Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis My Sassy Girl Episode 2 - 1


Di toko peminjaman buku, dua orang wanita menanyakan buku 'Lover from a Star' dan 'Secret of Sungkyunkwan'. Pemilik toko bilang kalau kedua buku sudah dipinjam. Dia langsung ngegombal tentang cantiknya tangan mereka, tapi kemudian dia melihat Gyun Woo datang dan langsung bergegas menyambutnya. Dia lalu membawa Gyun Woo masuk ke sebuah ruang rahasia.

Dua orang temannya, Bang Se Ho dan Maeng Gwang Soo ada didalam sedang berakting er*tis. Se Ho bahkan hampir saja mencium Gwang Soo, tapi Gyun Woo langsung menimpuk kepala mereka dengan gulungan kertas. Sedang apa mereka? Ini kerja sama rahasia mereka, ujar Gwang Soo.

Yang dimaksudnya adalah lukisan-lukisan er*tis yang memenuhi hampir seluruh dinding ruangan itu. Se Ho tidak terima dengan timpukan Gyun Woo tadi, apa dia pikir mereka penyuka sesama jenis? Dia sangat menyukai wanita, tahu! Gyun Woo berkata kalau dia butuh bantuan mereka.


Beberapa saat kemudian, pemilik toko buku selesai menggambar lukisan wanita mabuk yang Gyun Woo temui semalam. Teman-teman Gyun Woo penasaran dengan wanita itu, cantik juga, apa dia pacar barunya Gyun Woo?

"Dia bukan pacarku. Dia musuhku."

Se Ho yakin kalau musuh bisa berubah jadi teman, lalu teman berubah jadi pacar, begitulah hidup. Kalau Gyun Woo sudah menemukan musuhnya ini, kasih tahu dia, yah? Dimana lagi dia bisa menemukan musuh secantik ini?


Gyun Woo pun mulai keliling pasar, menanyai setiap pedagang dan pejalan kaki yang lewat. Tapi tak ada seorangpun yang pernah melihat wanita dalam lukisan itu.


Di sebuah toko aksesoris, Jung Da Yun sedang mencobai berbagai aksesoris rambut dengan ditemani pelayannya, Mal Geum. Dalam perjalanan balik, tak sengaja dia bertubrukan dengan Gyun Woo. Da Yun langsung mengenalinya, Gyun Woo lupa dan baru ingat saat Da Yun memperkenalkan dirinya.


Mereka lalu pergi ke kedai teh. Gyun Woo merendah saat Da Yun membahas masalah pembelajarannya di Yanjing. Da Yun yakin sekarang setelah pria lajang terbaik di Joseon (Gyun Woo) sudah kembali kembali, para mak comblang pasti akan kewalahan.

Gyun Woo mengklaim kalau dia belum siap menikah. Dia harus bekerja keras dulu untuk menciptakan kedamaian di Joseon. Tapi bagaimanapun, dia tidak boleh terlalu yakin. Jika dia bertemu dengan seorang wanita yang menggerakkan hatinya maka dia rela memupus impiannya demi hidup bersama wanita itu.

Da Yun langsung malu-malu mendengarnya. "Aku penasaran, kira-kira siapa wanita yang beruntung itu."


Saat itu juga, Puteri Hye Myung masuk kedai untuk mencari Gyun Woo. Kedua orang itu langsung saling sinis. Gyun Woo tak menyangka ternyata dia bakalan datang sendiri.

"Kenapa? Kau mau melakukan perbuatan mes*m lagi?" teriak Hye Myung.

Semua orang kontan kaget menatap mereka dan menggosipkan Gyun Woo. Gyun Woo jelas tidak terima, Hye Myung sendiri yang salah, dia malah menyelamatkan Hye Myung saat dia mabuk berat. Hye Myung menuduhnya berbohong, jelas-jelas saat dia mabuk, Gyun Woo membawanya ke motel dan memperkosanya.

Da Yun berusaha menyuruh Hye Myung memelankan suaranya. Tapi Hye Myung langsung membentaknya untuk diam saja. Malam itu, Gyun Woo sudah mengambil sesuatu darinya yang sangat berharga lebih daripada nyawanya sendiri. Semua orang kontan kasak-kusuk makin heboh mencaci Gyun Woo.


Tak tahan lagi menghadapi tatapan menuduh semua orang di sana, Gyun Woo langsung menyeret Hye Myung menjauh dari sana dan langsung menuduh Hye Myung sengaja mempermalukannya di depan umum untuk memeras uangnya.

Kalau itu niat Hye Myung, dia sudah salah sasaran. Dia bukan tipe orang yang akan termakan ancaman. Dia semakin yakin saat Hye Myung mengulurkan tangan dan menuntut Gyun Woo untuk memberikannya.

"Jangan bercanda dan berikan cincin giokku!"

Cincin giok? Ah, Gyun Woo baru ingat dengan cincin giok yang dia temukan di jembatan kemarin. Jadi dia membuat keributan hanya karena cincin itu? Gyun Woo menuntutnya untuk minta maaf lebih dulu. Hye Myung menolak, kenapa juga dia harus meminta maaf pada pencuri?


Gyun Woo tak percaya mendengarnya. Tadi dia dituduh pemerkosa dan sekarang dia malah dituduh pencuri. Baiklah, akan dia kembalikan cincin itu. Dia meraih kedalam kantong lengan bajunya. Tapi malah tak mendapati ada apapun didalamnya. Dia mencoba meraba seluruh tubuhnya, tapi tetap saja dia tak menemukannya.

Hye Myung langsung kesal dan mengancam akan menulis 'pemerkosa' di muka Gyun Woo dan mengasingkannya kalau dia sampai tidak menemukan cincinnya. Gyun Woo sontak ketakutan, membayangkan Raja mendengarnya pemerkosa dan menghukumnya.


Gyun Woo langsung bergidik, mengusir bayangan mengerikan itu. Gyun Woo usul, sebaiknya mereka anggap impas saja karena dia juga harus mengambil sesuatu dari Hye Myung. Apa?

"Kehormatan dan harga diriku... yang telah rusak." Geram Gyun Woo.

Dengan cepat dia kembali tersenyum dan hendak pergi. Tapi Hye Myung menghentikannya dan langsung menyeretnya ke motel.


Pemilik motel mengenali mereka dan mengira mereka mau pesan kamar lagi. Gyun Woo menanyakan masalah cincin giok dengan ukiran burung cinta itu. Pemilik motel menyangkal, kalau dia menemukan benda semacam itu maka dia pasti sudah menjualnya. Hye Myung kontan melempar tatapan tajam seolah mau menggigitnya sampai si pemilik motel ketakutan.

Gyun Woo menuntutnya untuk mengizinkan mereka masuk ke kamar semalam. Pemilik motel tidak bisa melakukannya karena ada pelanggan. Hye Myung masa bodoh dan langsung berlari masuk kesana, menganggu sepasang kekasih yang hendak bermesraan.
Kedua kekasih itu langsung pura-pura baru bangun tidur. Hye Myung tak mempedulikan protes mereka dan langsung tanya apa mereka melihat cincin giok di sini. Dia bahkan langsung membuka selimut mereka dan melihat keanehan mereka. Dia langsung bisa menebak kalau mereka bukan pasutri.


Hye Myung bahkan mengacak-acak tumpukan cucian demi menemukan cincinnya. Gyun Woo berusaha melarikan diri diam-diam, tapi Hye Myung memergokinya dan memerintahkannya ikut mencari.


Da Yun sedang menyulam bersama teman-temannya, termasuk Gyun Hee. Teringat saat Gyun Woo menyeret wanita itu pergi, Da Yun membawa Gyun Hee bicara berdua dan mengaku kalau tadi dia bertemu Gyun Woo di jalan bersama pacarnya.

Gyun Hee jelas kaget, tidak mungkin kakaknya punya pacar, dia baru saja kembali. Gyun Hee penasaran tentang pendapat Da Yun tentang kakaknya, dia berharap sekali bisa jadi iparnya Da Yun.

Dia tidak setuju dengan wanita lain. Da Yun berasal dari keluarga hebat dan memiliki wajah yang cantik, kakaknya membutuhkan wanita yang setaraf Da Yun. Da Yun senang mendengarnya.


Di istana, para pejabat demo menuntut Raja untuk tidak lagi mengadakan sinmungo (genderang yang digunakan untuk komplain pada pemerintahan). Raja tidak terima, apa salahnya mendengar langsung dari rakyat.

Kubu Ki Joon meyakini kalau itu hanya akan mendatangkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan, para makhluk rendahan itu (rakyat jelata) terlalu sering menabuh genderang sampai para petugas tidak bisa bekerja. Lagipula kebanyakan cerita mereka tidak penting.

Menteri Gyun tidak setuju, mungkin sepele bagi mereka, tapi itu masalah hidup dan mati bagi rakyat. Ki Joon mengklaim kalau kantor mereka sudah mengurus rakyat dengan baik, percaya saja pada mereka dan jangan khawatir.


"Lantas, haruskah aku pergi berburu dan duduk diam di sini?" Tanya Raja.

Para menteri langsung canggung. Menteri Park hendak menjelaskan abhwa bukan itu maksud mereka. Tapi Raja menyela dan berkata kalau ia akan melakukannya jika itu yang mereka inginkan.


Usai rapat, Menteri Park dan Ki Joon cemas dengan ucapan Raja tadi. Ki Joon yakin kalau Raja akan memanfaatkan alasan berburu untuk menemui rakyat. Belakangan ini Raja berusaha keras memikirkan dirinya.

"Aku harus memberitahu Yang Mulia lagi. Jika begini terus, dia akan kehilangan sesuatu yang penting lagi."


Hye Myung dan Gyun Woo masih juga belum menemukan cincin itu, malah perutnya Hye Myung yang protes minta makan. Hye Myung sampai malu dibuatnya. Gyun Woo menyarankannya untuk makan dulu saja, baru cari cincinnya lagi.

"Kau kira aku makan sekarang? HAH?" Teriak Hye Myung.


Tapi sesaat kemudian, dia sudah menghabiskan semangkok arak. Malah Gyun Woo yang tidak menyentuh makanannya dan cuma mengendusi ikan pari fermentasi yang terhidang di meja itu dengan jijik.

Hye Myung kesal, apa dia tidak tahu betapa enaknya ikan pari fermentasi? Gyun Woo dengan sok bijak berkata bahwa orang harus berteman hanya dengan orang-orang yang baik dan makan makanan yang enak.

Ah, begitu? Hye Myung langsung membungkus ikan pari itu dengan kimchi langsung pakai tangan lalu menyodorkannya ke Gyun Woo. Saat Gyun Woo mencoba menolak, Hye Myung langsung menjejalkannya kedalam mulutnya. Enak, kan? Tanya Hye Myung sambil menjilati sisa bumbu kimchi di jari-jarinya. Gyun Woo bahkan tak sanggup mengunyahnya dan hendak memuntahkannya.

"Masih ada rakyat yang mati kelaparan. Kau yakin mau membuangnya."


Gyun Woo terpaksa mengunyahnya. Hye Myung yakin kalau Gyun Woo bakalan ngidam makanan ini bahkan saat dia tidur. Gyun Woo langsung menggebrak meja, dia tidak bisa memakannya lagi!

Dia sudah menyelamatkan Hye Myung agar tidak jatuh dari jembatan dan menyelamatkannya dari para pembawa tandu. Tapi Hye Myung bahkan tidak berterima kasih padanya. Sikapnya ini kasar sekali! Dia sudah berbuat lebih dari cukup untuk Hye Myung. Dia mau pergi, semoga Hye Myung menemukan cincinnya. Kesal, Hye Myung langsung menenggak habis araknya lalu pingsan.


Gyun Woo tak tega meninggalkannya dan akhirnya menggendongnya pergi. Dia berusaha menanyakan rumah Hye Myung, tapi Hye Myung terus mengoceh tentang cincinnya lalu mencengkeram cepol rambutnya dan memukuli bokongnya seolah dia kuda.


Setelah berputar-putar, mereka malah berakhir di tanah lapang. Gyun Woo kesal, tapi Hye Myung sudah ketiduran. Gyun Woo akhirnya menurunkannya dibawah pohon besar. Dia melihat Hye Myung mengigil dalam tidurnya, tapi dia memutuskan tak mau ambil pusing dan pergi...

Dan kembali sedetik kemudian, benar-benar tak tega meninggalkannya sendirian. Dia terpana menatap wajah Hye Myung saat tiba-tiba saja Hye Myung oleng dan menyandarkan kepalanya di bahu Gyun Woo.


Tapi saat Gyun Woo membuka mata tak lama kemudian, dia malah kaget mendapati Tuan Chun Pung di hadapannya sementara Hye Myung sudah menghilang.

Kali ini wanita mata duitan mana lagi yang menipunya? Tulisan tangannya bagus juga, komentar Tuan Chun Pung sambil ketawa ngakak dan menunjuk tulisan-tulisan yang ditulis Hye Myung di wajah Gyun Woo 'Cincin Giok'. Gyun Woo sontak jejeritan gaji melihat tinta di wajahnya itu.


Di istana, Raja memberi isyarat pada para pengawalnya untuk berhenti sementara ia menjauh bersama Joon Young. Raja memberinya selebaran tentang Hye Myung itu dan menyuruh Joon Young menyelidiki siapa yang membuat selebaran itu dan alasannya melakukan ini.

Tiba-tiba sesuatu terlempar mengenai bahu Raja. Joon Young kontan menghunus pedang. Tapi yang terlempar itu ternyata cuma sebuah sepatu, lalu muncullah Hye Myung dari balik tembok.


Jelas saja dia langsung diomeli Raja. Sepertinya ini bukan pertama kalinya, apa rumor tentangnya yang suka keluar istana diam-diam itu, benar adanya? Hye Myung meminta maaf yang jelas mengkonfirmasi dugaan Raja.

Raja stres mendengarnya, sepertinya ia sudah terlalu memanjakan Hye Myung. Karena itulah, Raja memutuskan untuk mengajari Hye Myung tentang tradisi ketat istana ini mulai sekarang.


Ratu Park hampir tersedak saking kagetnya mendengar informasi kalau Raja hanya menghukum Hye Myung dengan menyuruhnya membaca dan menyalin tradisi.


Hye Myung meninju meja dengan kesal dan menyalahkan Gyun Woo sebagai penyebabnya. Young Shin kurang sependapat, kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan karena orang itu. Ini kan bukan pertama kalinya Hye Myung keluar istana dan dia sendiri yang menghilangkan cincin giok itu.

Byul langsung menutup mulutnya sebelum dia bicara lebih jauh. Hye Myung dengan sarkastis mengaku kalau dia yang salah sambil membungkuk minta maaf sampai membuat Young Shin ketakutan dan meyakinkan Hye Myung kalau Byul pasti akan menemukan cincin itu untuk Hye Myung.

"Kira-kira dimana cincin itu? Apa mungkin dia mencurinya? Yah, dia pasti menipuku."


Di rumahnya, Gyun Woo menghapus tinta di wajahnya dengan kesal dan meremas lukisan wajah Hye Myung dengan geram.


Keesokan harinya, Hye Myung mulai membaca tradisi tentang wanita yang intinya mengharuskan wanita untuk mendengarkan pria. Dengarkan ayah, lalu suami, lalu saat suami meninggal maka dengarkan anak.

Dia langsung menutup buku dengan sinis, "Memangnya wanita tidak punya otak? Kenapa kami tidak boleh melakukan sesuatu sendiri? Ini kuno sekali dan tidak masuk akal."


Young Shin yang sedang membantunya menyalin, protes menyuruhnya untuk menghafal saja. Dia dan Byul memang bisa membantu menyalin, tapi tidak menghafal. Tiba-tiba pengawal mengumumkan kedatangan Raja.

Mereka bertiga kontan panik merapikan semuanya seolah Hye Myung sendirilah yang menulis sendiri sedari tadi. Tapi ternyata yang datang cuma Pangeran kecil. Hye Myung langsung mengejarnya keliling meja.

 

Keseruan mereka terdengar saat Raja dan Ibu Suri lewat. Raja kesal dan hendak menghampiri mereka, tapi Ibu Suri mencegahnya. Maafkan saja Hye Myung, apa Raja tidak senang melihat mereka saling menyayangi?

Raja hanya cemas karena belakangan ini, Pengadilan Kerajaan berusaha mati-matian mencari kesalahan keluarga kerajaan. Ia takut kalau Pangeran akan jadi gegabah seperti Puteri.

"Orang bilang, anak tumbuh sebagaimana orang tuanya menyayanginya. Aku sangat bersyukur betapa hangat hati Puteri bahkan setelah semua yang menimpanya." Ujar Ibu Suri

Bersambung ke episode 4

1 comments:

Seruuu bgt....lanjut ya mba..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon