Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Radiant Office Episode 16 - 1


Woo Jin memutuskan menyerahkan surat pengunduran diri dalam usahanya mempertahankan para bawahannya dari rencana restrukturisasi. Seo Hyun langsung sinis, selama ini dia sudah terlalu lunak pada Woo Jin hanya karena kerjanya bagus.

Kekesalan Woo Jin semakin tak terbendung mendengarnya. "Lunak? Dirut Seo, pikiran anda itu... sangat buruk."

Apa Seo Hyun pikir perusahaan ini taman bermain atau mainannya? Dia bahkan tidak tahu apapun tentang manajemen dan furnitur, pun begitu dia sudah mempermainkan orang bahkan sebelum dia datang kemari.

Saat Seo Hyun menuntut pertanggung jawabannya, Woo Jin menyatakan kalau dia akan bertanggung jawab dengan caranya sendiri. Jadi Seo Hyun fokus saja akan apa yang harus dia lakukan dan berhentilah memanfaatkan dukungan dan uang ayahnya.

"Berhentilah memainkan permainan manajemen ini dan menyalahgunakan kekuasaanmu dan dengarkan pendapat para pegawaimu."

Seo Hyun benar-benar kesal, apa Woo Jin sadar apa yang sedang dilakukannya sekarang? Tentu saja Woo Jin sadar sepenuhnya, dia sedang menasehati Seo Hyun agar dia menyadari perbuatannya. Tuan Park berusaha membela Seo Hyun, dia sedang bekerja keras demi masa depan perusahaan.

"Apa anda hanya peduli dengan masa depan perusahaan tapi tidak peduli dengan masa depan pegawai yang sudah berkontribusi bagi perusahaan ini? Masa depan pegawai adalah masa depan perusahaan dan masa lalu pegawai adalah masa kini perusahaan."


Kesal, Seo Hyun bertanya-tanya apakah ini reaksi emosional Woo Jin dalam melindungi timnya. Woo Jin menyangkal, bukan karena alasan emosional tapi perhitungan obyektif. Dia yang gajinya paling besar diantara timnya, gajinya mungkin bisa untuk dua orang pegawai. Efisiensi manajemen dan penguarangan biaya bisa diselesaikan jika dia berhenti.

Seo Hyun langsung mengancam akan merusak reputasi Woo Jin agar dia tidak akan bisa bekerja dimana pun. Woo Jin makin sinis menyindir Seo Hyun, apa dia bahkan pernah berusaha sendiri mendapatkan segala hal yang dia miliki sekarang?

Dia mendapatkan segalanya tanpa usaha maka setidaknya dia harus berusaha untuk menggunakannya dengan bijak. Menggunakannya hanya untuk merusak reputasinya itu namanya picik. Dia mengingatkan Seo Hyun kalau perusahaan ini bukan milik Seo Hyun seorang. Apapun yang dia lakukan, nasib ribuan pegawai dan keluarganya ada di tangan Seo Hyun.


Manajer Heo kecewa dengan keputusan Woo Jin. Seharusnya dia memberitahunya dulu, bagaimana bisa Woo Jin melakukan ini. Woo Jin memang sengaja, dia sudah bisa menduga kalau Manajer Heo pasti akan melakukan berbagai cara untuk mencegahnya jika Manajer Heo sampai tahu.

Manajer Heo bertanya apakah Woo Jin melakukan ini demi dia. Woo Jin mengklaim kalau dia melakukan ini karena dirinya sendiri. Dia meyakinkan Manajer Heo kalau dia tidak melarikan diri sekarang ini, hanya ini yang bisa dia lakukan.


Tuan Park masuk tak lama kemudian dan mengaku kalau dia sungguh merasa tersentuh oleh ucapan Woo Jin tadi. Dia benar-benar kagum dengan folosofi dan keberanian Woo Jin. Sungguh. Woo Jin tersenyum mendengarnya. Aigoo, dia tak menyangka kalau Tuan Park ternyata menyukainya.

Mendengar itu, Manajer Heo bercanda menyarankan agar mereka membuat semacam fan club-nya Woo Jin saja. Kalau begitu, Manajer Heo yang harus jadi ketua fan club-nya.

"Kalau itu... Ho Won yang harus jadi ketua-nya," goda Manajer Heo.

"Kenapa Ho Won yang harus jadi ketuanya?" protes Woo Jin canggung.


Saat Asisten Lee menyerahkan laporan, Tuan Park tiba-tiba senyam-senyum gaje sampai Asisten Lee takut sendiri melihatnya. Dia bahkan tidak marah saat Asisten Lee melapor kalau proyeknya dibatalkan. Asisten Lee kontan ketakutan, mengira Tuan Park akan memecatnya dalam rencana restrukturisasi itu.

Dia langsung berlutut sambil gemetaran memohon Tuan Park untuk memberinya kesempatan lagi, dia masih punya banyak hutang dan adik-adik yang masih bergantung padanya. Tapi Tuan Park meyakinkan bahwa takkan ada satupun di tim mereka yang akan dipecat. Dia bahkan mengklaim kalau tadi dia sudah mengkonfrontasi Seo Hyun. Jangan khawatir, pergi kerja sana.

Asisten Lee langsung bangkit sambil berseru penuh semangat, "Baik! Aku mencintaimu, GM Park!"


Woo Jin lalu ngopi berdua dengan Manajer Jo. Woo Jin menasehatinya untuk tidak terlalu mempercayai Seo Hyun. Dia melihat orang hanya sebagai alat untuk mencapai tujuannya, apa yang bisa diharapkan dari orang seperti itu.

"Perusahaan kan memang selalu memperlakukan orang sebagai alat."

"Mungkin kaulah yang memperlakukan dirimu sendiri sebagai alat. Manajer Jo, kau jauh lebih kompeten dan lebih pekerja keras daripada siapapun yang pernah bekerja bersamaku."

"Tapi semua itu tidak penting dalam sebuah perusahaan."

"Tidak. Pada akhirnya, itulah yang paling penting. Kemampuanmu, sayang sekali jika digunakan untuk memihat Dirut Seo. Apalagi kalau nanti kau akan disingkirkan olehnya juga. Terakhir yang ingin kukatakan. Cobalah mengandalkan kemampuan dan semangat kerjamu."


Ho Won dan Kang Ho makan siang bersama Asisten Lee yang langsung nyerocos tentang kehebatan Tuan Park yang katanya mengkonfrontasi Seo Hyun dan melindungi kedua tim dari pemecatan dan mencaci Woo Jin yang mendata para pegawai secara diam-diam untuk dipecat.

Tidak terima, Ho Won langsung membela Woo Jin. Dia kan terang-terangan bilang pada mereka semua. Asisten Lee ngotot kalau Woo Jin itu sudah mengkhianati mereka. Dia terus nyerocos berpendapat kalau yang sebaiknya dipecat itu pegawai kontrak saja, tepat saat Ki Taek datang dan mendengarkannya.


Dia tetap diam saat Asisten Lee bersikap sok dengan menyuruhnya mengambilkan kimchi dan menyindirnya. Seperti biasanya, setelah makan dia pura-pura kehilangan dompet dan jadilah Kang Ho yang mustinya bayar lagi. Dia lalu melempar kunci mobil ke Ki Taek dan menyuruhnya menyetir.

Ki Taek tetap diam menerima perlakuannya. Tapi saat Asisten Lee terus nyerocos mencaci rencana restrukturisasi dan pekerja kontrakan, kesabaran Ki Taek habis sudah. Tanpa ba-bi-bu, dia langsung menonjok Asisten Lee sampai pingsan dan Kang Ho langsung kasih jempol sambil melongo.

"Pekerja sementara saja lebih berusaha keras daripada kau! Tinjuku tadi mewakili 8 juta pekerja sementara, brengs*k kau!" Kesal Ki Taek.

Tapi Asisten Lee tiba-tiba kejang-kejang, EunJangDo kontan cemas. Tapi sepertinya dia sudah sadar, EunJangDo pun langsung kabur.


Malam harinya, Ho Won bergegas menemui Woo Jin di taman bermain. Ho Won senang karena belakangan ini Woo Jin sering meneleponnya. Yah, karena Woo Jin tidak melihat Ho Won di kantor, makanya dia menelepon. Apa ada sesuatu yang mau Woo Jin katakan padanya?

Woo Jin berkelit mengajak Ho Won jalan-jalan keliling kompleks saja. Mereka pun jalan-jalan sambil membicarakan pergantian musim. Ho Won mendesah, tidak bisakah mereka melanjutkan hidup seperti pergantian musim. Woo Jin mengingatkan kalau Ho Won sendiri yang bilang kalau hidup itu dipenuhi dengan penutupan dan pembukaan.


"Satu hal yang kuplejari darimu adalah bagaimana menunggu musim semi tanpa putus asa meskipun ada musim dingin dan jalan yang tertutup."

Sambil mendesah tentang udara malam yang segar, Woo Jin tiba-tiba mengejutkan Ho Won dengan menggenggam tangan. Dia benar-benar bahagia sampai tidak terlalu memikirkan saat Woo Jin berkata kalau dia sudah bukan general manager sekarang.


Ki Taek berkaca-kaca membaca laporan hasil diagnosisnya. Saat Kang Ho keluar dari kamar mandi, dia buru-buru menduduki laporan itu. Kang Ho benar-benar kagum dengan apa yang dilakukan Ki Taek pada Asisten Lee tadi siang. tapi bagaimana dia akan menghadapi Asisten Lee besok.

Ki Taek santai, memangnya hal buruk apa lagi yang bisa Asisten Lee lakukan, mereka kan sudah biasa dimarahi olehnya. Dia boleh saja mengancamnya untuk dipecat, tapi pegawai kontrak tidak seharusnya takut karena hal semacam itu.

"Aku jadi teringat pada seseorang," komentar Kang Ho.

"Siapa? Ho Won? Ho Won biasanya berkata seperti ini seperti mantra, 'Kita harus bahagia hari ini, maka semua hari akan bahagia'."


Sembari menatap keluar jendela dengan sedih, Ki Taek berharap esok akan segera datang. Kang Ho berpikir kalau dia pasti ingin segera ketemu Ji Na.

"Mungkin. Hari esok harus segera datang agar hari ini bisa menjadi hari bahagia."


Woo Jin akhirnya memberitahukan pengunduran dirinya pada Ho Won. Ho Won langsung tertunduk sedih mendengarnya. Apa karena Seo Hyun dan masalah restrukturisasi itu? Woo Jin menyangkal karena siapapun, tapi jika dia harus pakai alasan, mungkin karena kisah pengenalan diri Ho Won.

Sama seperti Ho Won, Hauline juga istimewa baginya karena Hauline membuatnya telah membuatnya tertawa dan menangis, dia tidak pernah bosan. Dia meminta maaf pada Ho Won atas sikap jahatnya dulu pada Ho Won. Suara Ho Won tercekat saat dia mengingatkan Woo Jin kalau dia sudah menerima permintaan maaf Woo Jin.

Jadi, apa mulai besok dia tidak akan bekerja lagi? Dia akan pindah ke perusahaan mana? Woo Jin belum memikirkan masalah itu. Tangis Ho Won langsung pecah seketika. Dia langsung memeluk Woo Jin dan menangis di sana.


Di rumah, Ho Won mengeluarkan pulpen itu dari kotaknya lalu menulis namanya dan nama Woo Jin. Woo Jin sendiri sedang mengemasi buku-bukunya saat dia melihat bunga pot pemberian Ho Won. Dia menyirami bunga itu sambil bergumam, "Tumbuhlah, Eun Ho Won."


Keesokan harinya, mata Asisten Lee lebam dan langsung mencari Ki Taek yang tak ada di mejanya. Dia bersumpah kalau dia tidak akan pernah melupakan kekerasan ini. Dimana dia?! Ji Na santai, Ki Taek tadi bilang kalau dia mau mengumpulkan para senior SMA. Ki Taek itu terkenal akan kesetiakawanannya pada alumni.

Asisten Lee langsung gugup, kenapa Ki Taek mengajak para senior. Mana Ji Na tahu, kenapa juga Asisten Lee penasaran. Nggak tuh, dia nggak penasaran sedikit pun. Dia cuma tanya karena Ki Taek sedang tidak ada di mejanya.


Seo Hyun langsung memutuskan untuk mengangkat Manajer Jo untuk menggantikan posisi Woo Jin. Bukankah itu alasan Manajer Jo mendekatinya. Manajer Jo agak kurang nyaman dengan penunjukkan dadakan ini mengingat situasi sudah berubah sekarang.

Seo Hyun dingin menanyakan apa maksudnya. Manajer Jo menjelaskan bahwa menggantikan posisi Woo Jin karena dia dipindahkan dengan menggantikan posisi Woo Jin karena dia mengundurkan diri dalam rangka menentang restrukturisasi itu berbeda.

Seo Hyun langsung menggerutu kesal. Manajer Jo ingin ini dan itu tapi tetap ingin terlihat baik di mata karyawan yang lain. Pokoknya dia tetap ingin meneruskan rencana restrukturisasi itu dan menugaskan Manajer Jo untuk menanganinya. Dia tidak peduli berapa lama mereka bekerja, yang penting nilai saja hasil kerja mereka.


Saat Manajer Jo kembali, Asisten Lee langsung nyerocos cemas karena kabarnya Manajer Heo dipanggil oleh tim reorganisasi, mana kedua GM tidak kelihatan sedari tadi. Manajer Jo meyaklinkan mereka untuk tidak cemas dan dengan berat hati memberitahu mereka kalau Woo Jin sudah mengundurkan diri.


Tuan Park datang tak lama kemudian dan langsung memanggil Manajer Jo ke kantornya dan menyinggung masalah kenaikan pangkat Manajer Jo. Dia cepat juga, yah? Manajer Jo jangan sampai lupa loh kalau dialah yang sudah memperkenalkan Manajer Jo ke Seo Hyun. Manajer Jo sontak tersinggung dengan ucapannya.

Mendengar itu, Tuan Park mengingatkan Manajer Jo. "Anjing yang menggigit majikannya akan dicurigai apapun yang dilakukannya. Kau bekerja keras mendapatkan posisi itu, jadi lakukan yang terbaik dan buktikan pada mereka. Jangan sepertiku."


Ji Na menemukan Ki Taek merenung di taman. Melihatnya, Ki Taek tiba-tiba bergumam lirih "Apa aku harus mempertahankanmu ataukah merelakanmu pergi."

Ji Na tak terlalu memikirkan maksudnya dan bercerita tentang yang dilakukannya pada Asisten Lee tadi. Tapi dia memperhatikan Ki Taek kelihatan sangat murung, ada apa? Apa karena temannya yang sakit. Ki Taek membenarkannya lalu menanyakan pendapat Ji Na.

Mana yang akan dia pilih. Setahun ditemani dengan cinta yang penuh kasih sayang setiap harinya atau 10 tahun cinta yang membosankan setiap harinya. Tentu saja Ji Na pilih yang pertama, tapi apa tak ada pilihan 10 tahun penuh cinta kasih?

"Mana bisa kau hidup lama jika kau mencintai seperti itu."

Begitukah? Kalau begitu dia pilih pilihan pertama saja maka satu tahun itu bisa membuatmu bertahan selama 40 tahun. Tapi kenapa Ki Taek tiba-tiba menanyakan itu.


"Aku cuma tanya saja. Seolah hari ini adalah hari terakhirku. Seolah tahun ini adalah tahun terakhirku, aku ingin mencintaimu dengan penuh cinta kasih." Ujar Ki Taek. Tersentuh, Ji Na langsung menyandarkan kepalanya di bahu Ki Taek.


Malam harinya, Manajer Jo masuk ke ruang GM yang sekarang sudah kosong dan melihat sebuah tas di atas meja. Ho Won memberitahunya bahwa itu pemberian Woo Jin. Saat Manajer Jo membukanya, isinya ternyata pelat nama barunya sebagai general manajer.


Jadilah Woo Jin nganggur sekarang. Dia mencoba menghabiskan waktu dengan baca buku, tapi lama-lama bosan juga, mana Ho Won belum menghubunginya lagi. Jangan-jangan sekarang Ho Won meninggalkannya karena dia sudah bukan GM lagi. Apa selama ini Ho Won cuma memanfaatkannya karena posisinya?

"Setidaknya kan dia harus balas sms, masa aku yang harus sms duluan? Aku kan lebih tua. Apa dia sudah pulang? Apa dia tidak memikirkan kalau ada orang yang menunggu teleponnya?" Gerutu Woo Jin.


EunJangDo berjalan pulang bersama sambil memikirkan pengunduran dirinya Woo Jin. Sepertinya pengunduran dirinya Woo Jin sia-sia saja. Ho Won tadi tak sengaja dengar di toilet, para pegawai di departemen lain juga panik.

"Kukira aku akan bahagia begitu mendapat pekerjaan, tapi ternyata aku masih saja cemas."

Ki Taek berusaha menyemangati mereka, jangan cemas asalkan mereka bahagia hari ini. Mereka pun sepakat untuk berbahagia hari ini.


Setelah berpisah dengan mereka, Ho Won disms Woo Jin yang menyuruhnya ke taman bermain sekarang. Ho Won langsung semangat pergi ke taman bermain dan bertanya bagaimana rasanya nganggur. Membosankan sekali sampai Woo Jin merasa tersiksa karenanya.

Seharusnya Ho Won meng-sms-nya sesering mungkin dan melaporkan perkembangan pekerjaanya. Ho Won santai, dia tidak merasa itu perlu, Woo Jin kan bukan GM-nya lagi sekarang. Woo Jin ngotot mau tahu, pokoknya kabari dia terus. Oke, dia akan melakukannya dan sudah menyampaikan titipannya Woo Jin pada Manajer Jo. Tapi apa isi kotak itu?

"Itu... adalah masa depannya Ha Ji Na. Dan masa depannya Eun Ho Won."

"Apa?"

"Begitulah."

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon