Powered by Blogger.

 Images Credit: tvN

Sinopsis Circle Episode 3 - 1


Suatu malam, Bum Gyun tampak berada didepan sebuah gedung kosong. Woo Jin tiba-tiba meneleponnya dan hendak bilang tentang wanita alien itu. Tapi Bum Gyun langsung menyela dan memberitahunya kalau dia sudah menemukan tempat persembunyian alien dan penjahatnya adalah Bluebird.

Dia berjanji akan pulang tapi setelah dia memastikan segalanya dulu. Dia hendak memotret gedung kosong itu. Tapi tiba-tiba cahaya yang sangat terang menyinarinya dan menyilaukan matanya hingga ponselnya terjatuh. Ponsel yang wallpapernya memakai foto selfienya bersama Woo Jin.

Bagian 1: Beta Project.


Woo Jin mencengkeram baju Jung Yeon dan mengkonfrontasinya, siapa dia sebenarnya? Apa dia sungguh Han Jung Yeon? Jung Yeon langsung menampik tangan Woo Jin dan bertanya apakah Woo Jin juga berpikir kalau dia adalah alien? Mereka berdua memang sudah gila.

Woo Jin balas menuntut, kalau begitu kenapa Jung Yeon masuk ke kamar orang gila. Karena Jung Yeon pikir Bum Gyun adalah pelaku insiden di kampus. Dia yakin itu bukan bunuh diri, dan Kakaknya Woo Jin selalu berada di TKP tiap ada insiden itu, karena itulah dia pikir Bum Gyun adalah pembunuhnya.

"Kau yakin bukan kau pelakunya? Kalau kau selalu memata-matai kakakku, itu artinya kau juga ada di sana. Kau pasti melakukan sesuatu padanya karena dia mengetahuinya."

"Bicara apa kau?"

"Kakakku menghilang. Dia mengejarmu lalu menghilang."


Jung Yeon terkejut mendengarnya. Tapi Woo Jin tidak sedikitpun mempercayai reaksinya dan langsung mencengkeram bahunya. Si sunbae melihat mereka saat itu. Kesal, Woo Jin menyuruhnya pergi saja.

Dan saat Sunbae menolaknya, Woo Jin sinis menyindirnya hingga membuat Sunbae kesal dan langsung meninjunya. Jadilah kedua pria itu saling tonjok-tonjokan dan Jung Yeon tak bisa berbuat apapun untuk menghentikan mereka.


Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi tempat Detektif Hong bertugas. Saat Woo Jin menyebutkan namanya, Detektif Hong langsung mengenalinya sebagai adik Kim Bum Gyun. Dia pun langsung menanyai Woo Jin tentang keberadaan Bum Gyun.

Woo Jin mengaku tak tahu, Bum Gyun malah belum pulang beberapa hari, teleponnya pun tidak diangkat. Detektif Hong menatapnya ragu, Woo Jin tidak menyembunyikannya, kan? Woo Jin bingung maksudnya, kenapa juga dia menyembunyikan Bum Gyun, dia kan tidak bersalah.

Tidak ada yang bilang Bum Gyun bersalah, kok. Hanya saja Detektif Hong merasa kasus yang menyebabkan Bum Gyun dipenjara dan mendapat perawatan psikologis (karena mengejar alien) dan insiden Universitas Handam mirip.

Woo Jin menegaskan kalau Kakaknya bukan pelakunya. Dia yakin terjadi sesuatu pada kakaknya. Kakaknya memang suka melakukan hal-hal gila, tapi dia tidak pernah tidak mengangkat teleponnya. Woo Jin yakin kakaknya menghilang.

"Karena itulah jika anda punya waktu seperti ini, tolong carilah dia. Aku tidak peduli dia di RSJ atau di penjara. Jadi, kumohon. Kumohon, cari kakakku."

Jung Yeon diam saja mendengarkan permohonan Woo Jin yang terdengar begitu putus asa.


Saat mereka akhirnya dibebaskan, Jung Yeon meminta Sunbae untuk duluan saja, ada yang perlu dia bicarkan dengan Woo Jin dan dengan manisnya meminta Sunbae untuk tidak memberitahukan masalah yang terjadi padanya hari ini pada ayahnya.

Dia lalu membawa Woo Jin pergi untuk mencari kakaknya dan meyakinkan Woo Jin kalau dia bukan pelakunya. Dia yakin kalau Kakaknya Woo Jin pasti sedang mencari tahu kasus bunuh diri itu sebelum dia menghilang.


Jung Yeon membawanya ke sebuah kamar asrama dan menunjukkan sebuah peta dan buku catatan yang selama ini dia kumpulkan tentang keempat insiden bunuh diri itu. Ini bukti-bukti yang menunjukkan kalau semua insiden itu bukan bunuh diri.

Woo Jin menuntut bukti yang mana yang membuat Jung Yeon yakin kalau Bum Gyun adalah pelakunya. Jung Yeon mengaku bahwa saat dia sedang menyelidiki kasus ini, Kakaknya mengejarnya dan mengira dia alien. Dari situlah mereka jadi saling mengira kalau salah satu dari mereka adalah penjahatnya.

"Bukankah itu sebabnya Detektif mengira dia pelakunya? Tapi jika pelakunya bukan aku atau kakakmu, dan kakakmu menghilang saat melihat kejadian ini, menurutmu siapa dalang dibalik semua ini? Pelaku yang sebenarnya, kita harus menemukannya."


Woo Jin penasaran apa sebenarnya alasan Jung Yeon menyelidiki kasus ini. Jung Yeon menjawabnya dengan menunjukkan foto-fotonya bersama Kang So Yoon yang merupakan korban pertama kasus ini.

Suara Jung Yeon mulai tercekat saat dia memberitahu Woo Jin bahwa Kang So Yoon adalah temannya, dia orang yang ceria dan penuh semangat, sama sekali bukan tipe orang yang akan melakukan bunuh diri.

"Kami bahkan pernah berencana untuk pergi ke Eropa bersama." Isak Jung Yeon. Woo Jin terpana melihat air mata Jung Yeon.

Flashback,


Saat si kembar masih kecil, mereka menangis setelah menonton film di TV sementara si wanita alien tetap berwajah datar tanpa emosi sedikitpun. Woo Jin bertanya apakah dia tidak sedih. Si wanita alien tanya balik, kenapa dia musti sedih.

Flashback end.


Woo Jin tercengang melihat kesedihan Jung Yeon yang begitu kontras dengan wanita alien tanpa emosi yang dikenalnya waktu kecil. Jung Yeon buru-buru menghapus air matanya dan memberitahu Woo Jin bahwa So Yoon bertingkah aneh selama sebulan sebelum dia meninggal.

So Yoon sering kali tiba-tiba sakit kepala, tangannya gemetaran dan mimisan. Dan anehnya, ketiga korban yang lain pun mengalami gejala yang sama sebelum mereka meninggal. Sejauh ini, hanya ini penyelidikan yang Jung Yeon dapatkan.

"Aku pasti... akan menemukan penjahat yang membunuh So Yoon. Dan kau juga harus menemukan kakakmu. Aku ingin melihat hasil investigasi kakakmu sekali lagi."


Woo Jin akhirnya membawa Jung Yeon ke kamar motelnya Bum Gyun. Tapi setibanya di sana, mereka malah mendapati pemilik motel hendak membuang barang-barangnya Bum Gyun. Mendengar Woo Jin adalah adiknya Bum Gyun, pemilik motel langsung menyuruh Woo Jin untuk membayar sisa sewa kamarnya Bum Gyun dulu.


Beberapa saat kemudian, mereka membawa barang-barangnya Bum Gyun ke kampus. Jung Yeon melihat hasil jepretan kamera Bum Gyun dan menemukan banyak sekali foto-fotonya di sana.

Dia benar-benar heran, kenapa semua catatan Bum Gyun tentang dirinya dan kenapa Bum Gyun memotretinya. Dan diatas semua itu, kenapa mereka mengira dia adalah alien.

"Ada orang yang mirip denganmu saat kami kecil."

"Jadi, orang yang mirip denganku itu alien?"

"Itulah yang diyakini kakakku."

Lalu bagaimana dengan Woo Jin sendiri. Kelihatannya Woo Jin juga sedikit menaruh curiga. Woo Jin mengklaim kalau dia tidak peduli tentang itu. Kalau begitu berhentilah mencurigainya.

Saat Jung Yeon melihat buku catatan Bum Gyun, dia menemukan daftar nama orang-orang yang beberapa diantaranya adalah para korban bunuh diri. Nama orang selanjutnya setelah Ji Hyuk dalam daftar itu adalah Kim Nan Hee.

Woo Jin tiba-tiba ingat kalau dia adalah wanita yang waktu itu hendak satu kelompok dengannya tapi tiba-tiba dia mimisan sampai harus keluar kelas. Panik, mereka pun buru-buru pergi mendatangi asramanya Nan Hee.


Saat mereka menanyakan kamarnya Nan Hee pada Pak Satpam, Pak Satpam malah terheran-heran karena belakangan ini entah kenapa banyak sekali orang yang mencari Nan Hee. Yang barusan datang kemari bilang kalau dia temannya Nan Hee.

Mereka kontan semakin panik dan langsung menerobos masuk tanpa mempedulikan protes Pak Satpam. Saat mereka menemukan kamarnya Nan Hee, pintu kamar itu tiba-tiba membuka dengan sendirinya.


Tapi keadaan kamar saat itu sudah kacau balau dengan ceceran darah dimana-mana. Jung Yeon tiba-tiba menjerit shock, melihat Nan Hee sudah berdiri di tepi gedung sebelah. Mereka berusaha berlari padanya secepat mungkin.

Tapi Nan Hee menjatuhkan dirinya tepat saat itu juga. Mereka sontak menutup mata dan saat mereka melihat mayat Nan Hee, mereka malah melihat seekor ulat berwarna biru keluar dari hidungnya.


Detektif Hong mendapat laporan bunuh diri itu tak lama kemudian. Dia langsung pergi ke TKP dan menginterogasi Pak Satpam dimana Pak Satpam mengaku kalau ada dua orang mahasiswa yang datang menemui Nan Hee sebelum dia meninggal.

Tapi sekitar satu jam sebelum mereka, juga ada seorang mahasiswi lain yang datang menemuinya. Wanita itu agak pendek dan langsung.


Dalam perjalanan kembali setelah membeli kopi untuk Jung Yeon, Woo Jin teringat ucapan Bum Gyun kalau penjahatnya adalah Bluebird. Tapi setelah melihat ulat biru tadi, Woo Jin bertanya-tanya, apa mungkin Bum Gyun salah mengira Blue Bug (serangga biru) dan bukannya Bluebird.

Jung Yeon masih trauma dengan kejadian tadi. Menyesal karena tidak bisa menghentikannya, seandainya saja mereka tadi bisa lebih cepat. Tadi itu sama seperti yang dialami So Yoon. Jika saja dia bisa sampai sedikit lebih cepat.


Profesor Han sedang menatap keluar jendela sambil mengetuk-ngetukkan rokoknya. Prof Park tampak ragu sesaat sebelum kemudian berkomentar tentang anak-anak zaman sekarang yang sangat lemah dan tidak sabaran.

Prof Han sontak marah hingga mematahkan rokoknya jadi dua, "Bagaimana bisa itu tanggung jawab mereka? Profesor Park Dong Gun, jaga kata-katamu itu."


Malam harinya, Woo Jin dan Jung Yeon kembali mendatangi TKP untuk mencari ulat biru tadi. Jung Yeon yakin kalau ulat biru itu pasti ada kaitannya dengan semua kematian di sekitar kampus.

Jung Yeon yang mencari sementara Woo Jin yang menyenterinya. Tapi tiba-tiba Jung Yeon melihat Pak Satpam sedang ronda keliling. Dia langsung menggulingkan Woo Jin ke atas tubuhnya agar Pak Satpam tidak melihat mereka.

Pak Satpam berlalu tanpa melihat mereka. Tapi Woo Jin malah tetap berdiam seperti itu. Bahkan saat Jung Yeon hendak bangkit, dia malah menghentikannya. Perlahan dia membuka kerah baju Jung Yeon hingga membuat Jung Yeon mengernyit ketakutan.

Tapi alih-alih melakukan hal aneh, dia hanya mengambil ulat biru yang ternyata sedang menempel di leher Jung Yeon.


Mereka langsung membawanya ke laboratorium dimana Woo Jin membedah ulat biru itu. Nanah hijau sontak mengucur dari ulat itu. Tapi yang paling aneh, didalam ulat ada sebuah chip kecil. Chip itu menyala tapi tak lama kemudian mati.

"Ini alasannya. Inilah alasan kenapa mereka meninggal." Woo Jin yakin.


Mereka lalu ke perpus dan mencoba membrowsing tentang microrobot itu, tapi tak ada apapun yang bisa mereka temukan. Woo Jin frustasi, menduga mungkin seseorang atau tim peneliti lah yang membuatnya.

"Tapi untuk apa mereka membuat sesuatu seperti ini?"

Jung Yeon meraih sekaleng kopi lagi sambil berinisiatif untuk menanyakannya pada mahasiswa teknik mesin. Tapi Woo Jin langsung mengambil kaleng kopi darinya dan melarangnya minum lagi, cemas karena Jung Yeon sepertinya belum tidur.

"Tidurlah. Biar aku yang mengurusnya."

Tercengang mendapat perhatian manis dari Woo Jin, Jung Yeon membalasnya dengan memberikan plester untuk luka di pipi Woo Jin dan membantu memasangkannya. Dia penasaran dengan wanita yang katanya mirip dengannya itu. Kapan mereka bertemu wanita itu?

"10 tahun yang lalu."

"10 tahun yang lalu? Kurasa aku pasti sangat mirip dengannya."


Hari sudah pagi saat mereka akhirnya keluar dari perpus dan Jung Yeon langsung menelepon ayahnya karena tidak pulang semalaman dan berbohong kalau dia sendirian di perpus.

Melihat Woo Jin masih murung, Jung Yeon berusaha meyakinkannya kalau mereka pasti akan bisa menemukan Kakaknya Woo Jin. Mereka hanya perlu mencari tahu siapa yang membuat microrobot itu. Dari situ, mereka pasti akan punya petunjuk untuk menemukan Kakaknya Woo Jin.


Di rumahnya, Woo Jin masih merenung memikirkan microrobot itu dan ucapan Bum Gyun bahwa penjahatnya adalah Bluebird. Tiba-tiba dia teringat sesuatu lalu mengambil post-it note yang diberikan Jung Yeon saat dia menulis alamat emailnya untuk Woo Jin.


Begitu membacanya, Woo Jin sontak kembali ke kamar asramanya Jung Yeon. Temannya bilang Jung Yeon sedang tak ada di tempat. Woo Jin membuat-buat alasan ingin menunggu Jung Yeon di kamarnya.

Tapi begitu masuk, dia langsung menggeledah kamar itu. Tak ada apapun yang aneh awalnya. Tapi kemudian, perhatiannya teralih pada sebuah pot yang ditutupi dengan buku.

Saat dia membukanya, dia malah menemukan seekor ulat biru yang sama persis dengan yang mereka temukan kemarin. Dan ternyata, post-it note pemberian Jung Yeon itu tertulis: bluebird97@holust.ac.kr.


Jung Yeon sendiri sedang berdiri di gedung kosong yang sama dengan yang didatangi Bum Gyun malam itu. Sedangkan Bum Gyun tampak disekap di sebuah ruangan gelap. Dia berusaha menggedor pintu dan berteriak-teriak ketakutan, sementara Jung Yeon mulai berjalan masuk kedalam gedung kosong itu.

Bersambung ke part 2

3 comments

Lanjutin dong sinopsisnya min sampai episode 4 ya

Alur ceritany bikin pnasaran, trmksh sinopsisny, sy suka drama yg mnegangkan sprti in๐Ÿ˜Š

Alur ceritany bikin pnasaran, trmksh sinopsisny, sy suka drama yg mnegangkan sprti in๐Ÿ˜Š

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon