Powered by Blogger.

 Images Credit: OCN

Sinopsis My Secret Romance Episode 5 - 1

Episode 5: Bermain Dengan Hatiku.


Jin Wook datang membawa boneka kelinci yang ditemukannya didalam ruang kerjanya dan mengkonfrontasi Yoo Mi. Apa yang sudah dia lihat di sana.

Tak bisa pura-pura bodoh lagi, Yoo Mi pun menyodorkan kotak perhiasan lain sebagai ganti yang sudah rusak itu. Yah, memang yang ini tidak sebanding punyanya Jin Wook, tapi tolong ambillah. Jin Wook terus nyerocos menuntut apakah Yoo Mi membuka kotak itu dan melihat isi didalamnya.


"Aku tahu ukurannya hanya dengan melihatnya," ujar Yoo Mi sambil membayangkan isi kotak itu adalah sebuah kalung berlian besar. Jin Wook shock, mengira Yoo Mi sedang membicarakan sumpelan payudara.

"Kalau kau memakai sesuatu dengan ukuran segitu, kurasa lehermu bisa sakit."

"Jika aku memakainya?"

"Yah, makin besar makin bagus, kan?"

Jin Wook langsung gelagapan bayangin sumpelannya tambah gede. wkwkwk. "Nih cewek kalau ngomong nggak dipikir! Wah, kau menakutkan. Menurutmu lucu, yah? Kau senang mempermainkanku?"

Tidak! Yoo Mi menyadari kalau dia sudah menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya disentuh, tapi kan Jin Wook sendiri yang menyuruhnya datang ke rumahnya, pas weekend lagi.

"Hentikan!" jerit Jin Wook sambil menampik bayangan sumpelannya. Terus kenapa memangnya? Peduli amat biarpun Yoo Mi melihatnya. Itu kan hal sepele!


"Tolong hentikan!" teriak Hyun Tae.

Jin Wook langsung kesal, siapa dia? Pergi sana! Hyun Tae menolak, Jin Wook saja yang pergi sana. Jin Wook terus menuntut siapa si kunyuk ini? Hyun Tae pun langsung memberinya jawaban dengan menarik Yoo Mi kedalam dekapannya dan tegas menyuruh Jin Wook menduga sendiri.

Tercengang, Jin Wook pun menanyakan kebenarannya pada Yoo Mi. Yoo Mi hendak menyangkal dengan isyarat tangan. Tapi Hyun Tae buru-buru menggenggam tangan Yoo Mi dan tegas meminta Jin Wook untuk membicarakan urusan mereka ini di kantor saja dan sekarang dia pulang saja.


Dia langsung menyeret Yoo Mi kembali ke cafe, meninggalkan Jin Wook yang masih shock dengan situasi ini. Dia akhirnya menyetir pulang sambil menarik nafas dalam-dalam, berusaha keras menahan emosi yang membuncah didalam dadanya.

Tenang! Tenang! Tapi tetap saja pikirannya terus menerus kembali mengingat saat Yoo Mi dalam dekapan Hyun Tae. Sampai rumah, Jin Wook meletakkan kotak perhiasannya kembali ke meja dan berusaha melupakannya.


Di cafe, Yoo Mi mengkonfrontasi perbuatan Hyun Tae tadi. Kenapa dia bersikap begitu tadi? Hyun Tae ragu ingin mengatakan "Aku..."

Tapi pada akhirnya dia mengurungkan niatnya dan hanya bertanya kalau tadi dia keren, kan? Yoo Mi tersenyum garing dan langsung menabok Hyun Tae. Hyun Tae membela diri kalau dia hanya ingin membantu Yoo Mi, dia kan berada dalam situasi yang canggung tadi.

"Kalau si brengs*k itu menganggumu lagi, bilang saja kau sudah punya pacar. Aku bersedia membantumu," ujar Hyun Tae penuh arti. Yoo Mi menolaknya dengan canggung lalu buru-buru pamit pulang dengan alasan sudah ngantuk.


Jin Wook tidak bisa tenang memikirkan Yoo Mi yang ternyata sudah punya kekasih. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa tidak ada alasan bagi Yoo Mi untuk tetap menjomblo selama ini.


Yoo Mi sendiri berjalan pulang sambil menggerutu cemburu, katanya Hye Ri itu cuma putri gurunya dan menyuruhnya untuk tidak salah paham. Dia cepat-cepat menyadarkan dirinya sendiri, mengingatkan dirinya sendiri kalau dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Jin Wook.

Melihat gereja di depan, Yoo Mi berdoa dengan sinis "Semoga Joo Hye Ri dan Makan Tiga Kali Sehari makan dengan baik dan... hidup bahagia berdua."


Hye Ri sedang makan malam bersama dua rekannya. Sementara kedua rekannya menikmati minuman mereka, Hye Ri sibuk sendiri mengirim pesan sok imut ke Jin Wook, minta dijemput tapi langsung ditolak mentah-mentah. Yoo Mi sontak menggumam kesal, tapi buru-buru mengubah ekspresinya jadi semanis madu.

Pak PD dan Bu Penulis lalu membahas masalah interview bulan depan. Rencananya mereka mau mengundang seorang CEO muda yang tampan, berbakat dan pandai bicara di depan publik. Yang jadi masalah, jadwal itu super duper sibuk. Mendengar itu, Yoo Mi langsung punya ide bagus dan meminta mengambil alih tugas ini. Dia mengenal seseorang yang seperti itu, kenal sangat dekat malah.


Yoo Mi tidak bisa tidur, teringat kenangannya bersama Jin Wook 3 tahun yang lalu, saat Jin Wook berkata bahwa dia adalah wanita pertama yang tampak cantik saat sedang menangis. Jin Wook pun terus termenung memikirkan kenangan malam mesra mereka 3 tahun silam.


Keesokan harinya di kantor, Jin Wook sudah menunggu saat pintu ruangannya akhirnya diketuk Yoo Mi yang datang membawakan sarapannya. Senyumnya sontak mengembang, tapi dia cepat-cepat pasang muka cool sebelum mengizinkan Yoo Mi masuk.

Tanpa basa-basi, dia mengembalikan boneka kelincinya Yoo Mi dan Yoo Mi pun menyodorkan kotak perhiasannya. Tapi alih-alih mengambilnya, Jin Wook malah sengaja menggenggam tangan Yoo Mi dan tegas menyuruh Yoo Mi untuk mengambil bonekanya, cepetan!

Gugup, cegukan Yoo Mi langsung kumat lagi. Jin Wook beranjak bangkit dengan masih menggenggam tangan Yoo Mi dan memperingatkannya untuk tidak lagi membicarakan masalah ini di hadapannya lagi. Yoo Mi mengerti, tapi sebaiknya Jin Wook melepaskan tangannya sekarang. Baru saat itulah Jin Wook melepaskan genggamannya.


Yoo Mi hendak pergi, tapi Jin Wook penasaran siapa pria yang semalam itu? Dia dia pacarnya Yoo Mi? Yoo Mi ragu teringat saran Hyun Tae semalam dan akhirnya hanya menolak memberi jawaban apapun, dia kan tidak harus mengatakan apapun tentang kehidupan pribadinya.

"Apa kalian tinggal bersama?"

"Itu juga pertanyaan pribadi, aku tidak harus menjawabnya, kan?"

Yah, memang. Yoo Mi tidak harus menjawabnya. Tapi dia menilai standarnya Yoo Mi soal pria itu rendah, pria semalam itu kelihatannya seperti seorang pemalas. Yoo Mi tidak terima ejekan Jin Wook dan langsung membela Hyun Tae, dia itu populer karena wajah tampannya, dia juga orang yang baik hati.

"Levelnya beda dengan seseorang yang kukenal yang hanya bagus di luar," sindir Yoo Mi.


Jin Wook kontan melotot mendengarnya, siapa? Tapi sebelum dia sempat mengatakan apapun lebih jauh, Yoo Mi langsung pamit kembali ke pekerjaannya. Jin Wook akhirnya hanya bisa marah-marah sendiri, menyadari orang yang Yoo Mi sindir barusan adalah dirinya.

Sambil masih kesal, dia membuka keranjang makannya dan menemukan makanan yang tak kalah imut dari yang sebelumnya dan dia jadi tambah kesal gara-gara itu.

"Kenapa Dosirak-nya makin imut?!" Gerutunya dan akhirnya malah heboh sendiri memotreti makanan itu.



Yoo Mi menggerutu kesal saat masak. Koki Wang yang mendengar gumamannya, sontak kesal dan marah-marah mengkritiki Yoo Mi yang tadi mengantar makanannya lama sekali padahal pekerjaan mereka banyak sekali di sini. Dia kan bukan pacarnya Direktur Cha.

"Punya asrama di kantor pasti seru," ujar Je Ni penuh arti. Tapi Eun Bi langsung mengklaim Jin Wook adalah miliknya.

Yoo Mi keheranan saat melihat Shin Hwa mengiris bawang sambil menggigit roti. Shin Hwa berkata kalau ini rekomendasi dari Hye Ri, mau coba? Beneran bisa menghentikan air mata loh. Yoo Mi jelas kesal, tidak usah. Koki Wang makin emosi mendengarnya dan akhirnya memarahi semua orang.


Jin Wook melihat Sekretaris Jang membawa sebuah buku, dia penasaran itu buku apa? Penasaran, dia mengambil buku itu dan melihat foto Hyun Tae di bagian sampulnya. Jadi cowok ini seorang penulis. Sekretaris Jang heran, apa Jin Wook mengenalnya?

Dia lalu nyerocos memberikan jadwal meeting dan reservasi makan malamnya Jin Wook hari ini. Tapi Jin Wook langsung menyuruhnya untuk membatalkan reservasi hari ini. Dia mau kembali ke kantor usai meeting, dia mau makan dosiraknya. Dia langsung pergi sambil membanting buku itu dengan kesal. Sekretaris Jang refleks menggumamkan umpatan kesal pada bosnya itu.


Jadilah Yoo Mi sibuk lembur menyiapkan makan malamnya Jin Wook. Ji Ne yakin kalau makan malam cuma alasan yang digunakan Jin Wook untuk memenuhi tujuannya yang sebenarnya. Koki Wang masih kesal mengomeli Yoo Mi yang belakangan tidak fokus kerja.

Eun Bi sampai heran, ada apa dengan Koki Wang seharian ini. Shin Hwa menduga pasti hernia-nya Koki Wang kumat lagi. Dia sibuk dengan pekerjaannya sampai tidak bisa operasi dan sebagai ketua dapur, dia tidak boleh tidak masuk kerja. Karena itulah, Shin Hwa memohon agar Yoo Mi mau memahami Koki Wang.


Beberapa saat kemudian, Yoo Mi memabawakan nasi goreng Indonesia ala Korea (nasi goreng kita terkenal yah di sana. wkwkwk) yang sudah dia modifikasi biar sesuai dengan seleranya Jin Wook. Jin Wook cuma menatapnya sejenak lalu mengusirnya dengan sok cuek. Padahal begitu dia pergi, Jin Wook langsung melahapnya dengan rakus.


Begitu kembali ke kantor, Yoo Mi di-sms Hyun Tae yang mengajaknya jalan ke Sungai Han bersama Dong Goo. Yoo Mi setuju, mengira pekerjaannya usai. Tapi sedetik kemudian, chat Jin Wook masuk, mengeluh karena porsinya makanannya tadi terlalu sedikit. Buatkan makanan lain.

Yoo Mi mendesah kesal dan terpaksa harus mencari resep lain, bingung harus buat apa, mana dia kekurangan bahan lagi. Akhirnya dia datang kembali membawakan bola nasi dengan daging cincang. Dia hendak menjelaskan alasannya memasak makanan itu, tapi Jin Wook lagi-lagi menyelanya dan mengusirnya dengan cuek. Kayaknya dia sudah kenyang, tapi dia tetap memaksakan diri dengan meminum sebotol obat dulu.


Tak lama kemudian, Yoo Mi sudah mengganti seragamnya dan terduduk lemas di meja kantin. Hyun Tae meneleponnya saat itu. Yoo Mi langsung menggerutu mengeluhkan Jin Wook yang hari ini aneh sekali, dia sudah makan malam 2 kali, apa dia itu manusia? Dia harus pulang malam cuma gara-gara mengurus makanannya Jin Wook, jadi sebaiknya rencana ke Sungai Han dibatalkan saja.


Cemas, Hyun Tae menawarinya untuk menjemputnya. Tapi sebelum Yoo Mi sempat menjawab, tepat saat itu juga dia merasakan feeling aneh. Dia berpaling ke belakangnya dan langsung kaget mendapati Jin Wook sedang mengintipnya dari balik tiang. Yoo Mi pun langsung mematikan teleponnya.

"Ada yang mau menjemputmu?"

"Ti-tidak. Tapi, kenapa anda kemari?"

"Aku lapar."

"Hah?!"

"Aku mau ramen." Ujar Jin Wook. Yoo Mi melongo tak percaya mendengarnya.


Hyun Tae gelisah menatap ponselnya saat Ibu datang dan menanyakan Yoo Mi yang belum pulang. Ibu usul agar mereka minum bersama saja setelah kafe tutup nanti. Tapi Hyun Tae beralasan kalau dia mau cari udara segar dan langsung keluar dengan emmbawa bola basketnya. Ibu penasaran, apa kedua orang itu punya hubungan.

Hyun Tae bermain sendirian sambil memarahi dirinya sendiri dengan kesal. Seharusnya dia tidak boleh membiarkan jika temannya diganggu, masa yang bisa dia lakukan hanya itu saja!


Terpaksalah Yoo Mi musti memasakkan ramen sambil menggerutui keanehan Jin Wook seharian ini. Padahal sebelumnya Jin Wook bahkan berusaha membuatnya dipecat, tapi sekarang seolah ada pengemis didalam perutnya.

Saat dia membawa ramennya, dia langsung menyindir halus selera makan Jin Wook yang sangat tidak biasa hari ini. Ah, tapi Yoo Mi lupa bawa tatakan. Jin Wook santai mengeluarkan bukunya Hyun Tae jadi tatakan untuk panci ramennya.

Yoo Mi jelas tercengang melihatnya. Saat Yoo Mi tak segera meletakkan pancinya, Jin Wook langsung menariknya mendekat sampai panci itu mendarat di atas buku itu dan sengaja tak segera melepaskan tangan Yoo Mi sampai Yoo Mi sendiri yang harus melepaskan tangannya.


Dia mau menanyakan buku itu, tapi Jin Wook menyela dan mengklaim kalau buku ini milik Sekretarisnya. Tebalnya pas jadi tatakan panci. Duduklah, tunggu sampai dia selesai. Yoo Mi tidak mau, dia mau pulang saja. Tolong kembalikan sendiri ke bak cuci piring setelah selesai nanti.

"Duduklah," tegas Jin Wook.

Terpaksalah Yoo Mi menurutinya. Begitu dia duduk, Jin Wook sengaja meniup ramennya ke Yoo Mi sementara Yoo Mi gelisah menatap jam tangannya terus. Sepertinya Yoo Mi ada kencan, yah? Apa dia sudah mengacaukan kencannya Yoo Mi?

Yoo Mi lebih penasaran lagi, apa Jin Wook minta makan malam sampai 3 kali itu gara-gara orang yang bukunya Jin Wook jadikan tatakan ini? Jin Wook kontan tersedak mendengarnya, tapi tentu saja dia sok jaim, memangnya dia kelihatan kayak orang kurang kerjaan apa?


Dia menatap Yoo Mi lekat-lekat sebelum kemudian berkata bahwa ada hal yang ingin dia pastikan. Dia beranjak bangkit lalu mendekatkan wajahnya sangaaaaat dekat ke wajah Yoo Mi sampai Yoo Mi gugup dan cegukannya kumat.


Jin Wook langsung tersenyum puas melihat reaksinya. Yoo Mi berusaha menghindar tapi Jin Wook menariknya kembali.

"Kebiasaan cegukanmu itu, kurasa aku tahu apa artinya." Teringat setiap kali Yoo Mi cegukan setiap kali berdekatan dengannya, Jin Wook semakin mempersempit jarak diantara mereka, mencengkeram kedua bahu Yoo Mi lalu berkata "Cegukanmu itu... hanya untukku, kan? Kenapa? Aku membuatku gugup?"

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon