Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Ruler: Master of the Mask Episode 10


Putera Mahkota dan Chung Won sudah berbalik pergi saat Ga Eun melihatnya tapi tak sempat melihat wajahnya.


Putera Mahkota lalu pergi menemui Woo Bo untuk memintanya untuk mengajarinya cara menyingkirkan Pyunsoo-hwe. Woo Bo yang sedang mabuk-mabukan, hanya memperingatkan Putera Mahkota untuk tidak gegabah atau akan ada banyak orang yang mati.

Lalu dia harus bagaimana untuk menyingkirkan Dae Mok tanpa mengorbankan nyawa siapapun lagi. "Tolong ajari aku caranya. Aku akan melakukan segalanya, jadi tolong beritahu caranya."

"Jangan melakukan apapun, sampai menyadari sendiri hal yang perlu kau lakukan. Jangan lakukan apapun." Nasehat Woo Bo sebelum kemudian tidur ngorok.


Sedikit demi sedikit, Ga Eun dan warga mulai membangun tempat istirahat seadanya dan mulai berbisnis di sana. Moo Ha datang mengunjungi Ga Eun saat itu. Dicap sebagai putri seorang kriminal pastilah sangat berat bagi Ga Eun. Dia dengar tak ada seorang kerabat pun yang datang membantu Ga Eun?

"Orang-orang di sini adalah keluarga sekaligus temanku."

Dia meyakinkan Moo Ha untuk tidak mencemaskanku. Dia suka di sini. Mereka juga berencana membuka pasar dan berdagang. Moo Ha menawarkan bantuannya, dia berjanji akan melakukan apapun yang dia bisa.

"Ahjussi, apa ada cara agar aku bisa masuk istana?"

Ga Eun beralasan kalau dia ingin menjual obat herbal pada para kasim. Moo Ha mempercayainya dan berjanji untuk mencarikan jalan untuk Ga Eun walaupun mungkin butuh waktu lama.


Putera Mahkota tak menyerah begitu saja dan terus berlutut di hadapan Woo Bo yang keasyikan tidur. Seorang ahjussi lewat saat itu. Melihat apa yang dilakukan Putera Mahkota, dia langsung berdehem sekeras-kerasnya sampai Woo Bo terbangun.

Kedua pria itu lalu minum-minum bersama sambil ngobrol. Woo Bo memanggil ahjussi kesana untuk memintanya membawa pemuda yang sedang berlutut itu bersamanya dan mempekerjakannya. Ahjussi protes, pria itu kelihatannya lemah, dia cuma akan jadi beban.

"Dia lebih berguna dari yang terlihat, jadi bawa saja dia."

"Tidak sampai dua minggu, dia pasti sudah kabur."

"Bagaimana kalau kita taruhan?"


Ahjussi itu akhirnya membawa Putera Mahkota bersamanya dan menyuruhnya membawa beban yang cukup berat sampai Putera Mahkota ngos-ngosan. Mereka pergi ke pasar dan beberapa pedagang langsung memberi salam hormat pada Ahjussi. Siapa dia? Mereka penasaran.

"Beban yang diberikan Tuan Woo Bo padaku."

Dia langsung menempeleng kepala Putera Mahkota dan menyuruhnya memberi salam pada para pedagang itu dan sebutkan namanya. Putera Mahkota mengaku tak punya nama, Ahjussi berinisiatif memanggilnya 'Beban' saja kalau begitu. Ia lalu diberi tugas pertama, mengeringkan ikan.


Malam harinya, ia harus sekamar dengan para pria itu. Tapi jelas saja dia tidak bisa tidur karena mereka lomba mengorok dengan suara keras. Tak tahan lagi, akhirnya merenung di luar, teringat pesan Woo Bo untuk ikut si Ahjussi dan menjadi pedagang dan kembalilah lebih kuat.

Flashback,


"Pedagang memiliki persatuan yang sangat kuat. Jika kau menyatukan mereka semua dan mengumpulkannya di Joseon, jumlahnya pasti lebih dari 300 ribu anggota. Jika kau bisa memanfaatkan mereka dengan baik, kau akan memiliki sumber informasi serta akomodasi terbaik di Joseon."

"Apa maksudnya, Dae Mok bisa dilawan dengan cara tersebut?"

"Satukan keyakinan antar pedagang dan bekerja keraslah mendapatkan kepercayaan mereka. Maka mereka semua pasti akan mendukungmu penuh."

Flashback end.


Keesokan harinya saat Putera Mahkota sedang memindahkan kotak-kotak dagangan ke gerobak, seorang wanita tiba-tiba muncul sambil menangis histeris, karena ternyata suaminya meninggal dunia.

Ahjussi hanya menatapnya prihatin tanpa melakukan apapun. Jalanan memang berbahaya, para pedagang banyak yang mati karenanya. Putera Mahkota mengeluarkan kantong uang, berniat memberikan bantuan untuk janda itu. Tapi uangnya cuma tinggal dua koin.

"Tuan, apa saya boleh meminta gaji saya lebih awal?" Pinta Putera Mahkota.

Ahjussi langsung menempeleng kepalanya. Berhentilah bicara omong kosong dan kembali kerja sana! Memangnya dia mau terus membantu mereka? Mana bisa dia membantu mereka semua? Putera Mahkota langsung terdiam.


Ahjussi lalu memberinya sebuah buku catatan dan menyuruhnya pergi menagih uang sewa pada para pedagang. Putera Mahkota tidak mengerti apa maksudnya. Ahjussi menjelaskan bahwa setiap kali selesai berdagang, para pedagang biasanya memilah uang untuk kebutuhan hidup dan uang untuk sewa lahan lalu mereka akan berkumpul bersama untuk minum-minum.


Putera Mahkota pun pergi menagih uang sewa ke setiap pedagang sambil berusaha bersabar menghadapi caci maki dari para pedagang itu. Dia akhirnya berhasil mendapatkan sekantong penuh uang, dan tiba-tiba saja dia punya ide bagus.


Malam harinya, dia dan Ahjussi otot-ototan memperebutkan kantong uang itu. Putera Mahkota berusaha meminta Ahjussi untuk memberikan uang itu pada janda tadi, tapi Ahjussi tidak mau.

Putera Mahkota protes, bukankah uang ini lebih baik ditabung daripada dibuat minum-minum, dengan begitu mereka bisa membantu orang lain sewaktu-waktu, katanya para pedagang itu harus saling membantu.


Dia memohon agar kali ini saja mereka menggunakan uang ini untuk membantu janda itu secukupnya dan menggunakan sisanya untuk membantu jika ada orang lain yang terluka atau meninggal dunia lagi.

"Anda bilang pedagang ditakdirkan meninggal di jalanan. Artinya, suatu saat kita pun juga begitu."

Para pedagang yang lain langsung setuju dengannya. Tapi Ahjussi tetap tak setuju. Jadilah mereka semua menangkapnya sampai kantong uang itu terlepas dari tangannya.


Tapi keesokan harinya, Janda itu mengucap terima kasih pada Ahjussi. Ternyata, pada akhirnya mereka membantu janda itu menggelar ritual pemakaman. Janda itu juga berterima kasih pada pedagang lainnya.

"Kau harus berterima kasih pada anggota termuda (Maknae) kami," ujar salah seorang pedagang sambil melirik Putera Mahkota.


Putera Mahkota tersipu malu menerima ucapan terima kasihnya. Jadi, apakah sekarang dia naik peringkat dari 'Beban' jadi 'Maknae'? Ahjussi cuma menjawabnya dengan berdehem, ayo pergi.


Mereka pun pergi membawa dagangan mereka menyusuri jalan pegunungan yang berliku-liku. Putera Mahkota yang belum pernah menempuh perjalanan sesulit itu, tentu saja langsung kelelahan sampai terjatuh bangun. Tapi dia tidak menyerah begitu saja dan terus berjalan menyusul yang lain. Ahjussi tersenyum melihatnya.


Musim demi musim berlalu. Hingga 5 tahun kemudian, tanah tandus itu pun mulai ramai menjadi desa pemukiman penduduk dan pasar yang sibuk. Saat Ga Eun baru kembali ke desa, dia melihat Putera Mahkota di sana.

Dia langsung mengejarnya, tapi saat dia menepuk bahu seorang pria, ternyata dia bukan Putera Mahkota. Ga Eun jadi mengira kalau dia cuma berkhayal tadi.


Saat dia berbalik, dia melihat Kko Mool (adik kecilnya Lee Sun) mendesah padanya dengan gaya sok dewasa, apa Ga Eun masih belum menyerah akan Chun Soo?

"Cinta pertamamu itu, lupakan saja dan berkencanlah dengan orang lain."


Ga Eun langsung menjitak gemas kepala Kko Mool lalu membawanya pulang. Tapi setibanya di rumah, mereka mendapati Ibu Lee Sun sedang termenung sedih memikirkan Sun. Ga Eun mengaku kalau dia juga merindukan Sun.

"Kenapa juga Nona merindukan berandal berhati dingin itu. Aku akan buat perhitungan kalau dia kembali nanti."

"Lalu kenapa Bibi selalu membiarkan pintu depan terbuka?"

"Itu... karena dia tidak akan bisa masuk jika pintunya terkunci. Juga bila dia ingin pergi lagi."

Ibu tak bisa lagi menahan air matanya. kko Mool pun langsung menangis melihat kesedihan Ibunya.


Sekarang setelah Raja sudah memasuki usia dewasa, Para Menteri langsung serempak demo menuntut ratu untuk mundur sebagai wali Raja. Ratu mencengkeram dokumen itu dengan penuh amarah, tapi terpaksa ia menuruti permintaan mereka dan menyerahkan stempel kerajaan pada Sun.


Dae Mok memerintahkan Departemen Pengadaan Air dan Pyunsoo-hwe untuk menarik hutang yang telah mereka berikan pada orang-orang selama ini, semuanya. Wakil Menteri cemas, takut orang-orang menolak membayarnya.

Santai, Dae Mok memerintahkan mereka untuk mengambil jaminan jika ada yang tidak bisa membayarnya. Dia memerintahkan Tae Ho untuk memperingatkan semua peminjam untuk membayar hutang mereka secara tunai. Tapi dia memperingatkan kalau Pyunsoo-hwe tidak boleh memakai uang itu sedikitpun sampai dia memberi perintah untuk melakukannya.


Kko Mool dengan lugunya memperdagangkan tanaman obat. Tapi ketenangan warga kontan terusik dengan kedatangan Tae Ho yang datang untuk menempelkan pengumuman nama-nama yang wajib membayar hutang mereka pada Departemen Pengadaan Air dalam tempo 15 hari.

Warga kontan panik, dari mana mereka bisa mendapat uang sebanyak itu hanya dalam waktu 15 hari. Parahnya lagi, seorang pejabat datang tak lama kemudian dan menempelkan pengumuman lanjutan yang menagih jaminan bagi yang tidak mampu membayarnya.


Tae Ho bahkan langsung bergerak saat itu juga, menghancurkan dagangan dan menyita harta seorang wanita hanya karena alasan dia tidak membayar hutangnya. Sambil menatap Ga Eun tajam, dia memperingatkan semua orang bahwa mereka juga akan jadi seperti wanita itu jika tidak membayar dalam tenggat waktu 15 hari.

Ketakutan, putri wanita itu langsung lari ke ibunya tapi tersandung sebelum dia mencapai ibunya. Ga Eun langsung menolongnya dan melempar tatapan tajam ke Tae Ho.


Malam harinya, semua warga berkumpul bersama membahas masalah ini. Ga Eun bertanya pada seorang pedagang tentang Kepala Pedagang yang pernah dia bicarakan waktu itu. Apakah Kepala Pedagang itu bisa menyelesaikan masalah seperti ini juga?

Si pedagang bangkit untuk menceritakan tentang Kepala Pedagang itu. Dia orang yang tahu segala sesuatu dan bisa menyelesaikan masalah mereka semua. Dia direkomendasikan oleh delapan kepala persyarikatan dagang sekaligus.

"Maksudmu, dia orang yang berbuat kebaikan dan memihak orang lemah serta kekurangan?"

"Tepat sekali."

Ibu Lee Sun bertanya-tanya apa gantinya, dia yakin Kepala Pedagang itu pasti akan menginginkan sesuatu sebagai gantinya. Si pedagang membenarkannya, Kepala Pedagang menginginkan kepercayaan serta loyalitas penuh. Jika mereka berkhianat maka Langit akan mengutuk mereka.

"Aku... akan menemui Kepala Pedagang itu." Ujar Ga Eun.


Woo Bo datang tak lama kemudian. Kko Mool langsung menghambur ke pelukannya. Dia datang mencari Ga Eun tapi Ibu memberitahunya kalau Ga Eun pergi ke Incheon untuk menemui Kepala Pedagang.

Woo Bo terkejut mendengarnya, "Apakah takdir yang mempertemukan mereka kembali?" (Oh, mungkinkah kepala pedagang itu Putera Mahkota?)


Dengan memakai pakaian pria, Ga Eun terseok-seok mengikuti kedua pedagang itu melewati jalan pegunungan. Saat mereka melihat kaki Ga Eun berdarah, mereka memutuskan untuk istirahat dulu. Ga Eun tak enak pada mereka.

Kedua pedagang itu tak mempermasalahkannya, mereka mengerti niat baik Ga Eun yang ingin membantu para pedagang itu.


Anak-anak buah Dae Mok sedang mengangkut peti-peti. Saat dua orang pria sedang lewat belakang, dua orang pria bercadar tiba-tiba muncul menyerang mereka. Kedua ninja itu ternyata Putera Mahkota dan Chung Woon.

Diam-diam mereka mengintip kedalam dan melihat Woo Jae mengeluarkan sebongkah tembaga dari peti. Putera Mahkota yakin kalau Pyunsoo-hwe pasti sedang merencanakan sesuatu.


Tapi tiba-tiba mereka mendengar keributan di luar. Putera Mahkota mengintip dan langsung shock mendapati Ga Eun bersama dua pedagang, ditangkap saat mereka mau istirahat.

Bersambung ke episode 11

2 comments

Kurasa yg menjadi kepala pedagang adalah orang tua yg slalu bersama putra mahkota.cerita makin seru

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon