Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis Circle Episode 2 - 2

Bagian 2: Brave New World.

 

Joon Hyuk akhirnya tiba di Smart District. Sembari menatap gedung Pusat Kendali Human B, dia memainkan kubus rubiknya dan membatin "Tunggulah aku. Dimanapun kau berada, aku akan menemukanmu."

Saat itu juga, dia melihat beberapa orang petugas masuk. Di dalam gedung, tampak beberapa petugas yang ternyata sedang memantau tiap-tiap manusia yang hidup di Smart District.


Wakil Direktur Lee Hyun Suk langsung ngomel-ngomel kesal karena kejadian pembunuhan yang tidak seharusnya terjadi di Smart District itu. Apa Sistem Perlindungan Stabil sungguh tidak bermasalah?

Si penanggung jawab ruang kontrol membenarkannya, super computer juga tidak bermasalah. Kalau begitu, apa karena chip wanita itu yang rusak? Si penanggung jawab chip perlindungan menyangkalnya, chip itu tak pernah bermasalah sejak 15 tahun terakhir.

Kedua penanggung jawab itu terus berdebat dan saling menyalahkan sampai Hyun Suk harus menengahi mereka dan menyuruh mereka untuk mencari tahu penyebabnya dan memperingatkan mereka untuk tutup mulut tentang masalah ini. Saat dia hendak pergi, Sekretaris Shin memberitahunya kalau Walikota Yoon ingin bertemu dengannya.


Ho Soo menemui Walikota Yoon untuk untuk melaporkan tentang penculikan yang dilakukan Gong Min Woo terhadap Kim Min Ji 20 tahun yang lalu, yang mungkin melatarbelakangi perbuatan Kim Min Ji untuk balas dendam.

Lalu dimana Kim Min Ji sekarang? Tanya Walikota Yoon. Ho Soo melapor kalau Human B belum bisa menemukannya sampai sekarang. Walikota Yoon akhirnya hanya memerintahkan Ho Soo untuk melapor secara langsung padanya tentang kemajuan penyelidikan ini dan awasi pergerakan detektif itu.


Setelah Ho Soo pergi, Walikota Yoon menemui Ho Soo untuk menanyakan keanehan ini, bagaimana bisa seseorang membunuh orang lainnya saat dia dibawah kendali sistem perlindungan. Apa sistem Human B bermasalah?

Hyun Suk tenang meyakinkan Walikota Yoon kalau mereka masih mencari tahu penyebabnya. Walikota Yoon langsung kesal, lalu kapan mereka akan mengetahui penyebabnya. Saat ini ada seorang pembunuh yang sedang berkeliaran di Smart District.

Hyun Suk balas menyindirnya, karena itulah Walikota Yoon bertindak sejauh itu sampai merekrut polisi tanpa chip perlindungan? Itu sama artinya dia menaruh bom di Smart District. Walikota Yoon balas membentak, bom itu adalah si pembunuh yang sekarang berkeliaran.


Di saat seperti ini, lebih baik jika detektif itu yang mengambil alih. Saat Hyun Suk hendak menyinggung tentang Ketua, Walikota Yoon langsung menyela. Selama ini tak ada yang pernah melihat Ketua, apa Ketua itu benar-benar ada?

Hyun Suk mengklaim kalau Ketua sedang berusaha semampunya dalam penyelidikan ini. Tapi dia kurang setuju dengan tindakan Walikota Yoon yag membiarkan detektif itu masuk ke Smart District.

"Bilang padanya untuk tidak khawatir. Detektif itu akan mengatasi kasus ini," tegas Walikota Yoon.


Kembali ke kantornya, Sekretaris Shin melapor bahwa ada yang aneh dari detektif itu. Dia menjadi polisi 10 tahun yang lalu, tapi tidak ada riwayat tentangnya sebelum dia menjadi polisi. Tak ada seorangpun yang mengenalnya sebelum dia menjadi polisi, bahkan rekam medisnya pun tak ada sama sekali.

Hyun Suk langsung mengerti, Joon Hyuk punya rahasia dan karena itulah dia tidak mau pakai chip di kepalanya. Sekretaris Shin menduga kalau Joon Hyuk mungkin datang kemari dengan maksud lain.

"Kim Joon Hyuk, siapa kau sebenarnya?"


Joon Hyuk menemui Detektif Hong di ruang virtual serba putih. Detektif Hong langsung menanyakan perkembangan di sana, tapi langsung ngomel-ngomel melihat penampilan acak-acakan, dia sepertinya santai-santai saja di Smart District.

Joon Hyuk menyangkalnya, justru dia merasa bisa gila gara-gara chip perlindungan itu. Dia heran kenapa kejahatan terjadi setelah 5000 hari di Smart District. Detektif Hong juga heran mendengar klaim orang-orang Smart District yang mengklaim kejahatan tidak akan terjadi berkat chip itu.

"Chip itu... pasti memiliki fungsi lain yang tidak kita ketahui."

Kalau memang seperti itu, Detektif Hong menduga kalau Human B pastilah bertanggung jawab atas kasus hilangnya si kembar. Joon Hyuk sependapat, "Jika bukan karena anak itu, chip itu pasti tidak akan dibuat."

Sebelum berpisah, Detektif Hong mewanti-wantinya untuk tidak sampai ketahuan. Segalanya akan gagal jika mereka sampai mengetahui siapa Joon Hyuk yang sebenarnya.


Setelah itu, Joon Hyuk mulai mencatat sesuatu di buku catatannya. Ho Soo kembali saat itu dan langsung tercengang melihat rumahnya yang serba putih dan rapi, jadi kotor dengan berbagai kaleng-kaleng bir, ceceran snack dan pakaian yang Joon Hyuk lempar asal-asalan.

Ho Soo langsung menyindir halus tentang bakat Joon Hyuk dalam membuat segalanya berantakan, dia seperti sedang berada di General District barusan. Dia mengambili pakaian-pakaiannya Joon Hyuk dan Joon Hyuk santai melempar kaos kaki padanya.

"Cuciin sekalian, yah." Katanya sambil nyengir.

Ho Soo langsung balas menyindir gaya kuno Ji Wook, zaman sekarang dia masih mencatat di buku? Ji Wook balas nyindir, apa Ho Soo bahkan bisa mengingat semua kejadian yang dia alami. Menulis membantunya mengorganisir pikirannya dan mengisi otaknya.

"Teknologi tidak akan ada gunanya jika manusia tidak memanfaatkannya."

"Menulis itu mesin analog. Kau itu cuma pakai chip di kepala, kau tahu apa? Sudahlah. Bisa tidak kau berhenti bicara denganku?"

"Yah, saya minta maaf karena tak tahu. Tapi bagaimana, yah? Kita harus melangkah jauh dari analog."


Sesaat kemudian, Ho Soo menuntun Joon Hyuk menuruni tangga ke bawah tanah. Joon Hyuk tiba-tiba memanggil 'Erro' dan tanya mereka mau kemana? Ho Soo bingung kenapa dia dipanggil Erro. Joon Hyuk langsung menirukan senyum palsu Ho Soo dan menjelaskan kalau Erro adalah kependekan dari 'Pierrot' (kelompok badut pantomim).


Ho Soo membawanya ke sebuah laboratorium dan dengan senyum palsunya, dia memperingatkan Joon Hyuk bahwa kasus ini harus diselesaikan secara diam-diam. Joon Hyuk pura-pura kaget saat Ho Soo tiba-tiba berhenti tersenyum, dia kira kalau Sistem perlindungan membuatnya tersenyum setiap saat.

"Tidak ada hal seperti itu. Sistem Perlindungan Stabil mengendalikan emosi hanya untuk mencegah kekerasan dan kejahatan."

"Begitu? Berarti kapan proses Sistem Perlindungan Stabilnya mulai beraksi?"

"Saat kami terlalu bersemangat, panik atau saat kami marah."

Mendengar itu, Joon Hyuk santai berjalan ke belakang Ho Soo lalu tiba-tiba mencekiknya. Tapi chipnya ternyata tidak menyala, akhirnya dia melepaskannya. Joon Hyuk mencoba taktik lain dengan menunjukkan foto wanita pakai bikini.

Tapi Ho Soo sama sekali tidak bereaksi. Joon Hyuk langsung lebay, jangan-jangan Sistem Perlindungan Stabil juga berfungsi untuk 'itu'. Ho Soo cuma mendesah sambil-sambil geleng-geleng melihat tingkah Joon Hyuk.


Joon Hyuk akhirnya mengalihkan topik dan bertanya dimana Gong Min Woo. Ho Soo membawanya ke kamar mayat. Tapi saat Joon Hyuk mengeluarkan mayat Gong Min Woo, Ho Soo yang tadinya tenang, tampak mulai gemetaran dan langsung buru-buru keluar.

Dia benar-benar gemetaran hebat, tapi Sistem Perlindungan Stabilnya bekerja dengan cepat dan menormalkan kembali detak jantungnya hingga dia bisa tenang kembali. Joon Hyuk keluar saat itu dan setelah melihat Ho Soo barusan, sekarang dia mengerti fungsi Sistem Perlindungan.


Ini pertama kalinya Ho Soo melihat mayat, yah? Dulu, waktu dia pertama kali melihat mayat, dia langsung muntah. Ho Soo dingin menanggapinya, lalu apa dia harus bereaksi seperti Joon Hyuk? Menurutnya cukup rasional untuk menghindari emosi yang berbahaya.

"Apa rasionalitas sangat penting disini?"

Iya, makanya sebelum ini, di Smart District tidak ada tindak pidana apapun selama 15 tahun Karena Sistem Perlindungan Stabil. Jadi Ho Soo pikir, sistem itu yang membuat tempat ini bebas dari kejahatan? Apa Ho Soo yakin kejahatan bisa disingkirkan dengan mengendalikan emosi?

"Mungkin. Dan nyatanya berhasil."

Joon Hyuk mendengus sinis mendengarnya, "Kau pasti menganut paham 'Sebaiknya tak tahu, daripada ambil pusing'."
 

Ho Soo bingung apa maksudnya, memangnya apa yang Joon Hyuk ketahui dan tidak dia ketahui. Joon Hyuk tak menjawabnya dan langsung kembali ke kamar mayat. Melihat dahi Gong Min Woo yang terukir tulisan 'No.1', Ho Soo bertanya-tanya apakah itu artinya Min Ji belum selesai membunuh?

Joon Hyuk jadi teringat dengan telepon Min Ji yang berkata 'Orang-orang itu kembali'. Dia menduga mungkin ada kaki tangan dalam penculikannya dulu. Joon Hyuk menulis itu di buku catatannya lalu kembali memeriksa mayat itu.

Di bagian belakang telinga korban, mereka melihat ada bekas sayatan. Aneh, Ho Soo yakin sayatan itu tak ada sebelumnya. Joon Hyuk langsung menyadari kalau chip Gong Min Woo sudah diambil.


Mereka langsung pergi mendatangi ruangan dokter yang mengotopsi Min Woo dan Joon Hyuk langsung menuntut chipnya Min Woo. Dokter itu beralasan kalau dia hanya mengikuti prosedur. Joon Hyuk santai mengklaim kalau dia juga mengikuti prosedur, jadi kembalikan chipnya Min Woo.

Dokter itu tampak kesal, tapi chipnya bekerja dengan cepat untuk menenangkan emosinya dan akhirnya dia memberikan chip itu tanpa mengatakan apapun lagi.


Tapi Joon Hyuk sepertinya masih meragukan dokter itu hingga dia tidak segera pergi, malah sengaja menunggu di parkiran dan membuat Ho Soo terheran-heran. Dia terus fokus memperhatikan kedepan dan mengacuhkan semua pertanyaan Ho Soo.

Ho Soo ditelepon Walikota Yoon saat itu. Tepat saat dia keluar untuk menerima telepon, Joon Hyuk melihat Dokter itu baru keluar. Joon Hyuk pun langsung pergi membuntuti Dokter itu dan meninggalkan Ho Soo.


Dokter itu pergi menemui Sekretaris Shin dan mengaku kalau tadi dia memberikan chip lain pada si detektif. Sekretaris Shin santai, toh Joon Hyuk tidak akan bisa mengakses chip itu tanpa Human B.

Dokter itu menyodorkan chip yang asli pada Sekretaris Shin, tepat saat Joon Hyuk tiba-tiba muncul mencengkeram tangan Sekretaris Shin dan mengambil alih chip itu, ini adalah bukti penyelidikan kriminal. Siapa yang sudah menyuruh Sekretaris Shin melakukan ini?


Sekretaris Shin akhirnya membawa Joon Hyuk ke gedung Human B. Baru sampai lobi, sekumpulan penjaga langsung menghalangi jalannya. Joon Hyuk langsung sinis menyindir tata krama tempat ini dan menuntut ketua tempat ini untuk keluar.

Hyun Suk turun menemuinya tak lama kemudian, melempar tatapan tajam pada Sekretaris Shin lalu memperkenalkan dirinya pada Joon Hyuk. Joon Hyuk menunjukkan chipnya dan bertanya apakah ini ulahnya Hyun Suk.

Saat Hyun Suk pura-pura bodoh, Joon Hyuk menduga kalau ini pasti perintah Ketua dan menuntut untuk bertemu dengan Ketua. Hyun Suk mengklaim kalau Ketua mereka tidak bicara dengan orang asing.

Mendengar itu, Joon Hyuk langsung membacakan undang-undang yang menyatakan bahwa siapapun yang memalsukan barang bukti yang berkaitan dengan penyelidikan kriminal, akan ditangkap.

Joon Hyuk mengklaim kalau ini adalah kesalahan mereka dan menyatakan kalau mereka akan bekerja sama dengan kepolisian dalam penyelidikan ini. Dia mengulurkan tangan pada Joon Hyuk. Tapi Joon Hyuk cuma menanggapinya dengan sinis lalu pergi.


Joon Hyuk lalu menghubungi Detektif Hong untuk memberitahukan masalah chip itu, mereka harus segera menganalisa chip itu. Joon Hyuk menyuruh Detektif Hong untuk menangkap Dong Soo agar mereka bisa menyuruh Dong Soo meretas chip ini, hanya Dong Soo yang bisa meretas chip ini.

Dong Soo sedang berada di sebuah bar, sedang berusaha memeras seorang wanita yang ketahuan selingkuh saat tiba-tiba saja tangannya ditangkap Detektif Oh. Detektif Hong membuat sketsa wajahnya seolah dia seorang buron yang harus ditangkap.

Mereka ketawa-ketiwi gaje sebelum akhirnya Dong Soo terpaksa harus menyodorkan kakinya, lalu mereka menangkapnya dengan memasangkan sebuah gelang elektronik di pergelangan kakinya.


Dia lalu dibawa ke pintu gerbang masuk Smart District dimana Joon Hyuk menyuruhnya untuk menganalisis chip itu. Dong Soo protes kalau dia ini peretas software, sementara chip ini adalah hardware. Joon Hyuk tak peduli, pokoknya retas saja.

"Masalahnya, tidak ada data tentang chip ini. Ini hanya sebuah chip yang menghubungkan kepala kita dengan super computer! Singkat kata, kita harus meretas super computer untuk mengetahuinya!" Teriak Dong Soo kesal.

Bagaimana dengan Bluebird? Tanya Joon Hyuk. Dong Soo makin kesal mendengarnya, Bluebird itu cuma rumor. Entah apakah dia itu beneran seorang peretas atau cuma AI (Artificial Intelligence).

Joon Hyuk sontak mengayunkan tangan mau menghajar Dong Soo. Dia kasih waktu 5 hari untuk menganalisa chip itu entah dengan cara menemukan Bluebird atau tidak.


Dong Soo akhirnya kembali ke markasnya sambil mendesah frustasi. Tapi saat dia menyalakan komputernya, tiba-tiba muncul logo Bluebird.


Begitu mereka bertemu kembali, Ho Soo langsung melabrak perbuatan Joon Hyuk. Tapi Joon Hyuk pun langsung balas mengkonfrontasinya, apa Ho Soo tahu tentang yang dilakukan Human B. Ho Soo mengklai9m kalau itu cuma kesalahan di pihak Human B.

"Itu bukan kesalahan, tapi menyembunyikan fakta. Aku tidak bisa mempercayai kalian."

"Aku juga tidak bisa mempercayai anda, Detektif. Kenapa sebenarnya anda datang ke Smart District, Detektif Kim?"

Tentu saja dia datang untuk menangkap penjahat. Ho Soo tak yakin kalau alasan Joon Hyuk datang kemari untuk menangkap Min Ji. Jika memang iya, maka seharusnya dia mencari Min Ji terlebih dulu, tapi kenapa dia malah fokus pada chip-nya Min Woo.

Ho Soo memperingatkannya untuk tidak lagi bersikap seperti ini lagi, atau dia akan melaporkannya ke Walikota Yoon. Jika begitu, maka Joon Hyuk akan dikeluarkan dari sini dan tidak akan pernah bisa kembali lagi ke Smart District.


Tepat saat itu juga, mereka berdua sama-sama menerima sinyal pergerakan dari chipnya Min Ji. Mereka sontak bergegas ke lokasi chip itu terdeteksi. Tapi tepat saat mereka baru tiba, sinyal itu tiba-tiba hilang lagi.

Mereka bergegas masuk, tapi malah mendapati seorang pria tengah sekarat berlumuran darah dan di dahinya tertulis 'No.2'. Joon Hyuk berusaha menanyakan keberadaan Min Ji, tapi kondiri pria itu terlalu sekarat hingga sulit menjawabnya.

Joon Hyuk panik menyuruh Ho Soo untuk memanggil ambulance. Tapi Ho Soo hanya membeku di tempat sambil gemetaran hebat dan baru sadar saat lampu chipnya berubah hijau, baru saat itulah dia bergegas memanggil ambulance.


Keesokan harinya, pria itu akhirnya selamat. Joon Hyuk mencurigainya sebagai kaki tangan dalam penculikan Min Ji dulu, tapi pria itu mengklaim kalau dirinya adalah teman orang tuanya Min Ji dan dia mengasuh Min Ji seperti anaknya. Jadi kenapa juga dia menculik Min Ji. Dia juga tak tahu kenapa Min Ji menyerangnya.

Tepat saat itu juga, Ho Soo mendapatkan identitas pria itu. Dia bernama Park Jin Gyu dan dia adalah walinya Min Ji. Joon Hyuk langsung mencatat semua informasi tentang Tuan Park di buku catatannya.

Tuan Park mengaku kalau belakangan ini Min Ji bertingkah aneh. Ho Soo bertanya apakah Tuan Pak punya rekaman ingatan dan minta izin untuk melihatnya. Joon Hyuk terkejut mendengar adanya rekaman ingatan itu.


Beberapa saat kemudian, mereka melihat rekaman ingatan Tuan Park yang memperlihatkan Min Ji mengaku kalau belakangan ini dia sering mengingat kenangan aneh, kenangan saat dia diculik oleh para ahjussi waktu dia masih kecil.

Dia tidak ingat wajah-wajah mereka, tapi dia ingat dengan suara-suara mereka. Saat dia terus berusaha mengingat, Min Ji tiba-tiba saja mengeluh sakit kepala. Tuan Park terdengar cemas dan sepertinya ini bukan pertama kalinya Min Ji sakit kepala, dia bahkan bertanya apakah Min Ji mimisan.

Tuan Park meyakinkan kalau Min Ji tidak pernah diculik. Min Ji juga merasa aneh dengan itu, dia yakin tidak pernah diculik, tapi ingatan itu sangat jelas.


Ho Soo heran mendengarnya, kenapa semua orang bilang kalau Min Ji tidak pernah diculik padahal Min Ji jelas-jelas pernah diculik.

"Ingatannya," jawab Joon Hyuk. "Ingatan Kim Min Ji yang hilang, sudah pulih."

"Ingatannya yang hilang."

"Kim Min Ji sudah lupa tentang kejadian penculikan tersebut. Tapi ingatan itu pulih lagi"

Ho Soo heran kenapa, "Apa karena stres? Atau trauma jiwa?"

"Tidak. Itu karena Smart District. Apa kau masih berpendapat kalau Perlindingan Stabil itu alasan kota ini bebas kejahatan?"

Ho Soo semakin heran padanya, "Detektif Kim. Apa yang sebenarnya kau ketahui tentang Smart District?"


Setelah mandi, Joon Hyuk tiba-tiba sakit kepala hebat hingga dia harus segera menelan obat. Dia lalu menyibak rambut bagian belakang telinganya yang ternyata ada bekas luka sayatan yang sama persis seperti luka sayatan mayat Gong Min Woo.

Tiba-tiba dia mendapat kilasan-kilasan ingatan. Anehnya, dia seperti bisa mengingat baik dari sudut pandang Bum Gyun sekaligus Woo Jin.

Ingatan saat Bum Gyun tampak terkurung di sebuah ruangan gelap, lalu saat Woo Jin tampak mengejar seseorang (mungkin Bum Gyun) yang berada didalam mobil dan tampak cap tangan berlumuran darah di jendela mobil itu, lalu saat dua orang tampak sedang bergulat. Dan terakhir, saat Woo Jin memohon pada Detektif Hong untuk mencari kakaknya tak peduli dimanapun dia berada.


Di Human B, Hyun Suk naik ke lantai paling atas yang merupakan tempat tinggalnya Ketua Human B. Setibanya di sana, Hyun Suk melihat Ketua Human B yang misterius itu sedang menonton video rekaman ingatan saat Min Ji diculik waktu kecil.

Hyun Suk berkata kalau mereka akan menyingkirkan rekaman ingatan itu sebelum Joon Hyuk mengetahuinya. Tapi dia penasaran, kenapa Ketua menyuruh mereka untuk menghentikan penyelidikan terhadap Joon Hyuk. Dia memalsukan identitasnya, bahkan tak ada rekam jejak apapun tentang detektif itu, jelas ada yang dia rahasiakan.

Ketua tidak menjawab. Errr... atau mungkin dia menjawab, tapi kita tidak mendengarnya. Hyun Suk mengerti dan berkata kalau dia akan melaksanakannya

Tapi saat dia hendak pergi, dia masih penasaran dan bertanya sekali lagi. "Apa mungkin, anda sudah tahu siapa detektif itu yang sebenarnya?"


Tangan Ketua yang memakai sarung tangan, tampak membalik sebuah smartphone lawas dan di smartphone itu tampak wallpaper si kembar, foto selfie yang diambil Bum Gyun saat mereka makan di restoran ayam.

Bersambung ke episode 3

4 comments

Penasaran dengan lanjutannya...

Semangat unnie...

Udh nntn filmnya smpe ep5 .. Keren bgt crtanya. Semangat nulisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon