Powered by Blogger.

 Images Credit: OCN

Sinopsis My Secret Romance Episode 7 - 2


Keesokan harinya, Jin Wook datang ke kantor bersama Sekretaris Jang sambil membicarakan bisnis seperti biasanya. Jin Wook menginstruksikan pada Sekretaris Jang untuk tidak membuat kesalahan dalam pertemuannya dengan buyer nanti karena orang itu sangat pemilih.

"Aku ragu dia sama pemilihnya seperti anda," sindir Sekretaris Jang.

Jin Wook tersinggung, dia bilang apa barusan? Sekretaris Jang langsung nyerocos mengkritiki Jin Wook. "Saya sudah menjadi sekretaris anda selama 3 tahun. Selama 3 tahun, dalam beberapa hal anda sangat pemilih. Di restoran, saya lebih suka ramyeon. Tapi dibawah anda, saya berharap mati saja. Tapi berkat itu, orang memanggilku 'Legenda Jang Jin Wook'."

"Kedengarannya kau sedang menghinaku."

"Saya hanya bicara apa adanya."


Ketua Cha gelisah memikirkan semua keanehan yang dia temukan di rumah Jin Wook semalam. Sepatu wanita yang tampak menyembul dari dalam lemari, juga dua piring makan malam yang sudah ada di sana saat dia baru datang. Curiga, Ketua Cha pun memerintahkan Sekretarisnya untuk menyeldiki Jin Wook, sepertinya dia punya hubungan dengan seorang wanita.


Yoo Mi sedang mendorong troli sambil nyanyi-nyanyi saat Jin Wook tiba-tiba menyapanya dari pojokan dan hampir saja membuat jantungnya copot. Jin Wook heran, semalam Yoo Mi pergi begitu saja dan pagi ini dia juga tergesa-gesa. Kenapa Yoo Mi menghindarinya seolah habis melihat sesuatu yang tak seharusnya?

Yoo Mi langsung terdiam canggung teringat semalam. Jin Wook pun langsung menggenggam tangannya dan menyeretnya pergi.


Hye Ri mendatangi Hyun Tae di cafenya. Saat dia masuk, Hyun Tae sedang tidak ada. Dia berbalik mau pergi tepat saat Hyun Tae baru kembali. Saat itulah Hye Ri baru ingat wajahnya, dia pria yang dia kira pegawai binatu.


Jin Wook membawa Yoo Mi melihat-lihat produk pakaian dalam perusahaan mereka. Dia menjelaskan bagaimana produk ini lah yang sekarang membuat perusahaan bertahan dan dia membawa Yoo Mi kemari karena dia butuh bantuannya.

Rabu ini seorang buyer asing akan datang dan kesempatan mereka untuk ekspansi brand mereka keluar negeri tergantung pada meeting mereka nanti. Karena itulah dalam perjalanan bisnisnya nanti, dia ingin Yoo Mi ikut sebagai ahli gizi pribadinya dan memasak untuk buyer itu.


Hye Ri dengan teramat sangat manisnya berbasa-basi, meminta maaf dan membuat-buat alasan atas kesalahpahamannya waktu itu. Soalnya waktu itu wajahnya Hyun Tae... maksudnya, dia masih muda dan tampan jadi dia tidak mengira kalau Hyun Tae seorang penulis.

"Siapa yang bilang kalau semua penulis harus tua dan jelek?"

Hye Ri buru-buru beralih topik membujuk Hyun Tae untuk menjadi bintang tamu di acara mereka. Meyakinkannya kalau muncul dalam acaranya nanti akan sangat menguntungnya, terutama untuk cafenya ini. Tapi Hyun Tae menolak, justru karena itu dia tidak mau.

Pelanggannya yang sekarang sudah lebih dari cukup, kalau lebih banyak lagi maka dia tidak akan punya waktu luang. Hye Ri tak menyerah begitu saja, mereka tidak akan membahas masalah kehidupan pribadinyan dan cukup membahas masalah kerjaannya saja nanti.

Kalau begitu sih malah tidak akan menarik, komentar Hyun Tae. Berusaha tetap sabar, Hye Ri meyakinkan Hyun Tae kalau acara mereka sangat berkualitas dan tidak mudah menjadi bintang tamu di acara mereka. Apa dia tahu siapa bintang tamu mereka sebelumnya, pewaris Daebok Grup - Direktur Cha Jin Wook. Hyun Tae langsung gelisah mendengar informasi itu.


Yoo Mi berjalan pulang sembari memikirkan informasi dari Jin Wook tadi tentang calon buyer mereka nanti bahwa dia penderita diabetes jadi Yoo Mi harus memperhatikan dietnya dan mungkin tidak menyukai makanan Korea, tapi jika ada ahli gizi yang membuatkan dosirak maka mungkin dia akan menghargai usaha mereka.

Yoo Mi sebenarnya ragu bisa melakukannya, tapi Jin Wook bersikeras menyuruhnya untuk memasak seperti bagaimana biasanya Yoo Mi memasak untuknya. Kalau begitu, Yoo Mi menuntut agar ini dianggap bisnis juga seperti saat mereka makan bersama (bayar hutang) dan dihitung sebagai pelunasannya yang masih sisa 3.

Jin Wook menolak, syaratnya beda. Pisahkan kehidupan pribadi dengan kerjaan. Dan lagi, dia bukan kurang 3 kali hutang makan, tapi 4 kali. Yoo Mi protes, kok gitu? Karena semalam mereka tidak makan malam bersama, jadi tidak dihitung.

"Aku bersembunyi di lemarimu dalam keadaan perut kosong, kok tidak dihitung sih?"

"Mau gimana lagi? Bisnis... yah begini ini."


Yoo Mi berdecih mengingat saat itu. Dia melihat Ibu keluar dengan membawa Dong Goo dan tepat saat itu juga, Ibu melihat Hye Ri yang mau pergi. Ibu langsung emosi menegurnya, bagaimana Hye Ri bisa tahu rumahnya di sini? Ngapain dia datang kemari? Tepat saat itu juga, Hyun Tae muncul untuk mengembalikan barangnya Hye Ri lalu dadah-dadah ke Yoo Mi sekeluarga.


Jin Wook menyuruh Sekretaris Jang untuk memesankan kamar satu lagi di resort nanti, Yoo Mi akan ikut. Kenapa Yoo Mi ikut? Karena Jin Wook butuh seseorang untuk mengurusi buyer pemilih ini. Sekretaris Jang merasa itu tidak perlu karena di resort sudah ada chef.

Tapi Jin Wook langsung melempar tatapan tajam padanya, Sekretaris Jang pun langsung berubah pikiran. Jin Wook sekali lagi menegaskan kalau ini cuma bisnis, dan dia juga ingin mereka bawa mobil sendiri-sendiri saja.


Hye Ri meneleponnya saat itu untuk bilang ke Jin Wook kalau si ahli gizi itu tinggal dengan seorang pria. Jin Wook santai, dia tahu kok. Cuma karena itu Hye Ri meneleponnya? Hye Ri mau bilang kalau ada anak kecil juga, tapi Jin Wook buru-buru cari alasan untuk menutup telepon. Hye Ri keheranan, dia yakin anak itu bukan anak si ahjumma.


Malam harinya, Yoo Mi olahraga bersama Hyun Tae sambil ngomongin Hye Ri yang mengundang Hyun Tae ke acaranya. Terus apa Hyun Tae mau? tanya Yoo Mi. Memangnya kenapa, apa Yoo Mi ingin dia menerima tawaran Hye Ri.

Bukankah bagus kalau begitu, dia dengar bintang tamu acara ini hanya orang-orang yang sukses. Kalau Hyun Tae makin sibuk dan makin terkenal, mungkin Yoo Mi akan kesepian. Mungkin orang seantero Korea bakalan antri di tokonya hanya demi melihat Hyun Tae.


Hyun Tae bertanya-tanya penasaran, bagaimana perasaan Yoo Mi kalau cewek lain ingin melihatnya dan dia jadi tidak punya waktu untuk Yoo Mi. Sayangnya, bukannya dapat jawaban cemburu, Yoo Mi malah santai saja menyuruhnya pacaran saja kalau dia bertemu cewek baik, kenapa juga menanyainya.

Tiba-tiba Yoo Mi oleng dari alat olaraganya dan langsung terjatuh ke pelukan Hyun Tae. Yoo Mi mau melepaskan diri, tapi Hyun Tae langsung menariknya kedalam pelukannya dan bertanya apakah Yoo Mi merasakan sesuatu.

Tapi Yoo Mi nggak nyambung, malah meraba-raba dada Hyun Tae dan mengomentari ototnya yang makin mengecil. Hyun Tae akhirnya melepaskan pelukannya dengan kecewa. Melihat jam, Yoo Mi mengajaknya pulang sekarang, dia harus berkemas untuk perjalanan dinasnya besok.


Saat dia mengemasi pakaian kerjanya, Ibu langsung protes dan mengkritiki bajunya yang sudah usang, biarpun tidak pakai pakaian bermerk, tapi seharusnya dia dandan untuk memberi kesan. Tapi Yoo Mi menolak membuangnya, dia akan mengurus sendiri masalah itu.

Terserah lah. Tapi jangan lupa bawa itu, sumpelan dada yang Ibu berikan padanya itu. Yoo Mi protes, kenapa juga musti bawa sumpelan dada untuk perjalanan bisnis?!


Jin Wook juga mulai berkemas saat dia mengeluarkan kotak perhiasan itu dari dalam lemarinya. Entah apa yang dia pikirkan sembari menatap sumpelan itu.


Keesokan harinya, Jin Wook sudah menunggu di depan rumah Yoo Mi. Dia akhirnya keluar tak lama kemudian sambil menyeret kopernya dan Jin Wook langsung terpesona melihatnya begitu bersinar. "Dia tidak berubah, persis seperti 3 tahun yang lalu." Batinnya.

Jin Wook langsung terang-terangan mengomentari penampilannya yang sama sekali tidak berubah... tapi dia suka itu. Dalam perjalanan, Yoo Mi bertanya-tanya dimana Sekretaris Jang. Jin Wook sudah menyuruhnya untuk berangkat sendiri kesana.

"Tapi sebenarnya kita mau kemana? Aku belum diberitahu."

"Begitu sampai nanti, kau akan tahu."


Dan jelas saja Yoo Mi langsung shock setibanya mereka di sana, resort tempat mereka bertemu 3 tahun yang lalu. Dia langsung refleks marah ke Jin Wook dan berusaha menghindar dari sana, dia punya kenangan buruk di tempat ini. Tapi Jin Wook buru-buru menyeretnya masuk, ayo kerja.


Bertemu dengan klien mereka, Jin Wook memperkenalkan pada si klien bule bahwa Yoo Mi adalah orang yang akan bertanggung jawab atas makanannya. Si klien pun merasa terhormat mendapat seorang ahli gizi untuk menangani makanannya.

Sementara Yoo Mi sibuk belanja, Klien bule mereka melihat-lihat produk pakaian dalam mereka dan menilai kalau perusahaan ini layak untuk investasi dan ingin mereka mulai membicarakan kontraknya sekarang.


Yoo Mi membuatkan kotak makan siang berupa nasi dibungkus dengan daun teratai dan menjelaskan berbagai berbagai manfaat yang terkandung dalam makanan itu. Jin Wook membantu menerjemahkannya kedalam bahasa Inggris dan saat dia mencicipinya, dia tampak puas dengan rasanya. Si klien pun mencicipinya dan langsung terkagum-kagum dengan rasanya.


Begitu kembali ke kamar hotelnya, Yoo Mi langsung melemparkan dirinya ke kasur karena kecapekan. Tapi bel pintunya tiba-tiba berbunyi yang membuatnya teringat kenangan 3 tahun yang lalu saat Jin Wook datang dengan membawakan room service untuknya.

Tapi saat dia membuka pintu, dia hanya menemukan sebuah kado. Didalamnya berisi gaun dan sepatu cantik dan sebuah pesan dari Jin Wook. "Pakai ini dan keluarlah. Kupilihkan dengan memikirkanmu."


Jin Wook menunggu dengan gelisah di restoran. Yoo Mi akhirnya datang tak lama kemudian dan Jin Wook langsung terpesona melihat kecantikannya. Perlahan dia berjalan mendekati Jin Wook. Mereka saling berpandangan saat tiba-tiba saja seorang pelayan berbalik dan tak sengaja menyenggol Yoo Mi hingga wine yang dibawanya menodai baju Yoo Mi.


Yoo Mi oleng dan hampir saja terjatuh. Tapi Jin Wook sigap menangkap Yoo Mi. "Wanita ini, aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu sedetikpun."

Epilog:


Shock melihat kotak perhiasan itu ternyata berisi sumpelan payudaranya, Yoo Mi refleks menjatuhkan kotak perhiasan itu. Dia kontan panik menyembunyikan dirinya didalam lemari sebelum Jin Wook dan Ayahnya masuk. Dia jadi galau harus bagaimana, haruskah dia pura-pura saja.

Bersambung ke episode 8

10 comments

ditggu lanjutannya ..semangat

Suka mbak.. ditunggu ep 8 nya ya...

Makin seru.. :*
Ditunggu kelanjutannya :)

Ditunggu ya mbk ep 8 nya
Semoga mbk sehat terus. Aamiinn

Judul lagi yg dinyanyiin lee yoo mi di episeode ini apa yaa mbak?

Seru dan kocak abis dramanya, mbak.😁 Saya sampai ketawa2 sendiri bacanya. Drama ini salah satu drama yg selalu saya tunggu kelanjutan ceritanya, nggak sabar buat nunggu kelanjutannya. Saya suka dengan karakter Cha Jin Wook, karena dia termasuk tipe setia, bahkan setelah lewat 3 tahun. Tetap semangat ya nulisnya, Mbak.😊

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon