Powered by Blogger.

Images Credit: OCN

Sinopsis My Secret Romance Episode 7 - 1

Episode 7: Bisnis yah begini ini.


Seperti biasanya, Yoo Mi mengantarkan makan siang untuk Jin Wook ke ruangannya. Jin Wook mengiyakan sambil sibuk dengan pekerjaannya, dia mempersilahkan Yoo Mi untuk pergi setelah meletakkan makanannya.
Tapi Yoo Mi terus berdiri disana dengan kikuk. Jin Wook heran, kenapa? Yoo Mi mengira kalau Jin Wook tidak suka makan sendirian, makannya dia akan tetap disana. Dalam batinnya, Jin Wook bahagia bukan kepalang. Namun ia tak mau menunjukkannya dan stay cook dihadapan Yoo Mi.

“Apa ini dihitung satu dari 10 hutangmu?” tanya Jin Wook dingin.

“Kalau dihitung satu, aku senang.”

“Tidak boleh.” Sergah Jin Wook.

“Kalau separuh?”

“Deal.”

Keduanya duduk bersebelahan dengan canggung. Apalagi Jin Wook yang posisinya sedang makan, dia pun menawarkan supaya mereka bisa makan bareng-bareng. Yoo Mi menolak, ia sudah makan tadi. 


Jin Wook menyuruh Yoo Mi berhenti membuat dosirak. Pasti berat untuknya untuk makan bersama dan membuat dosirak. Dan nanti malam, batalkan acaranya. Ia sudah membuat reservasi makan malam.

Dengan hati-hati, Yoo Mi berkata kalau acaranya akan berantakan. Urutannya salah, Jin Wook harusnya tanya dulu baru membuat reservasi. Malam ini ia punya janji. Jin Wook dengan sok acuh tak acuh tanya, sepenting apa acaranya?

Yoo Mi mengaku kalau ia mau mengajak anjingnya jalan-jalan. Jin Wook agak nyinyir, sepertinya Yoo Mi menyukai anjingnya sekali. Yoo Mi pikir Jin Wook tahu bagaimana, dia kan memelihara kucing.

“Aku sebetulnya tak memelihara kucing. Dia pindah ke sana tanpa seizinku.”

Pokoknya, Yoo Mi menolak makan malam mereka hari ini. Lain kali, kalau ada acara yang melibatkannya, hubungi dia sehari sebelumnya. Ia juga punya schedule yang harus ia jalankan. Kontan Jin Woo merengut sebal, ia mengiyakan sambil mengacak-acak makanan di hadapannya.


Hye Ri menelepon Ketua Cha, seperti biasa, dia menjilatnya habis-habisan. Ia mengaku kalau acara wawancaranya dengan Jin Wook berjalan dengan baik karena Ketua Cha. Di lokasi syuting, Jin Wook sangat perduli dan menyiapkan dosirak untuk para kru. Acaranya akan tayang hari ini, bagus sekali, Ayah harus menontonnya.

Ketua Cha mengiyakan dengan semangat, ia akan menontonya dua kali. Dia pun mengakhiri panggilannya. Ketua Cha tertawa semangat, sebentar lagi dia akan punya banyak cucu.


Yoo Mi berjalan meninggalkan ruangan Jin Wook, namun ia teringat akan sesuatu dan memutuskan untuk kembali. Tanpa sengaja, dia malah mendengar pembicaraan Jin Wook menyuruh Sekretaris Jang membatalkan reservasinya nanti malam.

Sekretaris Jang jelas mengeluh, sangat sulit membuat reservasi disana. Sebelumnya, dia kan sudah menyuruh Jin Wook untuk tanya dulu sebelum membuat reservasi. Itu namanya tata karamanya berkencan. Kontan Jin Wook menyela, kencan apanya? Ini kerja! Bisnis! Aku kreditur dan dia kreditur!

Yoo Mi tampak kecewa mendengar ucapan Jin Wook, “Bisnis.”


Jin Wook sudah ada di ruangan Ketua Cha. Beliau ingin memberitahukan kalau hari ini adalah hari tayangnya acara Hye Ri. Luangkan waktunya, jangan buat dia menunggu. Dingin, Jin Wook to the point berkata kalau menikahi wanita yang tidak ia cintai adalah tindakan yang buruk.

Ayah tak mengira putranya punya sisi romantis, tapi ia harap Jin Wook tak membantahnya. Ia melakukannya demi Jin Wook. Jin Wook kekeuh menolak, pasangan kekasih saja bisa putus, lalu bagaimana bisa ia hidup dengan wanita yang tidak ia cintai? Kalau memang Ayah melakukannya demi dirinya, maka jangan campuri urusan (percintaannya) lagi.


Yoo Mi masih terus menggalau mengingat ucapan Jin Wook, hubungan mereka cuma bisnis. Ia berniat mengirimkan pesan pada Jin Wook. Namun tiba-tiba Je Ni datang mengagetkannya. Apa dia tidak pulang? Sedang menunggu seseorang?

Dengan tergagap, Yoo Mi mengaku kalau ia masih ada pekerjaan. Sontak Je Ni mengendus tubuh Yoo Mi, ada yang mencurigakan. Meskipun begitu, ia pun pamit untuk pulang duluan.


Jin Wook mendapatkan sms dari Yoo Mi yang mengajaknya untuk makan malam sekarang. Ia menunggunya di bawah. Kontan Jin Wook cengengesan bahagia, ia sudah menduganya. Ia bergegas meraih jas-nya dan menjemput Yoo Mi di depan gedung perusahaan.


Yoo Mi tengak-tengok saat ingin masuk ke mobil. Jin Wook sampai heran sendiri, kenapa dia begitu. Yoo Mi cuma takut kalau ada yang melihatnya masuk ke mobil Jin Wook. Jin Wook mengernyit heran, lalu kenapa juga dia memutuskan untuk jalan bersamanya, ia pikir Yoo Mi ingin jalan dengan anjingnya.

Tentu saja Yoo Mi ketus, dia mau melunasi hutang sebelum bunganya nambah. Ia yakin anjingnya bakal maklum. Jin Wook menatap Yoo Mi penasaran, apa dia punya masalah?

“Tidak. Kita mau kemana?”

“Reservasinya sudah kubatalkan jadi tak bisa ke sana. Kita ke rumahku saja.”

Yoo Mi mengiyakan dengan enteng. Tapi begitu sadar, ia langsung kaget, rumah? 


Yoo Mi agak ragu saat harus turun dari mobil Jin Wook. Jin Wook sampai harus membukakan pintu mobilnya. Yoo Mi mengaku tak nyaman harus masuk ke rumah pria jam segini, lebih baik mereka ke restoran Haejang-guk. Pipi Yoo Mi seketika merona malu.

“Wajahmu kenapa merona? Jangan berpikiran macam-macam. Ayo masuk. Aku lapar.”


Yoo Mi berniat melangkahkan kakinya ke rumah Jin Wook. Tapi ia melihat sesuatu bergerak di semak-semak. Kontan dia berjingkat kaget dan memeluk lengan Jin Wook dengan erat. Jin Wook tahu kalau sesuatu yang bergerak itu adalah kucingnya, dia lagi hamil makanya sensitif begitu.

Tanpa sadar, Yoo Mi terus memeluk erat tangan Jin Wook. Jin Wook tanya, sampai kapan dia akan memeluk lengannya? Yoo Mi bergegas melepas tangan Jin Wook. Jin Wook tampak tersenyum kecil saat berjalan masuk ke rumah.


Jin Wook mempersilahkan Yoo Mi untuk duduk, karena dia tamu di rumahnya maka ia akan memperlakukannya seperti tamu. Yoo Mi melihat selimut yang ada di kursi Jin Wook, kenapa di sofanya ada selimut?

“Itu? Kalau malam aku sering susah tidur.”

“Anda insomnia? Sejak kapan?”

“Entahlah. Kapan awalnya.. aku tidak ingat.”



Jin Wook pun mulai memasak sebagai tuan rumah. Yoo Mi pikir kemampuan mengirisnya Jin Wook sangat lihai, dia pasti sudah biasa memasak untuk wanita di rumahnya. Tidak, Jin Wook baru sekali ini membawa wanita ke rumahnya. Yoo Mi mengiyakan, dia tahu kok.

“Tadi tampak murung, sekarang kau cemburu?”

“Cem... cemburu? Jangan seenaknya menyimpulkan. Pria seperti Direktur, aku tidak suka.”

“Setelah merasakan masakanku, kurasa kau akan berubah pikiran.”


Yoo Mi menawarkan bantuan karena canggung rasanya kalau harus duduk terus. Ia pun menyiapkan sendok-garpu kemudian mengambilkan brokoli dari kulkas. Apa masih ada yang harus ia bantu? Jin Wook berdecih mencolek saus kemudian menyodorkannya pada Yoo Mi. Tanpa pikir panjang, Yoo Mi mencicipinya langsung dari jari Jin Wook.

Jin Wook sempat terkejut dengan reaksinya. Ia pun kemudian memasukkan jari bekas Yoo Mi ke mulutnya sendiri. 


Makanan sudah siap, Jin Wook meminta Yoo Mi untuk mematikan lampunya. Yoo Mi jadi gugup, untuk apa juga mematikan lampu. Jin Wook menunjukkan lilinnya, dia lebih suka cahaya temaram saat makan malam.

Yoo Mi pun mencari saklar lampu. Tapi ia tak menemukannya. Jin Wook datang dan berdiri tepat dibelakangan Yoo Mi. Saat Yoo Mi berbalik, posisi mereka menjadi begitu dekat, Yoo Mi sampai gugup dan memejamkan matanya. Namun Jin Wook tak berniat melakukan apapun padanya dan memencet saklar lampu yang tak jauh disana.


Jin Wook memerintahkan Yoo Mi meletakkan makanan yang sudah ia buat. Yang satu untuk dia dan yang satu untuknya, tidak boleh tertukar. Jangan sampai jatuh karena piringnya mahal. Tentu saja, Yoo Mi akan memegangnya dengan hati-hati.

“Dan yang itu, appetizer.” Ujar Jin Wook mengecup bibir Yoo Mi secepat kilat. Yoo Mi memaku di tempatnya. Jin Wook pun kembali mencium bibir Yoo Mi, kali ini lebih lama, dan Yoo Mi makin diam tak bereaksi.



Jin Wook lalu duduk dan menyuruh Yoo Mi yang masih membeku untuk duduk juga. Ia memotong steak buatannya kemudian meminta Yoo Mi untuk mencicipi makanan buatannya. Namun bertepatan saat itu, bel rumah Jin Wook berbunyi.

Jin Wook kaget saat melihat interkom dan Ketua Cha sudah ada di depan rumah. Kontan Yoo Mi melotot tak percaya, ia pun bergegas sembunyi. Jin Wook membukakan pintu, tidak biasanya Ayah datang ke rumah.


“Hei, memangnya Ayah dilarang datang kemari?”

Bukan begitu, ujar Jin Wook kemudian melipir ke dapur. Ia melihat tas milik Yoo Mi dan buru-buru menyambarnya. Ketua Cha datang kesana sebelum Jin Wook sempat menyembunyikannya. Jin Wook buru-buru menyembunyikannya dibalik punggung lalu membuka kulkas pura-pura haus. Jadilah makanannya Yoo Mi dimakan Ketua Cha.


Yoo Mi sembunyi di ruang kerja Jin Woo, ia mulai lelah terus berdiri dan memilih duduk di lantai. Tapi tanpa sengaja, dia malah melihat kotak perhiasan yang Jin Wook sembunyikan di kolong lemarik. Yoo Mi ingat akan ucapan Jin Wook kalau ia tak punya hubungan apapun dengan Hye Ri.

Penasaran, ia membuka kotak perhiasan itu. Betapa kagetnya dia mengetahui kalau kotak itu berisi sumpal payudara. Saking kagetnya, ia tak sadar menjatuhkan kotak perhiasan itu dan membuat suara gaduh.


Ketua Cha bangkit mendengar dari tempat duduknya saat mendengar suara itu. Jin Wook buru-buru menghentikannya sambil cari-cari alasan. Ketua Cha agak curiga, apa ada seseorang di rumahnya?

Jin Wook berkelit, apa ayahnya pernah lihat dia mengundang seseorang ke rumah? Ia menyuruh Ketua Cha untuk tetap disana, biar dia yang memeriksa ruang kerjanya. Ketua Cha diam, menaruh curiga akan sikap Jin Wook sekarang.


Ia pun akhirnya membuntuti Jin Wook. Jin Wook sampai kaget melihat Ayahnya ikut bersamanya. Namun beruntung, Ketua Cha tak menemukan Yoo Mi. Yang ia lihat disana malah kucingnya Jin Wook. Apa Jin Wook memelihara kucing?

Tidak, Jin Wook mengatakan kalau kucing itu yang datang sendiri ke rumahnya. Ketua Cha terkekeh, dia sebelumnya mengira kalau Jin Wook menyembunyikan wanita. 


Yoo Mi sendiri kini tengah bersembunyi di dalam lemari Jin Wook. Ia khawatir dan terus membekap mulutnya dengan gugup.


Ketua Cha pun sudah ada di halaman untuk pulang. Ia menyuruh Jin Wook memberitahukan Hye Ri kalau dia sudah menonton acaranya, bilang kalau Ayah menikmatinya. Lihatlah bagaimana Hye Ri membantunya seperti seorang istri. Pilihannya memang bagus.

Tak mau banyak omong lagi, Jin Wook cuma mengiyakan kemudian menyuruh Ayahnya cepat masuk ke mobil.


Jin Wook bergegas kembali ke rumah, mencari-cari Yoo Mi di lemarinya. Ia membuka pintu lemarinya, Yoo Mi yang kaget pun kehilangan keseimbangan kemudian jatuh ke pelukan Jin Wook. Dia tidak apa-apa?

Yoo Mi yang gugup langsung cegukan, ia harus pulang sekarang. Jin Wook menawarinya untuk makan malam. Namun Yoo Mi menolak, ia harus pulang sekarang. Jin Wook berdecih melihat cegukan Yoo Mi, cegukannya harus di apakan?


Dalam perjalanan pulang, Yoo Mi ingat betul saat mereka tidur bersama di mobil. Ia kabur ketika Jin Wook belum bangun. Karena terburu-buru pergi, dia baru sadar kalau satu dari sumpal dadanya jatuh. Ia menggeram frustasi saat itu.


Sesampainya di rumah, Yoo Mi langsung mencari-cari sumpal dadanya. Ibu ngoceh mengatakan kalau besok Dong Goo ulang tahun, Yoo Mi harus pulang cepat, mereka bertiga akan mengadakan pesta ulang tahun kecil-kecilan.

Yoo Mi sibuk mencari sumpal dadanya. Saat ia menemukannya, ia heran kenapa dia bisa melupakan sumpat itu. Ibu heran melihat Yoo Mi mencari sumpal dada, apa dia mau pergi pesta?

“Pesta apaan.”

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon