Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 7 - 2


Do Ha mencari ponselnya tapi malah diberitahu kalau mereka menyitanya, dia bahkan dilarang menelepon. Do Ha berkata kalau dia ingin menelepon BIN untuk mengkonformasi identitas mereka, tapi anak buahnya Ki Chul tegas mengingatkan kalau ini adalah misi rahasia.

Do Ha jelas mulai curiga. Begitu si anak buah pergi, Do Ha diam-diam memperhatikan CCTV di atasnya lalu bergerak ke bawah kamera agar dia tidak terlihat saat dia mengeluarkan jepit rambut.

Sekretaris Jang memberitahu bahwa yang mendanai filmnya Un Gwang adalah AB Funds. Seung Jae pun langsung menelepon CEO AB Funds dan minta bantuannya entah apa.

Un Gwang dan CEO Ji sedang dalam perjalanan menemui investor film mereka. CEO Ji heran karena seharian ini baik Do Ha maupun Kim Guard tidak ada yang bisa dihubungi. Un Gwang santai, sama sekali tidak mencurigai apapun dan mengira mereka sedang libur.

Tapi CEO Ji merasa ada yang aneh dengan kedua orang itu, sepertinya mereka pacaran. Un Gwang mengomelinya, fokus saja menyetir dan tidak usah mikir aneh-aneh, yang dipedulikan oleh Do Ha cuma dia seorang.


Mi Eun sudah menunggu saat Seung Jae tiba di restoran, tapi dia sengaja tidak membawa Jae Yong karena yang dia undang adalah orang yang Mi Eun sukai. Tamu mereka datang tak lama kemudian, CEO Ji dan Un Gwang. Suasana kontan berubah canggung.

Seung Jae dengan senyum liciknya memberitahu mereka kalau dia adalah investor baru di film mereka. CEO Ji ingin pergi, tapi Un Gwang tidak mau dan bersikeras mau mendengarkan apa yang mau dikatakan investor baru mereka ini.


In Soo baru tiba di parkiran kantornya saat Seol Woo muncul dan langsung menyerang kedua bodyguard-nya dengan mudah. In Soo santai berjalan pergi dari sana, tapi Seol Woo cepat menghentikannya dengan menembakkan peluru peringatan.

Seol Woo to the point menanyakan tempat persembunyian Ki Chul tapi In Soo malah santai menanyakan identitasnya, apakah dia Agen K? Tenang, jangan menembaknya. Dia pasti akan menjawab pertanyaannya.


Keempat orang itu duduk bersama membicarakan investasi filmnya. Seung Jae menawarkan investasi penuh dan dia hanya akan mengambil separuh keuntungan, anggap saja ini hadiah karena putranya adalah penggemar beratnya Un Gwang.

Tangan Mi Eun yang sedang mengiris steak, kontan membeku mendengarnya. Saat Un Gwang menyindir investasinya Seung Jae, Mi Eun pura-pura membalasnya dengan sinis. Un Gwang tidak terima sindirannya, sebaiknya dia tidak usah ikut campur.

"Kalian berdua cukup kasar juga. Apa karena kalian sudah lama saling mengenal?" sindir Seung Jae.


Tak ingin Seung Jae semakin mencurigainya, Mi Eun dengan dinginnya menasehati Eun Gwang untuk menahan amarahnya dan kesombongannya untuk orang-orang seperti Pi Eun Soo. Seharusnya dia bersikap sopan pada orang-orang yang mensponsorinya dan membantu meningkatkan pamornya.

Seung Jae tampak puas mendengarnya. Mi Eun bahkan mengklaim kalau dia sebenarnya tidak mau berinvestasi dalam film ini karena menurutnya takkan menguntungkan. Kesal, Un Gwang menyatakan menolak investasi mereka lalu pergi.

CEO Ji menggerutu kesal saat mereka keluar. Un Gwang yang sudah tidak mood makan, memutuskan pergi sendiri dan menyuruh CEO Ji naik taksi.


Seol Woo melapor ke Dong Hyun begitu mendapatkan informasi lokasi persembunyian Ki Chul dan dia sedang dalam perjalanan ke sana sekarang. Baiklah, Dong Hyun akan kirim pasukan khusus ke sana.


Do Ha diam-diam membuka kunci pintunya dengan jepit rambut. Dia melihat Ki Chul dan anak-anak buahnya sedang main kartu di meja terdekat. Tapi tetap saja dia nekat keluar dan saat itulah dia melihat fotonya, foto Seol Woo dan Un Gwang di papan.

Dia membeku di sana saking tercengangnya dan jelas saja dia langsung ketahuan Ki Chul. Dia berusaha melarikan diri, tapi anak-anak buah Ki Chul menangkapnya dengan mudah dan melemparkannya kembali kedalam. Tapi dia cepat memanfaatkan keadaan dengan mencuri ponsel salah satu anak buah Ki Chul.


Begitu pintu tertutup, dia bersembunyi di bawah kamera CCTV dan menelepon Un Gwang. Dia berbisik kalau dia diculik oleh orang-orang yang mengaku anggota BIN tapi dia merasa ada yang aneh dan meminta Un Gwang untuk menemui Seol Woo.

Dia ingin mengatakan sesuatu saat pintu tiba-tiba terbuka dan mereka langsung merebut ponselnya dan mengikatnya kembali. Dan tepat saat itu juga, Ki Chul mendapat telepon yang mengejutkannya. Bingung, Un Gwang pun mencoba menelepon Seol Woo tapi Seol Woo tidak mengangkatnya.


Saat tim SWAT menggerebek tempat persembunyian Ki Chul, tempat itu malah sudah kosong. Sepertinya ada kebocoran data. Ki Chul dalam perjalanan membawa Do Ha sambil menelepon Seol Woo dan memberitahunya kalau dia cuma punya waktu satu jam untuk membawa ukiran kayu dan cincin itu kepadanya. Jika dia terlambat atau macam-macam, maka Do Ha akan mati.


In Soo dan kedua bodyguard-nya terkurung di gudang. Karena mulutnya dibekap, dia berusaha merintih sekeras-kerasnya untuk menarik perhatian siapapun yang ada di luar. Seorang satpam akhirnya membuka pintu tak lama kemudian. Tapi dia tak mau langsung dilepas dan menyuruh Satpam untuk memotret mereka dulu sebagai bukti.


Tae Ho sedang bicara ditelepon dengan Dong Hyun saat dia didatangi orang-orang dari Divisi Internal Affair yang langsung menanyainya tentang Agen K karena mereka menerima kabar kalau Agen K menyerang dan mengancam pejabat pemerintahan. Mereka bahkan memperlihatkan foto In Soo dalam kondisi terikat.


Seol Woo kembali ke markasnya untuk mengambil ukiran kayu dan cincinnya. Dia menelepon Dong Hyun untuk melaporkan masalah itu. Dong Hyun pesimis kalau mereka akan melepaskan Do Ha biarpun Seol Woo menyerahkan kedua benda itu. Tapi Seol Woo tidak peduli, tak ada siapapun yang bisa dia percayai baik polisi, kejaksaan ataupun BIN.

"Tak ada negara yang akan menyelamatkan Cha Do Ha. Aku juga tidak bisa berhenti."


Kepala tim SWAT melapor ke Dong Hyun kalau mereka masih belum mengetahui dimana kebocoran datanya, tapi timnya akan kembali ke sana karena ini perintah komisaris polisi.


Sementara itu, Tae Ho sedang diinterogasi tentang K. Tapi dia terus menyangkal mengenal K dan menutup rahasia itu rapat-rapat.


Un Gwang tiba di sana saat itu dan langsung masuk karena melihat cela pintu terbuka. Setelah mengambil barang yang diperlukannya termasuk senjata, Seol Woo pun keluar saat tiba-tiba saja sebuah tangan menepuk bahunya.

Seol Woo refleks memelintir tangan itu dan menodongnya dengan pistol. Tapi begitu sadar dia Un Gwang, akhirnya dia melepaskannya. Un Gwang menuntut kenapa Seol Woo pakai pistol, apa Do Ha sungguh diculik. Seol Woo tentu saja heran, dari mana Un Gwang mengetahuinya.

"Siapa kau? Siapa kau sebenarnya?!" Tuntut Un Gwang.


Seol Woo membawa Un Gwang masuk kedalam markasnya dan membuka rahasianya, dia adalah agen rahasia BIN. Tapi dia tidak punya waktu sekarang, mereka harus mencari Do Ha. Kesal, Un Gwang langsung menonjoknya dan menuntut kemana agen lainnya. Ada warga diculik, seharusnya mereka meluncurkan satelit untuk menemukannya.

"Agen BIN itu... tak bisa dipercaya."

Un Gwang jelas langsung kesal mendengarnya. Tapi karena sudah tak ada waktu, akhirnya dia tidak mempermasalahkannya lebih lanjut dan berniat ikut. Seol Woo melarangnya ikut, tapi Un Gwang tetap memaksa ikut.

Seol Woo sendirian dan dia ini bukan warga sipil biasa, dia sersan dua dalam hal pengintainya dan menyandang delapan gelar kolektif dalam berbagai seni bela diri. Jadi dia akan ikut. Seol Woo mengalah, tapi Un Gwang harus menuruti perintahnya. Ki Chul menelepon lagi saat itu untuk memberitahukan lokasi pertukaran mereka.


Setibanya di lokasi, Ki Chul menelepon Seung Jae dan berterima kasih karena dialah yang memberi mereka informasi sehingga mereka bisa kabur tepat waktu. Dia meyakinkan kalau sebentar lagi dia akan mendapatkan ukiran kayu dan cincin itu.


In Soo bertemu dengan beberapa petinggi pemerintahan saat Seung Jae datang tak lama kemudian. Seung Jae memberitahunya kalau dia sudah mendapatkan laporan tentang Tae Ho. In Soo senang mendengarnya, akhirnya mereka bisa mengendalikannya sekarang.

Lalu tak lama kemudian, datanglah Kepala Tim SWAT yang tadinya melapor ke Dong Hyun. Hmm, berarti dia yang sebenarnya membocorkan informasi.


Begitu tiba di lokasi, Seol Woo dan Un Gwang mulai bersiap dan mengintai situasi dengan menggunakan robot lebah yang pastinya bisa masuk ke tempat penyekapan tanpa ketahuan. Un Gwang akan mengulur waktu selama mungkin dan menyuruh Seol Woo untuk menyelamatkan Do Ha walaupun dia harus mempertaruhkan nyawanya.

Un Gwang muncul di hadapan para anak buahnya Ki Chul tak lama kemudian dan menyerahkan cincin itu pada anak buahnya Ki Chul. Ukiran kayunya hanya akan dia serahkan setelah dia memastikan keadaan Do Ha terlebih dulu.


Ki Chul mulai kesal dan langsung menodongkan senjata ke kepala Do Ha. Tapi Seol Woo tiba-tiba menerobos masuk lewat jendela dan menembak. Suara tembakannya kontan membuat anak-anak buah Ki Chul di luar kaget dan berpaling. Un Gwang pun bergerak cepat melepaskan tembakan asap dan merebut cincin itu kembali.

Seol Woo dan Ki Chul saling baku hantam di dalam sementara Un Gwang menghajar anak-anak buah Ki Chul di luar. Seol Woo berhasil melepaskan magazen pistolnya Ki Chul, tapi Ki Chul berhasil melepaskan pistolnya Seol Woo dari tangannya. Mereka saling bergulat hingga Seol Woo akhirnya berhasil mengambil kembali pistolnya.


Secara bersamaan, mereka saling mengunci gerakan tangan masing-masing dalam posisi saling menodongkan pistol pada satu sama lain. Kontan mereka saling melepaskan tembakan tapi keduanya sama-sama menghindar tepat waktu.

Ki Chul ganti senjata pakai pisau dan Seol Woo melawannya dengan hanya gagang pistol. Tapi kemudian seorang anak buah Ki Chul menempelkan senjata ke leher Do Ha. Seol Woo langsung melumpuhkannya dengan mudah lalu menggeser kursinya Do Ha agar dia tidak melihat saat dia kembali melawan Ki Chul.


Un Gwang mulai kelelahan melawan orang sebanyak itu, tapi dia tidak menyerah. Ki Chul hampir saja menusukkan pisaunya ke Do Ha tapi Seol Woo menahannya sekuat tenaga. Perhatiannya terpecah saat anak buah Ki Chul lagi-lagi menyentuh Do Ha, dan Ki Chul memanfaatkan saat itu untuk menyayat perutnya Seol Woo.

Ki Chul terus menyerangnya, tapi Seol Woo akhirnya berhasil melepaskan pisau itu dari Ki Chul. Tapi Do Ha menggelengkan kepalanya, Seol Woo pun melepaskan Ki Chul. Setelah mengikat Ki Chul, Seol Woo melepaskan lakbannya Do Ha.


"Kau baik-baik saja?" 

Do Ha mengangguk tapi ia sontak cemas melihat darah di perut Seol Woo. Seol Woo mengentengkannya, ini bukan apa-apa kok. Dia hendak melepaskan ikatan Do Ha, tapi tepat saat itu juga, mereka mendengar suara teriakan Un Gwang di luar.

Seol Woo pun meminta Do Ha menunggunya di sini, dia berjanji akan segera kembali lalu bergegas keluar untuk membantu Un Gwang yang sudah mulai kewalahan.


Begitu Seol Woo melepaskannya dari cengkeraman orang-orang itu, Un Gwang mengembalikan cincinnya. Mereka lalu bekerja sama menghajar dan melumpuhkan sekawanan gangster itu. Tim SWAT muncul tak lama kemudian dan langsung menangkapi para gangster itu.


Un Gwang langsung pergi ke Do Ha, Do Ha pun langsung menangis dalam pelukannya. Seol Woo hanya menatapnya dari kejauhan sebelum kemudian menanyakan apa yang terjadi.

Dong Hyun mengaku kalau dia menghindari orang-orang Infanteri Baek dan memanggil Pasukan Khusus bandara. Seol Woo menyuruh Dong Hyun untuk mengawal Ki Chul baik-baik, mereka takkan tahu apa yang akan dilakukan Infanteri Baek.

Seol Woo dan Do Ha saling menatap sedih. Tapi Un Gwang langsung mengalihkan perhatian Do Ha kepadanya dan menanyakan kondisiny, bahkan menawarkan punggungnya untuk menggendong Do Ha.


"Tolong jaga Do Ha," pinta Seol Woo entah pada Dong Hyun atau pada Un Gwang.

Saat Do Ha kembali mengalihkan perhatiannya, Seol Woo sudah tak ada di sana. Do Ha mencoba mencarinya, tapi dia tidak kelihatan sama sekali.

Bersambung ke episode 8

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon