Powered by Blogger.

 Images Credit: tvN

Sinopsis Circle Episode 4 - 1

Tahun 2007,


Bum Gyun kecil sedang berusaha menyelesaikan kubus rubik sesuai tenggat waktu di kamarnya, sedangkan Woo Jin sedang PR-nya di ruang keluarga. Si wanita alien lewat dan hampir saja menginjak tugas rumahnya itu.

Wanita itu melihat peta tata surya yang tempelkan Woo Jin di jendela. Sambil menunjuk peta tata surya itu, Woo Jin bertanya penasaran, Noona berasal dari mana? Jupiter? Atau Mars?


Bum Gyun memanggilnya masuk kamar saat itu untuk mengajaknya lomba menyelesaikan kubus rubik. Tenggat waktu semakin dekat... dan Woo Jin sukses menyelesaikannya tepat waktu. Bum Gyun tidak terima dan menuntut main ulang.

Woo Jin malas, lagian juga Bum Gyun bakalan kalah lagi. Bum Gyun tidak akan bisa mengalahkannya. Latihan saja dulu, baru menantangnya. Dia ngece Bum Gyun lalu buru-buru kabur.


Bum Gyun mengejarnya. Tapi apa yang mereka lihat di luar, kontan membuat langkah mereka terhenti. Entah apa yang mereka lihat, tapi hal itu membuat Woo Jin semakin yakin kalau Noona ini memang benar berasal dari luar angkasa. Wanita itu berpaling menatap mereka.

Bagian 1: Beta Project.


Woo Jin menemukan seekor ulat biru sedang menggeliat di pot tanamannya Jung Yeon. Pada saat yang bersamaan, Jung Yeon berdiri di depan gedung kosong yang sama dengan gedung yang didatangi Bum Gyun malam itu.

Dari salah satu bekas papan namanya, tempat itu adalah bekas Rumah Sakit Jiwa Eunsung. Dia hendak masuk saat Woo Jin meneleponnya dan menanyakan keberadaannya. Begitu Jung Yeon memberitahukan keberadaannya, Woo Jin menyuruhnya menunggu di situ, dia akan ke sana. Dia lalu memasukkan ulat biru itu kedalam plastik lalu bergegas pergi.

Pagar tempat itu terkunci saat Jung Yeon hendak membukanya. Dia teringat kembali saat dia mendapatkan sms dari nomor tak dikenal yang menyuruhnya pergi ke Rumah Sakit Jiwa Eunsung jam 2 siang.

Saat dia sedang mencari jalan masuk lain, tiba-tiba dia merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasinya, tapi sepertinya tak ada siapapun. Saat itulah dia mendapat sms lagi dan sesaat kemudian, dia sudah berhasil masuk kedalam gedung yang gelap.


Perlahan, dia berjalan menyusuri lorong tempat itu dengan gugup... saat tiba-tiba saja dia merasakan seseorang lewat di belakangnya. Saat dia menoleh kembali, dia mendapati seseorang misterius pakai hoodie di depannya.

Orang itu langsung menyerangnya dengan taser. Jung Yeon berusaha bertahan sekuat tenaga hingga dia berhasil mendorong orang itu. Yang tidak disangkanya, suara orang itu sepertinya wanita.

Dia berusaha melarikan diri. Tapi wanita itu mencengkeram kakinya, merangkak ke atasnya dan terus berusaha menyetrumnya. Taser itu hampir saja mengenai lehernya. Tapi untunglah Woo Jin datang tepat waktu dan mendorong orang itu menjauh dari Jung Yeon.


Orang itu langsung melarikan diri. Woo Jin mengejar orang itu melewati berbagai gang sempit. Tapi pada akhirnya dia kehilangan jejaknya di sebuah gang. Seorang wanita berjalan santai melewatinya saat dia tengah kebingungan mencari orang itu.

Woo Jin jelas bingung karena tempat itu ternyata gang buntu. Tapi kemudian dia menemukan jaket yang dibuang di tanah. Woo Jin langsung kesal menyadari wanita tadilah orang yang dicarinya, tapi orang itu sudah menghilang entah kemana.


Hari sudah petang saat Woo Jin kembali ke gedung bekas RSJ itu dan langsung menuntut alasan Jung Yeon datang ke tempat ini. Jung Yeon langsung menunjukkan sms yang diterimanya dari wanita itu.

Dia mengajak Woo Jin untuk melaporkan masalah ini ke polisi saja agar mereka bisa menangkap wanita itu. Tapi Woo Jin langsung mengeluarkan ulat biru itu dan minta penjelasan terlebih dulu tentang itu.

Jung Yeon mengaku kalau ulat itu keluar dari tubuh So Yoon. Dia sudah mencoba mencari tahu serangga apa itu, tapi baru tahu kalau serangga itu ternyata sebuah robot berkat Woo Jin.

Kalau begitu kenapa Jung Yeon merahasiakannya darinya. Karena Kakaknya Woo Jin, dan karena itu pula dia tidak sepenuhnya mempercayai Woo Jin bahkan sekalipun saat mereka bekerja sama sebelumnya. Tapi sekarang dia mempercayai Woo Jin. Lalu bagaimana dengan kakaknya, apa Jung Yeon sudah mempercayainya juga sekarang.

"Mempercayai apa? Kalau bukan dia pelakunya? Atau kejadian ini karena ulah alien? Kau mempercayai itu?"

"Aku juga tidak mempercayai apa kata kakakku. Tapi kakakku bukan pelakunya."

"Baiklah. Akan kuanggap begitu."


Mereka lalu mendatangi Detektif Hong di kantor polisi dan menunjukkan ulat biru itu padanya. Detektif Hong menyuruh Woo Jin untuk menggambarkan ciri-ciri wanita itu. Tapi Woo Jin bingung bagaimana menggambarkannya dengan benar dan hanya berkata kalau wajahnya lonjong, matanya bulat, hidungnya mancung, pokoknya dia kelihatan seperti orang baik.

Jung Yeon stres mendengar deskripsinya yang nggak jelas itu. Kalau begini caranya, bagaimana Detektif Hong bisa menggambarnya dengan benar. Tapi saat Detektif Hong menyerahkan hasil sketsanya, Woo Jin terperangah mendapati hasil sketsanya sama persis dengan wajah wanita tadi.

Jung Yeon jelas heran, bagaimana caranya Detektif Hong bisa menggambarnya hanya dengan penjelasan yang samar-samar. Detektif Hong dengan bangga mengklaim kalau itu adalah indera keenam detektif.

Padahal dalam flashback, Detektif Hong sebenarnya memang sudah tahu ciri-ciri wanita itu. Dia mengecek rekaman CCTV pada hari kematian Nan Hee dan melihat seorang wanita yang mendatangi Nan Hee sebelum Jung Yeon dan Woo Jin datang. Dari rekaman itulah dia mengetahui wajah wanita itu.


Detektif Hong mengklaim kalau dia menggambar berdasarkan feeling-nya lalu cepat-cepat mengambil kembali gambarnya dan menyudahi sesi interogasi ini. Tapi sebelum dia pergi, Woo Jin memberitahunya tentang hal terakhir yang dikatakan Bum Gyun sebelum dia menghilang: Pelakunya adalah Bluebird.

Jung Yeon kontan menatapnya tajam, tapi dia tidak mengatakan apapun. Tapi begitu mereka keluar, Jung Yeon langsung menempeleng kepalanya. Ternyata selama ini Woo Jin memang mencurigainya.

Woo Jin menggeledah kamarnya pasti karena alamat email-nya Bluebird, kan?

Ini tidak masuk akal. Bum Gyun bahkan tahu namanya, kenapa juga dia bilang kalau pelakunya adalah Bluebird. Apa mungkin wanita tadi yang dimaksud Bluebird oleh Bum Gyun. Woo Jin masih merasa aneh, kenapa harus Bluebird.

Bagaimanapun juga, Jung Yeon merasa ucapan Bum Gyun itulah kunci utamanya. Mereka harus mencari tahunya sekarang. Woo Jin setuju, tapi sekarang lebih baik mereka ke rumah sakit dulu soalnya kaki Jung Yeon tergores.


Jung Yeon melihat luka kecil di kakinya dan langsung meremehkannya, nanti juga sembuh sendiri setelah diolesi obat. Tapi begitu mereka ke rumah sakit dan dokter mengoleskan obat, Jung Yeon malah merengek-rengek seperti anak kecil.

Woo Jin geli sendiri melihatnya. Dia lalu keluar dan tak sengaja bertemu dengan Prof Han yang mengaku kalau dia datang karena anaknya terluka. Woo Jin juga mengaku kalau di sini karena temannya terluka. Mereka kemudian berpisah.


Woo Jin kembali tak lama kemudian dengan membawa dua kaleng minuman, tapi malah mendapati Jung Yeon sedang bersama Prof Han. Yang lebih mengejutkannya, Jung Yeon memperkenalkan Prof Han sebagai ayahnya.

Prof Han penasaran, mereka kenal sejak kapan. Woo Jin mengaku kalau dia dan Jung Yeon sama-sama mengambil kelas yang sama. Dia buru-buru pamit, tapi berhenti sebentar tak jauh dari mereka dan mendengar Prof Han bertanya apakah Woo Jin pacarnya Jung Yeon?

Apa karena itu Jung Yeon jadi jarang mengikuti perawatan dokternya? Jung Yeon menyangkal semuanya. Woo Jin lalu berjalan pulang melewati toko roti yang membuatnya teringat pada Bum Gyun.


Didalam ruang gelap di gedung bekas RSJ Eunsung, Bum Gyun tak bisa apapun selain duduk menunggu di sana. Tapi kemudian dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Panik, Bum Gyun langsung berbaring dan pura-pura pingsan tepat saat pintu ruangan itu membuka.


Detektif Hong dan rekannya juga berada di gedung itu juga. Rekannya kesal dan menggerutu panjang lebar tentang Woo Jin yang ngomongin hal aneh tentang Bluebird atau apalah itu dan sekarang Detektif Hong ketularan aneh.


Seorang pria memakai baju operasi, mendekati Bum Gyun dengan membawa sebuah suntikan. Saat orang itu hendak menyuntikkannya ke leher Bum Gyun, Bum Gyun bergerak cepat menghentikannya dan menggigit lengan orang itu.

Orang itu sontak berteriak kesakitan. Tapi orang itu langsung menjambak Bum Gyun dan berhasil menyuntikkannya ke leher Bum Gyun. Detektif Hong mendengar teriakan orang tadi dan bertekad mau mencari sekali lagi.

Bum Gyun langsung pingsan. Orang misterius itu lalu mengeluarkan ulat birunya lalu memasukkannya melalui hidung Bum Gyun.


Keesokan harinya, Jung Yeon menelepon Woo Jin dan bilang kalau dia sudah ada didepan rumah Woo Jin. Woo Jin yang baru saja selesai mandi, kontan panik dan langsung bergegas memakai kaosnya tanpa menyadari kalau dia memakainya kebalik lalu buru-buru membersihkan rumahnya asal-asalan dan menyemprot pengharum ruangan.

Saat Jung Yeon masuk, dia langsung berusaha menahan senyum geli melihat kaosnya Woo Jin yang kebalik. Woo Jin baru sadar dan buru-buru membalik kaosnya. Melihat beberapa pakaian kotor yang asal dimasukkan ke kolong meja, Jung Yeon tak mengatakan apapun dan langsung menutupinya dengan bantal.

Woo Jin protes karena Jung Yeon tidak pernah bilang apa-apa tentang ayahnya. Jung Yeon mengingatkan kalau dia juga tidak pernah tanya-tanya tentang ayahnya Woo Jin. Benar juga. Tapi Woo Jin ingin Jung Yeon jujur padanya dan tidak membuatnya bingung.

Jung Yeon bertanya polos, memangnya apa yang membingungkan. Tiba-tiba dia kedip-kedip genit ke Woo Jin sampai membuat Woo Jin protes kalau yang dimaksudnya bukan bingung semacam itu.

"Yah, baiklah. Kenapa kau jadi serius? Kita susun ini dulu."


Di kampus, Sunbae berusaha membujuk Prof Park agar dia bicara pada Prof Han untuk tidak menerima Woo Jin, dia bukan pilihan yang tepat. Prof Han datang tak lama kemudian. Saat Prof Park menanyakan Jung Yeon, Prof Han memberitahunya kalau Jung Yeon berteman dengan Woo Jin.

Prof Park pun langsung membahas tentang Woo Jin dan meminta Prof Han untuk mempertimbangkan kembali masalah memasukkan Woo Jin sebagai bagian dari tim peneliti karena anggota tim lain keberatan, rasanya juga takkan nyaman jika dia bergabung.

Prof Han menegaskan kalau dia adalah kepala peneliti di sini dan dia membutuhkan Woo Jin. Prof Park tak bisa membantahnya dan akhirnya terpaksa mengalah.


Woo Jin sibuk mempelajari catatan-catatan Bum Gyun dan foto-foto Jung Yeon yang diam-diam diambilnya. Melihat betapa seriusnya Woo Jin, Jung Yeon tiba-tiba menunjuk salah satu foto dirinya.

Woo Jin sudah serius, mengira Jung Yeon menemukan sesuatu. Tapi Jung Yeon malah cuma bilang kalau fotonya yang ini bagus dan minta dikirim ke ponselnya. Woo Jin mendengus geli karenanya. Jung Yeon senang, gitu dong. Tersenyumlah lagi, kenapa juga dia harus kaku banget.

"Tidak mudah bagiku tersenyum dalam situasi seperti ini."

"Kita bisa menemukannya. Percaya saja pada Noona ini."

"Noona apanya. Memangnya kau lahir bulan berapa?"


Jung Yeon bilang bulan april dan langsung tanya bulan lahirnya Woo Jin. Tapi Woo Jin tidak mau menjawab. Tepat saat itu juga, dia ditelepon Bum Gyun. Tapi saat dia mengangkatnya, yang bicara seorang wanita dan menyuruhnya datang ke Taman Geulrin jam 2 siang, sendirian.


Mereka pergi ke Taman Geulrin bersama. Woo Jin menunggu sementara Jung Yeon bersembunyi dibalik semak. Tapi bahkan setelah beberapa lama menunggu, wanita itu belum datang juga.

Tanpa mereka sadar, wanita itu mengendap-endap di belakang Jung Yeon lalu mencoba menyetrumnya dengan taser. Jung Yeon melihatnya dan sontak berteriak dan berusaha melawannya.


Woo Jin mendengar teriakannya dan berhasil menangkap tangan wanita itu sebelum dia sempat menyetrum Jung Yeon. Wanita itu langsung kesal meneriaki Woo Jin karena datang bersama wanita itu.

Woo Jin tanya bagaimana wanita bisa mendapatkan ponselnya Bum Gyun. Dimana Bum Gyun sekarang. Wanita itu hanya mau menjawab jika Jung Yeon pergi, terpaksa Woo Jin meminta Jung Yeon untuk pergi sebentar.

Jung Yeon mengalah. Tapi sebelum pergi, dia memperingatkan Woo Jin untuk tidak sampai kehilangan wanita ini. Wanita itu tanya kenapa Woo Jin bergaul dengan wanita alien itu. Woo Jin mendesah frustasi mendengarnya dan menanyakan keberadaan kakaknya.

Wanita itu tidak tahu, tanya saja pada si alien itu. Anak-anak di kampus meninggal juga karena alien itu. Woo Jin benar-benar kesal sekarang, jangan bicara omong kosong, Jung Yeon tidak seperti yang dia kira, alien itu tidak ada!


Mendengar itu, wanita itu langsung menunjukkan foto Jung Yeon yang sedang membawa koper. Woo Jin tidak mengerti ini foto maksudnya apa. Wanita itu langsung memperbesar foto gantungan berbentuk bintang yang tergantung di kopernya Jung Yeon dan Woo Jin langsung mendelik mengenali gantungan bintang itu.

"Apa kau masih mengira dia itu Han Jung Yeon? Kenapa? Apa karena dia bilang dia bukan alien? Apa dia bilang dia cuma mirip? Apa kau bahkan sungguh-sungguh ingin menemukan kakakmu?"


Jung Yeon gelisah menunggu mereka. Tapi kemudian dia melihat Woo Jin berjalan sendirian. Kenapa dia sendirian? Apa wanita itu lolos lagi? Woo Jin hanya menatapnya sambil mengingat masa lalu, saat ayahnya menyeret koper yang ada gantungan bintangnya lalu pergi bersama si wanita alien. Woo Jin terus menatap Jung Yeon dan mengingat masa lalunya.

Flashback,



Saat dia dan Bum Gyun kejar-kejaran ke ruang keluarga, mereka mendapati si wanita alien sedang menggambar peta bintang di jendela mereka. Woo Jin kecil langsung kesal, tuh kan dia benar, noona itu pasti dari luar angkasa.

Flashback end.


Jung Yeon mulai kesal dengan diamnya Woo Jin. Tapi saat dia berniat pergi, Woo Jin langsung menghentikannya. Dia lalu menunjukkan foto gantungan bintang itu dan bertanya dari mana Jung Yeon mendapatkannya.

"Itu selalu ada padaku."

"Sejak kapan? Apa kau membelinya? Mengambilnya? Atau pemberian seseorang?"

"Kenapa aku harus memberitahumu?"

"Karena aku yang memberikan itu padamu."

Flashback,


Woo Jin kecil menyodorkan gantungan bintang itu pada si wanita alien dan berkata kalau mulai sekarang, namanya adalah Byul yang artinya bintang.

Flashback end.


Air mata Woo Jin menitik saat dia berkata kalau Jung Yeon adalah Byul. Dia lalu mengeluarkan foto masa kecilnya bersama Bum Gyun dan Byul. Jung Yeon sontak kaget melihat foto itu.

"Kaulah orang itu, dan orang di sebelahmu itu aku." Woo Jin langsung mencengkeram pundak Jung Yeon dan berteriak kalau dia adalah Byul.

Jung Yeon tampak benar-benar bingung, dia mengaku kalau dia sebenarnya tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya. "Aku... tidak ingat apapun."

Jung Yeon mengaku kalau dia tidak ingat apapun sebelum usianya 18 tahun. Woo Jin tercengang mendengar pengakuanya itu.


Di kampus, seseorang tampak sedang mengobati luka gigitan di lengannya dan orang itu ternyata Prof Han.

Seseorang meneleponnya dan memberitahu kalau Jung Yeon bolos perawatan lagi hari ini. Kalau seperti ini, dia tak yakin bisa memulihkan ingatan Jung Yeon. Prof Han berjanji akan bicara dengan Jung Yeon nanti.

Tatapannya lalu teralih pada layar monitor yang menunjukkan rekaman CCTV Bum Gyun yang tampak masih terbaring pingsan.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon