Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 7 - 1


Moo Bin tiba-tiba mengecup bibir Ae Ra tepat saat Dong Man membuka pintu. Dia tampak patah hati melihat mereka hingga dia langsung pergi. Tapi baru beberapa langkah, dia berhenti dan berubah pikiran lalu kembali lagi ke sana dan bertanya apa mereka pacaran.

Moo Bin malah menyangkal. Dong Man jelas kesal, terus kenapa Moo Bin menciumnya. Seharusnya dia meminta Ae Ra untuk jadi pacarnya dan memperjelas hubungan mereka sebelum menciumnya.

Moo Bin balas melabraknya, hentikan omong kosong tentang pertemenan mereka dan katakan padanya dengan jelas. Apa Dong Man menyukai Ae Ra? Dong Man langsung galau, bingung harus menjawab apa dan akhirnya mengklaim kalau dia adalah penjaganya Ae Ra.


Ae Ra kesal setengah mati mendengarnya. Apa hak Dong Man untuk marah-marah? Kenapa dia melewati batas? Kenapa dia tidak boleh pacaran dengan Moo Bin? Moo Bin melakukan segala cara untuk membuatnya terkesan. Moo Bin bilang kalau dia seperti mimpi.

"Karena itulah dia penipu. Kau bukan mimpi."

"Aku bilang dia mimpi karena itu benar."

Tuh lihat, Moo Bin jelas maniak. Sebaiknya Ae Ra jaga jarak darinya. Ae Ra tidak mau, Moo Bin baik dan menyukainya, tergila-gila padanya malah. Memangnya Dong Man siapa berani ikut campur?

"Apa kau menyukaiku?"

Dong Man terdiam ragu, sebelum akhirnya dia menyatakan kalau dia menyukai Ae Ra.... Tapi kemudian dia bilang kalau dia juga menyukai Joo Man dan Sul Hee. Mereka semua sangat penting baginya, mereka semua temannya.

Sebagai teman maka seharusnya Dong Man memberinya selamat. Karena dia dan Moo Bin sudah ciuman, jadi mulai hari ini mereka resmi pacaran. Kedua pria langsung menatapnya kaget. Moo Bin senang tapi Dong Man tidak senang.


Beberapa saat kemudian, Dong Man bersandar di tiang dengan tak sabaransambil mempelototi Ae Ra dan Moo Bin yang lagi duduk berdua di lobi. Ae Ra tak enak pada Moo Bin karena mendadak menyatakan status hubungan mereka.

Tidak mengapa, Moo Bin senang malah. Tapi Ae Ra menjelaskan kalau dia sebenarnya bukan benar-benar menyukai Moo Bin, dia hanya bersikap impulsif saat dia mengatakan itu.

Moo Bin bersikeras kalau Ae Ra tidak boleh menarik ucapannya. Banyak kok orang yang benar-benar menyukai pasangannya setelah mereka pacaran. Karena itulah, Moo Bin memohon pada Ae Ra untuk kencan dengannya 10 kali.

"Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Aku akan menjadikanmu seorang puteri."

"Puteri? Aku?"

Iya. Jadi, kita pacaran apapun yang terjadi, kan?"


Moo Bin langsung monyongin bibir. Ae Ra tampak risih melihatnya bahkan langsung memundurkan badannya. Dong Man sontak berteriak membentak mereka lalu melempar batu ke Moo Bin sambil dan ngomel-ngomel kalau taksi pesanan mereka sudah menunggu. Moo Bin jelas kesal dan tidak terima dilempari batu. Dong Man masa bodoh, lagian juga tidak kena.


Sebelum berpisah, Moo Bin memanggil Ae Ra dengan sebutan sayang dan meminta Ae Ra meneleponnya sebelum dia tidur. Ae Ra bingung kenapa dia harus menelepon Moo Bin? Itu... karena biasanya itulah yang dilakukan pasangan kekasih.

Ae Ra ketawa canggung, dia sudah cukup lama tidak pacaran soalnya, jadi dia lupa. Oke, dia akan menghubungi Moo Bin nanti.

Sengaja di depan Moo Bin, Dong Man bersikap sangat manis pada Ae Ra dengan membukakan pintu taksi untuknya lalu mengulurkan tangan untuk melindungi kepala Ae Ra biar tidak kebentur lalu duduk disamping Ae Ra lalu menurunkan kaca mobil saat taksi mulai berjalan hanya untuk melempar tatapan seolah dia yang menang.


Mereka pergi ke truk sundae-nya Jang Ho. Dong Man masih cemas, apa dia beneran sakit iritasi usus. Tentu saja, untuk apa juga pura-pura. Ae Ra yakin akan menyukai Moo Bin setelah pacaran nanti, Moo Bin orang baik.

Dong Man tidak setuju. Menurutnya Moo Bin itu aneh. Cara Moo Bin merayu wanita itu palsu banget. Ae Ra tetap bersikeras mau memacari Moo Bin. Hidupnya terlalu pahit dan melelahkan, dia butuh gula.

"Bukan teman pria yang bodoh. Seseorang yang manis dan berani. Aku membutuhkan seseorang untuk jadi milikku."

"Sayang sekali kau bukan anjing yang bisa kurantai," kesal Dong Man.


Keesokan paginya, 4 sekawan sarapan bersama sambil membicarakan pacar baru Ae Ra. Joo Man heran, kenapa Dong Man dan Moo Bin selalu terlibat dengan wanita yang sama.

Dulu waktu SMA mereka memperebutkan Jang Bo Ram. Itu tuh, cewek yang suka menyibakkan rambutnya sambil berkata 'Aku hanya pacaran dengan pria terbaik'. Moo Bin dulu kan suka sama Bo Ram.

"Kenapa Moo Bin-ku menyukai wanita seperti itu? Mungkin kau keliru"

"Moo Bin-ku?"

"Iya. Moo Bin-ku. Kau kan juga punya Hye Ran."


Selesai sarapan, mereka duduk bersama di bangku halte bis. Dong Man masih posesif seperti biasanya, menyuruh Ae Ra pulang lebih awal dan jangan berbuat bodoh. 3 pasang mata langsung menoleh padanya, memang kenapa? Apa ada sesuatu?

Dong Man gelagapan beralasan kalau mereka harus menonton Happy Together, bintang tamunya Twice. Makanya pulang saja lebih awal. Ae Ra santai, lihat saja nanti. Sul Hee langsung menggoda Ae Ra, apa dia akan bermalam diluar?

Dong Man tambah panas mendengarnya. Tapi bisnya datang saat itu. Ae Ra langsung mengucap sampai jumpa nanti malam. Ah, tidak. Ralat, sampai jumpa besok. Sul Hee berkomentar kalau Ae Ra tampak cantik jika menguncir rambutnya. Kesal, Dong Man langsung menarik jepit rambut Ae Ra lalu kabur naik bis kayak anak kecil yang menggodai cewek yang ditaksirnya.


Nyonya Hwang bertemu seorang agen real estate. Dia mau membeli sebuah gedung. Si agen berusaha mempromosikan gedung baru di sebelah. Tapi Nyonya Hwang malah lebih tertarik dengan gedung sasana milik Jang Ho. Dia merasa lokasinya bagus dan tolong hubungi dia jika pemilik gedung ini berniat menjualnya.


Ae Ra bertemu seorang pegawai di stasiun TV yang memberitahunya bahwa Ae Ra harus mengikuti kursus intensif premium karena usianya yang sudah tidak muda lagi dan ditambah lagi, Ae Ra tidak punya pengalaman.

Dalam kursus nanti, mereka akan mengundang para penyiar terkenal yang bisa jadi panutan Ae Ra. Tepat saat itu juga, penyiar terkenal yang dimaksud si pegawai datang dan orang itu ternyata Hye Ran. Ae Ra sontak kesal, benar-benar takdir yang buruk.

Flashback,

 
Ae Ra dan Hye Ran melakukan wawancara kerja bersama sebagai penyiar. Saat pewawancara mereka mau jadi penyiar seperti apa, Ae Ra dengan penuh percaya diri berkata kalau dia mau seperti Baek Ji Yeon.

Sementara Hye Ran dengan congkaknya berkata kalau dia tidak ingin mengikuti siapapun, dia ingin menjadikan dirinya sendiri terkenal sebagai Park Hye Ran.

Tepat setelah wawancara usai, Ae Ra melihat Hye Ran naik ke mobilnya si pewawancara dan memanggilnya 'oppa' dengan suara sok imut seperti yang biasanya dia lakukan pada Dong Man. Berkat itulah, Hye Ran diterima dan Ae Ra ditolak.

Hye Ran benar-benar pintar menjilat orang-orang kelas atas. Dia bahkan berhasil menjilat seorang pria tua yang sepertinya eksekutif tertinggi dan memanggilnya sebagai 'Ayah'. Sejak saat itulah Ae Ra tahu kalau semua ini game over.

Flashback end.


Saat mereka sedang menunggu lift, Hye Ran bertanya apakah Ae Ra sungguh mau mencoba menjadi penyiar berita. Ae Ra kesal, kalau Hye Ran bisa, lalu kenapa dia tidak? Hye Ran langsung nyinyir, Ae Ra memang berusaha keras dalam segala hal.

Begitu mereka tiba di luar, Moo Bin datang menjemput Ae Ra tapi Hye Ran malah langsung memalingkan muka, berusaha menyembunyikan wajahnya dari Moo Bin. 

Tapi Moo Bin mengenalinya. Hye Ran pelanggan VIP di kliniknya Moo Bin. Dia langsung memperhatikan wajah Hye Ran dan berkomentar kalau ternyata hasil (oplas-nya) bagus. wkwkwk! Ae Ra jelas senang bisa punya bahan untuk membalas sindiran Hye Ran, ternyata Hye Ran juga berusaha keras, yah.


Dong Man sedang mengajar bela diri dengan penuh semangat. Tapi murid-muridnya cuma para ahjumma yang tidak serius mendengarkan ocehannya dan cuma menyukai wajah tampan Dong Man. Ujung-ujungnya mereka malah sibuk makan sambil menggosipkan wajah Dong Man. Tapi berkat gosipan mereka juga, Dong Man jadi tahu kalau tempat ini telat bayar sewa.


Tak Su, Pelatih Choi dan Tae Hee sedang mendiskusikan artikel yang mempertanyakan kenapa atlet Jujitsu asal Brasil itu ada di Korea dan Tak Su diduga ikut terlibat didalamnya. Tak Su langsung kesal dan menyuruh Tae Hee untuk menuntut si pembuat artikel atas pencemaran nama baik.

Tapi Tae Hee tidak bisa melakukannya karena ini bukan sekedar gosip melainkan fakta. Lebih baik mereka menutupi isu dengan isu lainnya, dengan berita yang lebih besar. Pelatih Choi menyuruhnya untuk fokus latihan saja sekarang daripada merencanakan sesuatu.

Tapi Tak Su terlalu emosi untuk memikirkan masalah itu. Pokoknya sekarang dia akan bertindak sesuai caranya sendiri, mereka tidak usah ikut campur.


Jang Ho berusaha membujuk induk semangnya dan berjanji akan membayar uang sewa bulan depan. Tapi ahjumma tidak mau tahu, apalagi ada orang yang mau membeli tempat ini. Jang Ho tak menyerah begitu saja dan terus berusaha keras membujuk Ahjumma, meyakinkannya kalau tempat ini akan segera melahirkan seorang bintang.

Mendengar itu, sunbae-nya Dong Man kontan iri dan langsung menyalahkan Dong Man. Karena Dong Man lah, Jang Ho jadi harus mengeluarkan uang pribadinya. Bahkan sekarang Jang Ho harus jualan sundae di jam makan siang.
Begitu Ahjumma sudah keluar dari sana, dia bertemu dengan Tae Hee. Entah apa yang Tae Hee rencanakan, Ahjumma melapor kalau dia sudah mengatakannya pada Jang Ho.


Moo Bin dengan manisnya membukakan pintu mobil untuk Ae Ra. Dia membawa Ae Ra ke rumah sakit karena direktur dari Jepang mendadak datang. Dia berjanji akan menyapa direktur sebentar dan akan segera kembali ke Ae Ra.

Ae Ra tak masalah, dia bisa menunggu Moo Bin di coffee shop. Moo Bin tampak canggung, mencoba menggoda Ae Ra tapi dia tampak canggung dan menggoda Ae Ra seperti menggoda anak kecil.

Sebuah mobil tiba di belakang mereka. Moo Bin dan beberapa pegawai rumah sakit, kontan mengerubunginya dan Moo Bin menyapanya dengan Bahasa Jepang fasih.


Ae Ra menunggu di lobi. Tapi saat melihat dua dokter lewat, dia langsung menyembunyikan wajahnya karena mereka adalah orang-orang yang spion mobilnya pernah Ae Ra rusakkan. Dua dokter itu melihatnya dan langsung menyapanya dengan sopan. Mereka bahkan sama-sama menyatakan permintaan maaf pada Ae Ra.

Ae Ra masih kesal, jika saja dia tidak ada hubungan dengan Moo Bin, apakah mereka akan tetap tidak mempermasalahkannya. Dokter pertama meminta maaf sekali lagi. Apalagi mulai sekarang mereka akan sering bertemu. Mereka juga akan bertemu besok, jadi alangkah baiknya jika mereka berbaikan dulu.

Ae Ra tak mengerti apa maksudnya. Karena sepertinya Moo Bin belum memberitahu Ae Ra, Dokter pertama menjelaskan kalau besok sore akan ada acara. Semua orang biasanya akan membawa pasangan mereka masing-masing ke acara itu dan mungkin Moo Bin tidak mau memaksa Ae Ra. Selama ini dia selalu datang sendirian.

"Kurasa dia sangat menyukaimu, Ae Ra-ssi. Kupikir dia hampir mencintaimu."


Dong Man sedang membantu Jang Ho jualan sundae sambil diam-diam meliriknya dengan tak enak hati melihat bagaimana Jang Ho bekerja keras untuknya. Jang Ho menyuruhnya kembali berlatih saja.

Tapi Dong Man menyatakan kalau dia mau membantu Jang Ho jualan. Mulai sekarang, dia akan menjadi karyawan magangnya Jang Ho secara cuma-cuma.


Moo Bin membawa Ae Ra nonton bioskop drive-in. Ae Ra tidak nyaman duduk di sana dan Moo Bin malah nyerocos tentang film-film romantis dan berniat mengajak Ae Ra untuk menirukan adegan-adegan dalam film-film itu.

Ae Ra bingung, mereka itu cuma akting. Moo Bin berkomentar kalau Ae Ra itu jauh lebih cantik daripada Son Ye Jin, dia setara dengan Song Hye Gyo.

Ae Ra lama-lama heran sendiri melihat keanehan sikap Moo Bin dan dengan hati-hati bertanya apakah ini pertama kalinya Moo Bin kencan. Kapan terakhir kalinya dia berkencan? Moo Bin bercerita kalau waktu dia wamil, dia pernah menyukai putri pemilik galbi, tapi dia tidak yakin apakah yang dia sukai galbinya atau wanitanya.


Ae Ra menduga kalau itu mungkin cinta bertepuk sebelah tangan dan itu artinya Moo Bin tidak pernah mengencani wanita. Tapi Moo Bin menegaskan kalau dia sangat berpengalaman. Melirik tangan Ae Ra, Moo Bin langsung memberanikan diri untuk menggenggamnya.

Tapi tepat saat itu juga, ponselnya Ae Ra berbunyi. Ae Ra mengangkat tangannya untuk mengambil ponselnya dan jadilah tangan Moo Bin mendarat di paha Ae Ra. LOL.


Dong Man yang menelepon hanya untuk tanya dimana garam yang Ae Ra ambil bulan Agustus yang lalu. Pfft! Sepertinya sih cuma alesan. Mendengar suara Moo Bin, Dong Man langsung ngomel-ngomel dan bertanya mereka sedang berada didalam atau luar ruangan.

Ae Ra keluar dari mobil agar dia bisa lebih nyaman bicara dengan Dong Man dan memberitahu kalau mereka sedang berada di mobil, sedang nonton film. Dong Man kontan panik bukan main mendengarnya. Apalagi dia mendengar suara-suara kecupan.

Yang ciuman para aktor didalam film. Tapi Dong Man seperti kebakaran jenggot, mengira Moo Bin yang melakukan itu pada Ae Ra. Dia makin panik saat Ae Ra mematikan teleponnya. Dong Man buru-buru membrowsing bioskop mobil.


Dia membaca beberapa percakapan warganet tentang apakah bioskop mobil itu ramah keluarga. Warganet lain menjawab tidak, dia malah mengakhiri komentarnya dengan terkekeh penuh makna. Dong Man sontak makin panik bukan kepalang dan langsung menyalakan mobil truk itu untuk mencari Ae Ra.

Jang Ho ikutan bingung melihat tingkah Dong Man dan buru-buru mengepak barang-barang jualannya. Jang Ho bingung mereka mau kemana. Dong Man cuma bilang kalau dia mau jualan sundae. Jang Ho jadi mengira kalau Dong Man mau jualan di bioskop mobil.


Dong Man akhirnya tiba di bioskop mobil itu dan langsung berkeliaran mencari Ae Ra. Dia mencoba menelepon Ae Ra tapi ponselnya terjatuh saat itu dan membuat Dong Man tidak melihatnya.

Dia melihat sepasang kekasih sedang berciuman di salah satu mobil dan langsung ngamuk menjeritkan nama Ae Ra. Dia membuka paksa mobil itu dan langsung minta maaf saat melihat dia bukan Ae Ra.

Parah lagi, semua pasangan yang dilihatnya, sedang bermesraan hingga membuatnya makin tak karuan. Tepat saat itu juga, dia melihat Moo Bin baru balik dari membeli kudapan. Dong Man sudah mau mengejarnya. Tapi seorang satpam tiba-tiba menghentikan Dong Man.


Moo Bin memanfaatkan kesempatan untuk kabur. Mereka kejar-kejaran keliling mobil-mobil. Tapi pada akhirnya Dong Man kehilangan jejak. Begitu masuk mobil, Moo Bin langsung tancap gas.

Dong Man berusaha mengejarnya sambil berteriak-teriak. Ae Ra hendak menoleh saat mendengar suaranya. Tapi Moo Bin langsung menjambak kunciran rambut Ae Ra biar Ae Ra tidak bisa melihatnya dan jadilah Dong Man gagal mengejar mereka.

Bersambung ke part 2

1 comments:

Terima kasih mba ima sudah buat sinopsis ep 7 nya ditunggu part 2 nya ya...semangat nulisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon