Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 5 - 2


Keesokan paginya, Sul Hee membantu Ae Ra bersiap-siap dan mempercantik dirinya untuk acara kencannya dengan Moo Bin hari ini. Dong Man cemburu bahkan sampai mencoba mengejek Ae Ra.

Ae Ra cuek, apa dia perlu mengikat rambut atau diurai saja? Sul Hee menyuruhnya mengikat rambut saja, dia harus memperlihatkan garis lehernya. Ae Ra tidak lupa dengan gerakan yang dia ajarkan, bukan? Yang Joo Man sukai itu?

Mereka langsung praktek memutar-mutar menyibak-nyibak rambut ke kiri dan ke kanan dengan gaya seksi. Dong Man hampir tersedak saking gelinya melihat tingkah kedua wanita itu.

Joo Man berbisik kalau dia sebenarnya cuma pura-pura menyukai gerakan aneh itu soalnya Sul Hee melakukan gerakan itu seharian. Ae Ra lalu menyemprot parfum ke lehernya yang sontak membuat Dong Man makin emosi.


"Hei! Kenapa kau pakai itu?! Kembalilah sebelum malam. Kau harus pulang jam 7 malam, mengerti?"

Ae Ra tidak terima. Dong Man punya hak apa mengatakan itu padanya? Berani sekali dia padahal waktu kecil Dong Man yang membawakan tas sekolahnya. Dong Man tidak peduli, pokoknya Ae Ra harus pulang jam 7.

Kalau Ae Ra sampai terlambat, dia akan mengadukan Ae Ra ke ayahnya. Dia akan bilang kalau Ae Ra pakai parfum dan berkencan dengan cowok dan belum pulang. Ae Ra jelas heran, ada apa dengan Dong Man? Kenapa dia lebay banget?


Tak lama kemudian, dia sudah keluar dengan dandanan cantik. Tapi di tengah tangga, Ahjumma menghentikannya. Ae Ra sudah menerima pesannya kemarin, kan? Ae Ra langsung gugup, dia sudah membaca sms-nya sih. Tapi sekarang ini dia sedang menghadapi beberapa perubahan, jadi bisakah dia membayar sewanya akhir bulan ini?

Ahjumma langsung paham, Ae Ra kehilangan pekerjaannya. Kalau begitu, bayar saja dengan berapapun yang Ae Ra miliki sekarang. Ae Ra langsung canggung mengeluarkan dompetnya, tapi Ahjumma tak peduli terus menuntut Ae Ra membayar.


Moo Bin sudah menunggu di bawah, sedang bertanya di internet tentang cara mengesankan wanita. Apa benar pria yang bisa memundurkan mobil itu keren menurut wanita. Seorang netizen membenarkannya, pastikan memundurkan mobil hanya dengan satu tangan. Satu tangan pegang setir dan tangan satunya pegang kursi penumpang. Moo Bin langsung praktek dengan gaya sok keren.

Dia melihat Ae Ra turun saat itu dan langsung membukakan mobil untuk Ae Ra. Dong Man membuka jendelanya langsung menatap mereka dengan tajam. Moo Bin pura-pura tak tahu kalau Ae Ra sudah berhenti kerja dan pura-pura mengira kalau Ae Ra lagi cuti.

"Kau benar. Aku sebaiknya sekalian saja libur panjang." Geram Ae Ra.


Moo Bin langsung praktek memundurkan mobil dengan gaya sok keren, satu tangan pegang setir dan satu tangan pegang kursi penumpang... sampai saat dia menyadari sesuatu yang aneh. Rambut Ae Ra halus banget.

Pfft! Dia salah pegang kepala Ae Ra. Moo Bin sontak panik menarik tangannya dan meminta maaf. Ae Ra ketawa garing, baru kali ini dia melihat ada yang memundurkan mobil seperti itu.

 

Joo Man dan Sul Hee menunggu di halte bis. Joo Man kurang suka saat Sul Hee memberitahu kalau dia mengambil hari libur hanya karena dia ingin datang sendirian ke acara ultah pertama keponakannya Joo Man yang masih bayi.

Sul Hee bersikeras kalau dia cuma akan mampir sebentar. Joo Man tidak bisa datang karena sibuk, jadi dia harus datang.

Ponselnya Joo Man berbunyi berulang kali saat itu. Tapi Dong Man mengacuhkannya. Bahkan saat mereka dalam perjalanan di bis, ponselnya Joo Man terus berbunyi. Apa Joo Man tidak akan memeriksa pesannya? Tanya Sul Hee.

Joo Man beralasan kalau ini grup obrolan kerja saja. Siapa yang ada di grup obrolan itu, apa si anak magang yang bernama Kim Chan Ho itu juga ada disitu? Si anak magang yang terus meminta bantuannya dan berjanji akan mentraktirnya steak iga dan wine itu.

"Aku harus memberitahunya jika bertemu dengannya nanti, bahwa dia harus menyiapkan presentasinya sendiri dan bukannya minta bantuanmu terus." Ujar Sul Hee. Joo Man cuma bisa terdiam canggung mendengarnya.


Di kantor, Joo Man sedang mengajari Ye Jin. Tapi Ye Jin lebih penasaran dengan jawaban Joo Man atas pesannya kemarin. Joo Man menyetujuinya. Mereka bisa menyiapan presentasinya bersama akhir pekan ini.

Ye Jin langsung semangat mau pesan restoran yang bagus untuk makan malam lalu melihat kembang api bersama. Tapi Joo Man tegas menarik batas diantara mereka dengan mengusulkan agar mereka memesan jjajangmyeon dan makan malam di kantor saja bersama anak magang lainnya.

Ye Jin jelas kecewa. Apa dia barusan ditolak? Lupakan saja kalau begitu. Presentasinya akan dia kerjakan sendiri saja.


Tapi kemudian dia kembali lagi dan mengaku kalau dia putus dengan mantannya karena dia berselingkuh. Tapi entah kenapa melihat Joo Man mengacuhkannya... malah membuatnya jadi semakin mempercayai Joo Man. Dia rasa Joo Man akan bersikap seperti ini juga pada wanita lain.

"Karena itulah, aku... semakin menyukaimu. Aku ingin pacaran denganmu. Kau belum punya pacar, kan?"

Joo Man langsung bingung harus jawab apa. Joo Man tak sempat lagi menjawabnya karena atasan mereka datang saat itu untuk minta sup pereda mabuk.


Ae Ra sedang menikmati es krim dan kopi bersama Moo Bin di cafe. Sul Hee meng-sms-nya saat itu dan menyuruhnya untuk melakukan trik itu. Maka saat Moo Bin mengalihkan tatapan kepadanya, Ae Ra langsung memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan gaya seksi.

Moo Bin kontan melongo dibuatnya. Tapi alih-alih terpesona, Moo Bin malah bingung kenapa lehernya Ae Ra kayak jerapah begitu? Apa lehernya sakit? Dia sampai bisa melihat tulangnya Ae Ra yang menonjol banget. Ae Ra cuma bisa ketawa garing.


Sul Hee tak tenang menatap ponselnya. Dia sudah mengajak Joo Man makan siang bersama. Joo Man menolak, tapi saat dia tanya alasannya kenapa, Joo Man malah tidak membalas sms-nya.

Dia akhirnya break sebentar untuk mencari Joo Man dan menemukannya sedang memasak di dapur bersama Ye Jin dan seorang anak magang lainnya yang bernama Kim Chan Ho. Saat Chan Ho sedang mengaduk supnya, tak sengaja dia kena cipratan air panasnya.

Dia kontan panik dan membuat Joo Man kecipratan juga. Ye Jin langsung sigap mengelap dada Joo Man yang kecipratan sup sampai membuat Joo Man tak nyaman dibuatnya. Atasan mereka langsung menggoda mereka, sepertinya ada cinta yang sedang mekar, nih.

Cemburu, Sul Hee langsung masuk sambil berdeham dan beralasan kalau dia datang untuk mencicipi supnya biar dia tahu bagaimana harus menjualnya. Atasan mempercayainya dan langsung menyuruh Chan Ho mengambilkan semangkuk untuk Sul Hee. Dia Kim Chan Ho? tanya Sul Hee.


Beberapa saat kemudian, Joo Man melihat Sul Hee dan Chan Ho sedang berada di pantry. Sul Hee bingung harus ngomong apa ke Chan Ho. Akhirnya dia cuma ngomong nggak jelas kalau dia penggemarnya Pak Chan Ho (atlet baseball). Chan Ho bingung, apa sebenarnya yang ingin Sul Hee katakan padanya.

Joo Man buru-buru menyela mereka dan mengajak Chan Ho keluar, mereka harus menyiapkan presentasi mereka. Loh, Ye Jin kan bilang akan mengerjakan semuanya. Joo Man seontak melirik Sul Hee canggung.


Memikirkan kaenahen sikap Sul Hee tadi, Chan Ho menduga kalau Sul Hee pasti naksir padanya. Sul Hee manis juga. Kesal, Joo Man langsung memerintahkan Chan Ho untuk mengumpulkan semua materi presentasinya dan berikan padanya, sekarang, segera!


Dong Man sedang berlatih bersama Jang Ho. Tapi Dong Man tidak bisa fokus dengan latihannya, malah melihat jam terus, mungkin cemas memikirkan Ae Ra. Jang Ho sampai kesal padanya. Seorang pria menendangnya dengan kesal, pergi saja kalau Dong Man tidak becus.

Dong Man terus menuntut kenapa Jang Ho melarangnya ikut turnamen amatir itu. Dia lihat ada orang tua yang ikut tinju untuk mengurangi berat badan, bahkan ada anak SMA. Lalu kenapa dia malah dilarang ikut?

"Karena kau lebih payah daripada anak SMA!"


Tepat saat itu juga, Tak Su datang bersama pelatih Choi. Pelatih Choi mengajak Jang Ho bucara berdua, ada sesuatu yang mau mereka diskusikan. Tak Su sudah tahu kalau Tuan Yang datang kemari, dia tahu apapun yang Tuan Yang lakukan. Apa Dong Man bahkan tahu Tuan Yang dulu apa.

Dong Man malas meladeninya, dia sibuk. Tak Su sinis, apa dia mau memulai debut. Dong Man masih saja naif seperti dulu.

"Kau masih saja brengs*k seperti dulu," balas Jang Ho.

Apa maksud kedatangan mereka kemari sebenarnya. Pelatih Choi berkata kalau mereka ingin menawarkan sesuatu yang dia klaim bagus untuk Dong Man. Tidak baik jika Tak Su dan Dong Man berurusan lagi. Mereka berdua bisa terluka jika masa lalu mereka terungkap.

Dia mengklaim kalau Ayahnya Dong Man masih merasa bertanggung jawab terhadap Dong Man. Karena itulah, beliau menawari Dong Man untuk bekerja jadi manajer gudang perusahaan, dana pensiunnya juga akan dijamin.

Tak Su semakin mengejeknya dengan mengingatkan Dong Man kalau adiknya Dong Man bisa dioperasi berkat dia. Dong Man diam saja menahan kesal, malah Jang Ho yang langsung emosi sampai Pelatih Choi harus harus segera menyeretnya menjauh dari Tak Su.


Ae Ra dan Moo Bin melanjutkan acara kencan mereka dengan makan malam di sebuah restoran mewah. Ae Ra sampai melotot melihat harga di buku menu. Tak enak pada Moo Bin, Ae Ra menyatakan dia yang akan membayar kali ini.

Moo Bin melarang. Dia yang akan traktir semuanya. Lagipula restoran ini sangat mahal. Lain kali saja Ae Ra mentraktirnya, mereka bisa makan ayam dan bir. Ae Ra malah tersinggung mendengarnya, dia bisa membayar steaknya kok.

"Ae Ra-ssi. kenapa kau sangat sungkan padaku? Siapa yang peduli soal siapa yang membayar? Kurasa kau tidak akan seperti ini dengan Dong Man."

"Itu karena Dong Man adalah Dong Man."

Tapi Moo Bin tidak suka melihat Ae Ra terlalu akrab dengan Dong Man. Dia tidak suka melihat mereka tinggal berseberangan. Dia rasa lingkungan itu kurang aman. Bagaimana kalau Ae Ra pindah saja ke apartemen studio di dekatnya.

Ae Ra canggung beralasan kalau dia suka dengan tempat tinggalnya yang sekarang. Moo Bin mencoba bertanya bagaimana rasanya bekerja di mall? Apa sulit?

Tapi alih-alih mengaku jujur, Ae Ra hanya menjawab singkat, "Lumayan."


Moo Bin mencoba lagi dengan meminta Ae Ra untuk menceritakan tentang ibunya. Orang bilang, kita bisa mengetahui seorang wanita melalui ibunya. Apa Ae Ra juga mirip ibunya?

"Tidak. Aku tidak mau," batin Ae Ra "Karena aku ingin hidup lama."

Tapi kemudian Ae Ra berbohong kalau Ibunya sama seperti ibu-ibu biasanya yang cerewet, suka membuatkannya makanan dan mereka sering bertengkar. Moo Bin berkomentar kalau Ae Ra pasti sangat disayangi waktu masih kecil.

"Aku suka sifat ceriamu."

Mendengar itu, Ae Ra langsung permisi ke toilet dan merenung di sana. Perutnya tiba-tiba merasa tidak nyaman, kenapa dia tadi musti berbohong. 


Sul Hee ngambek saat mereka pulang. Joo Man heran kenapa Sul Hee mengecek ponselnya segala, apa Sul Hee tidak mempercayainya? Sul Hee kesal, memangnya kenapa kalau dia memeriksa ponselnya Joo Man? Masalah?

"Bukan itu maksudku. Karena aku mempercayaimu, aku tidak memeriksa ponselmu."

Sul Hee langsung menyodorkan ponselnya dengan kesal, periksa saja, dia tidak menyembunyikan apapun kok. Joo Man berusaha menjelaskan kalau dia berbohong hanya karena dia takut Sul Hee akan cemas dan salah paham.


Dia sudah menolak Ye Jin dan bilang kalau dia tidak bisa pergi. Dia mengatakan kebohongan putih demi kebaikan Sul Hee. Mana ada kebohongan putih, kenapa Dong Man menyebutnya putih?

Lebih baik Joo Man pergi saja dan jujur padanya, jangan berbohong. Daripada kenyataan kalau Ye Jin mengirimi Joo Man pesan di malam hari dan bahwa dia mengajak Dong Man makan steak iga, "Kenyataan kalau kau berbohong kalau Ye Jin adalah Chan Ho. Bagiku itu sangat... sangat... hatiku serasa bagai ditembak."

Joo Man tidak pernah berbohong sebelumnya, sekarang Joo Man malah jadi aneh. Joo Man merasa bersalah mendengarnya. Dia memang salah, dia brengs*k, dia tidak berpikir jernih. Sul Hee tidak tertembak, itu hanya kebohongan putih.

"Tidak ada kebohongan putih. Semua kebohongan itu hitam, kotor, omong kosong. Semuanya palsu. Jangan memberinya sampah itu. Jangan membohongiku." Isak Sul Hee.

Joo Man sungguh merasa bersalah dan langsung memeluknya, "Maaf, aku bersalah."


Dong Man hendak pulang saat dia mendapat sms dari Tuan Yang yang mengingatkannya kalau pertandingannya adalah malam ini di Chengdam-dong. Teringat ejekan Tak Su, Dong Man langsung menelepon Tuan Yang dan bertanya apakah dia sungguh bisa mengubah keadaan.


Ae Ra dan Moo Bin hendak pergi ke acara selanjutnya saat Dong Man mengirim sms dan mengumumkan kalau dia akan debut malam ini sebagai amatir dan menyuruh Ae Ra datang ke Cheongdam-dong jam 8.

Saat Ae Ra tak menjawab, Dong Man mengirim sms kedua. Kali ini dia merajuk, meminta Ae Ra untuk datang, dia butuh manajer, dia agak takut. Ae Ra akhirnya terpaksa mengakhiri kencannya sampai di sini.


Di ruang ganti. Dong Man tampak jelas gugup. Tuan Yang memberitahunya kalau lawannya berasal dari Brasil, sepertinya dia petarung baru dan tak ada informasi apapun tentangnya. Pastikan dia tidak cedera. Melihat Dong Man gugup, Tuan Yang menawarkan untuk menelepon Jang Ho, tapi Dong Man menolaknya.


Begitu Ae Ra tiba, Dong Man membelikannya hotdog. Ae Ra mau dua, dia masih lapar soalnya. Dia makan steak sebesar kepala ayam tapi harganya sama dengan sepuluh ayam utuh. Dan sebaiknya Dong Man cepat menyelesaikannya nanti, biar mereka bisa makan ceker dan soju.

Dong Man heran, apa Ae Ra tidak mencemaskannya. Ae Ra santai, ini bukan pertama kalinya baginya melihat Dong Man bertanding. Lagian ini kan pertandingan amatir. Dia yakin kalau Dong Man hanya perlu satu kali tendangan dan selesailah sudah.

Dong Man jelas senang mendengarnya. Ae Ra sangat percaya padanya, rupanya. Dia menolak makan steak dan datang kemari demi menyaksikan kemenangannya.

Tapi Ae Ra langsung mengoreksi, "Aku kemari hari ini, karena ini adalah pertandingan perdanamu sekaligus pensiunmu. Kau harus mencoba setidaknya sekali sebelum menyerah. Anak yang nakal, tangannya harus terbakar dulu diatas wajan panas agar dia sadar untuk tidak mengulanginya lagi."

Dong Man kontan geram mendengarnya, "Bersyukurlah kau terlahir jadi wanita."


Saat pertandingan hendak dimulai, Dong Man mendudukkan Ae Ra di kursi terdepan. Saat melihat lawannya Dong Man, mereka sama-sama meremehkannya karena dia lebih pendek daripada Dong Man.

Para petarung akhirnya dipanggil kedalam ring. Ae Ra santai memakan hotdognya saat pertandingan dimulai. Tapi lawan yang mereka remehkan ternyata jauh lebih kuat darinya. Hanya dalam waktu singkat, Dong Man langsung ditendang dan dihajar berkali-kali sampai Ae Ra mulai cemas.

Orang itu tiba-tiba mencekik Dong Man dengan begitu kuatnya hingga Dong Man pingsan. Wasit sontak cemas hingga langsung berteriak minta dipanggilkan dokter.


Tuan Yang malah merekam kekalahan Dong Man itu lalu langsung pergi meninggalkannya sambil menelepon seseorang dan berkata kalau dia akan mengirim videonya dan meminta orang itu untuk mengunggahkan ke internet.

Dia masuk ke sebuah van dimana Tak Su dan Pelatih Choi sudah menunggu di sana. Tak Su langsung memuji kehebatan akting Tuan Yang. Pelatih Choi cemas dan bertanya apakah Tak Su sudah mengirim ambulance.


Ae Ra shock melihat Dong Man terkapar tak sadarkan diri di lantai. Dia sontak berteriak-teriak, berusaha memanggilnya. Tapi Dong Man tetap tak bergerak.

Epilog:


Di parkiran, seorang sekuriti memergoki Ae Ra dan Dong Man sedang jongkok di sebuah mobil putih. Dia jelas curiga, apa yang mereka lakukan di situ? Apa mereka pegawai di sini?

Ae Ra dan Dong Man gugup, menyatakan kalau mereka pengangguran. Diam-diam mereka bergandengan tangan dan berusaha pergi tanpa terlihat mencurigakan. Tapi si sekuriti mencurigai mereka dan saat dia melihat ke sebelah mobil itu, dia langsung mengejar mereka. Ae Ra dan Dong Man sontak melarikan diri sambil cekikikan.


Nyonya pencuri itu tiba di parkiran tak lama kemudian sambil diomeli suaminya yang kesal karena dia mencuri lagi. Saat mereka hendak masuk mobil, mereka malah terkejut mendapati mobil mereka sudah penuh coretan 'PENCURI' yang ditulis besar-besar dengan pulpen merah.

Bersambung ke episode 6

1 comments:

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon