Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Radiant Office Episode 16 - 2 [END]


Woo Jin beralih topik menanyakan kabar Manajer Heo tapi malah diberitahu kalau hari ini Manajer Heo diwawancarai oleh tim reorganisasi sepanjang hari. Woo Jin terkejut mendengarnya, bukankah tim mereka seharusnya sudah dikecualikan?

"Apa kau mengundurkan diri mewakili karyawan lain yang seharusnya dipecat dalam pengurangan tenaga kerja?"

"Bukan itu satu-satunya alasan."

Menurut Ho Won, Woo Jin itu pengecut. Pergorbanannya ini memang kelihatan keren tapi tetap saja dia menghindari pertempuran. Woo Jin tidak ingin berdarah, makanya dia melarikan diri. Seharusnya Woo Jin tetap bekerja bersama mereka dan bertempur.


Di rumahnya, Woo Jin termenung memikirkan ucapan Ho Won. "Kau tumbuh dengan baik, Eun Ho Won. Kau bahkan sudah bisa menasehati seorang general manager."

Dia lalu menelepon Manajer Heo yang masih di kantor. Mana bisa dia pulang di saat perang seperti ini. Berhubung panglimanya sedang tidak ada di tempat, jadi pembantu panglima lah yang harus bertindak menggantikannya.

Woo Jin mengaku menyesali keputusannya, dia kira segalanya akan baik-baik saja setelah dia mengundurkan diri, tapi ternyata tidak. Dia menyesal karena tidak mendengarkan saran Manajer Heo dan melakukan apa yang dia kira terbaik.

"Maafkan aku," ucap Woo Jin.

"Kau seharusnya bertempur, kan? Apa kau mau berjanji satu hal padaku? Kembalilah jika kami menang."


Keesokan paginya di kantor, Manajer Jo melihat Kang Ho sudah mulai bekerja saat dia baru datang. Apa Asisten Lee menyuruhnya mengerjakan tugas lagi. Kang Ho menyangkal, dia sendiri yang ingin mengerjakannya. Sungguh. Dia benar-benar suka bisa bekerja, dia senang ada tugas yang harus dikerjakannya di kantor. Manajer Jo tercengang mendengar dedikasi Kang Ho.

"Aku juga sangat senang bisa bekerja dengan orang hebat seperti Manajer Jo,"


Tuan Park menginstruksikan Asisten Lee untuk mengajak semua pegawai untuk mogok kerja demi menentang restrukturisasi. Tapi Asisten Lee bingung, kalau begitu siapa sekutunya Tuan Park. Tuan Park kan sekutunya Seo Hyun, tapi jika Tuan Park menyuruh mereka mogok kerja, itu kan artinya Tuan Park ingin Seo Hyun gagal. Ini kan sama seperti bunuh diri namanya.

Tuan Park berkata kalau dia berada di pihak orang lain, ini namanya keadilan untuk membuat dunia yang lebih baik dan perusahaan yang lebih baik. Jika Asisten Lee menginginkan itu maka pilihlah itu.


Manajer Jo menemui Seo Hyun untuk mengusulkan penundaan proyek ini mengingat banyaknya keresahan yang sedang terjadi di perusahaan sekarang ini. Seo Hyun jelas langsung kesal dan terus menuntut proyek baru ini diselesaikan secepat mungkin.

Tapi kali ini Manajer Jo tegas melawannya, lebih baik Seo Hyun cari saja orang lain yang mau memimpin proyek ini. Dia sudah salah menilai, apa yang dikatakan Woo Jin lah yang benar. Proyek ini memiliki keuntungan yang rendah tapi resikonya tinggi. Karyawan merasa cemas sekarang.

"Apa rasa cemas mereka lebih penting daripada masa depan perusahaan?"

"Apa itu masa depan perusahaan ataukah masa depan Dirut sendiri, aku tidak tahu lagi mana yang anda maksud."


Tepat setelah Manajer Jo pergi, Seo Hyun mendapat telepon dari Pengacara Park yang mengabarkan kalau Kakaknya sudah mengajukan berkas untuk menjadi wali bagi ayah mereka.


Tuan Park menemui Dirut Han di mini market dan memberitahunya tentang apa yang dilakukan kakaknya Seo Hyun yang secara otomatis mendapatkan hak-haknya Ketua. Selain itu, Seo Hyun pun sudah dipindahkan ke cabang Amerika.

"Hidup itu terkadang sulit, bagi orang kaya sekalipun." Komentar Dirut Han. Dia menduga kalau klan wakil presdir ang didukung Ketua Seo, pasti akan kembali.

"Rupanya kau tertarik sekali pada perusahaan. Berhentilah bicara soal klan dan kelompok. Aku sudah muak."

"Tentu saja kau muak. Kau pasti sangat pusing karena dilempar kesana-kemari. Kau pasti lelah."


Melihat Dirut Han ongkang-ongkang kaki, Bos mini market langsung keluar dan langsung mengomelinya. Ha. Ternyata Dirut Han sekarang kerja paruh waktu di mini market. Kalau bukan karena Ho Won yang minta, sudah dia pecat Dirut Han sedari kemarin-kemarin.


Ho Won menemui Seo Hyun saat dia sedang berkemas untuk mengucap selamat tinggal, katanya Seo Hyun dipindahkan ke Amerika. Seo Hyun mengoreksi, dia diusir biar dipindahkan ke Amerika.

"Apa kau datang untuk berdebat karena GM Seo, orang yang kau hormati dan sukai, berhenti karena aku?

"Kau kan juga menyukai GM Seo. Sejujurnya, aku datang untuk berterima kasih atas segalanya sebelum Seo Hyun pergi."

"Aku sampai speechless, kukira kau akan membenciku tapi kau berterima kasih padaku?"

Ho Won tahu kalau Seo Hyun sebenarnya peduli padanya walaupun Seo Hyun mungkin kelihatan jahat. Saat dia mengancam Seo Hyun dan saat dia marah-marah masalah kontes itu dan juga saat dia mempekerjakan dua karyawan sementara menjadi pegawai tetap, Seo Hyun masih mempedulikannya.

"Kalau orang lain jadi kau, orang lain itu pasti akan langsung memecatku."

"Padahal aku mempertimbangkannya (memecat Ho Won)."


Tapi Seo Hyun kan tidak melakukannya. Ho Won tahu Seo Hyun tulus saat dia berkata kalau dia menyadari apa yang perlu kau lakukan bagi mereka bertiga. Apa Seo Hyun ingat apa yang pernah dikatakannya malam itu. Tentu saja, bahwa dia adalah dokter terbaik yang pernah Ho Won kenal.

"Sebenarnya, Dirut Seo, maksudku, Dr. Seo. Kau itu orang yang sangat baik. Aku benar, kan? Kau itu orang baik. Berhentilah mencoba menyembunyikan sikap baikmu itu."

"Orang biasanya memanfaatkan orang lain yang selalu baik."

Tidak semuanya seperti itu. Jika dia menyukai seseorang, katakan saja padanya kalau dia menyukainya. Terlepas dari apa kata orang tentangnya, yang terpenting adalah perasaannya pada orang itu.

"Walaupun kau tidak membantuku jadi pekerja tetap di sini, aku akan tetap menyukaimu. Jadi aku akan bekerja keras dan menunggu kepulanganmu dari Amerika. Kau juga bisa duduk di posisi ini melalui nepotisme."


Seo Hyun tersenyum mendengarnya. Ho Won orang pertama yang bilang kalau dia bisa mendapatkan posisi ini lewat nepotisme. Soalnya Ho Won kan juga begitu, bagaimana kalau mereka beradu saat dia kembali nanti, saat itu dia pasti sudah jadi karyawan yang terampil.

"Berarti aku sebaiknya belajar bisnis dengan baik saat di Amerika, jadi aku tidak akan dikalahkan olehmu. Bertahanlah sampai aku kembali."

"Baik. Sampai jumpa."


Manajer Jo pun mulai berkemas untuk pindah ke ruang kerja barunya. Asisten Lee menggerutu tentang perubahan posisi manajer dan menyatakan kalau dia tidak akan lagi bersikap baik pada manajer baru nanti. Tapi saat Ji Na menggodanya, pura-pura melihat manajer baru datang, Asisten Lee sontak membungkuk hormat.

"Kalian membuatku seolah aku mau pergi jauh saja. Padahal aku hanya pindah beberapa langkah ke ruangan itu."

"Beberapa langkah itu sangat besar."

"Betul, Manajer Jo... Maksudku, GM Jo. Jalan yang berliku telah kau tempuh agar bisa naik jabatan."


Satu per satu, mereka semua mengucapkan selamat untuknya. Kang Ho pun lalu membantu memindahkan barang-barangnya Manajer Jo ke ruang sebelah. Ho Won melamun sedih melihat ruangan yang mengingatkannya pada Woo Jin itu.

Dia terlalu larut dalam lamunannya sampai-sampai saat Asisten Lee menegurnya, dia kontan berbalik dan memanggilnya sebagai GM. Ji Na kembali ke mejanya, tapi malah melihat Ki Taek masih sangat murung.


Pulang kerja, Ho Won langsung ke rumah Woo Jin. Tapi tak ada yang menjawab bel pintunya. Bahkan saat dia mencoba menelepon, tapi nomornya Woo Jin tidak bisa dihubungi.


Ki Taek menemui Ji Na di sebuah cafe. Begitu Ji Na datang, dia langsung to the point mengingatkan Ji Na tentang pembicaraan mereka tentang cinta satu tahun yang penuh kasih lebih baik daripada cinta 10 tahun yang membosankan.

Dengan dinginnya dia berkata kalau dia merasa kalau dia tidak akan bisa memberikan Ji Na tahun itu. Dia pernah bilang kalau mereka akan membiacarakan hubungan mereka lagi setelah dia menjadi pegawai tetap tapi ternyata dia tidak mendapatkan pekerjaan tetap itu.

"Kau jangan berjalan di atas sampah, berjalanlah di jalan berbunga."

Ji Na mulai cemas, ada apa sebenarnya? Ki Taek berbohong menyangkalnya dan mengklaim kalau cintanya berakhir di sini lalu pergi begitu saja.


Seo Hyun merapatkan selimut ayahnya sebelum pamit. Dia mengaku betapa dia sangat merindukan ayahnya sejak mereka berpisah. Dia selalu menghormati ayahnya lebih dari siapapun dan selalu bangga padanya.

"Ayah tidak tahu, kan? Aku sangat menyukai ayah. Aku akan berangkat dan mempelajari bisnis dari nol. Aku akan menitipkan ayah pada kakak, jadi cepatlah sembuh."

 

Keesokan harinya, Ho Won tidak bisa konsen kerja sambil menatap ruangan GM. Tidak tahan lagi, dia langsung minta izin cuti sehari pada Manajer Heo. Saat ditanya alasan, dia berkata kalau dia hanya ingin bepergian. Manajer Heo langsung tersenyum penuh arti dan mengizinkan Ho Won cuti.


Woo Jin sedang merenung sendirian di pantai saat Ho Won tiba-tiba muncul di sampingnya. Dia dikasih tahu tetangganya Woo Jin kalau Woo Jin ada di sini. Loh, bukannya Ho Won harusnya bekerja sekarang? Jangan-jangan Ho Won membuat kesalahan lagi dan dipecat. Tentu saja tidak, dia bekerja keras setiap hari biar bisa jadi asisten manajer.

"Aku bukan lagi Eun Ho Won yang kau kenal."

"Orang mana bisa berubah secepat itu. Kau sedang apa di sini?"

Woo Jin sudah terlalu lama bersantai. Cari kerja itu sulit, kan? Takkan mudah cari kerja walau Woo Jin kompeten. Sekarang Woo Jin mengerti bagaimana perasaannya dulu, ka? Mau sampai kapan Woo Jin menganggur?


"Haruskah aku bekerja keras dan menghasilkan lebih banyak uang?"

Katanya Woo Jin cuma mau liburan sebentar tapi dia bahkan tidak mengangkat teleponnya dan membuatnya menunggu sampai dia harus datang jauh-jauh kemari.

"Apa kau menungguku?"

"Iya, setiap hari."

"Aku hanya ingin pikir-pikir dulu sebelum pergi."

Kalau begitu Woo Jin berpikir saja, Ho Won yang akan pergi. Hidup ini singkat, kita takkan tahu kapan hidup kita akan berakhir. Karena itulah Ho Won merasa harus mengatakan apa yang ingin dikatakannya hari ini.

"GM Seo, aku menyukaimu."

Woo Jin tercengang tapi kemudian tersenyum, tidak bisakah Ho Won tungguh beberapa hari untuk memberitahukan itu padanya? Tidak sabaran sekali. Ho Won langsung tertunduk kecewa mendengar protesnya, tapi kemudian Woo Jin berkata, "Aku juga menyukaimu."


Ho Won pura-pura nggak dengar, dia bilang apa tadi? Woo Jin langsung menggenggam tangan Ho Won dan mengulang pengakuan cintanya. Ho Won tersipu malu mendengarnya. Woo Jin lalu mendekat dan mengecup lembut bibir Ho Won.


Hari itu, Asisten Lee datang ke kantor dengan tatanan rambut baru, persis model rambutnya Kang Ho tapi dia ngotot kalau dia tidak meniru. Kang Ho kontan mengejeknya, tidak cocok. Tidak terima, Asisten Lee langsung mengejarnya keliling meja.

Yang lain sibuk melaksanakan tugas masing-masing. Ki Taek ternyata tidak memperbarui kontraknya. Ho Won memberitahu Manajer Heo kalau Ki Taek bisa mau berlibur sebentar. Ah, manajer Heo menduga pasti karena itu juga Ji Na tidak masuk kerja hari ini.

Mereka bercanda tawa tanpa mengetahui kalau Ki Taek sebenarnya sedang dirawat di rumah sakit seorang diri dan hendak dioperasi. Tapi kemudian Ji Na datang dengan berlinang air mata, entah bagaimana dia mengetahuinya. Dia langsung protes tidak terima karena Ki Taek menyembunyikan masalah ini darinya.


Menghapus air matanya, Ji Na memohon agar Ki Taek bertahan dan kembali, dia akan menunggu di sini. Dia masih belum melupakan janji Ki Taek, bahwa Ki Taek tidak akan membuatnya terlihat menyedihkan sampai mau menjemputnya. Terharu, Ki Taek pun menarik Ji Na kedalam pelukannya dan meyakinkannya kalau dia akan menepati janjinya itu.


Di kantor, Asisten Lee menggosip tentang Manajer tim penjualan baru yang tampaknya sangat akrab dengan Tuan Park. Manajer Heo santai berkata kalau itu tidak akan lama karena Direktur Utama kita yang baru tidak akan membiarkan itu terjadi... pada saat yang bersamaan, terlihat sebuah tangan yang tampak tidak asing, sedang memencet tombol lift dengan pen merah lalu memutar-mutarnya.


Asisten Lee penasaran siapa Direktur Utama mereka yang baru, tapi Manajer Heo menolak memberitahu apapun sambil senyam-senyum. Ho Won hendak pergi ke studio saat Woo Jin tiba-tiba datang. Semua orang jelas kaget melihatnya.

Tuan Park dan Manajer Jo keluar saat itu dan sama terkejutnya melihat Woo Jin. Ah, Tuan Park tahu. Woo Jin pasti kemari untuk mengambil sertifikat karir. Ho Won juga penasaran, ada apa Woo Jin kemari? Woo Jin tersenyum padanya lalu memperkenalkan diri.


"Aku direktur utama kalian yang baru, Seo Woo Jin."

Kecuali Manajer Heo, semua orang kontan melongo mendengarnya. Asisten Lee pun sontak membungkuk dalam-dalam. Tuan Park kecewa.

-THE END-

1 comments:

Thx mbak udah recap....happy ending

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon