Woo diam terpesona menatapnya. Melihat Do Ha terganggu dengan rambutnya, dia langsung menggunakan tangannya untuk menyibak rambut Do Ha dan membuat Do Ha terpana menatapnya.

"Aku hanya ingin kau makan dengan nyaman. Taktik sepasang kekasih harus dilakukan secara terbuka dan menyolok."

"Sebenarnya ini sangat tidak nyaman, tapi aku sangat menyukainya."


Tae Ho menemui Seung Jae dan berkata kalau dia sedang mempertimbangkan tawaran Seung Jae. Tapi Seung Jae akan menyerahkan In Soo dan Infantri Baek kepadanya, kan? Seung Jae mengiyaka, jika dia sudah berhasil memenuhi syarat kesepakatan.

Sekarang yang mereka perlukan adalah kunci ketiga agar Seung Jae bisa mendapatkan dana gelapnya sementara Tae Ho mendapatkan bukti tentang Infantri Baek. Seung Jae menyuruh Tae Ho untuk menyerahkan kedua kunci itu kepadanya, dia pasti akan menepati janjinya. Tae Ho hanya akan menyetujui kesepakatan ini jika Seung Jae membersihkan nama Dong Hyun.


Seol Woo dan Do Ha memberitahu Un Gwang tentang taktik sepasang kekasih. Seol Woo berkata kalau dia mau menemui manager seniornya untuk membicarakan detil misi baru ini.

Masalahnya Seol Woo dibuntuti seorang agen, jadi dia membutuhkan penyamaran. Taktik sepasang kekasih adalah cara paling efektif untuk membingungkan pihak lawan. Yang tak mereka sangka, Un Gwang tiba-tiba menyetujui taktik itu lalu memanggil Seol Woo, "Sayangku~~~" (wkwkwk)


Do Ha mau menjelaskan yang sebenarnya, tapi Un Gwang mendiamkannya lalu menggenggam tangan Seol Woo dengan mesra. Begitu mereka berdua menjelaskan kalau yang akan menjalankan taktik ini adalah Do Ha, Un Gwang kontan membanting tangan Seol Woo dan protes kesal. Dia dan Seol Woo kan serasi, terus kenapa bukan dengan dia?

Seol Woo menjelaskan bahwa pura-pura pacaran dengan Do Ha kelihatan lebih natural. Do Ha meyakinkan kalau ini cuma taktik untuk membodohi musuh. Tapi Un Gwang tidak bisa membiarkannya begitu saja, pokoknya mereka hanya boleh berakting di tempat dimana dia bisa melihat mereka. Mereka tidak boleh kiss-kissan atau melakukan hal lain di tempat lain.

"Tentu saja, kami hanya akan melakukan dimaa kami bisa dilihat... bukan ciuman, tapi berakting. Semacam pegangan tangan atau semacamnya."


Mi Eun membawakan wine untuk Seung Jae yang sedang melamun. Seung Jae memberitahu tentang Tae Ho yang mau menerima tawarannya. Tapi dia tak yakin karena Tae Ho sangat sombong, bahkan memberinya syarat.

Tae Ho memintanya untuk membebaskan salah satu orangnya yang ditahan. Tapi jika dia melakukannya maka itu artinya dia harus melawan In Soo. Dia bingung apakah dia harus jadi musuhnya In Soo dan bekerja sama dengan Tae Ho saja.

Mi Eun tahu kalau In Soo adalah musuh yang sangat menakutkan. Tapi dia yakin, bahkan In Soo pun tidak akan bisa melakukan apapun yang terlalu beresiko selama masa pilkada. Berikan saja Tae Ho senjata dan biarkan dia ke garis depan untuk melihat apakah dia punya kemampuan dan memutuskan apakah dia cukup berharga.


Di lokasi syuting, Seol Woo dan Do Ha lagi-lagi melihat Agen Yong membuntuti Seol Woo lagi. Seol Woo menjelaskan kalau yang dilakukan Agen Yong ini namanya pengintaian terang-terangan yang gunanya untuk mencegah target pergi kemanapun sekaligus mengancam mereka.

Do Ha langsung merutuki Agen Yong dengan kesal. Tapi perhatiannya teralih dengan cepat saat Seol Woo tiba-tiba menghangatkan kedua pipinya dengan tangannya yang hangat. Karena Seol Woo mulai menjalankan taktik romantisnya, Do Ha pun ikutan menghangatkan tangannya dan menempelkannya di pipi Seol Woo.

Stafnya Un Gwang melihat mereka dan langsung menggosip. Astaga, mereka bahkan sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi. Bukankah kencan di lokasi syuting itu dilarang. Manager Yang curiga, jangan-jangan Do Ha sudah hamil.


PLAK! Un Gwang langsung menempelengnya. Pergi kerja sana! Un Gwang tampak sedih melihat kemesraan mereka. Seol Woo lalu membawa Do Ha masuk kedalam mobil dan menurunkan kursi seolah mereka mau melakukan sesuatu.


Agen Yong melapor ke atasannya. Atasannya Agen Yong berkata kalau itu akan segera diurus, Agen Yong terus awasi saja Seol Woo.

Agen Yong tak bisa melihat mereka karena kaca mobilnya buram. Tepat saat sebuah truk melintas dan menghalangi pandangan Agen Yong, Seol Woo keluar dan pergi menemui Tae Ho yang memberitahunya kalau Direktur BIN gagal mendapatkan ukiran kayu ketiga dan sepertinya benda itu ada di Rusia sekarang.

Tapi Tae Ho meyakinkan Seol Woo untuk menyerahkan masalah ukiran kayu ketiga padanya saja. Lebih baik Seol Woo tidak ikut campur dan waspada saja. Tetaplah menyamar sampai instruksi selanjutnya.


Seol Woo curiga dengan sikapnya. Dia jadi bertanya-tanya, apakah penyamaran Robert Yoon terbongkar gara-gara Tae Ho. Dia penasaran kenapa Tae Ho bekerja terlalu keras dalam misi ini. Tae Ho mengakui kalau dia memang salah karena dialah yang menangani Agen Yoon.

"Setidaknya demi Agen Yoon, aku akan menyelesaikan misi ini sendiri."


Un Gwang memanggil Do Ha karena cemas dengan taktik sepasang kekasih mereka yang malah mengundang rumor. Do Ha santai, memang tujuannya untuk membuat rumor. Un Gwang curiga, ini hanya taktik berpura-pura jadi pasangan kekasih, kan? Bukannya kekasih pura-pura jadi taktik?

Do Ha mengiyakan, tapi sambil menatap ke arah lain. Un Gwang menegaskan kalau dia hanya menyetujui taktiknya. Jika dia sampai melihat Do Ha menangis lagi, dia bersumpah akan membunuh Kim Guard dengan tangannya sendiri.


Syuting mereka tiba-tiba terganggu karena pemilik tempat ngotot mengusir mereka, tak peduli biarpun dia harus bayar ganti rugi dua atau tiga kali lipat.


In Soo sedang kampanye di jalan dengan ditemani para pendukungnya dan para reporter. Agen BIN datang melapor kalau lokasi syutingnya sudah dibatalkan sesuai perintah In Soo, sementara Seol Woo belum melakukan pergerakan penting.


Seol Woo memberitahu Un Gwang dan Do Ha bahwa situasi masih sangat buruk dan masalah lokasi syuting akan tetap berlanjut untuk sementara waktu. Lalu bagaimana dengan misi ukiran kayu ketiga? Tanya Do Ha.

"Senior Manager ku sedang mengerjakannya. Dan menyuruhnya untuk tetap siaga."

Seol Woo heran, Tae Ho sama sekali tidak menjelaskan misinya, tidak pula memberitahu apakah dia tidak dibutuhkan ataukah dia tidak perlu tahu.


Dia lalu memindai kode batang di kotak barang Jumei International Holding LTD yang kemudian mengarahkannya ke toko online. Un Gwang khawatir, jangan-jangan Seol Woo dibuang dan mereka akan pura-pura bodoh tentang uang 5 juta dollar itu.

Seol Woo santai, kalaupun itu terjadi, dia tidak akan tinggal diam dan mencari tahu apa misinya. Dia memencet beberapa kode untuk melacak keberadaan ukiran kayu itu dan mengirim pesan ke Petrov untuk melacak keberadaan ukiran kayu itu di Rusia.


Sekretaris Jang menemui Tae Ho dan memberinya sebuah amplop. Entah apa isinya, tapi Tae Ho langsung shock melihatnya. Seung Jae meneleponnya dan memberitahu bahwa dengan apa yang dia berikan itu, Tae Ho bisa menyelesaikan masalah Dong Hyun. Dan yang dia kirim itu ternyata fotonya In Soo saat dia bertemu Ki Chul.


Un Gwang bertanya-tanya, apakah Seol Woo akan segera mendapatkan informasi tentang ukiran kayu ketiga. Seol Woo berkata kalau dia harus mencari tahu dulu siapa yang telah mengkhianati Agen Y dan membuka penyamarannya sebagai Robert Yoon.

Do Ha penasaran dengan buku yang Seol Woo pegang. Ini buku catatan yang ditinggalkan Agen Yoo. Do Ha melihat nomor-nomor itu sepertinya tanggal. Entahlah, Seol Woo tidak bisa menebak apa maksud dari tanggal-tanggal ini. Tapi sepertinya Agen Y pergi ke tempat yang sama setiap senin.

Agen Y memberi pesan yang sangat jelas, jadi dia akan mengeceknya sekarang. Ada seseorang yang tahu kemana Robert Yoon pergi.


Dan orang yang dimaksudnya adakah Ayah Do Ha. Mereka pun pergi ke restorannya Song Yi. Do Ha cemas karena ayahnya masih dendam pada Seol Woo, jadi biar dia saja yang tanya. Tapi begitu melihat Ayah menyelesaikan pekerjaannya, Seol Woo langsung menghampirinya dan mengajaknya minum-minum. Oke, ayah langsung membanting celemeknya dengan kesal, ayo pergi.

Do Ha cemas, tapi Seol Woo santai dan berjanji akan menelepon Do Ha nanti. Song Yi melongo selepas kepergian kedua pria itu. Pasalnya Do Ha memegangi perutnya. wkwkwk. Dia kira Do Ha hamil kali.


Seol Woo meminta maaf atas tindakan kasarnya dulu dan berniat menuangkannya Soju. Tapi Ayah langsung merebut botolnya dengan muka marah... sebelum kemudian tersenyum dan menuangkan soju untuk Seol Woo.

Ayah memang sakit hati sih dengan perlakuan Seol Woo waktu itu. Tapi seorang lelaki butuh keberanian seperti Seol Woo. Menantu Kim memang pria sejati, dan dia suka itu. Dengan sedih, Ayah berkata kalau dia menginginkan banyak uang karena mungkin dia takkan hidup lama.

Cerita keluarganya seperti ini. Kakeknya meninggal saat muda, sementara Ayahnya hidup lebih lama, jadi Ayah merasa kalau dia akan mati cepat. Tapi hal baiknya, Do Ha akan hidup lama. Karena itulah Ayah harus meninggalkan sesuatu untuk Do Ha sebelum dia meninggal.


Ayah tanya apakah Seol Woo punya informasi yang berguna saat dia bekerja dengan VIP. Seol Woo mendadak tanya balik kemana Robert Yoon pergi tiap hari senin. Ayah refleks menjawab, gereja Annam.

Seol Woo langsung paham kenapa buku catatan itu ditempatkan dekat Injil. Ada beberapa tanggal Robert Yoon pergi ke suatu tempat dan tanggal terakhir yang tercatat adalah tanggal 3 Oktober. Dan kata 'Rev' itu adalah singkatan dari Revelation ayat 12:7, yang berbunyi: Lalu perang dimulai di surga, Mikhael dan malaikatnya bertarung melawan naga.


Song Yi menginterogasi Do Ha. Jadi sekarang Kim Guard kembali jadi pacarnya Do Ha? Dia beneran masuk hotel. Do Ha mengiyakannya, tapi sedetik kemudian dia heran dengan maksud Song Yi. Menyadari Song Yi salah paham, Do Ha berjanji akan menjelaskannya sambil minum-minum nanti.

Tapi Song Yi langsung ngamuk-ngamuk, mengira Seol Woo pergi karena berniat lari dari tanggung jawab. Manager Yang tiba-tiba muncul dan mengomeli Song Yi untuk tidak meneriaki Do Ha, nanti dia keguguran. LOL!

"Apa yang kalian bicarakan? Skenario apa yang sedang kalian bayangkan?"

"Kehamilan."


Do Ha kontan membentak Manager Yang dengan kesal. Tidak benar. yah? Malam harinya, Seol Woo memapah Ayah pulang dalam keadaan mabuk berat. Do Ha mau menanyakan hasilnya, tapi karena ada Song Yi, mereka sepakat bicara lain kali saja.


Un Gwang sedang membersihkan ukiran kayunya. Seol Woo melapor kalau dia mendapatkan lokasinya yaitu Gereja Annam. Un Gwang langsung minta izin ke ukiran kayu Buddha itu kalau besok dia harus ke gereja karena ini adalah misi penting senilai 5 juta dollar.

"Kau tidak merasa tidak enak karena aku terus menyinggung uang, yah?"

Seol Woo mengiyakannya. Tidak menyesal sama sekali? Seol Woo langsung terdiam canggung. Tapi Un Gwang sungguh tidak mempermasalahkannya. Bukankah dia pernah berjanji pada Seol Woo. Jika negara membuang Seol Woo maka dialah yang akan menjaga Seol Woo sampai akhir. Seol Woo tersenyum mendengarnya.

Seol Woo bertanya-tanya, bagaimana bisa Un Gwang begitu mempercayainya dengan meminjamkan uang sebanyak itu. Un Gwang berkata karena matanya Seol Woo. Pengalamannya sebagai aktor membuatnya bisa menilai apakah Seol Woo tulus atau tidak hanya dari tatapan matanya.


Seol Woo sedang menatap titik GPS-nya Do Ha saat Do Ha menelepon dan memprotes strateginya yang ternyata cuma membuat Ayahnya mabuk untuk mendapatkan informasi. Seol Woo menyangkal, justru saat mabuk, orang cenderung bicara yang tidak masuk akal.

Dia menunjukkan caranya mendapatkan informasi dengan mendadak bertanya apa warna celana dalam Do Ha dan Do Ha refleks menjawab biru muda. Do Ha langsung mencobanya dan bertanya ini-itu pada Seol Woo. Tapi mereka tak sempat bicara lebih jauh karena Song Yi masuk kamar.

Bersambung ke part 2

3 comments

Keren bgt. Ditgg part2nya. Fighting

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon