Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man episode 6 - 2


Do Ha sekeluarga keheranan melihat Seol Woo membawa kopernya ke sana. Song Yi setuju-setuju saja Seol Woo tinggal di sini. Do Ha tak enak, tapi Seol Woo bersikeras sampai, hanya beberapa hari saja sampai dia yakin kalau Do Ha aman.

Jadilah mereka semua tidur satu kamar, Do Ha dan Song Yi di satu sisi sementara Ayah dan Seol Woo di sisi satunya. Do Ha tidak bisa tidur saking bahagianya. Dia langsung berbisik membangunkan Seol Woo hanya untuk mengucap terima kasih dan selamat malam. Mereka saling memandang sampai akhirnya Do Ha ketiduran.


Tae Ho menemui Dong Hyun dan memberitahunya tentang In Soo yang menawarkan informasi tentang agen ghost itu asalkan dia mau membuat kesepakatan dengannya. Tapi Tae Ho tidak menyukai syarat kesepakatan itu, lagipula mereka tidak mungkin membongkar misi ini hanya demi mendapatkan orang itu. Dan sebaiknya jangan beritahu K untuk sementara waktu.

"Apa misi cincin Black Auction berjalan baik?" tanyanya.

Berhubung Ayah Do Ha sudah melihat wajah Dong Hyun jadi sekarang dia butuh bantuan Tae Ho, buat lah Ayah Do Ha bekerja lebih keras.


Maka keesokan harinya, Tae Ho menemui Ayah dengan menyamar sebagai CEO galerinya Sharon dan menyapa Ayah sebagai Goldfinger. Saat Ayah pura-pura bodoh, Tae Ho langsung to the point memberitahu Ayah kalau dia tahu Ayah bekerja untuk Robert Yoon dan meminta Ayah untuk menjual cincin Black Auction itu kepadanya.


Tapi Ayah terus saja pura-pura tak kenal siapa itu Robert Yoon sambil mengingat dia masuk ke kantornya Robert Yoon tapi malah mendapati tempat itu sudah berantakan. Tapi untunglah cincin itu tetap aman tersimpan didalam buku kuno yang dijadikan kaki meja.

Saat Ayah terus bersikap pura-pura bodoh, Tae Ho menawarkan uang dalam jumlah besar yang tak bisa dilacak. Ayah langsung melotot mendengar tawarannya, tapi cepat-cepat bersikap sok cool. Dia akan memikirkannya.


Do Ha mesam-mesem saking senangnya bisa berangkat kerja bareng Seol Woo. Dia kan bisa pergi sendiri, Seol Woo kan pengawalnya Un Gwang dan bukannya pengawalnya. Dia jadi ingin berterima kasih pada si perampok. Berkat dia, mereka jadi bisa terus bersama.

Seol Woo berkata kalau dia sedang kerja sekarang, bukannya kencan. Do Ha mengiyakannya saja, dia juga mau kerja kok. Memacari rekan kerja itu menyenangkan ternyata, mereka bisa kencan sambil kerja.

Melihat tangan Seol Woo yang sedang memegang perseneling, Do Ha langsung mengulurkan tangan untuk menyentuhnya. Tapi Seol Woo tiba-tiba menampik tangannya, tidak boleh sentuh-sentuhan selama kerja. Do Ha kecewa, yah deh. Tapi tahu tidak... Seol barusan seksi banget. Seol Woo sok cool padahal diam-diam pose sedikit biar kelihatan lebih keren.

Mereka lalu ke toko baju untuk mengambil jaket yang akan dipakai Un Gwang dalam iklan. Tapi terlebih dulu dia meminta Seol Woo untuk mencobanya. Sementara Do Ha mengagumi desain-nya, pemilik toko malah terkagum-kagum melihat kerennya Seol Woo pakai jaket itu sampai dia mengira kalau Seol Woo itu artis baru dan ingin memotretnya.

Do Ha langsung menghalanginya dan menjelaskan kalau dia ini pengawalnya Un Gwang. Pemilik toko tak menyangka, dia kira Seol Woo itu selebritis yang butuh dilindungi. Do Ha langsung cemburu.

"Dia adalah orang yang perlu kulindungi, VIP-ku." Ujar Seol Woo sambil menatap Do Ha dengan romantisnya dan kontan membuat Do Ha tersipu malu mendengarnya.


Un Gwang sedang baca naskah bersama Eun Soo yang benar-benar mendalami perannya. Un Gwang tampak puas melihat aktingnya. Saat mereka berduaan, dia mengomentari Eun Soo yang tampak berbeda sekarang. Eun Soo berkata bahwa dia ingat akan apa yang pernah dikatakan pengawalnya Un Gwang, dia akan mencintai Un Gwang yang didalam fim.

"Jadi aku yang telah membuatmu jadi aktris sungguhan? Kau banyak berkembang sejak aku mencampakkanmu. Ingatlah luka itu dan mari kita membuat film yang bagus."


Malam harinya, Seol Woo dan Do Ha makan udon bersama. Tapi Do Ha menyadari kalau dia tidak banyak tahu tentang Seol Woo, bagaimana kalau dia bercerita sedikit tentang dirinya, bagaimana dengan keluarganya. Seol Woo berkelit kalau keluarganya sama seperti keluarga pada umumnya.

Menyadari Seol Woo tak ingin membicarakannya, Do Ha tidak menekannya. Kapan-kapan saja kalau Seol Woo sudah mau membicarakannya. Seol Woo mencoba menanyakan masalah barang yang selalu ditanyakan Ayah itu. Do Ha berkata barang yang dimaksud Ayah itu sebuah cincin.

Sepertinya sih penting tapi dia takut kalau Ayahnya bikin masalah lagi. Jadi karena itu Do Ha menyembunyikannya? Tidak juga. Kalau Ayah benar-benar sudah berubah, dia pasti sudah menemukan cincin itu sekarang. Dia berjanji akan membawa Seol Woo ke sana segera.

 

Seol Woo tersenyum tapi tiba-tiba dia menyadari dua orang pria di duduk di pojok, kelihatannya tidak mencurigakan tapi sekilas memperhatikan Seol Woo.


Dalam perjalanan pulang, Seol Woo sengaja mengajak Do Ha memutari jalan yang lebih jauh dengan alasan biar bisa bersama Do Ha lebih lama, lalu tiba-tiba menyeret Do Ha belok ke sebuah gang dan menyudutkannya di tembok dengan gaya romantis. Padahal diam-diam dia melirik ke depan dan memastikan kedua pria itu kehilangan jejak mereka.


Do Ha merasa Seol Woo itu sangat aneh, dia susah ditebak dan impulsif. Kadang dia sangat lembut tapi kadang juga sangat kasar. Seol Woo menyulap sebuah koin, dia memberitahu kalau itu adalah jimat keberuntungannya saat dia pergi ke Rusia.

Sekarang dia akan memberikannya pada Do Ha dan meminta Do Ha untuk membawanya setiap saat. Do Ha menerimanya lalu menunjukkan kemampuan sulapnya sendiri dengan koin itu.


Ki Chul sekarang sudah berhasil mendapatkan nama Kim Seol Woo berkat resumenya sebagai pengawalnya Un Gwang, tapi agen yang menyelidikinya tidak mendapati apapun yang mencurigakan dari identitasnya Seol Woo.

Tapi Seol Woo sekarang tinggal di rumah Do Ha. Sejak mereka menggeledah rumah Do Ha, Seol Woo langsung meningkatkan kewaspadaannya.


Do Ha terbangun terngah malam tapi tidak melihat Seol Woo di tempat tidurnya. Dia malah mendapati Seol Woo tidur duduk di sofa. Diam-diam dia mendekat dan memperhatikan wajah Seol Woo, dia cute juga kalau lagi tidur. Tapi kenapa dia tidur seperti ini.

"Karena aku harus melindungimu," batin Seol Woo.


Tak ingin membangunkannya, Do Ha pindah duduk di sebelahnya Seol Woo dan menyandarkan kepalanya di sana lalu memejamkan mata. Seol Woo membuka matanya tapi dia tetap diam dan membiarkan Do Ha tidur di bahunya.

 

Ayah terbangun tak lama kemudian dan melihat Do Ha dan Seol Woo tidur senderan di sofa. Ayah mendesah, sepertinya Do Ha bertemu pria yang baik. Haruskah dia membelikannya condo di daerah Gangnam jika dia mau menikah nanti.


Keesokan harinya, Ayah pergi menemui Seung Jae. Dia mengaku cincin itu ada padanya. Dia bersedia memberikannya pada Seung Jae kalau dia mau... dengan ditukar sekitar 1 atau 2 milyar won. Seung Jae sekilas kaget mendengar jumlahnya tapi kemudian dengan entengnya menyuruh Sekretaris untuk membawakan uang 2 milyar won tunai sekarang.

Ayah sampai kaget sendiri, tapi tidak sekarang. Dia tidak sedang membawanya sekarang, benda itu terlalu berharga untuk dibawa-bawa. Seung Jae menyuruhnya untuk membawanya saja, begitu dia yakin itu asli maka dia akan memberikan uangnya.

Dia juga memberikan sebuah jam tangan mewah, anggap saja itu sebagai deposit awal. Tapi begitu Ayah memakai jam tangan itu di tangannya, Seung Jae langsung mengancam. "Kalau kau sampai memberikan cincin itu pada orang lain maka akan kuambil kembali jam tangan itu beserta tanganmu. Ingat itu baik-baik."


Malam harinya, Un Gwang makan malam bersama Ayahnya Do Ha dan kedua pasangan itu. Un Gwang langsung menggoda mereka dengan ikut-ikutan menyebut Seol Woo sebagai 'Menantu Kim'.

Ayah berterima kasih karena Un Gwang begitu menghargai putrinya selama ini, tapi kemudian dia mencoba menipu Un Gwang dengan menawarinya sebidang tanah. Sebentar lagi dia akan berinvestasi dua milyar untuk tanah itu.

Do Ha berusaha menghentikan Ayah sambil menahan kesal. Tapi Ayah terus saja nyerocos. Do Ha sontak ngamuk membentak Ayah dan menuntutnya bicara berdua dengannya di luar.


Ayah menyangkal kalau dia mau menipu Un Gwang, dia sungguh akan mendapatkan uang dua milyar sebentar lagi karena itulah dia meminta Do Ha untuk mengembalikan cincin itu sekarang.

Do Ha benar-benar kesal mendengarnya, apa Ayah tidak muak? Setiap kali dia buku mulut, selalu saja dia bilang milyaran won. Ayah selalu saja begini, mementingkan dirinya sendiri. Ayah tidak pernah peduli padanya baik dia hidup ataupun mati.

"Ayah selalu mencampakkanku. Ayah melakukan itu juga waktu di pemakaman Kakek!"


Ayah terdiam teringat masa lalu, saat Do Ha seorang diri harus menghadapi semua orang yang ditipu Ayah sementara Ayah sendiri malah bersembunyi lalu melarikan diri dan meninggalkan Do Ha begitu saja.


"Apa ayah tahu kenapa aku tidak memanggil ayah waktu itu? Aku takut ayah akan tetap pergi. Aku takut ayah akan tetap mengabaikanku biarpun aku memanggil ayah! Karena saat itu aku akan merasa benar-benar sudah dicampakkan"

Tak bisa menjawab, Ayah mencoba menghindar dengan alasan ditelepon kenalannya. Do Ha berdecih miris mendengarnya. "Ayah pengecut sampai akhir. Pergilah dari hidupku."


Do Ha langsung pergi. Saat Ayah berbalik, dia mendapati Seol Woo di depannya setelah mendengarkan semua percakapan mereka. Apa Ayah mau berpaling dari Do Ha lagi? Ayah hanya meminta Seol Woo menjaga Do Ha lalu pergi.

Seol Woo berniat menyusul Ayah, tapi Un Gwang menghentikannya. Biar dia saja yang bicara dengan Ayah sementara Seol Woo urus saja Do Ha. Saat Un Gwang mendekatinya, Ayah langsung cari-cari alasan untuk pergi. Tapi Un Gwang melarangnya. Dengan wajah serius dia menuntut mereka untuk bicara.


Tapi saat sesaat kemudian, mereka malah ketawa-ketiwi membicarakan masalah tanah di Jeju. Un Gwang meladeni semua ucapan Ayah. Tapi dia benar-benar serius saat dia meminta Ayah untuk tidak lagi mematahkan hati Do Ha.

Ayah beralasan kalau dia melakukan ini demi memberikan kehidupan mewah untuk Do Ha. Ayah hanya bisa disebut ayah kalau dia punya uang, iya kan?

"Anda butuh uang untuk menjadi ayah lalu keluar dari hidupnya saat anda tidak punya uang. Sekarang dia memliki seorang pria yang bijaksana di sisinya dan seorang oppa selebritis yang kaya. Jadi tinggalkan Do Ha sendiri dan biarkan dia bernafas dan menjalani hidupnya, dan anda jalanilah hidup anda sendiri."


Sudah mabuk, Ayah nyerocos kalau dia sebenarnya berencana untuk pergi diam-diam begitu dia menemukan barang yang ada pada Do Ha. Tanpa dia sadari, di jam itu sepertinya ada alat penyadapnya dan Ki Chul langsung melapor ke Seung Jae kalau cincin itu ada pada Do Ha.


Seol Woo dan Do Ha minum-minum bersama di kedai. Do Ha mendesah memikirkan Ayahnya, dia selalu saja begitu. Dia muncul saat dia membutuhkan sesuatu lalu pergi saat keadaan memburuk. Bahkan sekarang pun, ayah bersamanya hanya karena dia membutuhkan cincin yang Ayah titipkan kepadanya.

Seol Woo menasehatinya untuk menyingkirkan Ayah dari hidupnya jika Do Ha yakin kalau dia tidak akan menyesalinya dan jangan menemuinya. Tapi jika Do Ha tidak bisa melakukan itu maka baik-baik lah pada Ayah. Yang tak disangkanya, Do Ha tiba-tiba mengaku kalau dia menyimpan cincin itu di tempat Kakeknya.

Bahkan saat Kakek meninggal, Ayah tak pernah peduli dan melarikan diri. Jika Ayah sungguh sudah berubah, maka dia pasti sudah menemukan cincin itu sekarang dan menemui Kakek. "Dia tidak akan pernah menemukannya. Tidak akan pernah."

"Aku menemukan cincinnya," batin Seol Woo.


Seol Woo membawa Do Ha pulang dan menidurkannya. Sembari menatap Do Ha, dia membatin kalau dia akan meninggalkan Do Ha sekarang. Dia lalu pergi rumah duka dan akhirnya menemukan cincin itu tempat abu Kakek. Dia langsung menelepon Dong Hyun untuk melaporkan penemuan ini dan meminta misi segera dirampungkan.


Keesokan harinya, Ayah mengajak Seol Woo sarapan bersama dan memberitahunya kalau dia akan membelikan mereka condo saat mereka menikah nanti lalu pamer jam tangan mewahnya. Dia mengaku kalau presdir Songsan lah yang memberikan jam tangan ini sebagai deposit.

Seol Woo jelas langsung curiga. Dia langsung meminta Ayah untuk memperlihatkan jam tangan itu dan mendeteksi adanya transmitter didalamnya. Dia langsung mencemplungkan jam itu ke air dan anak buahnya Ki Chul langsung sadar kalau Seol Woo sudah mengetahuinya.


Seol Woo langsung cemas teringat Ayah kemarin meminta Do Ha untuk mengembalikan cincinnya. Dia pun bergegas pergi mencari Do Ha. Dalam perjalanan, dia menelepon Do Ha dan menanyakan keberadaannya. Do Ha mengaku kalau dia menemui Kakeknya, dia memutuskan untuk memberikan cincin itu pada Ayah.

Tapi saat itu pula Do Ha menyadari cincinnya sudah tidak ada. Seol Woo menyelanya dan meminta Do Ha untuk memperhatikan sekitarnya, apa ada orang-orang yang tampak mencurigakan. Do Ha mengedarkan pandangannya dan melihat ada empat pria berbaju serba hitam.


Seol Woo dengan tenang menyuruh Do Ha untuk masuk ke toilet dan bersembunyi di sana sampai dia datang menjemputnya. Dia meminta Do Ha untuk tidak bertanya apapun dan lakukan saja. Lakukan seperti di film James Bond secara diam-diam.

Do Ha jadi takut mendengarnya. Do Ha mulai bergerak ke toilet dan sekawan pria itu langsung membuntutinya. Seol Woo memberitahu Do Ha untuk tetap menyimpan koin yang dia berikan waktu itu apapun yang terjadi, "Kau harus memiliki jimat keberuntungan itu agar aku bisa menemukanmu. Kau sebentar lagi akan diculik."


Hah? Diculik? Tepat saat itu juga, seorang pria masuk dan langsung membekap Do Ha. Dalam kepanikannya, Do Ha bergerak cepat memasukkan koin itu kedalam jaketnya dan sambungan telepon mereka terputus.

Karena anak buahnya Ki Chul tidak menemukan cincin itu di sana, Ki Chul pun memerintahkan mereka untuk membawa Do Ha kepadanya.


Seol Woo langsung menelepon Dong Hyun dan memintanya mengaktifkan GPS tracker, Do Ha diculik. Dong Hyun melarangnya bergerak sendiri, dia akan menghubungi polisi jadi Seol Woo tidak usah ikut campur. Tapi Seol Woo tidak mau dengar. Orang yang mereka hadapai ini adalah mantan agen ghost, mereka tidak bisa mempercayai polisi.

"Jika kau pergi dan identitasmu terbongkar maka misi ukiran kayu ini akan berantakan!"

Tepat saat itu juga, Dong Hyun nge-link GPS tracker-nya ke ponselnya Seol Woo. Seol Woo pun langsung putar arah, menolak mendengarkan perintah Dong Hyun.

Bersambung ke episode 7

9 comments

Yes ak yg pertama komen
Makasih mb ima

Tambah seru nich..g sabar nunggu lanjutannya, ditunggu mksh mba

Yeyy,, super duper speedy.. thanks mba ima.. maaf mba mau tanya, fuji kok udah lama ngga update kenapa ya?

Sama2... Pujinya emang lagi nggak bisa ngeblog belakangan ini, jadi saya yang menggantikan sementara waktu

Seruuuu bangeeetttttt mbaaa.... ditunggu eps berikutnyaaa 😘😘😘

Seru sih ceritanya...cuma smpy eps 6 ni kok msh kurang sreg sama pemeran ceweknya ya...

Seru sih ceritanya...cuma smpy eps 6 ni kok msh kurang sreg sama pemeran ceweknya ya...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon