Powered by Blogger.

Images Credit: OCN

Sinopsis My Secret Romance Episode 9 - 2


Hye Ri menampik tangan Hyun Tae dengan kesal. Hyun Tae berjanji untuk tampil di acaranya Hye Ri. Tapi sebagai gantinya, dia ingin Hye Ri melupakan semua yang dia dengar hari ini.

"Kita jangan menghalangi hubungan mereka."

Hye Ri sinis menyindirnya. Sekarang ini dia sedang kesal jadi Hyun Tae jangan membuatnya marah. Dia pergi sementara Hyun Tae hanya bisa mendsah sedih dan frustasi.


Menatap isi kotak perhiasannya, Yoo Mi teringat pengakuan Jin Wook tadi. Senang karena ternyata bukan hanya dia yang merasakan perasaan itu.


Jin Wook menggendong bleki dan menatap anak-anak si bleki dengan sedih, "Kalian pasti senang. Punya ibu, selimut yang hangat dan... kalian bisa bersama."


Dia teringat masa-masa bahagianya bersama sang Ibu saat dia masih kecil. Bagaimana dulu mereka bermain kejar-kejaran dengan memakai selimut itu.

Tapi suatu hari, Ibunya tiba-tiba pergi dan Jin Wook kecil hanya bisa menangis sambil memeluk selimutnya. Dia bertanya pada Ayahnya tapi Ketua Cha mengabaikannya.


"Cha Jin Wook, jangan ragu. Keluarga bukanlah masalah yang harus kau khawatirkan. Yang perlu kau lakukan hanyalah bersama apapun resikonya," ucapnya pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya di kantor, Yoo Mi keheranan melihat beberapa pekerja sedang menata sebuah ruang kerja. Tapi yang paling mengejutkannya adalah plakat nama di meja, 'Ahli Gizi Lee Yoo Mi'. Seorang pekerja memberitahunya kalau mereka sedang menyiapkan kantor untuk Yoo Mi.

Beberapa saat kemudian, Yoo Mi dan tim koki datang melihat-lihat kantor barunya. Mereka kontan terkagum-kagum melihatnya, ada kursi pijatnya lagi, perusahaan benar-benar memperlakukan Yoo Mi dengan baik sekali.

"Tapi siapa yang mengatur kantormu?"


Yoo Mi bingung bagaimana harus menjawabnya. Saat yang lain sedang sibuk melihat-lihat, Yoo Mi mengirim sms ke Jin Wook dan bertanya apakah dia yang menyiapkan kantor untuknya.

Jin Wook tak ragu mengiyakannya, tempat kerjanya Yoo Mi kumuh soalnya jadi Bagian Inventaris memperbaruinya, dia tidak perlu merasa terbebani.

"Aku merasa terbebani. Sangat terbebani," gerutu Yoo Mi.

 

Je Ni yang melihatnya, langsung berbisik ke Shin Hwa "Dia pacaran dengan direktur."

"DIREKTUR?!" Shin Hwa malah berteriak saking kagetnya.

Je Ni langsung menamparnya dan menyeretnya keluar dari sana. Sendirian di sana, Yoo Mi mengagumi segala sesuatu di kantor barunya lalu mengucap terima kasih pada Jin Wook.


Di mejanya sudah ada produk celana dalam untuk anak-anak yang mau dia berikan pada Dong Goo. Seorang pegawai melapor kalau mereka hendak menamai produk baru mereka ini dan ada beberapa kemungkinan.

Jin Wook usul, "Bagaimana kalau... 'I'm Your Father'?"

Si pegawai langsung setuju, simpel dan mudah diucapkan.

 

Yoo Mi sedang kerja saat Jin Wook mengirim sms, mengajaknya kencak akhir pekan besok dan meminta Yoo Mi untuk membawa Dong Goo juga. Yoo Mi heran membaca sms itu, tak menyangka kalau Jin Wook dan Dong Goo dekat.


Tapi tiba-tiba Shin Hwa datang mengumumkan kalau Ketua Cha tiba-tiba datang. Yoo Mi langsung keluar untuk menyambutnya dan menanyakan ia mau makan apa.

Ketua Cha menolak makanan khusus, berikan saja menu yang sama dengan yang dimakan para pegawai. Setelah menyajikan pesanannya, Yoo Mi berniat meninggalkannya. Tapi Ketua Cha menyuruhnya duduk. Ia rasa Yoo Mi pasti sudah tahu alasan kedatangannya kemari.


Para koki diam-diam mengintip dari kejauhan. Je Ni heran, biasanya dalam kasus seperti ini, biasanya ibulah yang datang dan memberi uang. Tapi mereka tak sempat melanjutkan gosip lebih lanjut karena Koki Wang menegur mereka untuk balik kerja.

 

Di akhir pekan, Yoo Mi sudah menunggu di taman bersama Dong Goo. Tapi Yoo Mi terus murung, teringat percakapannya dengan Ketua Cha kemarin.

Ketua Cha mengaku kalau dia tak melakukan apapun karena dia menunggu Jin Wook untuk mengakhiri hubungan mereka sendiri, lagipula mereka juga tidak pasti dalma membina hubungan mereka ini.


Jin Wook datang tak lama kemudian dan Dong Goo langsung menghampirinya. Jin Wook langsung menggendongnya dan mereka malah asyik sendiri sampai-sampai Yoo Mi cemburu dibuatnya.

Tapi kemudian Jin Wook menggenggam tangan Yoo Mi dan kontan membuat senyum bahagia Yoo Mi mengembang, mereka benar-benar kelihatan seperti keluarga kecil bahagia.


Puas jalan-jalan, mereka makan es krim di cafe yang rata-rata pelanggannya adalah keluarga. Pelayan bahkan merekomendasikan es krim keluarga untuk mereka. Yoo Mi hendak menolak tapi Jin Wook menyela dan memesan paket keluarga itu.

Pesanan datang, Jin Wook menyendok es krimnya, Yoo Mi langsung buka mulut tapi Jin Wook malah menyuapi Dong Goo. Yoo Mi cemburu, apa-apaan ini? Kenapa dia malah merasa jadi nyamuk dalam kencan mereka?

"Kau cuma cemburu."

"Enak Dong Goo?"

"Enyak"


Jin Wook lagi-lagi mengabaikannya dan lebih mempedulikan Dong Goo. Tapi kemudian dia mengalihkan perhatiannya ke Yoo Mi dan meminta maaf atas ayahnya, seharusnya dia menghentikannya.

"Apa Sekretaris Jang yang memberitahumu?"

"Apa Ketua bicara kasar padamu?"

Yoo Mi berbohong kalau Ketua Cha cuma makan lalu balik ke kantornya. Jin Wook tentu saja tak percaya walaupun dia tak mempermasalahkannya dan hanya meminta Yoo Mi untuk melupakan apapun yang dikatakan Ketua Cha.

"Aku sudah memutuskan kalau kau... tidak akan sendirian lagi."


Yoo Mi benar-benar tersentuh mendengarnya. Jin Wook lalu menyendok es krim untuk Yoo Mi tapi langsung dia makan sendiri.


Saat mengantarkan mereka pulang malam harinya, Jin Wook memberikan hadiah. Yoo Mi sudah kegeeran tapi Jin Wook malah bilang kalau ini hadiah untuk Dong Goo.

Dia memberitahu kalau mereka meluncurkan produk celana dalam couple untuk ayah dan anak yang terinspirasi dari celana dalamnya Dong Goo yang kualitasnya jelek banget.

"Anak-anak kan cepat tumbuh, jadi kubelikan yang murah saja." Alasan Yoo Mi.

Tapi kalau couple-an berarti... Yoo Mi kontan mengalihkan tatapannya ke bawah. wkwkwk. Jin Wook langsung protes, ada anak kecil di sini.


"Minggu depan datanglah ke rumahku bersama Dong Goo."

"Kita bertiga lagi?"

"Kenapa? Tidak mau?"

Tidak, bukan begitu. Hanya saja, sepertinya Jin Wook suka sekali dengan anak kecil. Jin Wook mengaku tidak juga, tapi lain cerita dengan Dong Goo... Karena dia kan keluarganya Yoo Mi.


Setelah itu, Jin Wook minum-minum di bar bersaam Sekretaris Jang. Dia memberitahu sesuatu pada Sekretaris Jang yang kontan membuat Sekretaris Jang kaget.

"Bagaimana... bagaimana mungkin?"

"Aku tahu kau pasti kaget. Aku juga tak bisa menerimanya."

Tapi Sekretaris Jang malah protes, "Bagaimana bisa anda menyembunyikannya dariku? Kupikir kita sangat dekat!"

Jin Wook penasaran, saat Sekretaris Jang mengikutinya 3 tahun yang lalu, apa dia memfotonya. Sekretaris Jang sontak menggebrak meja penuh amarah, foto apaan?

Ah, Sekretaris Jang tahu, Ketua Cha pasti punya mata-mata ganda. Pada akhirnya, Ketua Cha tidak mempercayainya. Lalu apa yang akan Jin Wook lakukan sekarang.


"Begitu proyek ini berakhir, aku akan mengatakannya pada Ketua."

"Apa tak masalah?"

"Aku tak pernah mengira... berkeluarga akan cocok untukku. Tapi saat bersama mereka berdua, aku ingin mencobanya."


Yoo Mi termenung di cafenya Hyun Tae. Hyun Tae penasaran dia sedang mikir apa. Yoo Mi mengaku kalau dia merasa aneh, mungki karena ini pertama kali untuknya.

"Dia melakukan banyak hal untukku, tapi aku harus bilang apa? Aku tidak merasa seperti Cinderella. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Apa ini wajar?"

Hyun Tae kecewa menyadari siapa yang dimaksud Yoo Mi, tapi dia cepat menutupinya dan meyakinkan Yoo Mi kalau segalanya pasti akan berjalan lancar.

Tapi apakah Yoo Mi akan baik-baik saja, dia mungkin saja berbeda dari yang Yoo Mi harapkan karena dia bukan orang sembarangan.

"Iya juga, sih. Tapi..."

Flashback,


Sembari menggendong Dong Goo, Jin Wook memperhatikan pakaiannya Yoo Mi yang serba tertutup, apa Yoo Mi tidak merasa sesak ditutupi seperti itu. Yoo Mi beralasan kalau dia nyaman seperti ini.

"Kau bukan wanita murahan. Aku tak pernah sekalipun berpikiran begitu. Selain kau, aku tak punya wanita lain. Jadi lepaskan saja, setidaknya di depanku."

Yoo Mi tersenyum menatapnya dan berpikir "Aku juga begitu. Bagiku, hanya ada satu pria sepertimu. Mulai sekarang, aku akan menyukaimu sepenuh hati. Seperti mimpi, aku tak tahu kapan aku akan terbangun."

Flashback end.


Yoo Mi memberitahu Hyun Tae kalau mulai sekarang dia akan mengikuti kata hatinya. Hyun Tae menyetujuinya walaupun dia sedih.

Epilog:


Saat menemani Dong Goo main di taman dan membuat para ahjumma melongo kagum, Jin Wook sebenarnya masih mabuk dan kepalanya sakit. Dia bahkan sebenarnya tidak semangat menemani Dong Goo main, apalagi saat anak-anak terus menerus mendatanginya minta diangkat ke perosotan.

Akhirnya dia malah naik sendiri dan meluncur sendiri sambil memegangi kepalanya yang masih puyeng.

Bersambung ke episode 10

5 comments

Sebenarnya tuh dong goo tu anaknya yoo mi dan jin wook?? Msih ambigu

Iya masih ambigu..liat preview ep 10 kynya sedih ya..

Maaf episode 9 tayang di korea kapan ya? Trus di indonesia di tv berlanggan ada tayang tidak? Kalo ada kapan? Terima kasih.

Entahlah cingu..aku sih tetep berfikir kl dong goo anak mereka..
Kamsamida tuk sinopsisnya

Entahlah cingu..aku sih tetep berfikir kl dong goo anak mereka..
Kamsamida tuk sinopsisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon