Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 7 - 1

 

Begitu mendapat lokasi Do Ha, Seol Woo langsung putar arah dan mengabaikan perintah Dong Hyun. Dia langsung bersiap dengan senjatanya setibanya di lokasi. Perlahan dia mendekati kontainer yang ditunjuk alat pelacak. Pada saat yang bersamaan, Do Ha terikat dan dikurung di ruangan gelap.

Seol Woo lalu membuka gagang pintu kontainer. Tapi tepat saat itu, alat yang terpasang didalamnya, menyala dan berbunyi. Bom? Do Ha panik berusaha melepaskan dirinya tanpa hasil, sementara Seol Woo mendengar bunyi aneh dari dalam kotak kayu terdekat.


Dia membukanya dan ternyata ada bom didalamnya dan timernya mulai berjalan mundur 57 detik. Jam dinding di ruang Do Ha disekap pun mulai bergerak. Seol Woo nekat menjinakkan bom itu sendiri. 34 detik dan dia memutuskan untuk memotong kabel putih.

Timer berhenti... tapi kemudian menyala kembali. Sementara Do Ha semakin panik, Seol Woo bingung memilih kabel mana yang harus dipotongnya. 25 detik, dia memejamkan mata saat dia memilih kabel biru. Tapi ia terlalu ragu untuk memotongnya dan akhirnya mulai berpikir ulang.


4 detik dan Seol Woo akhirnya memantapkan hati untuk memotong kabel merah dan berhasil. Seol Woo pun membuka pintu kontainer dan ruangan tempat Do Ha disekap pun menyala terang.

Tapi Do Ha tidak disekap di sana, Seol Woo hanya menemukan sebuah laptop yang menunjukkan video rekaman Do Ha disekap dan koin yang tadinya Do Ha bawa, sekarang ada di dekat laptop itu.


Tepat saat itu juga, Seol Woo ditelepon nomor tak dikenal dan Ki Chul langsung memuji kehebatan Seol Woo dalam menjinakkan bomnya kurang dari satu menit.

"Siapapun kau, aku akan membunuhmu."

"Menurutmu kau bisa? Bawa ukiran kayu dan cincinnya kepadaku malam ini. Jika tidak, maka wanita itu akan mati."


Begitu sambungan mereka terputus, koneksi video itu pun terputus. Kesal, Seol Woo langsung menghancurkan laptop itu dengan pelurunya. Tim Densus datang saat itu dan langsung menodongkan senjata padanya, tapi Seol Woo bahkan tidak mempedulikan mereka. Untunglah Dong Hyun cepat datang dan buru-buru menghentikan mereka.


Seol Woo memberitahu Dong Hyun kalau Do Ha diculik oleh si agen ghost itu. Dong Hyun mengomel kesal, Seol Woo hampir saja membuat identitasnya terbongkar. Kenapa juga dia musti melibatkan diri dan memperumit masalah.

"Jika aku melewatkan batas waktu maka Cha Do Ha... tidak akan selamat."

Baiklah, Dong Hyun akan menyelidikinya, yang penting Seol Woo jangan ikut campur. Sementara Dong Hyun memberi perintah tim densus untuk menyerahkan copy CCTV di sekitar area kepadanya, Seol Woo diam-diam mengambil detonator bom itu lalu pergi.


Do Ha mengedarkan pandangannya dan melihat kamera CCTV yang mengintainya. Ki Chul dan anak buahnya masuk tak lama kemudian dan melepaskan ikatannya. Do Ha menutup matanya rapat-rapat tapi dia tetap tenang dan memberitahu Ki Chul kalau dia sungguh tak tahu dimana keberadaan cincin milik ayahnya.

Ki Chul lucu sendiri melihat reaksi Do Ha. Do Ha mengaku kalau dulu dia pernah diculik oleh rentenir. Alih-alih bersikap jahat, Ki Chul malah pura-pura jadi orang baik dan mengklaim dirinya sebagai agen BIN yang sedang menjalankan misi.


Seol Woo ditelepon Tae Ho yang juga sama seperti Dong Hyun, memperingatkan Seol Woo untuk tidak melakukan apapun seorang diri. Identitasnya tidak boleh sampai terbongkar. Jika tidak maka Direktur BIN pun akan terseret masalah.

Seol Woo tidak menjawab dan memutus teleponnya begitu saja. Dia pergi menemui seorang kenalan lamanya yang sepertinya mantan tentara yang sekarang bekerja jadi tukang servis. Dia sampai tak percaya melihat Seol Woo yang dia kira sudah mati.

Seol Woo to the point menanyakan masalah detonator itu. Tukang servis langsung mengenali benda itu biasanya digunakan oleh Russia Alpha Group (Satuan yang dibentuk guna melawan teroris di Rusia).

Kemungkinan ini berasal dari Sersan Satu Choi di Annam - seorang mantan tentara yang sekarang mengelola barang rongsokan dan senjata ilegal. Tukang servis pun memberinya kartu nama sebagai akses untuk menemui Sersan Satu Choi.


Seung Jae mendapat informasi tentang Pengawalnya Un Gwang yang ternyata agen ghost-nya BIN. Dia langsung memerintahkan Sekretarisnya untuk menyingkirkan semua orang termasuk pengawal itu begitu mereka sudah mendapatkan ukiran kayu dan cincinnya.

Sekretaris Jang juga melapor tentang Mi Eun yang sepertinya menemui Pi Eun Soo terkait filmnya Un Gwang. Seung Jae sontak marah mendengarnya.


Un Gwang sedang mendiskusikan film itu bersama para staf-nya. Seorang staf berkomentar kalau naskah film ini sangat bagus dan membuat emosinya tak karuan . Un Gwang malah tak sependapat, naskahnya malah sangat aneh menurutnya. Bagaimana bisa seseorang mencintai orang yang jelek dan miskin. Seharusnya menyukai seseorang berdasarkan penampilan dan kekayaan.

"Kalau seperti itu, Hyungnim tidak akan bisa jadi tokoh utama." Komentar Mnaajer Yang.

"Tapi katanya naskah ini ditulis dengan memikirkan oppa sebagai pemeran utamanya," kata staf wanita. Un Gwang heran mendengarnya.


Mi Eun sedang mengawasi putranya yang sedang belajar di kelas saat Sekretaris Jang datang bersama seorang pengasuh dan memberitahu kalau Jae Young akan diawasi oleh si pengasuh itu. Tepat saat itu juga, dia mendapat pesan dari Seung Jae - foto Jae Young bersama Un Gwang.

Dia langsung pergi menemui Seung Jae untuk menjelaskan kalau mereka hanya kebetulan saja bertemu di restoran waktu itu. Apapun yang Seung Jae pikirkan saat melihat foto itu, dia sudah salah paham. Seung Jae sinis, memangnya dia musti salah paham apa setelah melihat foto ini.

"Ini bukan apa-apa. Jadi tolong jangan bertindak tidak masuk akal dan menjauhkanku dari Jae Young."

"Lalu bagaimana dengan Pi Eun Soo? Apa itu juga kebetulan? Apa aku salah paham tentang itu juga?"

Mi Eun kontan gelagapan bingung menjelaskannya. Tapi Seung Jae menyela dan melarangnya menjelaskan apapun. Dia mungkin akan semakin marah jika dia mendengar alasan Mi Eun, dia tidak mau marah pada Mi Eun. "Terima saja hukumanmu sampai aku merasa lebih baik."


Ayah membawa jam tangan mewahnya ke toko servis jam. Tapi saat tukang servis memeriksa jam tangan itu, dia langsung heran, dari mana Ayah mendapatkan jam tangan ini?


Seol Woo sedang dalam perjalanan saat Dong Hyun meneleponnya dan memberitahu kalau CCTV di sekitar tempat kremasi sudah dihapus sementara nomor yang dipakai Dong Hyun adalah ponsel prabayar yang diaktifkan di Vatikan.

Dia lalu mengomeli Seol Woo karena mengambil detonator itu. Seol Woo melapor kalau sudah mendapatkan petunjuk tentang bim itu dan berjanji akan menghubungi Dong Hyun lagi setelah menindaklanjutinya. Ayah meneleponnya dan minta bertemu sekarang, dia perlu bicara dengan Seol Woo perihal jam yang didapatnya dari Songsan.


Ki Chul memberi Do Ha sebuah kartu nama dan mengklaim kalau dia bukan menculik tapi melindungi Do Ha. Dia menolak memberitahukan apa pentingnya cincin itu dengan alasan kerahasiaan, tapi intinya cincin itu berbahaya dan hidup banyak orang bergantung pada benda itu.

Mempercayai omongan Ki Chul, Do Ha kontan mencemaskan keselamatan Ayahnya. Ki Chul menyangkal karena cincin itu tidak ada pada Ayah. Do Ha membenarkan, Ayahnya bahkan tak tahu dimana dia menyembunyikan cincin itu.

"Jadi siapa lagi yang tahu cincin itu ada di sana?" tanya Ki Chul.

Do ha mencoba memikirkannya, Song Yi juga tak tahu... saat itulah dia baru ingat kalau dia pernah memberitahu Seol Woo letak cincin itu. Ki Chul langsung bisa menebak, apa cincin itu ada si tangan Seol Woo? Do Ha heran, apa Seol Woo terlibat dengan semua ini?

"Pernahkah dia melakukan sesuatu yang mencurigakan? Misalnya di Rusia saat pesta ultah Ketua Victor?"

Do Ha pun mulai mengingat kembali segala keanehan Seol Woo selama di Rusia. Ki Chul memberitahunya bahwa malam itu ada sesuatu hal yang sangat penting lenyap dari brankas-nya Ketua Victor. Melihat Do Ha mulai goyah, Ki Chul semakin mendorongnya dengan bertanya-tanya apakah Do Ha yakin bahwa semua perbuatan dan ucapan Seol Woo itu tulus.


Ayah bertanya-tanya apakah Seol Woo mencemplungkan jam ini ke air karena dia langsung tahu tentang jam ini. Seol Woo membenarkan. Ayah kagum, pasti karena Seol Woo bekerja sama dengan VIP makanya matanya sangat jeli dan langsung bisa mengenali kalau jam ini... palsu.

Seol Woo sampai bingung sendiri mendengarnya, mungkin dia mengira Ayah tahu ada alat sadap didalamnya tapi ternyata tidak. Dia tak percaya mendengar alasan Ayah memintanya bertemu hanya untuk ini. Ayah menyangkalnya, ada satu lagi.

Dia memberikan sketsa cincin itu pada Seol Woo dan memintanya untuk membuatkan cincin palsu yang bentuknya mirip gambar itu. Jam tangan palsu ini memberinya ide bagus. Seol Woo langsung meremas kertas itu dengan kesal.

"Masalah apa lagi yang mau kau buat sekarang? Apapun itu, pokoknya jangan dilakukan! teknik penipuan bodohmu ini tidak akan berhasil. Jadi hiduplah dengan tenang dan layani meja pelanggan saja!"


Seol Woo langsung pergi mengacuhkan Ayah yang ngomel-ngomel merutuki sikap kurang ajarnya. Ayah heran, apa Seol Woo dan Do Ha sedang bertengkar. Song Yi tak tahu, mana Do Ha tidak mengangkat teleponnya lagi.


Sementara Seol Woo gelisah menatap koin-nya, Ki Chul terus berusaha menyesatkan Do Ha dan berkata bahwa bagi Seol Woo, cinta itu hanya sebuah taktik untuk mencapai tujuannya.

"Jadi maksudmu, perkataan dan perbuatannya... semuanya adalah penyamaran dan pura-pura?"

Ki Chul memberitahu bahwa target pertama Seol Woo adalah Un Gwang. Hanya dengan menjadi pengawalnya Un Gwang lah dia bisa masuk ke rumah Ketua Victor, dia bahkan mempertaruhkan nyawanya demi mengambil hati Un Gwang.

Misinya sebenarnya sudah berakhir. Tapi kemudian dia mengetahui kalau cincin itu ada pada Do Ha, sehingga Do Ha pun jadi sasaran berikutnya. Do Ha tercengang teringat akan segala sikap aneh Seol Woo yang tiba-tiba saja baik padanya.


Tae Ho memberikan data informasi tentang Ki Chul pada Dong Hyun yang didapatkannya dari In Soo. Dilaporkan kalau dulu Ki Chul pernah terjun ke laut dalam misi Osaka. Dia menghilang dan diduga mati, tapi nyatanya dia mengkhianati negara mungkin karena uang.

Dong Hyun usul agar mereka mengajukan surat perintah untuk menginterogasi In Soo saja. Tapi Tae Ho tak setuju, lagipula mereka tak punya bukti kalau In Soo lah penunjang hidup Ki Chul. Tapi fakta In Soo memberikan informasi ini secara diam-diam, jelas menunjukkan ada masalah diantara In Soo dan Songsan. Kalau begitu, mungkin ada cela dimana mereka bisa menaruh mata-mata.

Tapi Tae Ho memberitahu kalau In Soo sekarang sedang menemui Seung Jae secara pribadi hari ini. "Uang dan kekuasaan... hubungan itu tidak akan muda terputus."


Di kantornya Seung Jae, In Soo to the point meminta sokongan uang dari Seung Jae karena belakangan citranya mulai merosot, dia bisa kalah di pilkada nanti. Jangan khawatir, dia tidak akan memintanya secara gratis dan menawarkan data informasi perusahaan publik terkemuka di Seoul.

"Semua ini hanya akan sia-sia jika kau tidak terpilih."

"Bagaimana kalau tidak sia-sia? Apa kau bisa mencari pengembalian yang lebih baik untuk investasimu?"

Seung Jae akhirnya mengalah dan meminta In Soo untuk mengatur jadwal pertemuan, tapi dia memperingatkan sekali lagi kalau Songsan tidak bisa memberikan dana tanpa tanda terima selamanya.

"Karena itulah, kita perlu mencari ukiran kayu itu untuk mengisi peti simpananmu yang kosong." Ujar In Soo.

"Sekretaris Seo (Ki Chul) sudah buat kemajuan hari ini."


Anak buahnya Ki Chul cemas karena Do Ha sudah melihat wajah mereka. Ki Chul santai, begitu mereka mendapatkan barangnya, singkirkan Agen K dan wanita itu.


Seol Woo sudah menunggu di tempat rongsokan saat Sersan Choi datang. Dia menyambutnya dengan baik karena mengira Seol Woo adalah pelanggan. Tapi saat Seol Woo mengeluarkan detonatornya dan menanyakan orang yang membeli detonator itu, sikapnya langsung berubah dan pura-pura tak ingat.

Dia bahkan langsung memberi isyarat pada anak-anak buahnya dan seketika itu pula anak-anak buahnya langsung mengambil berbagai benda tajam. Tapi sebelum mereka sempat melakukan apapun, Seol Woo langsung memelintir Sersan Choi dan menodongkan senjata ke pelipisnya.

Sersan Choi masih ngotot tak mau menjawab, Seol Woo pun langsung menembakkan beberapa peluru peringatan. Anak-anak buah Sersan Choi kontan mundur. Seol Woo menghitung mundur 3-2-1... dan Sersan Choi pun akhirnya mengaku kalau dia menjualnya ke agen operasi tertutup yang bernama Sekretaris Seo


Un Gwang mengkonfrontasi CEO Ji perihal naskah filmnya, dari mana dia mendapatkan naskah ini sebenarnya. Dia mengenali beberapa dialog didalamnya adalah kata-kata yang pernah Mi Eun ucapkan kepadanya waktu mereka pertama kali kencan dulu. Kata-kata yang hanya diketahui oleh mereka berdua.

"CEO Ji, Yang memproduksi dan men-casting ku adalah Song Mi Eun, kan?"

"Benar"


Keesokan harinya, Mi Eun berusaha membujuk Seung Jae agar dia yang mengantarkan Jae Young ke sekolah. Tapi Seung Jae masih kesal pada Mi Eun, jadi dia sendiri lah yang akan mengantarkan Jae Yong.

Jae Yong mengira Ibunya sedang sakit jadi Ayahnya harus baik padanya, siapa tahu penyakit Ibunya semakin parah hingga harus dirawat di rumah sakit atau...hingga Ibunya harus meninggalkannya selama-lamanya.


Seol Woo termenung di tepi sungai teringat informasi Sersan Choi bahwa Sekretaris Seo adalah agen operas tertututp di Infanteri Baek. Tak ada seorangpun yang mengetahuinya selain pemimpin mereka, Anggota Kongres Baek In Soo.

Dong Hyun datang tak lama kemudian, Seol Woo melapor bahwa Baek In Soo adalah kuncinya. Mereka harus menangkapnya dan menemukan tempat persembunyiannya. Tapi Dong Hyun berkata kalau mereka tidak bisa melakukan apapun padanya saat ini.

Seol Woo tahu itu dan karena itulah dia bertemu Dong Hyun sekarang. Dia lalu mengeluarkan sebuah pena yang dilengkapi alat perekam dan merekam pernyataan pengunduran dirinya sebagai Agen BIN. Mulai sekarang, apapun yang dia lakukan, tidak ada hubungannya dengan BIN.


Dong Hyun heran melihat sikapnya, "Kenapa kau bertindak sejauh ini? Apa karena Cha Do Ha?"

Seol Woo tidak menjawabnya dan langsung pergi. Dia murung sepanjang jalan, teringat semua kenangannya bersama Do Ha dan perasaannya pada Do Ha. "Dugaanku tentang bencana itu ternyata benar."

Bersambung ke part 2

1 comments:

jiiiaaahhh....... ini drama, baru episode 7 sudah bikin dag dig dug........
TQ sinopnya yaaaaaa...
Daebakk dehhh....

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon