Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 11 - 2


Tae Ho lagi-lagi disidang In Soo dkk tanpa kehadiran Direktur BIN. In Soo menuntut daftar agen ghost. Tae Ho santai menunjukkan hal lainnya, foto-foto In Soo saat bertemu Ki Chul yang diduga melakukan penculikan, penyerangan dan penyiksaan.

In Soo mengklaim kalau itu foto rekayasa yang digunakan dalam kampanye politik curang untuk menjatuhkannya karena dia kandidat utama pilkada.


Begitu rapat usai, In Soo mengingatkan Tae Ho kalau strateginya ini tidak akan berhasil karena separuh anggota di sini memihaknya. Tae Ho santai berkata bahwa memang hanya ini yang bisa dia lakukan. Tapi lain cerita jika foto ini ada di tangan orang lain.


Di tempat lain, lawan politik In Soo mengadakan konferensi pers dan menunjukkan foto-foto In Soo bersama Ki Chul. Ini adalah bukti bahwa In Soo memobilisasi sebuah kelompok pribadi secara ilegal.


Seung Jae mendengus geli menonton berita itu. In Soo datang tak lama kemudian sambil menggerutui Tae Ho. Tapi dia tetap santai meyakinkan Seung Jae kalau dia hanya perlu bilang kalau itu foto rekayasa, Seung Jae cuma perlu menyetor uangnya sesuai jadwal.

Soal ukiran kayu ketiga, dia dengar kalau Seung Jae berurusan dengan orang Rusia itu sendirian. Baiklah, Seung Jae tangani saja masalah itu sendiri. Yang penting dia mengambil alih Seoul.


Seol Woo, Un Gwang dan Do Ha pergi ke Gereja Annam. Mereka sengaja menunggu di dalam mobil sampai Agen Yong tiba. Seol Woo memberi mereka masing-masing alat komunikasi. Un Gwang sengaja membawa Sutradara, pura-pura ke sana untuk mengecek lokasi syuting lalu menyuruh Do Ha dan Seol Woo untuk masuk dan minta persetujuan.

Agen Yong pun langsung melapor ke atasannya. Bahwa mereka mengecek lokasi syuting di gereja Annam padahal tidak ada adegan seperti itu dalam skenario.


Begitu masuk, Seol Woo minta bertemu dengan Pastor Michael yang dia tebak dari Revelation ayat 12:7 tentang Michael dan malaikat-malaikatnya. Suster mengantarkan mereka menemuinya. Seol Woo to the point menanyakan Robert Yoo dan menebak bahwa disini lah, Agen Y bertemu dengan pembimbingnya selama dalam penyamarannya.

Pastor Michael pura-pura bodoh. Tapi saat Seol Woo memberitahunya bahwa Agen Y dikhianati dan dibunuh, Pasto Michael berubah sikap dan bertanya apa yang mau Seol Woo ketahui.


Agen Yong berniat masuk kedalam gereja. Tapi Un Gwang langsung melompat menghadangnya dan pura-pura merekrutnya untuk akting jadi penjahat. Saat Agen Yong tak mempedulikannya, Un Gwang berbisik mengancam akan membongkar identitasnya sebagai Agen BIN kalau dia sampai masuk.


Pastor Michael mengakui bahwa Agen Y memang selalu bertemu dengan Tae Ho di sini setiap hari senin. Pada tanggal 3 Oktober, Tae Ho datang bersama dengan agen lain, Jaksa Lee Dong Hyun. Seol Woo jelas terkejut mendengarnya.


Kesal, Agen Yong langsung memelintir Un Gwang dan masuk. Un Gwang langsung melapor ke Seol Woo dan Do Ha. Dan begitu Agen Yong masuk, yang dia temukan cuma Do Ha dan Seol Woo yang sedang bersimpuh di altar.


Begitu Agen Yong keluar, Seol Woo mau langsung pergi. Tapi Do Ha ingin berdoa dulu, dia langsung menutup mata dan berdoa, sementara Seol Woo hanya menatapnya terpesona.


Tae Ho menemui Seung Jae di kantornya yang super mewah. Seung Jae mengaku kalau tempat ini dibuat oleh Kakeknya untuk melakukan transaksi ilegal. Maksudnya ini tempat terjadinya permainan politik dan korupsi?

"Semangatmu bagus juga, Ketua Tim Jang. Apa kita berada di pihak yang sama sekarang?"

Tae Ho berterima kasih atas fotonya. Sekarang, kepolisian akan membuka kembali kasus Dong Hyun. Seung Jae berkata kalau Dong Hyun mungkin akan bebas besok, karena Jaksa Agung barusan datang untuk makan siang.

"Anggap saja ini hadiah. Bagaimana? Apa ini sudah cukup untuk mendapatkan kepercayaanmu untuk membuat kesepakatan denganku?"

Tae Ho berkata kalau dia akan memberikan dua kunci yang dia miliki. Tapi apa kunci ketiga itu sudah pasti? Seung Jae mengiyakan, tapi karena dia belum bisa percaya sepenuhnya pada Tae Ho, jadi dia menginginkan syarat, serahkan Agen Ghost K kepadanya.
 

CEO Ji menemui Mi Eun untuk protes, mengira Mi Eun lah yang memblokir lokasi syuting mereka. Mi Eun kaget juga mendengar itu. Lalu bagaimana dengan si pengawal itu. CEO Ji bingung, tentu saja Kim Guard baik-baik saja. Mendengar itu, Mi Eun meyakinkan CEO Ji untuk tidak cemas, masalah mereka pasti akan segera teratasi. CEO Ji fokus saja ke filmnya.


Seol Woo bertemu Tae Ho di bioskop. Seol Woo bertanya-tanya dari mana Tae Ho mendapatkan foto-foto Ki Chul itu. Tae Ho hanya menjawab ambigu kalau Seol Woo bukan satu-satunya agen BIN. Seol Woo mengaku kalau tadi dia pergi ke Gereja Annam berdasarkan petunjuk yang ditinggalkan Agen Y.

Tae Ho beralasan kalau Dong Hyun ikut bersamanya waktu itu karena kejaksaan lah yang akan menyelidiki begitu mereka mendapatkan kuncinya. Lalu kenapa Agen Y tidak menyerahkan kuncinya saat mereka bertemu?

Karena Agen Y bilang kalau dia perlu memastikan sesuatu dulu dan akan memberikannya pada Tae Ho lain kali. Dia lalu mengirim sms untuk menemukan ukiran kayu, lalu setelah itu dia menghilang. Tae Ho mengalihkan topik kalau misi ini akan segera berakhir, ukiran kayu ketiga akan segera mereka dapatkan. Berikan saja kedua kunci yang Seol Woo pegang.


Tae Ho lalu pergi menemui Dong Hyun di penjara, membawakannya soju dan memberitahu kalau dia akan segera dibebaskan. ukiran kayu ketiga juga akan segera dia dapatkan. Dong Hyun penasaran bagaimana caranya, Tae Ho cuma menjawab ambigu hingga membuat Dong Hyun curiga.


CEO Ji langsung diomeli Un Gwang begitu tahu kalau tadi CEO Ji menemui Mi Eun. CEO Ji membela diri kalau dia melakukannya karena dia sudah sangat frustasi. Menurut Mi Eun, masalah ini akan segera teratasi entah bagaimana. Dia bilang kalau ini bukan ulahnya Songsan.

Keheranan, Un Gwang langsung memanggil Seol Woo untuk mendiskusikan maksud Mi Eun itu. Mungkin Mi Eun mengetahui sesuatu mengingat Agen BIn jahat yang mengganggu mereka itu memihak Songsan. Lalu apa yang dikatakan Agen BIN yang berada di pihak mereka.



"Dia bilang, ukiran kayu ketiga akan segera dia dapatkan."

"Berarti pihak kita menang?"

"Tapi Song Mi Eun tahu bahwa pihak kita akan menang? Dia itu memihak Songsan, jadi bagaimana..."

Seol Woo memperkirakan ada pengkhianatan di sini. Yang memihak kita, tidak selalu memihak kita. Berdasarkan informasi dari Pastor Michael, Seol Woo menduga kalau pengkhianatnya adalah Dong Hyun.

Tapi kalau berdasarkan ucapan Mi Eun, orang yang mencurigakan itu Tae Ho. Tapi sepertinya Tae Ho tidak bersalah atas kejadian masa lalu. Mendengar itu, Un Gwang menyimpulkan kalau mereka tidak bisa mempercayai siapapun di pihak mereka sekarang ini.


Seol Woo mendapat sms dari Petrov yang mengatakan kalau ukiran kayu di Myanmar ada di tangan Ketua Victor. Kemungkinan Sogsan Group dalang dibalik semua ini. Menatap dua kunci itu dan teringat kembali semua keanehan kata-kata Tae Ho belakangan ini, Seol Woo tampak memikirkan sesuatu.


Do Ha sedang menemani Un Gwang di lokasi syuting iklan kacang dan lagi-lagi mendapati Agen Yong sedang mengamati mereka dari kejauhan.


Gara-gara baj*ngan jahat itu, hanya perusahaan ini yang mau mengontraknya jadi model iklan. Jadi Un Gwang akan mengerahkan usaha terbaiknya. Tapi tiba-tiba saja dia harus menahan tawa... melihat Seol Woo pakai kostum monyet.

Saat Sutradara memanggil para monyet, Seol Woo dengan sengaja memakai kepala monyetnya menghadap ke Agen Yong. Padahal begitu syuting dimulai, salah satu kostum tersembunyi di tempat yang tidak bisa dilihat Agen Yong.


Do Ha diam-diam pergi dari sana dan menemui Seol Woo dan bilang kalau Seol Woo imut tadi. Seol Woo langsung pasang muka ngambek. Tapi kenapa Seol Woo mau bertemu dengannya, katanya Seol Woo mau pergi sendirian.

Seol Woo memberinya sebuah kotak kecil yang didalamnya berisi sebuah cincin. Seol Woo menunjukkan cincin yang dia pakai di jari manisnya dan beralasan kalau mereka harus pakai cincin pasangan karena mereka kan sedang menjalankan taktik pasangan kekasih.

Seol Woo juga memutuskan kalau dia berencana melakukan hal-hal yang dilakukan pasangan pada umumnya seperti makan bersama, nonton film dan minum teh. "Ayo kita lakukan itu, saat aku sudah pulang."

Do Ha tentu saja langsung menyetujuinya. Tapi dia yang pilih filmnya. Seol Woo pamit dan berjanji kalau dia takkan lama, nanti dia akan menjemput Do Ha.


Dong Hyun keluar dari penjara dan langsung pergi ke markasnya Seol Woo. Di sana, dia mendapati sebuah kertas foto yang ditinggalkan Seol Woo.


Hari sudah petang saat Seol Woo tiba di jembatan tempat janjiannya dengan Tae Ho untuk menyerahkan kedua kunci itu dan mengaku kalau dia sudah tahu kalau ukiran kayu ketiga itu ada pada Seung Jae. Dia juga tahu strategi terakhir Tae Ho adalah membuat kesepakatan dengan Tae Ho.

Kalau begitu kenapa Seol Woo menyerahkan kedua kunci itu padanya? Karena menurut Seol Woo, ini cara tercepat mendapatkan ketiga kunci itu sekaligus. Tapi, akankah pihak mereka mendapatkan kunci ketiga dengan dua kunci yang dia berikan itu ataukah Seung Jae yang mendapatkan kedua kunci itu.


"Anda memihak siapa?" Tuntut Seol Woo.

Pertanyaannya terjawab saat mereka tiba-tiba dikepung dari kedua arah dan para agen BIN langsung mengarahkan senjata padanya.


Dong Hyun mengeluarkan kertas foto itu dari rendaman. Sementara di tempat lain, Seung Jae menyambut kedatangan Ketua Victor dan membahas kedua kunci yang akan mereka dapatkan.


Tae Ho menegaskan kalau misi ukiran kayu sudah berakhir sekarang.

"Tapi aku tidak bisa mengakhirinya seperti ini." Ujar Seol Woo.

Mendengar itu, Tae Ho langsung mengeluarkan senjata dan menembak perut Seol Woo. Seol Woo langsung terhuyung mundur hingga dia terjatuh ke air. Dia tenggelam makin dalam, sementara Do Ha sudah memakai cincinnya dan menunggu kedatanga Seol Woo.

Bersambung ke episode 12

2 comments

Uwah... seol woo oppa ditembak...
fighting mbak, ditunggu yang selanjutnya...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon