Powered by Blogger.

Images Credit: SBS


Sinopsis Suspicious Partner Episode 12


Ji Wook ragu dengan ucapan Hyun Soo tadi mengingat tak ada bukti material yang bisa membuktikan  alibinya. Tak ada foto, bahkan minumanya pun dibayar dengan uang tunai. Tapi Bong Hee percaya dengan pengakuan Hyun Soo yang katanya jarang pkai kartu kredit.

Lagipula dulu dia juga pernah dalam situasi seperti itu. Ji Wook merasa Bong Hee terlalu berempati pada Hyun Soo. Mereka kan memang pengacara, pengacara memang harus membela klien mereka.

"Karena itulah aku benci jadi pengacara."

"Terus kenapa kau jadi pengacara?"

"Aku jadi pengacara karena kau..."


Ji Wook langsung diam menyadari ucapannya. Pokoknya jangan berempati dengan semua pembunuh yang ada di dunia ini. Bong Hee menegaskan, dia tidak berempati pada pembunuh, dia berempati dengan mereka salah dituduh melakukan pembunuhan.

Mereka terus saja berdebat sambil teriak-teriak membahas itu-itu terus dan ujung-ujungnya Ji Wook malah ngomong lagi tentang benci pengacara.


Malam harinya saat hendak pulang, Eun Hyuk mendapati Yoo Jung sedang menunggunya dan langsung protes tidak terima dengan perlakuan Eun Hyuk dan Ji Wook kepadanya. Yah, dia mengakui kalau apa yang diperbuatnya itu buruk. Tapi Eun Hyuk juga salah.

Apa Eun Hyuk tahu kalau Ji Wook punya pacar? Bagaimana bisa Eun Hyuk membiarkannya pacaran dengan tersangka pembunuhan. Eun Hyuk cuma diam menatapnya dan memintanya pergi saja. Lebih baik mereka cukup saling bertemu seperti ini saja.


Bong Hee sedang mencari sebuah bar yang didatangi Hyun Soo hari itu. Tepat saat dia masuk kedalam bar, Jaksa Jang datang untuk membeli kue ultah karena hari ini adalah ultah Hee Joon. Dia termenung sedih saat melihat cheesecake kesukaan Hee Joon dulu.

Saat pelayan sedang membungkuskan kuenya, tiba-tiba dia melihat Bong Hee lewat sambil tersenyum lebar. Jaksa Jang langsung geram melihatnya.


Bong Hee santai berjalan seorang diri. Tapi di tengah jalan, dia malah dihadang Jaksa Jang. Dia tidak terima melihat Bong Hee tersenyum di hari ulang tahun putranya. Bong Hee berusaha mengatakan sesuatu, tapi Jaksa Jang langsung mencekiknya kuat-kuat.

Seandainya saja dia preman yang tidak tahu hukum, dia pasti sudah balas dendam dan membunuh Bong Hee sekarang juga. Dia terus mencengkeram leher Bong Hee sekuat tenaga sampai Bong Hee sesak nafas. Untunglah dia segera sadar dan melepaskan cekikannya.


"Aku sungguh tidak melakukannya. Tak ada yang bisa kulakukan jika anda tidak percaya padaku. Aku tidak melakukannya. Anda boleh menuduhku sesuka anda, tapi aku tidak bisa hal yang tidak aku lakukan."

"Buktikan kalau begitu. Jika kau bukan pelakunya, maka bawa pelaku aslinya padaku. Sampai saat itu, kaulah pelakunya. Bagiku, kau satu-satunya pelaku."


Bong Hee menangis di sana. Saat dia pulang, dia menutupi lehernya dengan syal dan pura-pura ceria saat menunjukkan foto bukti pasangan yang mengadakan pesta ultah di bar pada hari itu. Ji Wook tak yakin, Hyun Soo tak tampak di foto itu, jadi ini tidak bisa dijadikan sebagai bukti untuk membuktikan alibinya Hyun Soo.

"Ini bisa memberi kita alasan untuk mempercayainya." Ujar Bong Hee.

Senyum cerianya langsung menghilang saat dia berpaling dari Ji Wook dan saat itulah Ji Wook baru menyadari ada yang aneh darinya.


Dia baru melepaskan syalnya begitu masuk kamar. Tapi tiba-tiba Ji Wook masuk. Bong Hee langsung panik berusaha tidak terlalu kentara untuk menutupi lehernya yang memerah. Ji Wook langsung melepaskan tangan Bong Hee dari lehernya dan melihat lehernya memerah.

Dia berusaha menanyakan apa yang terjadi. Tapi Bong Hee tidak mau membahasnya. Ji Wook tidak memaksanya, tapi apa Bong Hee baik-baik saja. Bong Hee hanya mengangguk. Ji Wook pun tak membahasnya lebih jauh dan pergi.


Keesokan harinya, mereka rapat membahas kasus Jung Hyun Soo. Tuan Byun sangsi dengan penyataan saksi, masalahnya dia sudah tua, apa penglihatannya baik? Eun Hyuk tidak bisa banyak membantu karena harus mengurus kasus lain juga, tapi dia akan berusaha membantu sebisanya.

Tuan Byun menyuruh Nona Kurang Bukti untuk mengambilkannya air. Bong Hee tidak mau menurutinya, malah pura-pura tidak dengar. Tapi saat Ji Wook minta diambilkan pulpen, Bong Hee langsung sigap mengambilkannya.


Mereka lalu mencoba merekayasa kejadian sesuai pernyataan saksi. Bong Hee disuduh pakai topi sebagai pelaku, sementara Ji Wook dan Eun Hyuk mencoba melihatnya dari kejuahan. Ji Wook ragu apakah saksi bisa mengenali pelaku dari jarak sejauh ini.


Eun Hyuk rasa mungkin saja, jika saksi mengetahui tersangka. Saksi mengaku kalau dia mengenal warga daerah itu. Tapi kenapa dia melihat ke rumah orang lain? Eun Hyuk yakin itu karena saksi merasa kesepian.

"Saat kita kesepian, kita akan melihat orang lain. Kita ingin tahu apa yang dilakukan orang lain atau apakah orang lain tidak kesepian."


Ji Wook yakin ada yang aneh dari foto-foto korban, tapi dia tak tahu apa yang aneh. Ini kasus pembunuhan oleh seorang perampok, tapi kenapa tersangka menusuknya berkali-kali. Senjata pembunuhan belum ditemukan, bukan? Tuan Bang membenarkannya.

 

Bong Hee mengunjungi Hyun Soo saat Ji Wook meneleponnya. Mereka langsung pergi ke sebuah restoran. Tapi ada info apapun yang bisa mereka dapatkan dari manager restoran. Ji Wook berusaha menanyai seorang pegawai, tapi wanita itu langsung pergi menghindar.

"Heol. Penampilanmu tidak bekerja."

"Aku tidak menggunakan penampilanku."


Mereka hendak berjalan pergi saat tiba-tiba saja mereka membeku di tengah jalan. Tadi mereka parkir mobil dimana, yah? Tanya Ji Wook. Di sebuah gang di suatu tempat. Ini kan juga gang. Bong Hee santai, nanti juga ketemu.


Tapi tetap saja mereka tidak menemukan mobilnya Ji Wook. Tiba-tiba hujan mengguyur deras. Ji Wook langsung menggenggam tangan Bong Hee dan mengajaknya berteduh di terowongan. Mereka akhirnya jongkok di sana, menunggu hujan reda sambil mengulurkan tangan menadahi rintik hujan. Bong Hee keasyikan dan Ji Wook terpesona menatapnya.

Saat hujan mulai mereda, Ji Wook pun mulai tersadar dari lamunannya dan langsung mengajak Bong Hee pergi sekarang juga. Mereka harus mempersiapkan persidangan.


Ji Hye baru datang ke kantor, tapi malah mendapati Yoo Jung pucat. Ji Hye meyakinkannya untuk istirahat saja, biar dia yang ke persidangan sendiri. Tapi Yoo Jung ngotot ingin pergi juga.


Ji Wook dan Bong Hee baru saja datang, tapi malah bertemu Jaksa Jang di pintu depan. Bong Hee kontan melindungi lehernya dengan ketakutan. Ji Wook melihat itu dan langsung mengerti segalanya. Dia langsung melepaskan tangan Bong Hee dari lehernya dan menggandengnya masuk.


Persidangan pun dimulai. Yoo Jung duduk diam memperhatikan Ji Wook dan Bong Hee di seberang, sementara Ji Hye membacakan tuntutan mereka terhadap Hyun Soo. Ji Wook menyangkal tuduhan mereka, terdakwa tidak memiliki alasan ataupun motif untuk membunuh korban.

Walaupun terdakwa tidak butuh alasan ataupun motif untuk membunuh korban, tapi harus ada premis. Dan premis utamanya adalah terdakwa melakukan perampokan. Memang ada barang yang hilang di TKP, tapi tidak ada bukti bahwa barang hilang itu dicuri oleh tardakwa.

Kejaksaan juga belum bisa melacak keberadaan barang yang hilang itu. Tidak ada di rumah terdakwa, tidak pula di tempat kerjanya. Bahkan saat mereka memeriksa rekening bank dan uangnya, mereka tidak menemukan apapun yang dia dapatkan dari perampokan.


Intinya, Ji Wook mengklaim tidak pernah ada pencurian sejak awal. Agar tuduhan pembunuhan oleh perampok berlaku, seseorang perlu terbukti melakukan perampokan dan melakukan pembunuhan dengan kemungkinan perampokan itu.

Jadi tuntutan jaksa tadi tidak sah karena terdakwa tidak pernah melakukan perampokan. Dan tidak ada bukti khusus bahwa terdakwa melakukan pembunuhan, jadi dia juga tidak bisa dituduh melakukan pembunuhan.


Begitu kembali ke tempat duduknya, Ji Wook tak sengaja kontak mata dengan Yoo Jung dan Bong Hee memperhatikan mereka.


Eun Hyuk baru tiba saat dia melihat Yoo Jung berjalan sempoyongan dengan wajah pucat. Dia hendak menghampirinya. Tapi dia melihat Ji Wook dan Bong Hee juga ada di sana. Bong Hee terus nyerocos, tapi Ji Wook tidak mendengarkannya karena terlalu cemas melihat Yoo Jung.

Dia langsung menghampirinya dengan cemas. Yoo Jung bersikeras kalau dia baik-baik saja. Tapi Ji Wook tak percaya, biar dia saja yang menyetir. Ji Wook sempat terdiam menatap Bong Hee. Tapi Bong Hee memberi isyarat untuk pergi saja. Ji Wook pun langsung pergi meninggalkannya.


Bong Hee akhirnya pulang bersama Eun Hyuk. Bong Hee mendesah sedih, terkadang dia iri dengan wanita yang sakit karena dia orang yang jarang sakit. Eun Hyuk tertawa garing seperti biasanya, tapi Bong Hee menyuruhnya untuk tidak tertawa.


Rumah kosong saat Bong Hee tiba di rumah. Eun Hyuk pun langsung berlinang air mata saat dia sendirian di rumahnya.


Ji Wook mengantarkan Yoo Jung sampai depan rumahnya. Yakin Yoo Jung tidak mau ke rumah sakit? Yoo Jung mengiyakannya, dia akan membaik setelah minum obat. Ji Wook langsung berbalik mau pergi, tapi Yoo Jung menahannya dan mencoba mengajaknya masuk untuk minum teh. Ji Wook dingin menolaknya, jangan melakukan ini.

"Aku sangat mencintaimu. Makanya cintamu padaku, tidak pernah terasa cukup. Aku selalu haus untuk itu. Rasanya seperti aku yang selalu cemas dalam hubungan itu. Tapi setelah kau pergi, seperti kita putus... aku sadar harus tetap kau. Bahkan sekalipun itu artinya aku harus kehausan akan hal itu, aku tetap ingin berada di sisimu, Ji Wook."


Bong Hee mondar-mandir gelisah di rumah, menunggu Ji Wook yang tak kunjung pulang. Ji Wook akhirnya kembali tak lama kemudian dan mendapati Bong Hee sedang menunggunya di depan pagar. Begitu melihatnya, Bong Hee langsung berlari memeluknya.

"Kukira kau tidak akan pulang. Aku menyukaimu. Aku... menyukaimu, Pengacara Noh."

Ji Wook hampir saja membalas pelukannya. Tapi entah kenapa dia ragu dan menjawab. "Jangan menyukaiku."

"Tidak semua yang dimulai berlangsung. Beberapa hal berhenti begitu mereka mulai, karena setiap permulaan sangat menakutkan."

Bersambung ke episode 13

12 comments

Wah makin seru ceritanya...ada preview ep 13 nya ga mba ima???

cha jin wook kok berasa lbh "hot" di drama ini y ..
eh .. bener gk namanya cha jin wook .. hahaha ..

This comment has been removed by the author.
This comment has been removed by the author.

Kok aq merasa bgusan suspicius partner ya ketimbang ruler mask. Tpi ratingx kok rendah di korea? Jauh lebih tinggi ruler mask. Hadewww

Baper bngt nntn ep 12 ini.. huhh gg sbr nunggu mngg dpn..couple kesukaan ji chang wook nam ji hyun

Bikin greget az,,
Previewnya donk mba,,,

Setujuuuuuu....

wah Yoo jung serakah menyebalkan.
Haduh makin greget deh liat sikap Ji Wook :D
Aku suka gayanya Bong Hee siiippp :)

Di lanjutin sinopsisnya kak, sialnya makin seru...

Semangat Nulisnya... 😆

Di lanjutin sinopsisnya kak, sialnya makin seru...

Semangat Nulisnya... 😆

Sayang gaada previewnya, harus sabar nunggu rabu lg wkwk

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon