Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 7 - 2

Episode 7: Siapa yang kau lihat?


Dong Man cemberut sepanjang perjalanan pulang. Jang Ho mengira kalau Dong Man sedih karena mereka tidak diizinkan oleh berjualan di sana.

Di tengah jalan, Ae Ra ditelepon Dong Man yang langsung menuntut alasannya tidak mengangkat teleponnya tadi padahal dia sudah keliling mencari Ae Ra. Dong Man beralasan kalau dia cuma mau minta dibelikan es krim kalau Ae Ra pulang nanti. Ae Ra malas menanggapinya dan langsung mematikan teleponnya.


Dong Man benar-benar kesal dan mencemaskan Ae Ra sampai-sampai dia tidak menyadari Hye Ran yang sedang menunggunya di depan dan langsung memanggilnya 'oppa' dengan suara sok imutnya.

Dia datang membawa bahan makanan agar mereka bisa memasak makan malam bersama, Dong Man kan suka carbonara. Dong Man dingin berkata kalau dia sebenarnya tidak pernah menyukai carbonara. Dia memakannya hanya karena Hye Ran menyukainya.

Hye Ran langsung canggung, "Ternyata ada hal yang tidak kuketahui tentangmu."

"Kau sama sekali tidak mengenalku. Saat bersamamu, aku bukan diriku sendiri."

 

Moo Bin dan Ae Ra datang saat itu. Ae Ra menggumam kesal melihat kedatangan Hye Ran. Dong Man kesal melihat Moo Bin membukakan pintu mobil untuk Ae Ra. Tanpa mempedulikan siapapun, Moo Bin langsung mendudukkan Ae Ra di bangku lalu berlutut di hadapannya dan menghadiahkan sepasang sepatu cantik untuknya.

Karena sekarang mereka resmi pacaran, jadi dia ingin memberikan sesuatu yang seperti Cinderella untuk Ae Ra, dia bahkan menyertakan pesan yang dirangkainya jadi sebuah buku. Ae Ra tampak jelas tak nyaman dengan hadiah yang sepertinya mahal itu.

Tapi Moo Bin berkata kalau ini bukan barang mahal, barang obral malah. Ae Ra akhirnya mengalah dan menerima hadiah itu dan berjanji akan memberinya hadiah balasan.


Tak tahan lagi, Dong Man menyuruh Moo Bin untuk segera memindahkan mobilnya. Ae Ra balas membentaknya. Moo Bin juga tidak terima diganggu dan mengingatkan Dong Man untuk menjaga batasannya terhadap Ae Ra. Tidak seharusnya teman lelaki seperti Dong Man bicara pada kekasihnya Ae Ra. Dong Mna mengklaim kalau dia bukan sekedar teman lelaki biasa.

Semua orang langsung menuntut dia apa kalau begitu. Dong Man sontak gelagapan bingung harus jawab apa dan akhirnya hanya mengklaim dirinya sebagai rekan pertamanya, teman Ae Ra yang pernah melewati masa-masa sulit bersama.

Dia bahkan mengklaim dirinya sebagai perwakilan ayahnya Ae Ra. Ae Ra tidak terima dengan pernyataannya, memangnya ayahnya pernah memberinya izin untuk itu. Saat itu juga, Ae Ra melihat Moo Bin ditelepon oleh seseorang yang dikontak ponselnya bernama 'Ketua'.

Melihat sepertinya itu telepon penting, Ae Ra menyuruhnya pergi saja. Moo Bin hendak mengatakan sesuatu tentang besok, tapi entah apa yang membuatnya ragu dan akhirnya urung mengatakannya.


Dong Man mulai kesal dengan semua orang, dia langsung Hye Ran dan menyuruhnya pergi saja dan langsung naik ke apartemennya. Tak lama kemudian, dia mengirimi Ae Ra sms dan menjelaskan kalau Hye Ran sendiri menunggunya, dia tidak pernah mengundang Hye Ran.

Ae Ra meneleponnya dan langsung menuntut penjelasan akan segala sikap aneh Dong Man sedari tadi. Saat Dong Man malah balas protes, Ae Ra langsung menutup teleponnya begitu saja.


Ae Ra dan Sul Hee membaca buku pesan dari Moo Bin tadi. Moo Bin dengan manisnya menulis berbagai kisah mereka berdua selama ini disertari dengan gambar kartun imut. Sul Hee terkagum-kagum membaca semua itu dan langsung menyatakan persetujuannya agar Ae Ra memacari orang seperti ini.

"Wanita harus bertemu pria yang lebih menyukainya dan bukan sebaliknya."


Ae Ra lalu membuka akun IG-nya dan mendapati Moo Bin meng-like semua postingannya, disertari komentar "Ae Ra-ssi, kau manis sekali. kau cantik."

Dong Man juga melihat itu dan langsung menggerutu kesal. Dong Man ragu antara ikut memencet tombol like atau tidak. Jarinya sudah gemetar diatas tombol. Saat akhirnya dia benar-benar memencetnya, dia malah shock dan buru-buru menulis komentar "Kau jelek."


Keesokan harinya Sul Hee mengoceh tentang Moo Bin yang manis banget, dia bahkan memuji Ae Ra yang jauh lebih cantik daripada Son Ye Jin atau Song Hye Gyo dan membelikan Ae Ra sepatu seperti Cinderella.

Cemburu, Dong Man mengingatkan mereka kalau Ae Ra bahkan tidak pernah menonton film-film kartun semacam kartun princess, panutan Ae Ra malah Jenderal Zhang Fei dari Tiga Kerajaan. Dia lalu tanya apa Ae Ra akan pergi ke acara kedokteran itu. Tentu saja, dia tidak mau mengecewakan Moo Bin, dia akan tampil sangat seksi.


Di kantor, atasan Joo Man bertanya apaka Joo Man kenal keluarga perusahaan Chun Kimchi. Joo Man bilang tidak. Si atasan jadi heran, soalnya mereka memilih Joo Man sebagai manajer peluncuran.

Begitu sendirian di ruang meeting, Joo Man sontak berjoget kegirangan saking bahagianya. Sul Hee datang tak lama kemudian dan Dong Man langsung mengecup bibirnya dan memberitahukan kabar baik ini.

Mereka langsung bersorak dan berpelukan. Sul Hee senang karena itu artinya Joo Man akan naik jabatan, apalagi semua produk yang pernah Joo Man luncurkan selama ini selalu laku keras. Joo Man langsung menciumi seluruh bagian wajah Sul Hee... tepat saat mereka mendengar ketukan pintu.

Semua orang yang hendak meeting, jelas bingung dengan pintu yang tiba-tiba terkunci itu. Joo Man dan Sul Hee langsung panik.


Di rumah, Ae Ra bingung apakah dia harus pergi ke acara kedokteran itu atau tidak. Teringat ucapan dokter tentang Moo Bin yang selama ini selalu datang sendirian ke acara itu dan ucapan Moo Bin yang pernah berharap Ae Ra akan memberinya kejutan, Ae Ra akhirnya memutuskan pergi.


Joo Man membukakan pintu meeting untuk mereka setelah menyembunyikan Sul Hee. Atasan mereka memperhatikan sesuatu yang lain yang dari Joo Man, bibirnya berkilau. Untunglah tak ada yang mengira dia habis ciuman. Ye Jin mengira kalau dia habis pakai lipgloss.

"Jika kau punya pacar, kami mungkin akan mengira kalian berciuman di sini." Goda si atasan.

Dia memberitahu Joo Man kalau mereka akan rapat darurat sekarang untuk membahas Chung Kimchi. Joo Man melirik gugup ke arah lemari di pojokan apalagi sweater pinknya Sul Hee tempak sedikit tersembul dari cela pintu.


Joo Man sedang membantu Jang Ho jualan sundae. Jang Ho memberitahu Dong Man kalau gedung sasana-nya sudah dijual sekarang. Dong Man cemas jika mereka bakalan diusir. Tapi Jang Ho memberitahu kalau pembeli barunya mengizinkannya untuk tetap di sana.

Dong Man merasa aneh. Apa mungkin karena tempat itu bakalan direnovasi. Mereka tak sempat membicarakannya lebih jauh karena Jang Ho melihat menantu si pemilik restoran depan.

Seorang anak kecil melarikan diri dari ibunya dan menyeberang jalan sembarangan hingga membuat sang ibu meneriakinya. Melihat Jang Ho, ahjumma itu langsung menghampirinya sambil ngomel-ngomel karena Jang Ho jualan didepan restoran mereka. Dong Man tercengang menatapnya, karena ahjumma itu ternyata Jang Bo Ram. Bo Ram pun kaget bertemu Dong Man lagi.


Gara-gara rapatnya yang kelamaan, tiba-tiba saja mereka mendengar suara dengkuran. Joo Man cemas karena suara itu datangnya dari lemari. Joo Man buru-buru menyembunyikan suara dengkuran itu dengan menepuki badannya seolah dia kecapekan dan mengajak semua orang untuk keluar dan mencari udara segar.

Semua orang keluar kecuali Ye Jin. Joo Man berusaha mengusirnya secara halus. Tapi Ye Jin tetap tak mau beranjak dan bertanya sebanyak apa perasaan yang harus dia tunjukkan pada Joo Man.

Saat Joo Man berusaha menghindari topik itu, Ye Jin langsung protes. Mereka bahkan sudah ciuman di sebelah mesin fotokopi. Kenapa Joo Man tidak mau membahas tentang ciuman itu. Joo Man kontan gugup dan mengingatkan kalau Ye Jin lah yang menciumnya tapi dia tidak mencium Ye Jin.

Ye Jin terus saja membahas ciuman mereka, seharusnya ada kelanjutan karena mereka sudah ciuman. Dia kecewa dengan sikap Joo Man yang tidak berubah bahkan setelah mereka ciuman. Ye Jin langsung ngambek dan akhirnya keluar dari sana.

Sul Hee akhirnya keluar begitu keadaan sudah aman dan bertanya, "Kalian berciuman?"



Ae Ra tiba di tempat acara dengan berdandan cantik dan memakai sepatu high heels pemberian Moo Bin walaupun sebenarnya ukurannya kekecilan sampai kakinya lecet. Setibanya di lobi, dia diberitahu bahwa hanya anggota yang boleh menunggu di ruang tunggu.

Ae Ra akhirnya menunggu kedatangan Moo Bin di depan. Dia melihat Moo Bin datang tak lama kemudian. Tapi mengejutkannya, Moo Bin datang bersama wanita lain. Moo Bin tercengang dan tampak panik saat melihat Ae Ra.

Tapi kemudian dia malah mengajak wanita itu masuk dan melewati Ae Ra seolah dia tidak kenal Ae Ra. Ae Ra langsung menghentikannya dan menuntut penjelasan. Parahnya lagi, Ae Ra melihat kertas yang Moo Bin pegang itu tenryata undangan pernikahan Moo Bin bersama wanita itu.

Wanita Jepang bertanya siapa wanita itu dan Moo Bin menjawab dalam Bahasa Jepang kalau Ae Ra adalah pasiennya. Wanita itu melihat ayahnya datang dan ternyata ayahnya adalah si direktur dari Jepang itu.


Wanita itu lalu masuk duluan bersama ayahnya sehingga Moo Bin bisa bicara berdua dengan Ae Ra di tempat sepi. Moo Bin menelepon wanita itu sebentar dan saat itulah Ae Ra menyadari jika 'Ketua' yang terus-menerus menelepon Moo Bin kemarin ternyata tunangannya Moo Bin.

Moo Bin meyakinkan kalau perasaannya pada Ae Ra sangat tulus. Dia menyukai Ae Ra lebih daripada tunangannya. Dia tidak berniat membatalkan pertunangannya, tapi juga tidak berniat memutuskan Ae Ra. Mereka tidak harus putus walaupun dia sudah menikah. Dia bisa fokus sepenuh pada Ae Ra di Korea.

Ae Ra sungguh tak percaya mendengar omongannya. "Kau benar-benar brengs*k!"

Moo Bin meyakinkan kalau akan dia menjadikan Ae Ra bak seorang puteri. Dia bahkan mengakui kalau sepatu itu memang mahal dan berniat mau memberikan hadiah lainnya. Dia ngotot kalau dia tulus, dia kan sudah meminta Ae Ra untuk kencan 10 kali dengannya.


Dong Man dan Bo Ram bicara berdua. Dong Man senang bertemu lagi dengannya, sudah lama mereka tidak bertemu. Bo Ram mengingatkan kalau mereka pernah bertemu sekali, saat itulah Bo Ram benar-benar merasa menjadi dewasa.

Flashback,


Waktu itu, Bo Ram memacari Moo Bin. Dia menelepon temannya untuk membual tentang pacarnya yang seorang dokter. Dia penasaran Moo Bin mau membawanya kemana. Moo Bin berkata kalau dia mau bertemu seseorang yang sudah lama tidak dijumpainya. Dia mau menunjukkan orang itu pada Bo Ram.

Moo Bin sengaja membawa Bo Ram ke pom bensin tempat Dong Man bekerja. Dia pura-pura lupa pada Dong Man padahal jelas-jelas dia sengaja pamer dan menunjukkan pada Bo Ram kalau dia sekarang lebih hebat daripada Dong Man.

Flasback end.


Saat itulah Bo Ram menyadari kalau Moo Bin mengencaninya hanya untuk menunjukkan pada Dong Man kalau dia sudah berhasil merebut sesuatu dari Dong Man.

Moo Bin mengaku kalau awal ketertarikannya pada Ae Ra adalah karena Dong Man sangat mengagumi Ae Ra. Tapi sekarang perasaannya pada Ae Ra tulus.

"Apa hubungannya dengan Dong Man?"

Moo Bin langsung menggerutu tentang Dong Man yang tampak selalu bahagia padahal dia tidak punya apa-apa. Dia tidak suka melihat itu.

Ae Ra kesal mendengarnya, "Walaupun dia pamer dan tidak punya apa-apa, dia jauh lebih baik daripada sampah sepertimu!"

Ae Ra langsung melepaskan sepatunya dan menendangnya menjauh dan memberitahu Moo Bin kalau kisah Cinderella itu sudah tidak populer lagi. Mungkin Moo Bin berpikir kalau dunia ini dipenuh wanita yang ingin naik kuda putih pangeran.

"Tapi pada kenyataannya, dunia ini dipenuhi oleh wanita bodoh yang bekerja keras dan sukses dengan usaha mereka sendiri."


Dia langsung pergi sambil nyeker. Dong Man meneleponnya tapi dia me-reject-nya. "Lupakan pangeran Cinderella yang membohongi para gadis itu. Jenderal Zhang Fei dari Tiga Kerajaan dan menguasai ribuan pasukan, jauh lebih seksi."


Moo Bin tampak sedih di lobi. Temannya berusaha menghiburnya. Tapi itu artinya Moo Bin menyia-nyiakan banyak uang untuk kamar VIP itu. Moo Bin mengaku tidak membayarnya karena saat dia hendak membayar, ternyata kamar itu sudah dibayar orang lain. Dia menduga Dong Man lah yang membayarnya.


Dong Man cemas setelah mendengar cerita Bo Ram tadi. Bo Ram mengaku kalau dia mendapat undangan pernikahan dari Moo Bin. Dia berusaha menghubungi Ae Ra tapi tidak diangkat. Dia akhirnya berkeliling dengan sepedanya untuk mencari Ae Ra hingga akhirnya dia menemukan Ae Ra sedang duduk di bangku.

Melihat kondisi Ae Ra, Dong Man langsung menuntut dimana Moo Bin. Tapi Ae Ra tidak mood dan hanya meminta Dong Man untuk duduk saja dan menemaninya. Dong Man langsung mengecek keadaan Ae Ra, takut kalau dia dipukuli Moo Bin. Ae Ra menyangkalnya.


"Kalau begitu, kenapa kau gemetaran?! Kenapa kau tampak menyedihkan?! Kenapa kau selalu kehilangan sepatu?!" Bentak Dong Man sambil melepaskan sepatunya untuk Ae Ra pakai.

Berusaha menahan air matanya, Ae Ra mencoba meremehkan situasi ini. Toh Moo Bin tidak menipunya karena uang, dia juga tidak mencintai Moo Bin. Dia mengencani Moo Bin hanya karena marah. Dia tidak menyedihkan hanya karena Moo Bin merendahkannya

"Selama aku tidak merasa diriku menyedihkan. Maka itu tidak masalah."

Dong Man semakin emosi mendengarnya dan terus menuntut dimana Moo Bin. Tapi kemarahan Dong Man membuat Ae Ra tak bisa lagi menahan tangisnya sambil memohon agar Dong Man berhenti berikap seperti ini.

"Saat kau ditampar seseorang, lalu ada orang lain yang membelamu, itu hanya akan membuatmu menangis tanpa alasan. Padahal tak ada yang harus ditangisi"


Dong Man melepaskan jaketnya lalu menyampirkannya di kepala Ae Ra, agar Ae Ra bisa meluapkan semua kesedihannya tanpa jadi tontonan orang. Dong Man lalu memeluknya, tapi hal itu malah membuat Ae Ra semakin protes meminta Dong Man untuk tidak melakukan hal seperti ini terus.

"Berhentilah berkeliaran dan membuatku marah. Diam saja di rumah. Jangan berkencan dengan pria manapun!"


Ae Ra langsung melepaskan jaketnya dengan kesal, "Apa urusanmu aku berkencan dengan pria lain atau tidak? Kenapa kau memelukku? Aku kan sudah melarangmu untuk melakukannya. Sudha kubilang kau akan menyesalinya!"

Dong Man balas membentaknya, "Aku tidak akan terlibat jika kau melakukan apapun dengan benar!"

"Maksudku kau membuat jantungku berdebar. Setiap kali kau melakukan itu, jantungku berdebar. Ada yang salah denganku."

Keduanya sama-sama tercengang menatap satu sama lain.

Epilog:


Dong Man ada di rumah sakit saat Moo Bin berjalan bersama Direktur Jepang. Dong Man langsung menggerutu lantang bahwa tidak ada keadilan di dunia ini. Suster penasaran apa maksudnya.

Maka Dong Man pun mulai menyebar gosip tentang Moo Bin yang merayu cewek padahal dia sudah bertunangan. Tapi dia menambahkan kalau pada akhirnya cewek itu gantung diri. Di rumah, Ae Ra merasa telinganya gatal, mungkin dia punya firasat lagi digosipin.

 

Gosip itu menyebar dengan cepat pada para pegawai rumah sakit, bahkan pada para pasien hingga akhirnya sampai juga pada Direktur Jepang. Begitu mendengarnya, Direktur Jepang langsung membatalkan pernikahan putrinya dengan Moo Bin. Pfft!

Bersambung ke episode 8

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon