Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Ruler: Master of the Mask Episode 9


Putera Mahkota menjerit pilu melihat Raja terbunuh. Ia berusaha melawan semua pengawalnya Dae Mok dengan membabi buta tapi tetap saja dia kalah kuat. Chung Woon dan Kepala Prajurit Lee langsung maju melindunginya.

Kepala Prajurit Lee menyuruh Chung Woon untuk membawa Putera Mahkota pergi. Chung Woon menyeretnya pergi, tapi Putera Mahkota terus menjerit memanggil Ayahandanya. Anak buahnya Dae Mok mengejar mereka, hingga Chung Woon terpaksa harus melawan mereka dan melepaskan Putra Mahkota.


Putra Mahkota berusaha merangkak kembali ke ayahnya. Tapi Kepala Prajurit Lee menghentikannya dan mengingatkannya bahwa sekarang dialah raja negeri ini jadi dia harus tetap hidup. "Kalahkan musuh-musuhnya dan akusisilah tahta anda."

Sekali lagi dia memerintahkan Chung Woon untuk pergi dan melindungi Putera Mahkota apapun caranya. Sementara ia sendiri maju menghadapi para pembunuh itu, Chung Woon menyeret Putera Mahkota pergi dari sana.
Kepala Prajurit Lee melompat untuk membunuh Dae Mok, tapi Gon langsung melompat ke arahnya dan menebasnya duluan. Kepala Prajurit Lee meninggal seketika.


Melihat banyaknya pembunuh yang mengejar mereka, Chung Woon menunjukkan arah ke tempat persembunyian dan menyuruh Putera Mahkota untuk pergi duluan sementara dia menghadapi orang-orang itu. Dia janji akan menyusul nanti.

Putera Mahkota menangis dan memohon Chung Woon untuk tetap hidup sebelum akhirnya pergi meninggalkannya. Chung Woon bersembunyi dibalik semak, memastikan Putera Mahkota sudah pergi.


Begitu melihat para pembunuh itu mendekat, dia langsung mengarahkan mereka ke jalan lain. Tapi dia tidak sadar bahwa ada pasukan kedua yang dipimpin Gon dan dia langsung tahu untuk membawa pasukannya pergi ke arah yang dituju Putera Mahkota.


Dae Mok mencopot topengnya Sun dan mencengkeramnya dengan penuh amarah. Darahnya menetes ke topeng itu dan kontan membuat Sun meringkuk ketakutan.


Putera Mahkota berusaha melarikan diri secepat mungkin, tapi dia terjatuh di tengah jalan. Pasukan Gon berhasil menyusulnya saat itu dan langsung menyerangnya.

Gon cuma diam saja, tapi begitu ada seorang anak buahnya mau menebaskan pedangnya ke Sun, dia sontak melindungi Sun dan menebas orang itu. Dia melempar pisau ke seseorang yang dekat dengan Putera Mahkota. Si pembunuh itu langsung oleng dan membawa Putera Mahkota jatuh bersamanya ke jurang.


Hwa Goon terus mencari Putera Mahkota dan menemukannya terkapar di tanah. Gon berkata kalau Putera Mahkota masih hidup. Tapi menyadari kakeknya takkan menyerah sebelum melihat Putera Mahkota jadi mayat, dia langsung meminta Gon untuk memberinya ramuan yang bisa menyembunyikan detak jantung Putera Mahkota.

Gon memberikan ramuan itu, tapi dia memperingatkan Hwa Goon bahwa orang yang sehat saja sulit mengatasi efeknya. Jika Putera Mahkota meninumnya dalam kondisinya ini, mungkin dia takkan pernah bangun lagi.

Tapi Hwa Goon tak punya pilihan lain selain ini, kakeknya harus percaya kalau Putera Mahkota sudah meninggal dunia agar Putera Mahkota bisa selamat. Hwa Goon yakin Putera Mahkota bisa mengataasinya karena dia dikirim oleh Langit.


Mereka meminumkan ramuan itu dan Putera Mahkota langsung tersedak. Tepat saat itu juga, mereka melihat pasukan Dae Mok datang. Mereka langsung bersembunyi dan meninggalkan Putera Mahkota di sana.

Sun langsung panik berusaha membangunkan Putera Mahkota. Seorang pengawal memeriksa nadinya dan mengkonfirmasi kalau dia sudah mati. Sun kontan menjerit pilu memanggil-manggil Putera Mahkota.


Dae Mok senang dan langsung memakaikan topeng itu ke wajah Sun, mulai sekarang dia harus mengumpulkan kekuatannya pada topeng ini, sekarang Sun lah Putera Mahkota Joseon yang hidup dibalik topeng.

Tapi kemudian dia mengoreksi diri, "Kau adalah Raja Joseon. Namun, saat kau tidak lagi menjadi anjing peliharaanku, saat kau mencoba menjadi Raja sesungguhnya... maka kau juga aka mengikuti jejak Putera Mahkota. Ada banyak orang yang bisa kujadikan Raja dibalik topeng ini. Jika kau ingin hidup, kau harus menjadi anjing peliharaanku."

"Selama kau tetap menjadi raja bodoh dibalik topeng, kau adalah Raja Joseon."



Dia lalu memerintahkan untuk mengubur Putera Mahkota. Hwan Goon langsung panik, tapi Gon mencegahnya keluar dari persembunyiannya. Sun diseret pergi dari sana dan Chung Woon kembali saat itu dan dari kejauhan dia melihat Putera Mahkota mulai dikubur.

Hwa Goon langsung keluar dari persembunyiannya dan berusaha mencegah mereka menguburnya. Dae Mok langsung memerintahkan Gon membawa Hwa Goon pergi, Hwa Goon menjerit-jerit makin histeris sampai akhirnya dia pingsan. Tapi Dae Mok tetap menyuruh mereka mengubur Putera Mahkota.


Ga Eun menyamar jadi dayang istana yang pura-pura mau keluar untuk mengantarkan obat untuk keluarga Youngbin Lee. Si pengawal tak mencurigainya dan mengizinkannya keluar. Dayang Youngbin langsung pergi begitu memastikannya sudah keluar istana dengan selamat.


Teringat dengan Chun Soo (Putera Mahkota), Ga Eun pun langsung pergi ke pondokan. Dia terus menunggu sembari menatap bulan purnama, tapi Chun Soo tak datang. "Ada banyak sekali yang ingin kukatakan. Kemana kau pergi?"


Pagi tiba saat Chung Woon akhirnya mengeluarkan Putera Mahkota dari kuburannya. Dia menjerit pilu saat Putera Mahkota tak bergerak. Tapi saat dia menggenggam tangan Putera Mahkota, dia menyadari Putera Mahkota masih punya denyut nadi. Dia pun langsung membawa Putera Mahkota pergi.


Hwa Goon dan Gon kembali tak lama kemudian, tapi kuburan itu sudah digali dan Putera Mahkota sudah tak ada di sana.


Putera Mahkota dibawa ke Woo Bo dan bersama-sama mereka mulai melakukan perawatan akupuntur untuk Putera Mahkota. Chung Woon cemas, bagaimana kalau Putera Mahkota palsu menjadi raja sebelum Putera Mahkota sadar.

Woo Bo bertanya cemas, apakah orang yang dijadikan anjing peliharaannya Dae Mok itu adalah Lee Sun. Chung Woon membenarkannya.


Dengan memakai topengnya, Sun dibawa Perdana Menteri untuk menghadap Ratu dengan takut-takut. Bahkan menghadapi tatapan tajam Ratu pun, dia langsung ciut.

Saat Sun membalas sapaannya dengan agak tergagap, Ratu langsung sadar kalau dia bukan Putera Mahkota, ia ingat betul suara Putera Mahkota asli saat menyapanya dulu.  Perdana Menteri langsung mendesak Ratu untuk mengangkat Putera Mahkota menjadi raja.
 
"Hal itu sebenarnya bukan wewenangku. Tapi sekarang, menenangkan rakyat adalah prioritas utama kita." Ucap Ratu. Sambil menatap Sun tajam, ia pura-pura mempercayainya sebagai Putera Mahkota dan memintanya mengambil alih tahta. Sun menerimanya dengan terbata-bata ketakutan.

 

Setelah berbagai perawatan, Woo Bo melihat dada Putera Mahkota mulai naik turun dengan teratur dan tak lama kemudian, akhirnya ia membuka mata. Chung Woon pun lega melihatnya.


Malam harinya, Dae Mok menemui Ratu untuk mengucapkan bela sungkawa. Ratu dingin memuji Dae Mok sebagai abdi setia, berkat dia Putera Mahkota bisa jadi raja. Dengan senyum liciknya Dae Mok memperingatkan kalau dia datang karena dia tidak ingin lagi ada 'kelanjutan pemberontakan' dan meminta Ratu untuk memberi mereka otoritas penuh untuk mencetak uang.

Sambil berpose lancang, dia mengklaim kalau percetakan uang penting dalam perpajakan negara dan sekarang ini belum ada otoritas pencetak uang, itu bisa menimbulkan keributan antar pihak. Jadi Ratu harus menegakkan otoritas pengadaan uang negara dan hukum mereka yang mencetak uang tanpa izin.

"Tapi kenapa aku harus memberi Departemen Pengadaan Air otoritas semacam itu? Departemen Perpajakan memgang otoritas keuangan negara."

Dae Mok masa bodoh, pokoknya berikan saja otoritas itu pada Departemen Pengadaan air dan yang perlu dilakukan pemerintah cukup mempertahankan nilai tukarnya saja. Satu-satunya cara menyelamatkan rakyat adalah memberikan otoritas keuangan pada Departemen Pengadaan Air.


Keesokan harinya, rapat pun digelar bersama Sun yang duduk diatas singgasana untuk membahas masalah ini. Si Perdana Menteri bahkan langsung membentak Sun untuk segera memberikan stempel kerajaan pada dokumen itu.


Sun dengan takut-takut melakukan perintahnya. Tapi belum juga stempel itu menempel ke kertas, Ratu datang dan langsung mengumumkan bahwa dirinyalah yang akan mengambil alih kekuasaan Raja dengan alasan Putera Mahkota masih berumur 17 tahun, dia belum dewasa. Dan karenanya, Raja harus didampingi wali dalam setiap pengambilan keputusan.

Tak ada seorangpun yang berani membantahnya. Ratu pun memerintahkan Sun bahwa Departemen Pengadaan Air tidak boleh memiliki otoritas keuangan.

"Yang Mulia, kau masih muda dan belum mengerti cara menjalankan pemerintahan. Sampai kau dewasa dan mampu menjalankan pemerintahan sendiri, aku akan mendampingimu dalam setiap pengambilan keputusan."


Dae Mok dan para kroninya langsung rapat darurat, kesal karena Ratu ikut campur. Perdana Menteri dan Wakilnya ribut berdebat. Wakil Menteri tak mau membiarkan ratu begitu saja. Tapi Perdana Menteri mengingatkannya kalau Ratu berasal dari keluarga berpengaruh dan separuh militer kerajaan memihak ratu.

Seorang menteri menenangkan mereka dan mengingatkan kalau mereka hanya perlu waktu 3 tahun sampai Raja dinyatakan dewasa dan setelah itu, Ratu akan mundur dengan sendirinya. Mereka terus ribut sendiri, sampai Dae Mok mengetuk-ngetuk meja baru mereka diam.


"Biarkan saja dia mengasistensi Raja."

Para menteri kontan kaget mendengar keputusannya. Dae Mok santai berkata bahwa memiliki kekuatan militer tidak akan ada gunanya jika dia tidak punya uang. Dae Mok bersumpah akan menunjukkan kekuatan uang yang dimilikinya pada pada Ratu yang arogan akan kekuatan militernya itu.

Jadi dia memerintahkan Tae Ho bahwa Departemen Pengadaan Air sekarang harus memberikan pnjaman tanpa bunga. Buat semua orang berbondong-bondong ke Departemen Pengadaan Air untuk meminjam uang.

"Aku, Dae Mok, akan menunjukkan kekuatan militer pun akan tunduk pada uang."


Putera Mahkota akhirnya siuman dan langsung berniat mau pergi ke istana, tapi kondisinya masih sangat lemah. Melihat ekspresi canggung Woo Bo dan Chung Woon, dia bertanya-tanya apakah Ibunya masih hidup.

"Selir Youngbin juga... dibunuh oleh Dae Mok."

Putera Mahkota tak percaya mendengarnya. Itu tidak mungkin, bukankah istana punya pasukan pelindung yang sangat banyak.

"Ayah saya... juga telah tiada."

Putera Mahkota langsung terjatuh lemas mendengarnya. Lalu bagaimana dengan Lee Sun, apa yang terjadi padanya. Woo Bo memberitahu kalau Dae Mok memakaikan topeng pada Sun dan menjadikanya Raja. Rencana Raja terdahulu untuk melindungi Putera Mahkota telah gagal.


Tae Ho mengumpulkan para warga termasuk Ga Eun dan memerintahkan mereka untuk pindah ke Chilpae yang merupakan tanah tandus dengan alasan atas perintah Raja. Ga Eun langsung maju memprotesnya.

Tapi Tae Ho langsung menamparnya dan tegas memerintahkan mereka pindah ke Chilpae sekarang juga atau dia akan menghabisinya. Tuan Jang memberanikan diri untuk maju memprotesnya, lebih baik bunuh saja mereka daripada harus pindah.

Tae Ho tak segan menghajarnya dan anak-anak buahnya langsung mengeroyoknya. Tak peduli lagi, dia langsung memerintahkan anak-anak buahnya untuk mengosongkan rumah warga secara paksa. Ga Eun hanya bisa diam tak berdaya.


Setelah semua kekacauan itu mereda, mereka semua berkumpul bersama di luar. Tuan Jang sungguh kecewa pada Raja. Dulu saat Putera Mahkota menyelamatkan seseorang di pasar, dia mengira bahwa jika Putera Mahkota menjadi raja, kadaan negeri ini akan membaik dan keadilan akan dijunjung tinggi.

Tapi kenapa keadaan saat ini malah jadi semakin sulit. Kenapa mereka diusir. Kenapa hidup mereka jadi jauh lebih susah sepeninggal Raja sebelumnya. Ini sungguh tidak adil.


Mengedarkan pandangannya pada warga yang menangis, Ga Eun berpikir. "Ayah pernah mengatakan tanaman takkan tumbuh, kecuali ada yang menyirami serta menyingkirkan gulmanya. Yah, aku mengerti maksudnya. Aku akan melindungi mereka semua."

Dia pun bangkit dan dengan tenang mengajak mereka semua untuk pindah ke Chilpae. Sekalipun di sana tidak bisa bercocok tanam, tapi dia yakin akan ada jalan keluar lain.


Putera Mahkota bersikeras mau pergi tanpa mempedulikan kondisinya. Chung Woon berusaha menahannya sekuat tenaga. Woo Bo langsung kesal, dia sudah berusaha menyelamatkannya tapi sekarang Putera Mahkota malah mau mengantarkan nyawa pada Dae Mok.

"Kalau begitu tidak seharusnya aku menyelamatkanmu yang bahkan tidak menghargai nyawanya sendiri."

"Dae Mok sudah membunuh semua orang yang kusayangi! Kalau aku tidak menghabisinya, bagaimana aku bisa bertahan hidup?!"

Melihat Putera Mahkota seperti ini, Woo Bo merasa dia sangat mirip dengan Dae Mok dulu. Saat Dae Mok mendatanginya dengan berurai air mata dan pada akhirnya dia malah menjadi monster. Sekarang pun Woo Bo akan memberinya jawaban yang sama dengan yang pernah dia berikan pada Dae Mok dulu.

"Aku menyuruhmu untuk menjadi Sang Tuan dengan caramu sendiri. Lalu apa yang akan kau lakukan? Membunuh Dae Mok lalu menjadi monster yang tak kenal takut selanjutnya? Kau pikir semua orang itu meninggal agar kau bisa membalas dendam? Pikirkanlah orang-orang yang telah berkorban untukmu. Apa kau pikir, mereka hanya ingin kau mengakhirinya dengan membunuh Dae Mok?"


Ga Eun dan rombongannya akhirnya tiba di Chilpae. Benar-benar tak ada apa-apa di sana, bahkan tak tampak pepohonan hijau sedikitpun. Ga Eun tetap tenang mengusulkan agar mereka berbisnis di sini karena tempat ini dekat dengan dermaga Mapo dan Seogang, tempat ini juga satu-satunya jalan menuju ke Seoso. Mereka bisa untung besar jika berbisnis di sini.

Seorang ahjumma bangkit dari duduknya. Dia akan mempercayai Ga Eun, lalu apa yang harus mereka lakukan sekarang? Kita bangun tempat tinggal dulu. Maka warga pun mulai bergotong royong membangun sumur terlebih dahulu.


Putera Mahkota pergi ke bukit dimana mereka bisa melihat pemandangan Ibukota lalu bersujud hormat untuk kedua orang tuanya, "Ayahanda, Ibunda. Maaf karena saya belum bisa datang sekarang. Saya akan menjadi kuat, menggulingkan Dae Mok, kemudian menemui kalian. Kumohon, tunggulah sampai saat itu."

Ia memberitahu Chung Woon kalau ia bertekad untuk menyelamatkan Lee Sun yang sekarang menggantikannya jadi anjing peliharaan Dae Mok. "Lee Sun, Joseon... Aku akan menyelamatkan mereka. Maukah kau membantuku?"

"Anda tak perlu bertanya begitu pada seorang pengawal seperti hamba. Anda hanya perlu memberitahu tujuan anda dan memerintahkan saya melindungi anda."


Warga akhirnya sukses membangun sumur. Tuan Jang mengeluarkan setimba air pertama dan meminumnya dengan nikmat. Mereka kontan bersorak bahagia, akhirnya mereka punya air.

Putera Mahkota dan Chung Woon tiba di sana saat itu dan ikut bahagia melihat kebahagiaan mereka. Menatap Ga Eun dengan mata berkaca-kaca, Putera Mahkota memantapkan diri untuk pergi. Sudah cukup baginya melihat Ga Eun baik-baik saja.


"Ayah Ga Eun meninggal karena aku. Aku tak bisa lupa bagaimana saat aku melihatnya menangis. Ga Eun pernah bilang. Setiap kali melihatku, dia teringat ayahnya. Itu membuatnya tidak bahagia. Aku menjga jarak darinya, itulah yang terbaik untuk Ga Eun."

Putera Mahkota berbalik untuk melihatnya sekali lagi dan saat itulah Ga Eun melihatnya.

Bersambung ke episode 10

1 comments:

Lanjut admin,tetap smangat

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon