Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 9 - 2


Seol Woo, Un Gwang dan Do Ha berkumpul mendiskusikan misi besok. Un Gwang akan memakai alasan sebagai pemegang saham perusahaan agensinya untuk menghadiri acara forum investasi itu. Tapi Do Ha penasaran, apa Seol Woo tahu Baek In Soo.

"Salah satu orang yang menjebak ayahmu adalah orang itu," ujar Seol Woo.

In Soo adalah orang yang mendapat bantuan dari Songsan sejak Seung Jae memimpin Songsan. Mereka menghasilkan uang dengan cara curang dan mengeluarkan otoritas yang tidak pantas dengan uang itu. Walaupun kedua orang itu tampak berbeda, tapi sebenarnya mereka punya niat yang sama.


"Jadi mereka penjahat nomor 1 dan nomor 2 dan tugas kita adalah mengalahkan mereka?" tanya Un Gwang,

"Singkat kata, iya."

"Oke, sudah saatnya Dark Death beraksi. Kita harus memastikan misi besok sukses."

Tapi apa yang akan Seol Woo lakukan tanpa mereka besok. Acara lelangnya bisa berjalan sendiri, tapi Seol Woo butuh bantuan dalam rencananya.


Keesokan harinya, para taipan satu per satu mulai berdatangan ke lokasi acara dan para agen berkeliaran mengecek dan mencari-cari keberadaan Seol Woo. Bahkan ada seorang agen yang mengawasi dari ruang kontrol CCTV.

Un Gwang datang tak lama kemudian dan langsung dikerumuni para wartawan. Do Ha menjauhkan diri dari mereka untuk melapor ke Seol Woo yang mengawasi segalanya dari dalam mobil.


Berusaha jadi mata-mata yang baik, Do Ha mengedarkan pandangannya untuk mengecek berapa banyak agen BIN yang mengawasi tempat ini. Seol Woo memberitahunya kalau dia melihat segalanya dari monitor jadi Do Ha tidak perlu melapor.

Tiba-tiba dia kontak mata dengan salah satu agen. Panik, Do Ha sontak mengalihkan pandangannya dengan cemas, takut ketahuan, sepertinya si agen curiga padanya.


Seol Woo santai menenangkannya dan menyuruh Do Ha menuruti apa katanya. Tegakkan tubuh dan angkat kepalanya dan berbaliklah ke arah jam 7. Do Ha berbalik dan terpana menatap bayangan dirinya sendiri di cermin.

"Apa yang kau lihat? Jika pria terus menatapmu, abaikan saja. Lebih kentara mencurigakan kalau kau bicara denganku, jadi jangan bicara."


Ketua Yamato bertemu Tuan Lung dan kekasihnya yang cantik, Nona Wang. Saat Tuan Lung menjauh, Nona Wang bertanya penasaran, Ketua Yamato hari ini tampak senang sekali. Ketua Yamato dengan senang hati memberitahunya kalau kemarin dia bertemu dengan Seung Jae. Nona Wang tampak cemas memikirkan sesuatu.


In Soo cemas memikirkan Songsan Marine Transport. Jika sampai dibeli Ketua Yamato, maka industri transportasi laut Korea akan kalah dari Jepang. Seung Jae tidak peduli, dia rela mengambil resiko jangka pendek demi mendapatkan ukiran kayu itu.

In Soo setuju, mereka memang harus melihat gambaran besarnya. Songsan harus kuat agar negara bisa untung.

Seung Jae langsung sinis menyindirnya, kalau saja In Soo melakukan tugasnya dengan benar sejak awal maka perekonomian negara pasti akan membaik, menangani Robert Yoon saja dia tidak becus sampai membuat Sung Jae harus mengeluarkan lebih banyak uang.

"Kan sudah kutemukan kambing hitam dan membereskannya, jadi jangan khawatir." Ujar In Soo. Dia meyakinkan kalau kali ini akan berjalan lancar.


Ki Chul masuk ke ruang mesin dengan menyamar menjadi teknisi dan memasang sebuah alat di box panel listrik yang menghubungkannya ke semua kamera CCTV.


Sementara itu, Do Ha masuk ke parkiran. Tapi langkahnya tiba-tiba membeku di tengah jalan karena melihat salah satu agen yang menculiknya waktu itu.

Dia sontak gugup sampai tak berani bergerak. Seolah menyadari dirinya sedang dilihat, si agen itu menoleh... tepat saat Do Ha ditarik seseorang bersembunyi di belakang tembok. Seol Woo lah yang menyelamatkannya dan mereka terus diam sampai si agen itu sudah lewat.


Seol Woo menasehati Do Ha untuk bersikap wajar saja, dengan begitu mereka tidak akan menyentuhnya. Tapi tetap saja Do Ha sangat gugup.

"Jangan gugup, aku selalu mengawasimu."

Do Ha tersentuh mendengarnya. Tapi Un Gwang memanggilnya saat itu untuk balik karena acara lelang mau mulai.


Acara dimulai setelah pidato selesai, Un Gwang langsung jelalatan melihat barang pertama yang dilelang sampai berniat mau membelinya. Tapi Seol Woo berkata kalau barang itu adalah barang curian yang dicari-cari interpol, jadi tidak akan bisa dia jual. Dia mengingatkan Un Gwang bahwa BIN akan menggantikan uang yang dia gunakan hanya untuk misi ukiran kayunya.


Tae Ho mengunjungi Dong Hyun yang masih dikurung di ruang interogasi. Tae Ho cemas karena Seol Woo harus bertugas sendirian. Dong Hyun yakin Seol Woo akan baik-baik saja, jangan cemas.

"Maaf, aku sungguh tak tahu bagaimana harus menghadapimu."

"Kau kenapa? Tidak seperti biasanya. Ini jauh lebih buruk daripada misi Jakarta."

"Bertahanlah sebentar lagi. Kau pasti bebas setelah dia kembali."


Secara bersamaan, Seol Woo dan Ki Chul sama-sama mengawasi acara lelang itu dari tempat masing-masing. Ukiran kayu itu akhirnya mulai dilelang, Un Gwang langsung antusias sampai-sampai tidak fokus, malah bercanda sendiri dengan Do Ha.

Un Gwang mulai menawar dengan menaikkan harga awal sedikit, berharap dia bisa mendapatkan ukiran kayu itu dengan harga murah. Tapi Ketua Yamamoto berani menawar lebih tinggi. Un Gwang terus berusaha menaikkan harganya, tapi dia pelit banget dan jelas kalah dari Ketua Yamamoto yang nekat menaikkan harganya sampai 4 juta dollar.


Do Ha dan Un Gwang kontan cemas, uang mereka cuma tinggal 1 juta dollar. Mereka bisa kalah kalau begini. Terpaksa, Seol Woo memutuskan untuk pakai plan B.

Flashback,


Setelah mengetahui informasi dari Ketua Yamato tadi, Nona Wang menemui Seol Woo dan menawarkan informasi itu. Tapi sebagai gantinya, dia ingin asmara dengan Seol Woo. Seol Woo menyetujuinya dengan mudah, tapi hanya sekedar bisnis.

Flashback end.


Seol Woo pun menyuruh Do Ha untuk mendekat ke mejanya Ketua Yamamoto yang duduk tak jauh dari mereka. Do Ha pun berdiri canggung di dekat meja Ketua Yamato dengan membawa sebuah alat kecil yang tadi diberikan Seol Woo, alat yang bisa mematikan semua barang elektronik dalam radius satu meter begitu alat ini dinyalakan.


Tapi tentu saja posisinya itu menganggu jalannya acara. Parahnya, dia terpaksa harus berdiri lebih lama gara-gara Un Gwang yang terlalu ragu-ragu memencet angka 5 juta dollar.

Dua orang sekuriti langsung mendekatinya saat itu. Terpaksa Do Ha harus mengulur waktu dengan alasan mau tanya sesuatu sambil berbisik geram menyuruh Un Gwang untuk melakukannya sekarang.

Pihak panitia melarang Do Ha bertanya-tanya sekarang. Do Ha ngotot mau tanya sekarang juga. Untunglah, Un Gwang akhirnya memantapkan diri untuk memasukkan tawarannya dan Do Ha pun langsung menyalakan alatnya, seketika itu pula tabletnya Ketua Yamato mati.


Seol Woo menyuruhnya untuk menunggu 10 detik sampai waktu penawaran ditutup, tapi sekuriti sudah menarik Do Ha. Terpaksa Do Ha harus membuat keributan dengan pegangan ke meja sambil terus ngotot mau tanya sekarang.


Waktu penawaran akhirnya ditutup, Un Gwang sukses mendapatkan ukiran kayunya dan dia langsung meraung lebai, "5 JUTA DOLLAR KU~~~"


Setelah itu, Do Ha membawa cincinnya ke meja respsionis. Setelah memeriksa keaslian cincin itu, resepsionis pun memberi Do Ha kunci kamar tempat ukiran kayunya berada. Tapi saat pintu liftnya hendak menutup, dia ketahuan si agen BIN yang mencurigai tingkah anehnya.


Seol Woo meyakinkan Do Ha untuk tidak cemas, dia akan mengikutinya. Secara bersamaan, Seol Woo, pasukan agen BIN dan Ki Chul naik bersama-sama mengejar Do Ha ke lantai 33. Di tengah tangga, Seol Woo bertemu beberapa agen BIN. Mereka langsung menyerangnya, tapi Seol Woo melumpuhkan mereka dengan mudah.


Do Ha masuk ke kamar itu. Tapi tepat sebelum pintunya menutup, tangan seseorang berhasil mencegahnya tepat waktu. Ki Chul lah yang ternyata berhasil menyusulnya duluan.


Sementara Seol Woo masih di lift, para agen BIN sudah tiba duluan. Mereka menuju kamar Do Ha tepat saat Ki Chul baru keluar dengan menenteng sebuh koper. Karena merka tidak diperbolehkan menembak Ki Chul di sana, si agen BIN langsung menuntut Ki Chul untuk menyerahkan koper itu padanya.

Ki Chul langsung bergerak mundur. Tepat saat itu juga, Seol Woo datang dan langsung menghajar para agen BIN itu. Ki Chul langsung melarikan diri ke tangga darurat dan Seol Woo mengikutinya.

Si pengawas CCTV melihat mereka. Tapi sayangnya, mereka tidak bisa melihat lebih jauh karena tak ada CCTV di tangga. Dia langsung memerintahkan semua agen ke tangga.


Setibanya di tangga, Seol Woo malah mendapati Ki Chul sudah menunggunya di sana. Mereka saling berpandangan dalam diam... lalu Ki Chul menyerahkan kopernya pada Seol Woo. Seol Woo menerimanya dan langsung melarikan diri dari sana. Ki Chul menyusul di belakangnya.

Flashback,


Saat Seol Woo mendatangi Ki Chul di ruang interogasi waktu itu, Ki Chul menawarkan bukti pembunuhan Robert Yoon. Tapi sebagai gantinya, dia menginginkan kematian seseorang. 

Sekarang setelah data diri dan fotonya ada di tangan kejaksaan, karirnya sebagai agen operasi tertutup pun berakhir. Yang artinya dia akan dikeluarkan dan dibunuh. Seol Woo langsung mengerti kematian siapa yang Ki Chul inginkan.

Flashback end.


Seol Woo akhirnya tiba diluar lalu disusul Ki Chul. Do Ha juga baru keluar dari kamar hotel dengan membawa sebuah USB.

Dalam flashback, Ki Chul memberikan USB itu pada Do Ha. Dia memberitahu bahwa USB itu berisi bukti untuk membersihkan nama Ayah Do Ha. Do Ha menerimanya walaupun dia menegaskan bahwa ini bukan berarti dia memaafkan Ki Chul sebelum kemudian dia menyerahkan koper itu.


Do Ha berjalan pergi sambil memberitahu Un Gwang kalau dia sudah mendapatkan USB-nya. Un Gwang pun langsung keluar dari tempat lelang dan mereka sepakat ketemu di lobi.


Kedua agen itu saling berpandangan dalam diam sebelum kemudian Seol Woo pergi membawa koper itu dengan sepeda motornya sementara Ki Chul masuk ke mobilnya. Dia hanya diam memperhatikan Seol Woo dan setelah Seol Woo sudah cukup jauh, Mobil itu pun meledak.


Un Gwang dan Do Ha berjalan keluar dari hotel. Pada saat yang bersamaan, In Soo diberitahu kalau Ki Chul dibunuh oleh Agen K dan Seung Jae diberitahu kalau Ketua Yamato gagal mendapatkan ukiran kayunya. Seung Jae langsung membanting gelas wine-nya dengan penuh amarah. Sementara Seol Woo melihat ledakan itu dari kejauhan.

Bersambung ke episode 9

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon