Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 9 - 1


Un Gwang dan Do Ha jelas shock mendengar jumlah yang Seol Woo inginkan. 5 juta dollar? Bukan 5 juta won? Seol Woo menegaskan, 5 juta dollar atau setara dengan 6 milyar won, ada masalah dengan dana yang seharusnya diberikan oleh BIN.

Apa Seol Woo bisa menyelamatkan Ayah Do Ha dengan uang itu? Seol Woo membenarkan situasi yang menimpa Dong Hyun dan Ayah Do Ha bisa diselesaikan jika misi ini sukses. Dia membutuhkan uang itu besok siang, tidak boleh terlambat barang semenitpun.


Un Gwang galau harus mengeluarkan uang sebanyak itu. Do Ha juga tak mau menyusahkan Un Gwang, lupakan saja lah, mereka tidak bisa mempercayai Seol Woo begitu saja dengan uang sebanyak itu.

Tapi Un Gwang malah menyela dan mantap menyetujuinya, "Kenapa aku mencari uang?... untuk situasi semacam ini." Ujarnya tegas.


Di rumah pun dia kedengaran tegas mengklaim kalau uang itu kecil untuk ukuran bintang Hollywood seperti dirinya, ini kan pinjaman untuk brother-nya... tapi sedetik kemudian dia berubah ketakutan, apa tidak akan apa-apa?

Do Ha tak enak, lebih baik jangan memaksakan diri. Pasti akan ada cara lain untuk menyelamatkan ayahnya. Lagipula Un Gwang bekerja sangat keras untuk mendapatkan uang sebanyak itu, tidak seharusnya Un Gwang menghamburkannya untuk situasi seperti ini.

"Aku bisa menggunakannya untuk 'situasi seperti ini', ini kan tentangmu. Ini soal keluarga kita, uang bukan masalah. Lagipula ini demi negara, demi kebaikan kebaikan. Jadi kau jangan merasa tak enak."

Do Ha terharu mendengarnya, "Maafkan aku. Dan, terima kasih."


Tidak perlu berkata seperti itu, lagipula Un Gwang yakin kalau Seol Woo tidak menipunya, dia kan agen BIN. Tapi tetap saja Do Ha tak mau mereka meminjamkan uang sebanyak itu begitu saja, mereka harus mendapatkan jaminan.

Maka Do Ha pun pergi menemui Seol Woo untuk menyampaikan persetujuan Un Gwang. Tapi dia punya syarat, mereka butuh jaminan. Mengeluarkan surat pernyataan jaminannya yang ditulis tangan, Do Ha berkata kalau jaminannya adalah tubuh Seol Woo, dia harus kembali jadi Kim Guard dan melindungi Un Gwang. (Hmm... kayaknya modus nih Do Ha)

"Jika kau menghilang lagi, aku akan menyebarkan cerita tentangmu dan BIN lengkap dengan fotomu di mana-mana."

Selain itu, Seol Woo juga harus melaporkan segala sesuatu tentang misi yang akan dilakoninya nanti. Inilah syarat mereka untuk meminjamkan uang 5 juta dollar itu.


Song Yi prihatin dengan masalah yang menimpa Ayah. Bagaimanapun, Ayah Do Ha sebenarnya orang yang lemah dan perhatian. Polisi pasti salah, ia pasti akan dibebaskan kalau segalanya sudah diluruskan, kan?

"Tidak semudah itu, Seol Woo bilang ini serius."

Song Yi kaget, Seol Woo sudah balik. Do Ha baru sadar kalau dia keceplosan, iya Seol Woo kembali kerja. Demi Do Ha? Bukan, demi ayahnya. Kalau demi Ayah Do Ha, berarti demi Do Ha juga dong. Tidak, bukan begitu, ini memang kerjaannya Seol Woo. Ah, pokoknya rumit lah.

"Apa kau akan baik-baik saja bekerja bersamanya lagi? Perasaanku tidak enak, tidak baik kau bertemu dengannya lagi. Dia itu tipe cowok jahat," cemas Song Yi.

"Tidak. Dia hanya orang jahat, orang berbahaya. Aku sungguh hanya akan bekerja."


Seol Woo sedang memikirkan misinya saat perhatiannya teralih ke surat kontrak Do Ha itu. Senyumnya mengembang seketika kala teringat semua syarat yang Do Ha ajukan.


Tae Ho gelisah memikirkan ancaman Seung Jae. Sharon heran, apa yang sedang dia pikirkan. Tae Ha hanya menjawab ambigu bahwa keadaan jadi makin rumit. Sharon mengeluh, informasi rahasia yang tidak bisa dia katakan lagi?

"Bukan begitu. Sharon-ssi, uang atau kehormatan. Menurutmu mana yang lebih penting?"

Tentu saja uang, uang bisa membeli kehormatan. Tapi... sejak bertemu Tae Ho dia mulai berubah pikiran. Dia menyadari bahwa pria terhormat yang tidak mudah disuap itu... seksi.


Seung Jae memberitahu istrinya kalau dia sudah bertemu dengan Tae Ho. Mi Eun santai, Seung Jae katakan saja padanya kalau dia membutuhkan sesuatu, mereka bisa dengan mudah memanfaatkan Tae Ho untuk apa saja.

"Tapi ini bisa berbahaya untuk temanmu, Sharon."

"Keluarga lebih utama daripada teman."

Jae Yong menghampiri mereka dan memberitahu ayahnya kalau dia mau main dengan Ibunya hari ini, senang karena mengira Ibunya sudah tidak sakit lagi. Dia bahkan langsung menggenggam tangan Mi Eun dan memintanya untuk tidak sakit lagi.

Mi Eun memeluk sayang putra kecil dan berjanji takkan sakit lagi, ibu akan selalu ada di sisi Jae Yong mulai sekarang. Seung Jae tersenyum puas mendengar janji Mi Eun itu.



CEO Ji galau menatap Un Gwang yang masih tidur. Akhir minggu ini, mereka harus menggaji para aktor dan staf film baru mereka untuk mulai persiapan syuting. Un Gwang tanya berapa. CEO Ji santai berkata tidak banyak, cuma 1 milyar won.

Un Gwang kontan bangkit dari tidurnya sambil ngamuk-ngamuk. Yah, bagaimana tidak, kemarin dia diminta 5 juta dollar dan sekarang 1 milyar won, memangnya itu duit dikit apa? CEO Ji kesal sendiri mendengarnya, Un Gwang sendiri kan yang ngotot mau berinvestasi.


Un Gwang langsung lemas. Iya, dia menjanjikan semua itu. 1 milyar won... dan 5 juta dollar. CEO Ji penasaran, untuk apa 5 juta dollar? Un Gwang langsung menjewer kupingnya sambil mewek, "Seandainya saja ini cuma mimpi!... 5 juta dollar!"


Seol Woo datang dan mengagetkan semua staf. Apa dia kerja lagi? Apa dia sudah berdamai dengan un Gwang? Seol Woo bingung apa maksudnya. Tapi kenapa Seol Woo datang hari ini, Un Gwang kan sedang tidak ada jadwal.

Un Gwang dan CEO Ji keluar saat itu. Un Gwang sudah senang mengira Seol Woo karena keberatan dengan syarat yang diajukan Do Ha. Tapi Seol Woo malah bilang kalau dia setuju, ayo pergi sekarang. Un Gwang langsung lemas, ayo pergi.

Dia pun pamit pada para stafnya untuk pergi ke bank bersama Kim Guard dan ngotot mau pergi berdua saja. CEO Ji sampai heran, untuk apa tiba-tiba dia ke bank. Manager Yang menduga kalau Kim Guard pasti memeras uangnya Un Gwang.


Setibanya di bank yang teller adalah Song Joong Ki, Un Gwang terang-terangan menyinggung masalah Agen BIN yang tidak biasanya pinjam uang dari kenalan. Dan jelas saja pembicaraan mereka didengar Teller Bank walaupun dia tidak ikut campur.


Dia berusaha membuat Seol Woo membatalkan peminjamannya ini karena mereka kan cukup dekat seperti saudara, tapi Seol Woo langsung menggenggam tangan Un Gwang dan meremasnya. Menatap Un Gwang dengan mata sendu dan penuh kesungguhan, dia berjanji kalau dia akan menepati janjinya dan mengembalikan uangnya... hyungnim.


Teller Bank menyela mereka untuk memberitahukan nilai tukar uang itu setara dengan 6 milyar won. Un Gwang masih belum rela, apa harus pas 5 juta dollar? Film yang mereka produksi membutuhkan uang sekitar 1 milyar won. Jadi...

Teller Bank menyela lagi. Un Gwang sudah senang mengira transfernya ada masalah dan gagal. Tapi Teller Bank malah bilang kalau saldonya Un Gwang sekitar 7 milyar won, minus penarikan jadi sekarang saldonya sisa 1 milyar won.


Un Gwang ketawa garing, ternyata sisa uangnya masih cukup, ternyata dia pria yang tidak kekurangan apapun. Petugas Bank berkata kalau dia akan memproses transferannya jadi silahkan dimasukkan PIN-nya. Jari Un Gwang melayang ragu untuk menekan tombolnya. Sebentar, dia punya satu syarat.


Do Ha mengunjungi ayahnya di penjara. Ayah berusaha meyakinkan Do Ha kalau dia sungguh bukan pelakunya. Ayah mengenal korban karena Ayah bekerja mengantarkan karya seni korban yang biasanya nilainya sangat mahal. Do Ha jadi semakin curiga, mengira Ayahnya membunuh demi uang.

"Tidak seperti itu! Ayah tidak membunuh orang untuk mendapatkan uang. Tolong percayalah Ayah kali ini. Ayah sungguh tidak melakukannya. Ini sangat tidak adil."

Ayah yakin ada konspirasi di sini karena mereka bahkan merekayasa bukti. Apa Do Ha tahu Baek In Soo yang mencalonkan diri jadi walikota Seol? Dia mungkin bisa membantu. Do Ha berjanji akan mencari cara.

Ayah jadi tak enak pada Do Ha. Lalu bagaimana dengan Seol Woo? Do Ha mengaku hubungan mereka sudah berakhir. Ayah benar-benar merasa bersalah, mengira mereka putus karena dirinya.

"Sudahlah. Salah ayah sendiri sampai ayah masuk kemari, jadi bertobatlah selama di sini. Kumohon."


Seung Jae dan In Soo sama-sama menonton berita kaburnya Ki Chul. Seung Jae kesal, cemas kalau Ki Chul akan bikin ulah lagi. In Soo mengaku kalau Ki Chul meneleponnya dan minta diberi satu kesempatan terakhir.

Ki Chul berjanji akan memabwakan mereka ukiran kayunya dan melenyapkan Agen Ghost K. Berharap saja dia membawakan hasil yang dia janjikan, setelah itu mereka bisa menyingkirkannya. Mereka sudah tidak bisa memakai seseorang yang wajahnya sudah masuk TV sebagai agen operasi tertutup.


Setelah dari bank, Un Gwang dan Seol Woo makan siang di resto. Un Gwang sudah tidak mempermasalahkan uangnya lagi, malah mengoceh bangga kalau uang memang harus dihabiskan untuk negara dan keluarga, sementara Seol Woo mengonfirmasi uang itu sudah terkirim ke Black Auction.

Un Gwang senang, tapi Seol Woo jangan lupa dengan janjinya. Seol Woo cemas, apa Un Gwang harus menemuinya (Mi Eun)?

Flashback,


Malam itu saat Un Gwang menanyakan tentang hubungan Mi Eun dengan BIN dan misi ini, Seol Woo memberitahu Un Gwang bahwa kedua kecelakaan yang dialaminya waktu syuting dulu, kemungkinan didalangi oleh Seung Jae. Mungkin karena Mi Eun yang sepertinya masih berharap pada Un Gwang.

Dia memperingatkan kalau Seung Jae itu orang berbahaya yang akan melakukan apapun dan menyingkirkan siapapun yang menghalanginya. Karena itulah dia menyarankan Un Gwang untuk tidak lagi bertemu ataupun berhubungan dengannya, demi keselamatan mereka berdua.

Flashback end.


Un Gwang bersikeras mau bertemu Mi Eun karena ada yang harus dia pastikan dan menyuruh Seol Woo untuk mengatur pertemuan mereka secara diam-diam biar tidak ketahuan Seung Jae. Saat Seol Woo terdiam ragu, Un Gwang langsung protes, dia sudah berjanji di bank tadi. Dia tidak boleh berubah pikiran setelah mendapatkan uangnya.

"Aku akan menepati janjiku," ujar Seol Woo.


Do Ha datang saat itu. Tapi Seol Woo bahkan tidak meliriknya saking fokusnya pada tabletnya. Do Ha masih tak enak pada Un Gwang. Un Gwang tak suka mendengar permintaan maaf Do Ha dan menawarkan paha ayamnya untuk Do Ha.

Tepat saat itu juga, Seol Woo berhasil melacak keberadaan Mi Eun. Jadilah Un Gwang batal menyuapkan ayamnya ke Do Ha. Seol Woo memberitahu kalau mereka membutuhkan rencana sederhana.


Mi Eun menemani anaknya main ke museum robot dengan ditemani seorang bodyguard yang menguntit mereka kemana-mana. Sementara itu di parkiran, Un Gwang meletakkan sebuah alat dibawah mobilnya Mi Eun dan sontak membuat alarm mobil itu berbunyi nyaring dan mengganggu orang-orang.

Gara-gara itu, pihak penyiar langsung meminta pemilik mobilnya Mi Eun untuk datang ke parkiran. Bodyguard-nya Mi Eun pun terpaksa harus meninggalkan mereka untuk mengurus mobil.

Seol Woo pura-pura tak sengaja menabraknya di tengah jalan untuk mencuri kunci mobilnya lalu menyerahkannya secara diam-diam pada Do Ha. Setelah itu, dia menghampiri Mi Eun. 


Sementara si bodyguard kebingungan mencari kunci mobilnya, Mi Eun bertemu dengan Un Gwang di tempat sepi. Un Gwang mengaku ada yang perlu dia pastikan menyangkut masa lalu mereka. Alasan kenapa Mi Eun meninggalkannya.


Seol Woo mengawasi anak Mi Eun saat Do Ha datang setelah menyerahkan kunci mobil itu ke tempat barang temuan. Do Ha tak mengerti, kenapa juga Un Gwang ingin menemui seseorang yang telah meninggalkannya.

"Malah kelihatan bodoh kalau masih berharap," ujar Do Ha sambil melirik Seol Woo.

Seol Woo setuju, itu memang tidak penting dan mungkin berbahaya. Do Ha penasaran, apa ada rencana lain dibalik rencana pertemuan Un Gwang dan Mi Eun ini.


Un Gwang bertanya-tanya, Mi Eun meninggalkannya karena ada hubungannya dengan kecelakaan itu, bukan? Mi Eun menyangkal dan beralasan kalau dia meninggalkan Un Gwang hanya karena dia lebih memilih uang daripada cinta.

Un Gwang tak percaya dan meminta Mi Eun untuk menatapnya, "Kau berbohong."


Do Ha yakin kalau Un Gwang butuh waktu lebih lama untuk bicara dengan Mi Eun. Tapi Seol Woo menegaskan kalau mereka akan lanjut sesuai rencana, cuma 5 menit. Tapi Do Ha rasa, 5 menit itu terlalu singkat untuk mengatakan semua yang terpendam di hati.

"Waktu tidak ada artinya."

"Kenapa tidak berarti saat dia mencoba mendapat kejelasan?"

"Karena membicarakannya tidak akan mengubah apapun."

Do Ha kecewa, jadi karena itu Seol Woo pergi tanpa mengatakan apapun. Seol Woo beralasan kalau itu adalah pilihan terbaik, demi keselamatan mereka berdua. Dia langsung pergi untuk menjemput Un Gwang.


Un Gwang berkata kalau dia akan menyelesaikan filmnya tak peduli apapun yang dilakukan Seung Jae, dia tidak akan pernah mundur lagi. Mi Eun dingin memberinya saran untuk yang terakhir kalinya, jangan menentang suaminya dan jangan pernah mendatanginya lagi.


Seung Jae bertemu seorang pengusaha Jepang - Ketua Yamato dan memintanya untuk membeli salah satu anak perusahaan Songsan yaitu Songsan Marine Transport. Tapi sebagai gantinya, dia ingin Ketua Yamato membeli sebuah ukiran kayu yang akan dilelang di Black Auction besok.


Seol Woo bertemu Tae Ho di toko buku. Tae Ho memberitahunya kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan sepertinya orang-orang itu berencana mencari cara untuk memberhentikan Dong Hyun.

Dan sepertinya akan susah melepaskan Ayah Do Ha karena bukti palsu itu tanpa cacat, jadi dia akan tetap dihukum atas pembunuhan.

Seol Woo memberitahu kalau misi Black Auction akan tetap dilaksanakan sesuai rencana. Tae Ho tentu saja kaget, apa Seol Woo sudah mendapatkan uang 5 juta dollar itu? Bagaimana dia bisa mendapatkannya tanpa bantuan.

Dia cemas bagaimana Seol Woo akan mendapatkan ukiran kayu itu mengingat agen BIN akan ada dimana-mana sambil membawa fotonya Seol Woo. Dia tidak akan bisa bertahan. Tapi saat dia menoleh, Seol Woo malah sudah menghilang tanpa suara seperti hantu.


Agen BIN datang menyerahkan peralatan dan tanda pengenal palsu yang dibutuhkan Ki Chul. Dia juga menyampaikan pesan kalau Ki Chul harus berhasil.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon