Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 5 - 2


Do Ha termenung memikirkan Seol Woo dan memutuskan kalau dia pasti orang jahat yang menghancurkan harga diri orang lain agar dia bisa kerja, meremehkannya, membuatnya salah paham dan kelihatan bodoh. Tapi dia jantan saat memberikan mantelnya untuknya yang kedinginan, membelikannya kopi untuk menghiburnya, tanggung jawabnya sebagai pengawal cukup kuat.

"Kalau dipikir, sepertinya dia orang yang baik."

"Jadi kau tidak bisa berhenti memikirkannya?"

Do Ha mengakuinya dan kesal dengan dirinya sendiri karena itu. Tidak seharusnya dia menyukai ciuman dari orang yang dibencinya. Song Yi berkomentar kalau tubuh Do Ha pasti tidak membenci Seol Woo, jadi dia ikuti saja apa kata perasaannya.


Un Gwang termenung memikirkan ucapan Do Ha tentang CEO Ji yang sudah membeli kembali saham Chewing dan memutuskan hubungan dengan Mi Eun. Dia jadi teringat kembali akan perjuangan dulu semasa masih meniti karir bersama CEO Ji.

CEO Ji lah yang selalu berusaha mempromosikannya pada semua sutradara dengan memberi mereka sebotol yogurt dan berusaha menyemangatinya setiap kali dia cemas tidak akan dicasting. Dia meyakinkan Un Gwang bahwa yogurt ini lah yang akan membuatnya jadi artis terkenal.



CEO Ji meletakkan sebotol yogurt di atas kotak surat rumah Un Gwang lalu berbalik pergi. Tapi Un Gwang tiba-tiba keluar menyapanya dan menanyakan masalah saham itu, kenapa juga dia melakukannya. CEO Ji mengaku karena dia ingin Un Gwang kembali kapanpun dia mau.

Dia memang tidak tahu malu, tapi dia tidak peduli asalkan Un Gwang mau kembali padanya. Dia akan jadi manajer juniornya Un Gwang dan mulai lagi dari nol jika Un Gwang mengizinkan. "Jadi, biarkan aku bersamamu, Hyung."

"Mana mungkin seorang CEO jadi manajer junior... Tetaplah jadi CEO, CEO Ji"

CEO Ji tentu saja senang mendengarnya sampai tak percaya rasanya, sungguh dia boleh bekerja lagi dengan Un Gwang? Un Gwang pura-pura marah memperingatkan CEO Ji untuk mencarikan persetujuan kontrak untuknya dan dialah yang akan mengikuti keputusan CEO Ji.


Mi Eun mendiskusikan proyek filmnya Un Gwang di butiknya Sharon. Sutradara memberitahu mereka bahwa satu-satunya aktris yang mau main bersama Un Gwang cuma Pi Eun Soo. Mi Eun langsung menyuruh Sharon untuk memanggil Eun Soo, dia mau melihatnya.

"Aku yang memulainya, jadi aku juga yang harus menyelesaikannya. Lagipula akulah yang memproduksi film ini."


Beberapa saat kemudian, Eun Soo sudah ada di sana dan langsung jelalatan melihat semua koleksi bajunya Sharon. Mi Eun sinis melihatnya dari belakang. Sepertinya akan seru. "Pasti seru mengendalikannya."

 

Un Gwang ingin Do Ha menjadi Co-CEO bersama CEO Ji. Tapi Do Ha menolak, dia ingin balik menjadi sekretarisnya Un Gwang saja. Belakangan ini dia sangat sibuk sebagai CEO sampai Un Gwang ngemil terus tiap malam. Jadi, sekarang dia akan kembali jadi sekretaris dan mengelola jadwalnya Un Gwang dengan baik.

"Kau memang menawan kalau lagi sibuk, seharusnya kau pacaran juga."

"Hatiku akan selalu bersamamu."

"Turunkanlah standarmu sedikit. Pria berwajah biasa itu bagus untukmu karena kau takkan bosan melihatnya. Contohnya... Kim Guard. Bukankah Kim Guard cocok untukmu?"


Do Ha tercengang mendengarnya. Semua orang penasaran saat dia menatap Seol Woo lalu dengan dramatisnya dia memalingkan muka dan berseru, "Tidak!"


Do Ha langsung memanggil Seol Woo ke kamar dan menuntut apa yang sudah dia katakan pada Un Gwang. Dia cuma bilang kalau secara fakta dia dan Do Ha cuma rekan kerja. Tapi baginya, Do Ha menganggunya dan membuatnya khawatir.

Do Ha langsung emosi, Apa Seol Woo sedang mempermainkannya? Seol Woo tak percaya mendengarnya, dia cuma bilang kalau dialah yang menyukai Do Ha. Dia tidak bilang kalau Do Ha menyukainya, dia bilang pada Un Gwang kalau Do Ha tidak punya perasaan apapun padanya.

"VIP tidak akan salah paham jadi kau tidak perlu cemas. Kalau aku membuatmu cemas, aku minta maaf. Ini tidak akan terjadi lagi."


Tae Ho dan Sharon ke pameran seni sambil membicarakan Mi Eun yang masih peduli pada Un Gwang. Apa Mi Eun masih punya rasa pada Un Gwang. Sharon berkata hanya karena filmnya, Mi Eun berkata kalau mata Un Gwang bisa menyampaikan sebuah kisah cinta.

Tae Ho berpendapat kalau Mi Eun hanya ingin membuktikan kalau dia adalah penilai dan produser yang baik. Sharon merasa Mi Eun hanya ingin melihat mata itu lagi di layar lebar. Sharon tiba-tiba merangkul lengan Tae Ho dan bertanya kenapa dia belum menikah.

Tae Ho kontan membeku saking kagetnya dan berkata kalau itu karena dia memutuskan untuk mengabdikan diri pada negara. Mendengar itu, Sharon langsung melepaskan tangannya dengan kecewa. Orang yang mengabdikan diri pada negara itu tidak seksi lalu menjauh.


Dan Dong Hyun mendadak muncul mendekatinya dengan samaran dan diam-diam memberitahunya tentang seorang pria yang membuntutinya. Ternyata mereka sama-sama sedang dibuntuti. Tae Ho jadi cemas, sepertinya misi ukiran kayu itu beresiko. Mereka butuh rencana, Dong Hyun dan Agen K sudah membuat rencana.


Dong Hyun sudah menunggu saat Seol Woo pulang malam harinya dan memperingatkan Seol Woo untuk berhati-hati karena tadi dia dan Tae Ho dibuntuti. Yang pasti orang-orang yang membuntuti mereka itu bukan orang-orang biasa. Seol Woo berpikir kalau sebaiknya mereka menyerang duluan saja.

Karena mereka mengincar ukiran kayu maka jika mereka melempar umpan, maka orang-orang itu pasti akan segera menggigitnya seperti misi Jakarta. Masalahnya mereka harus menemukan tempat yang tepat di Korea. Kalau begtu, Dong Hyun akan bicara dengan Tae Ho dan minta perlengkapan yang dibutuhkan.

Tapi bagaimana dengan Do Ha? Apa dia sudah luluh pada Seol Woo? Seol Woo pede kalau Do Ha pasti memikirkannya seharian.

 

Dan memang benar, Do Ha menggalau ria di kamarnya memikirkan Seol Woo. Menyesali sikapnya pada Seol Woo tapi sedetik kemudian memutuskan untuk tidak mempedulikannya dan sedetik kemudian galau lagi dan akhirnya dia memutuskan untuk menghadapinya langsung saja.

Seol Woo sedang membicarakan rencananya dengan Dong Hyun saat dia mendapat sms dari Do Ha yang minta ketemuan besok. Seol Woo mengabaikannya dan jadilah Do Ha tambah galau mondar-mandir menanti balasan Seol Woo yang tak kunjung tiba.


Lama-lama dia kesal dan mengirim sms kedua dan kali ini Dong Hyun lah yang membacanya saat Seol Woo lagi asyik baca buku. Dong Hyun langsung mengomeli Seol Woo untuk pergi dan meluluhkan Do Ha, dia bilang kencan itu tentang reaksi.

Tapi Seol Woo tetap tidak beranjak dan beralasan, "Ada kalanya tidak berbuat apapun itu menghasilkan reaksi yang terbaik. Aku harus mengabaikannya sekarang"


Seung Jae diberitahu Sekretarisnya tentang Eun Soo yang akan jadi pemeran utama wanitanya. Dia langsung memerintahkan Sekretarisnya untuk memanfaatkan aktris ini sebagai model mereka nanti. Dia lalu mendapat telepon dari seseorang yang mengabarkan Baek In Soo yang menemui sekretaris pertahanan.

Seung Jae senang mendengarnya, berarti dia sudah bergerak dan menyuruh orang di seberang untuk memastikan kalau peninggalan Kakeknya akan segara berada di tangannya. 


In Soo pergi menemui Sekretaris Pertahanan, Im Suk Hoon. In Soo maunya berbasa-basi dulu, tapi Suk Hoon menyuruhnya untuk to the point saja. Tentu saja untuk membicarakan tentang Mo Seung Jae. Tapi sebelum In Soo sempat mengatakan apapun, Suk Hoon langsung menolak duluan.

In Soo berusaha meyakinkan Suk Hoon kalau Songsan itu penting bagi negara sementara Seung Jae jadi presdirnya hanya karena keluarganya dan dia punya niat busuk. Karena itulah, dia menyarankan agar mereka menggabungkan semua informasi yang mereka miliki masing-masing.

Tapi Suk Hoon menolak dimanfaatkan oleh In Soo untuk kepentingan politiknya. In Soo menyangkal, dan meyakinkan kalau niatnya justru sebaliknya. Dia menawarkan informasi rahasia keluarga Mo dan ingin Suk Hoon membuat rencana yang bagus.

"Mari kita bergabung dan mereformasi konglomerat," usul In Soo.


Dong Hyun sedang makan saat dia menyadari dua orang pria yang sedang membuntutinya. Dengan sengaja dia berkata lantang pada orang yang diteleponnya tentang informasi tempat dan waktu pemindahan ukiran kayu. 

Informasi itu pun dengan cepat sampai ke telinga anak buahnya In Soo, Ki Chul. Di papan kerjanya, tampak beberapa foto agen-agen BIN kecuali Seol Woo yang masih misterius. Dia lalu menelepon seseorang dan menyampaikan informasi itu padanya.


Dia sudah menunggu di sebuah lokasi bekas pabrik saat mobilnya Tae Ho datang. Begitu Dong Hyun datang juga tak lama kemudian, dia langsung bersiap dengan senjatanya. Dong Hyun baru saja mengeluarkan ukiran kayu itu saat Ki Chul tiba-tiba menembakkan pelurunya, tapi tentu saja pelurunya hanya membuat kacanya retak.

Dia langsung mengomel kesal. "Ini kaca anti peluru, tahu!"


Ki Chul terus saja menembak. Tapi saat dia hendak menembakkan peluru ketiga, sebuah peluru tiba-tiba menembak bahunya. Tanpa disadarinya, Seol Woo sudah membidiknya dari kejauhan. Dia langsung bersembunyi dibalik peti-peti hingga Seol Woo tidak bisa melihatnya. Tae Ho dan Dong Hyun pun bergegas keluar untuk menangkapnya.


Do Ha masih terus merenung menatap ponselnya. Sudah 15 jam dia menunggu tapi belum juga ada balasan. Masalahnya hari ini juga tidak ada syuting jadi mereka tidak bisa ketemu. Song Yi menyarankannya untuk menelepon saja kalau begitu.

Ditengah kesibukannya membidik sasarannya, Seol Woo tiba-tiba ditelepon Do Ha yang ingin ketemuan hari ini. Saat itu juga, dia melihat Ki Chul mencoba menggunakan cermin untuk mencarinya. Kontan dia menembak cermin itu dan Do Ha langsung heran, Seol Woo langsung mematikan teleponnya begitu saja.


Tidak terima diabaikan begitu saja, Do Ha terus saja meneleponnya. Tepat saat itu juga, Seol Woo melihat tangan Ki Chul hendak meraih senapannya. Sontak Seol Woo menembaknya sementara Do Ha terus nyerocos melabraknya.

Ki Chul akhirnya mengeluarkan senjata gas untuk menghalangi pandangan Seol Woo. Terpaksa Seol Woo harus terus melepaskan tembakan sambil tetap mendengarkan celotehan Do Ha. Asap mulai membumbung tinggi hingga terpaksa dia harus mencari sudut pandang lain.

Do Ha sampai heran sendiri, dia sedang apa sih? Seol Woo berkata kalau dia sedang berburu. Dia melihat Ki Chul dan langsung menembak lagi dan mengakhiri teleponnya dengan memberitahu Do Ha kalau dia akan menjemput Do Ha nanti. Mendengar itu, Song Yi berkomentar kalau Seol Woo itu pasti sudah ahli masalah beginian.


Seol Woo terus berlari memburu Ki Chul hingga akhirnya mereka saling berhadapan. Tapi Ki Chul tiba-tiba menembak sesuatu dan seketika itu pula api meledak menghalangi mereka dan Ki Chul pun akhirnya berhasil melarikan diri darinya.

Tepat saat itu juga, Tae Ho dan Dong Hyun sampai di atap bergerak cepat melarikan diri dari sana dan menghindari peluru-peluru mereka. Seol Woo baru ingat kalau dia adalah pria misterius yang menyamar jadi mekanik sebelum Un Gwang kecelakaan.

"Dia takkan mudah tertangkap. Sepertinya dia agen Ghost." 

 

Dia lalu pergi untuk menemui Do Ha, sekarang saatnya menyatakan perasaannya dan meluluhkan Do Ha. Tae Ho melihat senapa yang ditinggalkan Ki Chul dan menyadari kalau itu adalah senapan yang hanya dipakai oleh pasukan militer khusus. Sekarang dia mengerti kalau pria ini sebenarnya agen Ghost tapi dia lebih memilih uang dan mengkhianati negaranya.


In Soo sudah menunggu kedatangan Ki Chul. Mereka sudah sepakat untuk ketemuan di sana jika Ki Chul berhasil mendapatkan ukiran kayunya yang rencananya ingin dia kuasai sendiri itu. Sebuah mobil datang tak lama kemudian, tapi kemudian mobil-mobil lain datang dan Seung Jae muncul menyapanya dan menyindirnya.

Ki Chul lalu muncul dari mobilnya Seung Jae. In Soo tersenyum miris menyadari anak buahnya sudah mengkhianatinya. Menyinggung masalah pertemuan In Soo dan Sekretaris Pertahanan, Seung Jae memperingatkan In Soo untuk tidak mengkhanatinya.


Seol Woo menjemput Do Ha malam harinya dan membuat hati Do Ha berdebar dengan membukakan pintu mobil untuk Do Ha dan memakaikan sabuk pengamannya lalu membawanya ke sebuah tempat dimana mereka bisa melihat pemandangan kota. Do Ha bilang kan dia suka minum kopi dari kedai kopi sambil menikmati pemandangan malam.


"Kau ingat itu?"

"Hari itu kau sepertinya agak kesepian."

Do Ha benar-benar tersentuh mendengarnya. Seol Woo berkata bahwa dia terus belajar memahami Do Ha walaupun sebenarnya dia tidak mau. "Anehnya, aku bisa memahamimu. Dan aku ingin berbuat sesuatu untukmu. Tapi aku terlalu egois. Padahal cinta seharusnya tidak egois."


Pandangan Do Ha langsung jatuh ke bibir Seol Woo dan teringat dengan ciuman mereka hingga dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan Seol Woo. Tepat saat Seol Woo berkata bahwa jika Do Ha merasa tak nyaman maka dia akan pergi saja, Do Ha menutup mulut Seol Woo dengan bibirnya.

Secara bersamaan mereka berpikir, "Benar dugaanku... perasaan ini..."

"Jantungku berdebar," batin Do Ha.

"Firasatku tak enak soal ini," batin Seol Woo.

Tepat saat itu juga, ponselnya Do Ha berdering. Do Ha pun langsung melepaskan diri. Telepon itu ternyata dari ayahnya yang mengabarkan kalau dia sudah dibebaskan sekarang. Beberapa saat kemudian, Seol Woo mengantarkannya pulang. Do Ha tersenyum malu-malu sepanjang jalan.


Tapi senyumnya langsung menghilang saat melihat Ayahnya ada di depan rumah. Do Ha langsung panik, Ayah beralasna kalau dia tahanan yang baik jadi dia dibebaskan dengan cepat. Tapi siapa pria yang mirip mochi putih ini.

Do Ha berkata kalau dia rekan kerjanya. Tapi Seol Woo langsung menyela dan memperkenalkan dirinya sendiri. Ayah curiga apa pria ini pria yang Do Ha kencani. Seol Woo membenarkannya dan mengakui dirinya sebagai pacarnya Do Ha. Do Ha sampai kaget mendengarnya.


"Jadi kau... menantuku?" Ayah langsung menarik Seol Woo kedalam pelukannya dengan antusias dan memanggilnya "Menantu Kim! Akhirnya kita ketemu juga! Kau tampan sekali!"

Seol Woo cuma bisa membeku sembari mengingatkan dirinya sendiri akan identitasnya, dia Agen K, bayangan tanpa nama dan reputasi. Tugasnya adalah bertempur tanpa identitas demi melindungi kebebasan dan ketertiban.

Bersambung ke episode 6

1 comments:

terima kasih yaaaa..... sinopnya kereeen.....

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon