Powered by Blogger.

Images Credit: Dragon TV

Sinopsis When a Snail Falls in Love Episode 2


Malam itu, seseorang yang tampak mencurigakan memakai topi dan masker, tengah mengubur sesuatu di tanah.

Keesokan paginya, area di sebuah taman sedang heboh karena ditemukannya beberapa pisau yang terkubur di beberapa titik di taman itu. Pisau-pisau dalam berbagai bentuk dan ukuran itu dikubur dengan posisi bagian tajam menghadap ke atas dan salah satunya telah bersimbah darah.

Seorang petugas menginterogasi seorang nenek yang menggerutu marah dan sedih karena salah satu pisau itu telah melukai cucunya. Ia tidak mengerti siapa yang tega mengubur pisau-pisau itu di taman publik.

Tapi ternyata tidak cuma di taman itu, seorang petugas lain datang melapor ditemukannya pisau-pisau lain terkubur di taman lainnya.


Sementara itu, Xu Xu dan Yao Meng sedang sibuk mengatur kamar asrama mereka. Perbedaan antar kedua wanita itu sangat kentara. Yao Meng melakukan segalanya dengan penuh semangat, sementara Xu Xu melakukan segalanya dengan tenang dan santai bak siput. 

Yao Meng benar-benar kuat, dia bahkan mampu mengangkat galon air seorang diri seolah itu barang enteng dan membuat Xu Xu tercengang melihatnya.

 

Bawahan Zhao Han melaporkan penemuan pisau-pisau itu, yang mana semuanya memiliki label 'Perusahaan Ye'.

Yao Meng menerima telepon untuk ikut menangani kasus. Yao Meng tentu saja saja langsung antusiasn, sementara Xu Xu biasa-biasa saja.

Beberapa saat kemudian, mereka berkendara bersama Zhao Han yang menginformasikan detil kasus penemuan 208 pisau berlogo 'Perusahaan Ye' itu. Saat ini perusahaan Ye lebih banyak berinvestasi di bidang real estate dan impor/ekspor, tapi produk pisau mereka masih cukup terkenal sampai sekarang.

Liang Yu (yang digambarkan sebagai monyet oleh Xu Xu) meremehkan kasus ini dan menilainya sebagai kasus yang tidak serius. (Hah? 208 pisau dan dia bilang nggak serius?).

Zhao Han langsung mengomeli Liang Yu dengan kesal dan mengingatkan mereka akan tugas mereka yang harus selalu waspada untuk melindungi keamanan publik dan jangan asal menilai keseriusan sebuah kasus. Sementara mereka bicara, Xu Xu diam saja sambil mengetuk-ngetukkan jari-jarinya sambil berpikir.


Mereka pergi ke toko pisau Perusahaan Ye. Sementara Zhao Han menginterogasi penjaga toko, Xu Xu sibuk sendiri mengedarkan pandangannya,mempelajari segala sesuatu di toko yang tampak sangat mewah itu.

Penjaga toko memberitahu mereka bahwa yang mengambil 208 pisau itu adalah Manager Zhang Shiyong. Tapi ia tidak mengambilnya sendiri karena dia seorang general manager sekaligus menantu Keluarga Ye.

Perhatian Xu Xu teralih ke lantai keramik yang dipijaknya. Dengan penuh penasaran dia menempelkan kedua tangannya di keramik mewah itu. Si penjaga toko memberitahu Xu Xu bahwa ubin keramik itu memang terbuat dari giok langkah dan hanya toko mereka yang memilikinya. Atas desakan Zhao Han, si penjaga toko menelepon kantor pusat tapi diberitahu kalau Zhang Shiyong belum kembali sejak seminggu yang lalu.

 

Mereka lalu pergi ke rumah Ye Qiao (istri Zhang Shiyong sekaligus sepupu Ye Zixi). Sementara yang lain menunggu di depan, Zhao Han masuk bersama kedua anak magang untuk menginterogasi Ye Qiao.

Ketika diberitahu kalau suaminya sudah hilang selama 120 jam. Ye Qiao tampak tak peduli dan terkesan jengkel saat dia harus mengakui kalau dia memang belum mendengar kabar apapun dari suaminya sejak 130 jam yang lalu dan tak tahu menahu tentang pisau-pisau itu.

Sementara Zhao Han melakukan interogasi dan Yao Meng membantu mencatatnya, Xu Xu mengamati segala sesuatu di tempat itu dalam diam dan reaksi Ye Qiao dalam menjawab pertanyaan dari Zhao Han.

Saat Zhao Han bertanya kenapa Ye Qiao tidak melaporkan hilangnya suaminya, Ye Qiao malah mengkritik kerja tak becus polisi yang dulu gagal melindungi pamannya. Ye Qiao bahkan menyinggung Ayah Zhao Han yang dulu sudah berusaha keras, tapi polisi yang mati dalam tugas itu tidak berguna.

Zhao Han tersinggung mendengarnya dan menekankan bahwa terlepas dari ketidakpercayaan Ye Qiao terhadap polisi, dia tetap harus mau bekerja sama dengan polisi. Ye Qiao akhirnya mengizinkan mereka untuk melakukan penggeledahan dan Zhao Han pun langsung memanggil timnya masuk.


Xu Xu terus mengamati segalanya dalam diam. Mulai dari lukisan di dinding, paku di dinding yang sepertinya bekas sesuatu hingga foto Ye Qiao. Setelah itu, tiba-tiba saja mengumumkan pada timnya bahwa Zhang Shiyong tidak akan kembali... karena dia diculik.


Semua orang jelas kaget mendengar dugaannya. Zhao Han langsung menarik Xu Xu keluar untuk menuntut penjelasan Xu Xu akan dugaannya tadi. Xu Xu mengaku bahwa dia ragu kalau Zhang Shiyong yang telah membawa pisau-pisau dari toko.

Mengingat betapa mewahnya toko itu, jelas toko itu masih ditangani langsung oleh Ketua Ye. Jadi tidak mungkin Zhang Shiyong yang cuma seorang menantu bisa mengambil barang-barang di toko itu dengan mudah. Karena itulah dia menyimpulkan kalau Zhang Shiyong diculik.

Lalu dilihat dari foto Ye Qiao yang sendirian dan bekas paku di dinding, menunjukkan bahwa dulu pernah ada foto-foto pernikahan sampai sekitar seminggu yang lalu. Dia menduga ada masalah dalam pernikahan mereka dan Ye Qiao menyingkirkan semua foto-foto pernikahan mereka.

Xu Xu menilai kalau Ye Qiao adalah seorang wanita yang tidak seberapa cerdas, seleranya biasa-biasa saja tapi narsis. Orang semacam itu biasanya tidak bisa mentolerir pengkhianatan pasangannya. Xu Xu menilai kalau Zhang Shiyong pastilah cukup pintar, mengingat dia bisa menyembunyikan perselingkuhannya dari sang istri.

Walaupun sikap Ye Qiao menunjukkan kalau dia tidak mau mengakui kegagalan pernikahannya, tapi dia tidak bohong dengan pernyataannya bahwa dia tidak mengetahui keberadaan suaminya dan tidak tahu kalau suaminya diculik.


Sementara itu, Ye Zi mengunjungi rumah Kakeknya Ji Bai. Saat melihat ruang kerja di sana, dia melihat foto-foto Ji Bai saat bertanding basket yang membuatnya berlinang air mata. Malam harinya, dia dan Ji Bai duduk di teras dan mengenang masa lalu.

Pernah suatu kali mereka dihentikan oleh polisi dan Ye Zi mengaku kalau namanya Ye Qiao. Sejak saat itu Ye Qiao membencinya dan membuat semua orang di sekolah menjauhinya, bahkan hanya Ji Bai dan teman-temannya yang mau bicara padanya.

Secara ambigu dia berkomentar bahwa segalanya masih sama, Ji Bai pun masih sama seperti dulu. Sayangnya, dia sudah bukan Ye Zi yang dulu lagi. Saat itu, Ji Bai menerima telepon dari Zhao Han tentang kasus pisau itu.


Sementara yang lain menunggu, Xu Xu fokus menonton TV yang memberitakan penemuan pisau-pisau berlogo Perusahaan Ye itu. Zhao Han kembali tak lama kemudian setelah menelepon Ji Bai dan mengintruksikan dua anak buahnya untuk tetap di sini menjaga Ye Qiao, sementara yang lain dia perintahkan untuk kembali ke kantor.

Tapi sebelum mereka sempat pergi, Xu Xu tiba-tiba berkata kalau si penculik akan menelepon sebentar lagi. Dan beberapa detik kemudian, dugaan Xu Xu terbukti saat telepon berbunyi. Tapi Ye Qiao terlalu ketakutan untuk mengangkatnya.


Beberapa saat kemudian, teleponnya berbunyi dan polisi langsung bersiap dengan alat sadap mereka. Xu Xu mencoba menenangkan Ye Qiao. Dia menduga kalau si penculik kali ini akan membiarkan Zhang Shiyong bicara dan mengintruksikan Ye Qiao untuk mengatakan apapun yang dia inginkan.

Lagi-lagi dugaan Xu Xu benar. Zhang Shiyong lah yang menelepon dan memohon pada Ye Qiao untuk menyelamatkannya. Tapi Ye Qiao malah ngamuk-ngamuk melabrak suaminya, bahkan mengutuknya untuk mati saja.


Setelah Ye Qiao sudah agak tenang, Xu Xu memberitahunya bahwa sebentar lagi si penculik akan menelepon lagi dan menuntut tebusan.

Dia menginstruksikan Ye Qiao untuk memberitahu si penculik kalau dia ketakutan jadi dia mau membawa sepupunya dan dia juga harus menuntut bertemu di tempat ramai. Dia juga menyuruh Ye Qiao untuk menawar tebusannya, dia harus tegas mengatakan kalau dia hanya sanggup membayar 2 juta yuan, lebih dari itu maka Yao Meng harus mengancam akan memanggil polisi.

Telepon berbunyi lagi dan si penculik langsung menuntut 5 juta yuan dalam bentuk cash. Ye Qiao melakukan instruksi Xu Xu, bahkan dengan kesalnya menyuruh si penculik untuk membunuh Zhang Shiyong saja kalau dia menuntut lebih dari dua juta. Rencananya sukses dan si penculik akhirnya mau mengalah.


Ye Qiao pun menelepon seseorang untuk menyiapkan uang 2 juta cash untuknya. Zhao Han bertanya-tanya bagaimana Xu Xu bisa tahu kalau si penculik akan menelepon.

"Orang yang mengubur pisau-pisau itu dan si penculik pastilah orang yang sama. Biasanya setelah penculikan terjadi, penculik akan menelepon dan meminta tebusan dalam waktu 48 jam. Tapi orang ini bahkan tidak menghubungi sama sekali. Aku menduga kalau dia menunggu pisau-pisau itu ditemukan agar dia bisa mencemarkan image Keluarga Ye sekalian"

Dan karena barusan TV memberitakan penemuan pisau itu, tujuan si penculik sudah tercapai jadi sudah saatnya dia menghubungi keluarga korban. Zhao Han kagum mendengarnya tapi dia tidak ingin Xu Xu terlibat dalam operasi penangkapan si penculik.


Tapi Xu Xu bersikeras mau ikut karena dia yakin dalam aksi mereka nanti akan ada banyak petunjuk yang bisa dia analisa untuk langkah berikutnya. Zhao Han tidak mengerti apa maksud Xu Xu dengan langkah berikutnya. Xu Xu ingin mengatakan sesuatu tentang si penculik tapi sepertinya dia tidak yakin.



Sementara itu di suatu tempat, si penculik mengikat Zhang Shiyong di sebuah gerobak lalu menutupinya dengan dedaunan kering sebelum pergi meninggalkannya.

Ji Bai akhirnya kembali ke kantornya dengan diantarkan oleh Ye Zixi yang menatap kepergiannya dengan tatapan aneh. Begitu masuk kantor, Ji Bai pun langsung berpikir dan bergerak cepat dengan memberi berbagai perintah pada para anak buahnya.

Menyuruh mereka untuk memetakan ketiga lokasi penemuan pisau-pisau itu, mendapatkan jadwal para pekerja di sekitar area TKP, dan juga mendata semua nama-nama pria sekitar usia 20-50-an.



Keesokan paginya, Yao Meng sudah bersiap dengan penyamarannya sebagai sepupu Ye Qiao sebelum mereka pergi mengantarkan uangnya. Zhao Han menelepon Ji Bai untuk menjelaskan skenario aksi mereka yang akan membawa uang itu ke sebuah mall dan meninggalkan koper berisi uang itu di sebuah cafe.

Sesampainya di mall, mereka menyeret koper berisi uang itu ke sebuah toko kue. Saat mereka sedang membeli minuman, Yao Meng tiba-tiba melihat seorang pria mencurigakan yang melirik Ye Qiao dan koper mereka.

Bersambung ke episode 3

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon