Powered by Blogger.

Images Credit: Dragon TV

Sinopsis When a Snail Fall in Love Episode 1



Didalam sebuah kereta di Myanmar, seorang pria mengeluh panjang lebar tentang fasilitas buruk kereta api itu yang menurutnya tidak sebanding dengan kemewahan di Amerika dan Eropa. Dia lalu mengeluarkan dompetnya yang cukup tebal untuk membeli beberapa semangka.

Dia terus saja mengoceh lantang mengkritiki kereta api itu tanpa menyadari beberapa pria mencurigakan yang lewat sambil diam-diam mengamatinya, justru seorang pria muda bergaya ala koboi yang duduk di belakang pria itulah yang tampaknya mencurigai mereka.


Beberapa pria lain lewat lalu seorang diantaranya diam-diam merogoh saku pria itu. Jelas pria itu langsung kesal. Tapi protesnya langsung terbungkam saat pria kedua menempelkan cutter di leher pria itu.

Dengan cepat para preman itu berhasil merampas dompet, jam tangan emas dan tas milik si wanita. Si pria itu ketakutan dan tak berani melawan. Tapi si wanita tidak terima dan langsung mengejar para preman yang masuk ke gerbong depan itu. Tapi apalah daya wanita menghadapi para preman.


Wanita itu menjerit-jerit tapi tak ada seorang penumpang pun yang berani menyelamatkannya. Si pria koboi yang sedari tadi memperhatikan segalanya dalam diam, akhirnya beranjak bangkit, menitipkan topi koboinya pada seorang anak lalu berjalan ke gerbong depan.

Preman pertama berusaha menghalanginya dengan menutupi pintu gerbong. Tapi pria koboi dengan cepat mencegah pria itu menutup pintunya. Kesal, si preman langsung mengayunkan tinjunya. Tapi pria koboi langsung memelintir tangan si preman dengan kekuatannya, menjedotkannya berkali-kali ke pintu gerbong lalu menendangnya.


Sementara para penumpang yang lain hanya berani melihat, pria koboi itu dengan penuh percaya diri melawan komplotan preman itu dengan jurus-jurus bela dirinya. Rekan-rekan komplotan preman itu langsung maju mengeroyok pria koboi, tapi pria koboi itu cekatan melumpuhkan mereka semua dengan mengikat leher dan kaki mereka dengan berbagai benda terdekat yang bisa dia temukan.


Para petugas keamanan datang setelah semua preman itu berhasil dilumpuhkan. Sepertinya mereka mencurigai si pria koboi, tapi pria koboi itu langsung mengeluarkan lencana polisinya dan memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris "Saya Polisi Kriminal Cina, Ji Bai"


Setibanya di stasiun Burma, Ji Bai (Wang Kai) menyewa sebuah mobil jeep lalu mengganti baju koboinya dengan setelan jas. Dia lalu pergi ke sebuah toko barang antik. Di sana, dia melihat seorang kakek tua yang dia kira pemilik toko itu lalu menunjukkan foto sebuah cangklong antik yang sedang dia cari.

Tapi kakek itu mengaku kalau dia bukan bos lalu membawa Ji Bai ke kantor bosnya yang mewah. Selama menunggu kedatangan si bos, Ji Bai memperhatikan foto-foto yang terpajang di dinding, dan yang paling menarik perhatiannya adalah foto si bos bersama seorang pria.


Si bos akhirnya datang tak lama kemudian dengan membawa kotak barang yang diinginkan Ji Bai. Ji Bai pun langsung to the point meminta bos untuk menjual cangklong itu kepadanya. Si bos heran kenapa Ji Bai jauh-jauh datang dari Cina hanya untuk mendapatkan barang yang umurnya belum terlalu tua dan tidak begitu berharga ini.

"Saya tahu, tapi itu cukup berarti bagi saya. Karena itu milik mendiang ayah teman saya. Saya ingin memberikannya pada teman saya sebagai hadiah ultah"

"Apa pekerjaan anda, Tuan Ji?"

"Polisi" jawab Ji Bai. Si bos sontak tercengang mendengarnya. Dia langsung memasukkan cangklong itu kembali kedalam kotaknya dan terus menatap Ji Bai dengan curiga.


Beberapa saat kemudian, Ji Bai akhirnya berhasil mendapatkan cangklong itu. Tapi dalam perjalanan keluar, dia melihat seorang pria yang diseret sekelompok preman ke bagian belakang gedung. Hmm... dari tatapan keduanya Ji Bai dan pria itu sepertinya saling mengenal.

Ji Bai kembali ke mobilnya, melepas jas dan dasinya, menyampirkannya di jok mobil dengan rapi, menggulung lengan bajunya sebelum akhirnya kembali masuk kedalam dan mencari pria yang sedang diganggu sekelompok preman tadi.


Para preman itu menginterogasi si pria, curiga kalau dia seorang polisi karena dia mencopy informasi milik bos mereka. Pria itu mengaku kalau dia cuma seorang pebisnis. Para preman itu tak percaya dan langsung menodongnya dengan pistol sembari mengancamnya untuk mengatakan yang sebenarnya.

Ji Bai muncul saat itu dan mengklaim kalau pria itu adalah temannya. Seorang preman maju untuk menghajar Ji Bai, tapi Ji Bai dengan mudahnya menggunakan jurus bela dirinya untuk memelintir dan merobohkan pria itu.

Preman kedua maju tapi gerakan Ji Bai lebih cepat dan lincah hingga lagi-lagi dia berhasil mengalahkan preman kedua itu dengan mudah. Preman ketiga langsung menodongkan pistolnya, Ji Bai langsung memelintir tangannya hingga pistol itu terjatuh.

Setelah menyepak pistol itu menjauh, Ji Bai langsung menghajar pria itu. Bahkan sekalipun badan pria itu lebih besar daripada Ji Bai, tapi kekuatan Ji Bai jauh lebih besar darinya. Dan dengan satu dorongan kuat, preman itu pun pingsan.

Akhirnya tersisalah satu preman. Tapi karena sekarang keadaan sudah berbalik, pria itu akhirnya berani maju menghajar si preman sendiri sampai si preman pingsan.


Setelah pria itu mengambil flashdisk dari tangan si preman, Ji Bai dan pria itu lalu pergi bersama. Ji Bai heran apa sebenarnya yang pria itu ambil dari para preman itu. Pria itu tampaknya enggan menjawab yang sebenarnya bahkan mengaku kalau dia gagal mendapatkannya, padahal Ji Bai melihat flashdisk yang ada di tangannya.

"Bisakah aku bertemu 'dia'?" tanya Ji Bai "Kudengar dia tahu banyak hal yang ada di Burma. Aku punya banyak pertanyaan untuknya"


Pria itu pun membawa Ji Bai ke sebuah cafe. Saat mereka masuk, Ji Bai memperhatikan ada seorang pria yang sedang membaca koran tapi kemudian masuk kedalam. Ji Bai menunggu sementara pria kenalannya itu meninggalkannya sebentar kedalam untuk mandi dan ganti baju.

Selama menunggu, Ji Bai mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe itu. Pria itu kembali tak lama kemudian tapi dia memberitahu Ji Bai kalau bosnya sedang tidak ada di sini. Ji Bai jelas tak percaya karena tadi dia melihat seorang pria yang membaca koran di sana lalu masuk ke dapur, kalau bukan bos lalu siapa pria itu tadi?


Pria itu langsung diam yang jelas mengkonfirmasi kecurigaan Ji Bai. Tapi pria itu tetap berusaha mencegah Ji Bai masuk ke dapur dengan memberikan sobekan kertas pesan ambigu dari bosnya yang berbunyi "Giok-nya sudah tidak ada di sini. Masalah tak terpecahkan di masa lalu. Piton Emas membuat masalah di Burma. Kobra bergerak di Kota Lin. Badai datang"

Ji Bai tampaknya mengerti maksud pesan itu dan langsung berlari masuk dapur mencari si bos. Tapi si bos tak ada di sana.


Sementara itu di Beijing, seorang polisi bernama Zhao Han sedang bicara di telepon dengan Kakeknya Ji Bai. Dia memberitahu Kakek Ji bahwa Ji Bai saat ini sedang berada di Myanmar.


Seorang anak buahnya datang dan keheranan melihat Zhao Han sedang memakai seragam hari ini. Dia memanggil Zhao Han dengan sebutan kakak ketiga dan memberitahu kalau tim 3 meminta bala bantuan untuk menangani kasus yang terjadi pagi ini.

Lalu dengan ceria dia memberitahu Zhao Han bahwa hari ini mereka kedatangan anak magang baru, yang semuanya cewek. Hmm... sepertinya Zhao Han hari ini memakai seragam gara-gara itu.


Tak lama kemudian Zhao Han mendapatkan telepon dari Ji Bai yang baru mendarat kembali di Cina. Ji Bai tahu hari ini mereka akan kedatangan anak magang dari Institut Psikologi. Tapi dia tidak setuju dengan perekrutan wanita itu masuk ke divisi mereka (Divisi Kejahatan Berat) karena wanita itu bahkan gagal dalam tes fisik.

Ji Bai meremehkan kegunaan ilmu psikologi wanita itu dalam pekerjaan mereka. Karena itulah, dia memerintahkan Zhao Han untuk mencari-cari kesalahan wanita itu agar mereka bisa mengeluarkannya dari tim mereka, apapun caranya.

Walaupun sudah mendarat kembali ke Cina, tapi Ji Bai memberitahu kalau dia baru akan pulang ke Beijing 2 hari lagi. Setelah itu, dia langsung menelepon seseorang bernama Ye Zi untuk memberitahukan kedatangannya.


Zhao Han masuk ke kantornya dan melihat dua orang polwan di sana. Yang satu sedang tanding panco dengan seorang bawahannya dan yang seorang lagi sedang menyendiri sambil sibuk menggambar binatang.

Adu panco itu akhirnya sukses dimenangkan si polwan magang dan membuat si polisi itu jadi malu karena kalah dari wanita. Polwan magang itu langsung maju dan dengan penuh semangat memperkenalkan dirinya adalah Yao Meng.


Berbeda dengan Yao Meng, gadis magang yang satunya malah diam saja menunggu Zhao Han menghampirinya sendiri. Zhao Han mengenalinya sebagai Xu Xu (Wang Zi Wen), dan dialah polwan magang yang diminta Ji Bai untuk dikeluarkan dari satuan mereka.

Dia tidak ragu mengakui kalau dia tidak lulus tes fisik dan tidak ikut gabung dengan mereka tadi karena dia tidak suka panco. Zhao Han langsung menyindirnya sinis lalu menanyakan apa yang sedang ditulis Xu Xu.

"Saya tidak menulis, saya hanya menggambar"

"Biarkan aku melihatnya" tuntut Zhao Han


Xu Xu terpaksa menyerahkannya dan ternyata Xu Xu sedang menggambar kejadian penyelamatan dengan perahu yang tampak di salah satu foto di dinding. Hanya bedanya, orang-orang yang tampak di foto, dia gambar jadi berbagai jenis binatang.

Lagi-lagi Zhao Han menanggapinya dengan sinis dan menilai itu gambar kekanak-kanakan. Apa Xu Xu mau menggambar profil penjahat dengan kartun nantinya? Tapi kemudian seorang polisi melihat dirinya yang digambar jadi badak dan langsung tercengang karena dulu waktu kuliah dia memang dipanggil  badak. Dari mana Xu Xu mengetahuinya?

Yang lain langsung ikut berkumpul dan semuanya tercengang karena semua gambar binatang itu memang sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Ada monyet, kambing dan serigala. Mereka langsung menyatakan kekaguman pada Xu Xu... tapi langsung bungkam saat melihat tatapan peringatan dari Zhao Han.


Masih berusaha mencari kelemahan Xu Xu, Zhao Han menantang Xu Xu untuk menggunakan ilmu psikologinya untuk membaca foto itu dan menceritakan kejadian yang terjadi dalam aksi penyelamatan itu.

Yang tidak dia sangka, Xu Xu bisa menceritakan kronologinya dengan benar dari dari satu foto itu. Bahwa mereka saat itu sedang lomba perahu, tapi kemudian salah satu perahu terjungkal. Dia bahkan bisa menduga dengan tepat perahu mana yang terjungkal duluan.

Xiao Fang (Polisi yang tadi kalah dari Yao Meng) bertanya-tanya apa kira-kira gambar binatang yang mewakili Zhao Han. Xu Xu memperhatikannya sejenak lalu mulai menggambar. Setelah jadi dia menyerahkannya pada Zhao Han. Tapi yang lain langsung merampasnya dan tertawa geli karena Xu Xu menggambar Zhao Han sebagai kuda nil.


Zhao Han jadi malu dan akhirnya mengakui kehebatan Xu Xu. Tapi dia menyarankan agar sebaiknya Xu Xu tidak usah ikut terjun ke lapangan dan membantu mereka melakukan profiling saja.

Yang tidak disangkanya, Xu Xu ternyata sudah mengetahui tentang Ji Bai yang lebih tegas daripada kepala departemen yang merekrutnya. Karena itulah dia akan mengikuti aturan Ji Bai agar dia bisa tetap bertahan di divisi ini.


Ji Bai sendiri sedang balapan kuda bersama teman masa kecilnya, Ye Zixi. Setelah itu, mereka istirahat di club dimana Ji Bai menghadiahkan cangklong itu pada Zixi dan mengakui kalau dia menemukan benda itu di Myanmar.

Dari percakapan mereka, Ayah Zixi ternyata dibunuh. Pembunuhnya sudah diadili tapi Zixi masih meyakini kalau pamannya lah yang bersalah.

Ji Bai mendesah saat dia memberitahu Zixi bahwa sampai sekarang dia masih menyelidiki kemungkinan adanya dalang dibalik pembunuhan itu. Tapi benar-benar tidak ada bukti yang menyatakan kalau pamannya Zixi bersalah. Dia memang terbukti melakukan penggelapan tapi dia tidak terbukti terlibat dalam penculikan.

Tapi Zixi tetap bersikeras dengan keyakinannya sendiri, dia hanya mau mempercayai apa yang dilihatnya sendiri.

Suasana diantara mereka seketika berubah jadi tegang dan canggung. Zixi cepat-cepat meredakan suasana diantara mereka dengan memanggil Ji Bai sebagai Kakak Ketiga dan berterima kasih atas penemuan cangklongnya itu.


Jia Bai mengalihkan topik membahas masalah yang ada di perusahaan Ye Group. Dia merasa ada yang aneh mengingat dua tahun pertama Zixi mengambil alih investasi luar negeri perusahaannya, nilainya meningkat tajam. Tapi tahun ini malah menurun drastis.

Anehnya, Zixi menolak membahas masalah itu dan mengingatkan Ji Bai kalau dia bukan polisi yang bertanggung jawab terhadap masalah finansial dan mengklaim dirinya sebagai warga negara yang baik yang selalu taat pajak. Zixi lalu mengakhiri percakapan ini dan mengalihkan topik kalau dia ingin mengunjungi Kakek Ji.

Bersambung ke episode 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon