Powered by Blogger.

 Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 5 - 1


Dong Man masuk kembali ke rumahnya setelah Hye Ran pergi. Dia mengsms Dong Man saat itu dan bilang kalau dia sangat merindukan Dong Man. Dong Man sontak membanting jaketnya frustasi. Tapi perhatiannya teralih saat Jang Ho meneleponnya tak lama kemudian.

Ae Ra cemas kalau-kalau Dong Man sampai tertipu lagi. Saat dia mengecek internet, dia menonton video Tak Su dihajar yang sedang viral. Dia langsung menggerutui perkelahian itu, tapi sesaat kemudian dia sontak tercengang menyadari siapa orang yang menghajar Tak Su itu.


Dong Man keluar menemui Jang Ho yang menjemputnya agar mereka bisa mulai latihan mulai pagi ini. Dia berbisik kalau Dong Man harus berusaha keras untuk tahun depan. Dong Man bingung kenapa Jang Ho bisik-bisik. Soalnya si gadis mic gila itu kan tinggal di sini.

Baru diomongin, Ae Ra keluar dari rumahnya saat itu. Jang Ho langsung masuk dan ngumpet didalamnya mobilnya. Ae Ra langsung menuntut penjelasan atas video itu. Apa Dong Man preman? Kenapa dia malah menghajar orang? Dia beneran akan menekuni seni bela diri?

Dong Man membenarkan. Ae Ra kontan emosi dan menyalahkan Jang Ho, pasti Jang Ho kan yang memancing Dong Man. Sebaiknya Dong Man jangan mengikuti Jang Ho dan datang saja ke mall saat jam makan siang nanti.

Jang Ho mengingatkan Dong Man kalau nanti siang dia ada kelas khusus. Ae Ra tidak mau tahu, Dong Man datang saja ke mall. Jika tidak, maka dia yang akan mendatangi studionya si ahjussi ini. Jang Ho langsung ketakutan, Dong Man pergi saja ke mall nanti.


Tak Su sedang di salon sambil menonton video itu dengan kesal. Pelatih Choi sendiri sedang berusaha menelepon sana-sini untuk menenangkan situasi ini. Tapi kemudian dia memberitahu Tak Su kalau dia sudah kehilangan dua tawaran kontrak.

Disaat seperti ini, seharusnya dia latihan alih-alih menata rambut. Tak Su malas mendengarkan omelannya, cari saja cara untuk mengatasi masalah ini. Tuan Yang datang tak lama kemudian dan mengusulkan agar Tak Su latihan untuk pertandingan balas dendam. Tak Su makin kesal saja mendengarnya.


Dalam sesi wawancara tak lama kemudian, Tak Su meremehkan insiden itu sebagai pertarungan jalanan. Saat pewawancara menyinggung pertandingan balas dendam, Tak Su mengklaim kalau itu tidak perlu, dia tidak perlu bertarung dengan preman jalanan (Dong Man). Tuan Yang yang melihat dari belakang, langsung sinis menyadari Tak Su sebenarnya takut.

Dong Man menonton wawancara itu dan kontan panas mendengarnya. Apalagi dalam wawancara itu, Tak Su menantang Dong Man. Kalau dia bisa menang dalam pertandingan amatir maka Dong Man boleh menantangnya.


Jang Ho langsung mematikan TV-nya dan tegas melarang Dong Man mengikuti pertandingan amatir, lebih baik dia latihan saja dulu. Dong Man rehat selama 10 tahun, jadi dia harus membentuk otot-ototnya lebih dulu dan berlatih lebih banyak.

Dong Man mengklaim kalau dia tidak pernah rehat selama 10 tahun ini. Dia selalu melatih fisiknya dengan menjadi kuli bangunan dan kurir selama ini. Otot-ototnya dibangun dengan kerja keras dan keringat, beda dengan Tak Su yang bermalas-masalan di sasana ber-AC.

Jang Ho berusaha menjelaskan kalau Taek Won Do dan MMA itu beda. Tapi Dong Man terus ngotot kalau dia cuma tinggal melakukan berbagai macam teknik tendangan dan dia tidak akan kalah.

Jang Ho sontak mengeplak kepala Dong Man, jangan berteriak-teriak padanya. "Kalau kau naik ring dengan kondisi seperti ini, kau bisa cedera."

"Kita lihat saja aku bisa atau tidak. Kau selalu bilang aku harus ambil resiko dan mencoba."

Jang Ho benar-benar frustasi mendengarnya. Dia kan sudah bilang tidak boleh, artinya tidak boleh. Lari saja keliling lapangan sana, cepat!


Ae Ra akhirnya memantapkan diri untuk menyerahkan aplikasi lamaran kerja ke Stasiun TV KBC dan teringat saat dia membuat foto untuk resumenya.

Saat itu si fotografer bertanya-tanya apa konsep Ae Ra, pramugari atau penyiar. Ia berkomentar kalau Ae Ra terlihat seperti seorang penyiar. Senang, Ae Ra pun meminta Fotografer untuk membuatnya terlihat seperti seorang penyiar.


Pak Kim masuk saat itu. Ae Ra pun buru-buru menyembunyikan apa yang sedang dilakukannya barusan. Pak Kim tiba-tiba menawarinya minuman kesehatan, dan berjanji akan berusaha semampunya untuk merekomendasikan Ae Ra jika posisi penyiar kosong lagi nanti.

"Dari yang kulihat. Anak baru itu... sangat cantik. Dia mungkin akan segera menikah."

Ae Ra langsung sinis, Pak Kim sedang berusaha menghiburnya. Sudahlah, lupakan saja. Jika Pak Kim merasa bersalah atas kejadian itu maka perkenalkan saja dia ke Sepala Sekuriti. Pak Kim malah salah paham, Kepala Sekuriti itu sudah menikah.


Ae Ra ternyata minta diperkenalkan pada Kepala Sekuriti untuk mempromosikan Dong Man agar dia diterima kerja di sana sebagai petugas keamanan. Dia meyakinkan kalau Dong Man itu bukan hanya ahli taekwondo, tapi juga baik walaupun agak bodoh. Dan yang paling penting, dia ganteng.

Oke, suruh Dong Man datang sekarang juga biar dia bisa melihatnya dulu. Pak Kim langsung protes lebay, kenapa musti dilihat dulu, mereka semua kan keluarga. Bantulah dia, dia punya hutang budi pada Ae Ra.

Baiklah,baiklah. Kepala Sekuriti mengalah. Tapi kemudian, ia mendapat laporan pencurian di lantai satu yang merupakan tempatnya toko bermerek.


Saat Dong Man baru kembali dari latihan jogingnya, dia mendapati Tuan Yang ada di sana. Dia datang untuk menawari Dong Man debut dalam turnamen amatir besok. Mari kita menangkan turnamen yang disebutkan Tak Su itu dan mendapatkan tiket balas dendamnya.

Dong Man kontan kaget, besok itu terlalu cepat. Tuan Yang mengklaim kalau tidak besok maka Dong Man tidak akan pernah bisa memulai debut. Tuan Yang beralasan kalau Tak Su mengetahui teknik-tekniknya Dong Man dan karena itulah dia menetapkan syarat itu.

Dia bahkan meyakinkan Dong Man kalau dia tidak debut besok maka Tak Su akan melakukan apapun untuk menghalangi Dong Man, tidak akan ada yang mau menerima Dong Man untuk bertanding.

Jang Ho sama sekali tidak mempercayainya. Tuan Yang meyakinkan kalau dulu dia pernah jadi pramusajinya Tak Su di sebuah kelab. Selama beberapa tahun, dia selalu membereskan semua kekacauan yang dibuat Tak Su. Dia banyak tahu tentang Tak Su.


Turnamen amatir besok adalah upaya terakhir yang bisa kulakukan. "Mari kita menciptakan panggung baru bersama."

Jang Ho tetap belum bisa mempercayainya, lagipula besok itu terlalu konyol. Dong Man protes. Tapi Jang Ho tetap keukeuh melarang, memangnya apa yang bisa Dong Man lakukan selain menendang.

Tuan Yang terus ngotot berusaha mendorong mereka untuk maju saja. Jang Ho pun tetap tegas dengan keputusannya. Dia orang yang bertanggung jawab terhadap nyawa Dong Man dan dia selalu berhati-hati sebelum melangkah. Pokoknya mereka akan tidak akan melakukannya.

Tapi kemudian dia langsung pergi begitu saja, meninggalkan Dong Man yang masih galau dan Tuan Yang terus berusaha membujuk dan menyemangatinya. Percaya saja padanya dan ikut dia.


Ae Ra mengsms Dong Man dan menuntutnya untuk datang sekarang. Di meja sebelah, dia melihat Kepala Sekuriti dan Pak Kim sedang menonton rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang nyonya bertopi, tampak mencuri sebuah jam tangan mewah. Ae Ra ikut memperhatikan si Nyonya itu.


Dong Man akhirnya datang saat Ae Ra kembali ke meja informasi. Ae Ra langsung menyuruhnya untuk naik ke lantai sembilan, dia akan mendapatkan pekerjaan sebagai tim keamanan di sini.

Dong Man protes. Ae Ra tidak mendengarkan kata-katanya, yah? Dia kan sudah bilang kalau dia akan menekuni MMA. Ae Ra sendiri kan yang bilang kalau manusia harus melakukan apa yang mereka cintai.

"Daripada hidupku tidak ada perubahan, aku mau melakukan hal bodoh."


Dong Man beranjak pergi, tepat saat Ae Ra melihat si Nyonya bertopi yang ketangkap kamera tadi, hendak keluar. Ae Ra buru-buru menghalanginya dan berusaha bertanya sopan apakah Nyonya lupa membayar sesuatu atau mungkin dia salah memasukkan sesuatu ke tas.

Nyonya itu langsung kesal dan menjatuhkan semua isi tasnya. Tapi tak ada apapun yang mencurigakan didalamnya. Ae Ra sontak meminta maaf karena sudah salah mengenali orang. Nyonya itu dengan sombongnya menyuruh Ae Ra untuk mengambili barang-barangnya.

Tapi saat Ae Ra sedang memunguti barang-barangnya, Nyonya itu malah keceplosan bertanya, "Lihat baik-baik. Apa kau melihat arloji di sana?"

Ae Ra langsung membeku, "Nyonya, saya tiak pernah bilang kalau benda itu arloji."

Si Nyonya langsung panik mau melarikan diri sambil memegangi topinya. Ae Ra langsung menampik topi itu dan arloji itu pun langsung ikut terjatuh dari dalamnya.


Tapi bahkan sekalipun Nyonya itu ketahuan mencuri, Pak Kim malah meminta maaf berulang kali padanya dan menuntut Ae Ra untuk minta maaf juga hanya karena Nyonya itu anggota VVIP.

Dong Man langsung protes membela Ae Ra, kenapa dia harus minta maaf padahal dia sudah menangkap pencuri. Nyonya itu langsung kesal, tidak terima dikatai pencuri. Pak Kim buru-buru mengajaknya masuk ke ruang VVIP dan menyuruh Ae Ra ikut masuk juga.

Ae Ra tegas menyuruh Dong Man diam saja di sini dan jangan ikut campur, dia tidak mau dipermalukan di depan Dong Man.


Nyonya itu memperkenalkan dirinya sebagai istri kedua pemimpin King dan beralasan kalau dia hanya ingin menunjukkan arloji ini pada suaminya dan membayarnya nanti.

"Kenapa Nyonya menyembunyikannya didalam topi jika ingin membayarnya?" tanya Ae Ra.

Nyonya itu tambah kesal dan bersumpah akan menyuruh para anggotanya untuk berhenti belanja di tempat ini. Pak Kim tambah panik dan menuntut Ae Ra untuk segera meminta maaf.

Terpaksa akhirnya Ae Ra harus menelan harga dirinya dan membungkuk meminta maaf. Tapi si Nyonya belum puas dan menginginkan sesuatu lainnya untuk membuatnya merasa lebih baik.


Beberapa saat kemudian, Pak Kim mengantarkan Nyonya itu keluar. Nyonya itu masih saja ngomel-ngomel kesal dan menyuruh Pak Kim untuk melatih pegawainya dengan baik. Uang yang dia belanjakan di sini sudah termasuk gaji, tip dan hak untuk menyuruh Ae Ra berlutut.

Dong Man sontak emosi melihat lutut Ae Ra yang tampak memerah. Dia langsung melepaskan topi seragamnya Ae Ra, membantingnya dan menyatakan kalau mulai sekarang Ae Ra berhenti. Apa gaji kecil yang mereka berikan pada Ae Ra, membuat mereka punya hak untuk melakukan ini?

"Uang yang ahjumma belanjakan, tidak termasuk hak untuk memperlakukannya dengan kejam! Kau tidak punya hak untuk melakukan itu! VIP atau bukan, kau itu cuma pencuri! Dan dia adalah pegawai yang menangkap seorang pencuri!"



Dong Man langsung menyeretnya pergi sampai parkiran. Ae Ra melepaskan cengkeraman tangan Dong Man. Sakit, kenapa Dong Man selalu cari perkara. Kenapa Dong Man membuatnya kehilangan pekerjaan.

Berlutut sebentar tidak akan membuat lututnya lelah. Dia hanya perlu menggertakkan gigi dan menarik napas panjang lalu pura-pura tak terjadi apapun dan dia bisa kembali bekerja seperti biasanya seolah tak ada yang terjadi dan takkan ada yang tahu kalau dia berlutut di hadapan si ahjumma itu.


Dong Man diam mendengarkan suara Ae Ra yang mulai bergetar karena emosi hingga akhirnya dia benar-benar tak bisa lagi menahan tangisnya. Dong Man langsung menarik Ae Ra kedalam pelukannya dan menepuk-nepuk ringan punggungnya, berusaha menenangkannya.

Episode 5: Tidak apa-apa meski kau tak punya pekerjaan.


Joo Man sedang kerja lembur saat Sul Hee meng-sms-nya untuk memastikannya ada di kantor. Seseorang memakai jaket pink tiba-tiba datang membawakan makanan untuknya. Joo Man langsung senang mengira Sul Hee yang datang, tapi ternyata Ye Jin.

Pada saat yang bersamaan, Sul Hee yang juga sama-sama memakai jaket pink, baru tiba di kantor dengan membawakan makan malam untuk Joo Man.

Joo Man dan Ye Jin makan malam bersama. Joo Man perhatian menanyakan apakah pekerjaan Ye Jin sulit. Ye Jin mengaku kalau bagian yang paling sulit adalah bangun pagi. Kalau begitu kenapa Ye Jin bekerja, dia kan tidak perlu bekerja (karena keluarganya kaya).

Ye Jin mengakui kalau orang-orang di sini cenderung berpikir kalau dia bekerja hanya untuk mengisi waktu. Tapi dia mau terus bekerja di sini. Joo Man berpikir kalau Ye Jin untuk memiliki karir sendiri.

Tapi Ye Jin menyangkalnya, bukan karena itu, melainkan karena Joo Man. Joo Man kontan tersedak mendengar pengakuan blak-blakan Ye Jin. Ye Jin mengaku kalau dia bangun jam 6 pagi setiap hari dan menata rambutnya selama satu jam hanya untuk Joo Man.


Ye Jin tiba-tiba bersendawa keras. Mereka kontan tertawa karenanya. Tepat saat itu juga, Sul Hee datang dan jelas cemburu melihat mereka. Dia buru-buru menyembunyikan kotak makanannya saat Ye Jin melihatnya.

Joo Man menyapanya formal dan Sul Hee beralasan kalau dia datang cuma untuk mengambil barangnya yang ketinggalan. Ye Jin memperhatikan jaket mereka yang sama persis.


Ye Jin jadi menyesal, seharusnya dia beli saja yang palsu. Dia membeli jaket ini dari luar negeri, tapi ternyata logonya terlihat sama persis dengan milik Sul Hee.

"Aku tidak tahu. Aku membelinya karena warnanya pink."

"Aku juga suka pink. Unnie, biasanya belanja dimana?"

Sul Hee jelas kurang suka dipanggil 'unnie', dia rasa dia tidak jauh lebih tua. Ye Jin ditelepon ibunya saat itu. Mereka pun berpisah. Sul Hee penasaran mereka tadi ngetawain apa, sih?


Dalam perjalanan pulang, Dong Man dan Ae Ra sama-sama menerima sms dari induk semang mereka yang menyuruh mereka untuk mentransfer uang sewa. Ae Ra langsung menyalahkan Dong Man lagi, apa dia mau mereka sama-sama jadi tunawisma.

"Aku akan mengurusmu."

"Bagaimana kau akan mengurusku."

"Kau bisa jadi manajerku. Kau akan jadi manajer olahraga. Itu pekerjaan profesional. Kau mendapatkannya melalui koneksi."

Hah? Dia nggak salah dengar? Kesal, Ae Ra langsung mengucap kata-kata umpatan, yang mungkin saking kasarnya sampai disensor. LOL.

 

Pak Kim terpaksa harus meminta salah seorang pegawai untuk menggantikan posisi Ae Ra. Moo Bin datang tak lama kemudian, pastinya untuk mencari Ae Ra. Tapi malah diberitahu kalau Ae Ra sudah berhenti. Kenapa? Sejak kapan?


Begitu sampai rumah, Dong Man mengajak Ae Ra minum soju bersama soalnya hari ini mereka sama-sama pengangguran. Ae Ra tidak mau, bisa-bisa besok wajahnya jadi bengkak. Memangnya kenapa, dia kan tidak perlu kemana-mana besok.

"Aku harus ke suatu tempat."

Mau kemana?... Jangan-jangan Ae Ra mau pergi dengan si kunyuk itu, yah? Dia mau ngapain dengan si kunyuk itu?

"Anak kecil tidak perlu tahu. Itu yang akan kami lakukan. Nak, tidurlah lebih awal. Tidurlah yang nyenyak."

Ae Ra langsung menepuk ringan bokongnya bak seorang ibu menepuk bokong anaknya. Kesal, Dong Man langsung balas memukul bokong Ae Ra lalu kabur.


Sul Hee sedang melipat jemuran saat dia melihat ponselnya Dong Man berbunyi berulang kali. Penasaran, Sul Hee langsung mengintip sms masuk mumpung Dong Man masih di kamar mandi.

Ternyata dia mendapat sms dari Ye Jin yang mengajaknya pergi ke Yeoiudo hari sabtu nanti. Dia ingin Joo Man membantunya mencari informasi di perpus, lalu dia akan mengajak Joo Man menonton kembang api dan mentraktir Joo Man makan steak iga dengan wine.

Dia mendengar Joo Man hendak keluar, dia pun buru-buru kembali ke jemurannya dan Joo Man langsung mengecek ponselnya. Sul Hee mencoba mengajaknya ke pertunjukan kembang api dan foto-foto di sana, haruskah dia memakai gaun yang Joo Man belikan?

Joo Man malah cuek, pakai saja apapun yang dia suka. Sul Hee kecewa, apa sebaiknya mereka tidak usah pergi saja, sepertinya Joo Man sedang sibuk. Joo Man langsung canggung, sebenarnya dia memang ada pekerjaan sabtu ini.

Pekerjaan apa? Joo Man malah terdiam gugup. Sul Hee kontan cemas, dalam hatinya dia memohon agar Joo Man tidak berbohong.


Syukurlah Joo Man mengaku jujur kalau si anak magang itu terus menerus memintanya untuk membantunya dan sebagai imbalannya dia akan ditraktir makan steak iga dan wine.

"Orang seperti anak magang itu, yang ceria tapi naif sangat menyusahkan, bukan?"

Sul Hee tentu saja senang mendengarnya, malah menyemangati Joo Man untuk jadi baik dan jangan mencela terus. Joo Man mengajaknya kencan minggu depan saja, Sul Hee setuju.

Tapi kemudian Joo Man malah berbohong dengan mengklaim kalau anak magang yang menyusahkannya itu adalah Kim Chan Ho dan bukannya Ye Jin. Sul Hee jadi tak tenang karenanya. Saat Joo Man sudah tidur, dia langsung mengecek medsos-nya Ye Jin.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon