Powered by Blogger.

Images Credit: OCN

 Sinopsis My Secret Romance Episode 5 - 2


Yoo Mi buru-buru melepaskan diri dan berkata kalau cegukannya cuma karena raksi kontraksi diafragmanya. Bukan itu yang Jin Wook tanyakan. Yoo Mi mengklaim dia cegukan bukan karena merasa gugup, tapi karena tak nyaman. Jin Wook tercengang mendengarnya, tidak nyaman karenanya?

Iya, Jin Wook membuatnya tidak nyaman karena setiap kali melihat Jin Wook, dia jadi teringat kembali dengan masa lalu yang ingin dilupakannya. Itu sungguh membuatnya tak nyaman. Berhubung dia sudah menjawab pertanyaannya Jin Wook, jadi sekarang dia mau pulang.


Begitu pulang, dia menemui Dong Goo di cafe dan menyerahkan boneka kelincinya lalu naik ke kamarnya. Seorang pelanggan mendekati Hyun Tae dan bertanya apakah bocah ini keponakannya. Hyun Tae dingin berkata kalau ini adalah anaknya.


Di rumah, Yoo Mi malah mendapati Ibunya sedang menonton film er*tis yang dibintanginya waktu masih muda dulu. Yoo Mi sontak kesal dan memperingatkan Ibunya untuk mematikan itu sebelum dia meledak. Ibu menurutinya dengan sebal, Yoo Mi kan sudah cukup dewasa untuk menonton acara semacam ini.

"Hidupku berantakan gara-gara ini, tahu tidak?!"

"Apa maksudmu?"

"Ibu tidak akan mengerti!" bentak Yoo Mi lalu pergi. Ibu langsung menyalakan kembali tontonannya sambil mengeluhkan Yoo Mi yang menurutnya cuma tidak punya pengalaman pacaran.


Jin Wook pulang dalam keadaan kesal memikirkan ucapan Yoo Mi tadi. Melihat kotak perhiasannya, dia langsung memutuskan untuk membuangnya ke tong sampah. Tapi tetap saja kelihatan matanya, akhirnya dia melempar kotak itu kedalam lemarinya.


Frustasi, Yoo Mi akhirnya minum soju lagi setelah 3 tahun lamanya. Hyun Tae datang saat itu dan memintanya untuk memahami Ibunya. Yoo Mi makin kesal mendengaenya, musti sampai kapan dia harus memahami Ibunya?

Apa Hyun Tae ingat apa yang terjadi padanya saat mereka SMA? Sejak saat itu sampai sekarang, dia selalu berusaha memahami Ibunya. Tapi Ibunya selalu berbuat sesuka hatinya. Mendadak dia muncul dan mengacaukan segalanya.

"Tak peduli seberapa keras aku berusaha memahaminya..."

Flashback,


Saat masih SMA, Yoo Mi bersama kedua temannya berniat menonton video p*rn*. Mereka sudah antusias, tapi saat video terputar, mereka malah terkejut mendapati film itu dibintangi oleh Ibunya Yoo Mi.

Sejak saat itu, Yoo Mi sering dibully dan jadi bahan gosip di sekolah. Sementara yang lain menertawainya, hanya Hyun Tae yang tampak prihatin melihatnya.

Sendirian di toilet, Yoo Mi mengancingkan bajunya serapat mungkin. Sejak saat itu, dia jadi tidak bisa bebas berpakaian sesuai keinginannya dan tidak bisa pacaran.

Flashback end.


"Semua itu karena Ibuku."

Sudah mabuk, Yoo Mi nyerocos menggerutui Ibunya, jika saja Ibunya tidak melangsungkan pernikahannya di resort itu maka dia tidak akan melakukannya... di mobil... tengah malam... di pantai... melakukannya dengan si Makan Tiga Kali Sehari.

Hyun Tae tidak paham maksudnya, Yoo Mi pasti sudah mabuk, ayo pulang. Yoo Mi terus menggumam, seandainya dia tidak melakukan itu, mungkin semuanya akan berbeda sekarang. Dia menutup matanya dan tiba-tiba saja dia oleng hingga kepalanya tersandar di bahunya Hyun Tae.


Hyun Tae berusaha membangunkannya, tapi Yoo Mi sudah ketiduran. Hyun Tae akhirnya membiarkannya tidur dalam dekapannya sambil terpesona menatap wajah damai Yoo Mi dalam tidurnya.


Keesokan harinya di lobi kantor, Jin Wook kesal karena Sekretaris Jang menjadwalkannya untuk interview. Sekretaris Jang santai berkata kalau itu adalah perintah Ketua. Dia merasa ide ini bagus juga sebenarnya karena bisa membantu mempromosikan brand mereka. Kalau begitu minta mereka menyelesaikan interviewnya satu jam.


Jin Wook melihat Yoo Mi sedang menunggu lift tapi memutuskan untuk cuek. Tapi kemudian dia malah mendengar Yoo Mi ditelepon Hyun Tae yang sepertinya berniat mau menjemput Yoo Mi tapi Yoo Mi menolaknya. Cemburu, Jin Wook pun memerintahkan Sekretaris Jang pergi menyampaikan pesan untuk Yoo Mi.



Yoo Mi shock begitu mendengar perintah Sekretaris Jang karena ternyata dia disuruh menyiapkan dosirak untuk para kru TV yang jumlahnya 10 orang. Yoo Mi jelas bingung kenapa dia harus menyiapkan dosirak untuk mereka.

"'Aku aku mau kau yang menyiapkannya'. Itu yang beliau katakan." Ujar Sekretaris Jang sambil niruin omongannya Jin Wook. Dan malamnya Jin Wook ada meeting dengan tim branding dan Yoo Mi juga yang harus menyiapkan makan malam untuk mereka semua yag jumlahnya 20 orang.

Kalau untuk orang sebanyak itu, bukankah lebih baik kalau pesan-antar? Tapi Sekretaris Jang menegaskan tidak bisa. Yoo Mi akhirnya kembali ke dapur dengan lemas untuk melaksanakan perintah itu.

Sekretaris Jang menggumam prihatin melihat Yoo Mi, "Direktur sok jual mahal dengan tindakan brutal."


Begitu tiba di tempat acara, Jin Wook berbisik kesal ke Hye Ri. Dia sengaja melakukan ini, kan? Hye Ri sok malu-malu berkata kalau dia butuh alasan untuk bisa melihat wajah Jin Wook. Dia langsung sok mesra memperbaiki dasinya Jin Wook dan mengklaim Jin Wook sebagai cowoknya.

Tapi Jin Wook cepat-cepat melepaskan tangannya dan menegaskan kalau dia bukan milik Hye Ri. Dia kemari untuk bekerja, jadi cepetan kerja saja. Bu Penulis menghampiri mereka untuk mengucap terima kasih atas kedatangan Jin Wook. Tapi melihat Jin Wook mau datang saat diminta Hye Ri, dia jadi penasaran apa hubungan mereka.

Yoo Mi malu-malu berkata bahwa "Kami..."


"Kami saudara!" seru Jin Wook. wkwkwk.

Dia langsung mengelus kepala Hye Ri bak seorang kakak dan mengklaim kalau dia sudah menganggap Hye Ri sebagai adiknya. Dia ingin mereka makan bersama setelah acara selesai nanti dan memberitahu kalau perusahaannya sudah menyiapkan dosirak untuk mereka semua.

Hye Ri kesal mendengarnya, jangan-jangan Jin Wook menyuruh si ahli gizi itu untuk menyiapkan makanan mereka semua. Jin Wook menolak memberi jawaban apapun. Ayo mulai kerja. Sekretaris Jang pun menyalakan alarm-nya satu jam.


Di dapur, Yoo Mi berusaha minta bantuan para koki. Tapi Koki Wang tetap bersikeras menolaknya. Yoo Mi akhirnya mengalah dan mengerjakan segalanya seorang diri.


Jin Wook narsis di acara interviewnya, mengklaim bahwa rahasia kesuksesan brand mereka adalah karena dirinya sendiri yang bekerja keras untuk mencapai hasil ini tanpa makan dan tidur.

Hye Ri langsung ganti topik membahas kehidupan cinta Jin Wook diantara kesibukannya. Yoo Mi datang saat itu untuk mengantarkan makan siang mereka dan melihat Jin Wook berkata kalau dia tidak terlalu memikirkan masalah kencan karena dia sudah cukup sering melakukannya dulu.

"Tapi, di usia anda saat ini, apa tidak seharusnya anda menikah?"

"Entahlah."


Hye Ri mau tanya satu hal lagi. Tapi Jin Wook terlalu takut mendengarnya dan melarang Hye Ri bertanya. Sebodoh amat, Hye Ri tetap tanya. "Aku bagaimana?"

Beberapa kru cewek langsung bergosip ria, tuh kan dia sudah menduga kalau mereka ada hubungan. Saat itulah Jin Wook melihat kehadiran Yoo Mi di sana. Dia langsung menatap Hye Ri dengan kesal. Ingin mengatakan sesuatu, tapi tepat saat itu juga, alarmnya berbunyi.


Jin Wook mengakhiri interviewnya sampai di sini. Kru TV baru menyadari kehadiran Yoo Mi saat itu. Tapi tepat saat itu juga, tukang antar makanan datang membawakan kotak makan siang yang jauh lebih mewah. Jelas saja kru TV lebih memilih yang itu daripada dosiraknya Yoo Mi yang terlalu sederhana.

Yoo Mi cuma bisa terdiam sedih, melihat masakannya tak tersentuh sedikitpun. Jin Wook kontak mendesis kesal ke Hye Ri. Hye Ri santai mengakui dialah yang menyiapkan semua itu, demi Jin Wook yang sudah mau meluangkan waktu untuk mereka.

Dia mau melingkarkan lengannya di lengan Jin Wook, tapi Jin Wook langsung menampiknya sebelum dia sempat melakukannya. Hye Ri langsung pura-pura sok merasa bersalah pada Yoo Mi dan dengan senyum terlalu manis mengajak Yoo Mi ikutan makan bersama mereka.


Yoo Mi menolak dengan sopan lalu pergi. Jin Wook mau menyusulnya, tapi Hye Ri mencegahnya. Jangan pergi dulu, PD dan Penulis ada di sini, apa kata mereka kalau Jin Wook pergi. Makanlah di sini.

"Joo Hye Ri, aku tidak akan bilang apa-apa karena ini bidangmu. Tapi tolong hentikan kelakuanmu!" desis Jin Wook lalu pergi.


Jin Wook buru-buru menyusul Jin Wook dan berusaha menjelaskan agar Yoo Mi tidak salah paham. Tapi Yoo Mi malah meminta maaf, mengira dia sudah mengacaukan rencana lamaran Jin Wook. Jelas saja Jin Wook bingung apa maksudnya. Yoo Mi mengerti kalau Jin Wook marah karena dia merusak kotak hadiah yang hendak Jin Wook berikan pada Hye Ri, karena itulah dia meminta maaf.


Yoo Mi langsung pergi ke toilet dan bersedih di sana. Dia langsung mengomeli dirinya sendiri untuk tidak menangis. Kalau dia menangis, dia akan terlihat punya hubungan dengan si brengs*k itu.

"Aku tidak punya perasaan apa-apa pada si brengs*k itu! Tidak sedikitpun aku punya perasaan padanya!" Tapi walaupun begitu, tetap saja dia merasa sedih.


Dia terus melamun sedih di meja kerjanya. Koki yang lain sibuk main game dan hanya Koki Wang yang memperhatikannya.

Sekretaris Jang meneleponnya tak lama kemudian. Dia mengangkatnya sambil nyerocos, mengira dia harus masak dosirak lagi tapi malah diberitahu kalau Jin Wook masuk rumah sakit lagi. Yoo Mi shock mendengarnya.

Epilog:


Saat Jin Wook hendak meninggalkan resort dulu, dia mendapat hadiah dari seseorang berupa dasi dan klipnya yang ditaruh di kotak perhiasan itu. Saat mengemasi pakaiannya, sumpelan yang selama ini dilupakannya itu tiba-tiba terjatuh.

Awalnya dia melemparnya ke sampah, tapi barang itu membuatnya kembali mengingat masa lalu dan pada akhirnya dia memungutnya kembali dan menyimpannya didalam kotak perhiasan itu.


Sejak saat itulah Jin Wook berubah. Seorang wanita seksi mendekatinya di diskotik, Jin Wook sudah mau meladeninya tapi tiba-tiba saja saat dia melihat dada wanita itu, dia malah membayangkan sumpelan terbang di atas kepala wanita itu.


Jin Wook sedih memikirkan Yoo Mi ternyata sudah punya pacar. Iya sih, tidak mungkin dia menjomblo selama 3 tahun ini. Dia jadi galau antara ingin menelepon atau tidak. Dia kesepian, tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya.

Bersambung ke episode 6

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon