Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 8 - 1


Dong Man tercengang mendengar pengakuan Ae Ra bahwa dia membuat jantung Ae Ra berdebar setiap kali Dong Man bersikap seperti ini. Karena itulah Ae Ra memperingatkan Dong Man untuk berhati-hati.

Dia memperingatkan Dong Man kalau dia tidak keren dan tidak terpelajar. Dia seperti anjing. Sekali dia menggigit, dia tidak akan pernah melepaskannya. Dia baru saja ingin menggigit, jadi sebaiknya Dong Man waspada.

"Aku mungkin akan menembakkan senjata nuklir padamu. Karena itulah kita harus hati-hati."


Dia lalu mengembalikan sepatunya Dong Man dan membantu memakaikan helm ke kepalanya. Dia sengaja menempatkan tasnya diantara dia dan Dong Man biar badannya tidak nempel ke badan Dong Man.

Dong Man tidak nyaman dengan posisi itu dan berusaha meyakinkan Ae Ra kalau saraf punggung manusia tidak bisa mendeteksi sesuatu sekecil itu. Tapi Ae Ra langsung menumbuk kepalanya, Dong Man akhirnya mengalah.


Dalam perjalanan pulang, Joo Man berusaha meminta maaf pada Sul Hee atas kejadian ciumannya dengan Ye Jin. Tapi dia meyakinkan Sul Hee untuk tidak salah paham, itu tidak seperti yang Sul Hee pikirkan.

Ciuman itu sangat singkat, dia sampai kaget sendiri karena Ye Jin yang tiba-tiba menyerangnya. Dia tidak mungkin menampar Ye Jin atau menuntutnya. Sul Hee bertanya kesal, bagaimana rasanya? Lumayan?

"Itu... aku merasa ada siput melekat di bibirku."

"Kau sangat orisinil dan detil. Apa? Siput?"

Joo Man sungguh tidak bergairah sedikitpun saat dicium Ye Jin? Joo Man membenarkan, dia sama sekali tidak merasa seperti itu. Kalau begitu, Sul Hee akan menangani siput itu sendiri.


Ae Ra berjalan pulang dengan sandal. Mereka berjalan berdampingan dengan canggung dan pura-pura sibuk dengan ponsel masing-masing. Dong Man dengan terbata-bata mengajak Ae Ra untuk menonton pertandingannya lusa nanti.

Kecanggungan mereka seketika sirna saat Ae Ra ngomel-ngomel kesal. Bisa-bisanya Dong Man bertanding lagi setelah dihajar habis-habisan waktu itu. Tapi sedetik kemudian mereka mulai canggung kembali.

Dong Man berusaha mencairkan suasana dengan mengoceh gaje tentang bintang di langit lalu mengajak Ae Ra minum-minum di Bar Namil malam ini.


Kedua teman mereka tiba saat itu. Dong Man berusaha mengajak mereka minum-minum. Tapi Sul Hee tidak mood dan langsung naik ke apartemennya.

Joo Man memperhatikan mereka berdua sepertinya habis minum. Wajah Ae Ra merona dan kenapa telinga Dong Man memerah. Dong Man sontak bereaksi keras membentak dan menuduh Joo Man buta warna. Ayo minum saja. Tapi Joo Man juga sedang tidak mood, mereka minum berdua saja.


Terpaksa, Dong Man dan Ae Ra minum berduaan saja. Berusaha memecahkan keheningan diantara mereka, Dong Man meninju sebungkus ramen seolah itu Moo Bin dan berkata kalau dia akan menangani Moo Bin.

"Bagaimana? Kau mau menghajarnya?"

"Memangnya aku gangster? Kenapa juga aku harus menghajar orang? Aku punya strategi, tahu."

Kenapa Ae Ra selalu saja pacaran dengan preman semacam dia. Dong Man langsung membahas semua pria brengs*k yang pernah Ae Ra kencani. Mulai dari cinta pertama Ae Ra waktu SMP sampai si Moo Ki yang meninggalkan Ae Ra demi wanita lain padahal Ae Ra sudah menyokong hidup Moo Ki selama dua tahun. Sekarang malah Moo Bin.

"Apa hobimu mengoleksi preman?"


"Kau melupakan satu orang dari daftar pria gagalku. Cinta pertamaku yang sebenarnya."

Dong Man mengira kalau orang yang dimaksud Ae Ra adalah pria yang membuat pergelangan tangan Ae Ra patah. Ae Ra membenarkannya, gara-gara pria itu pergelangan tangannya masih sakit setiap kali hujan. Dong Man menggerutui si brengs*k itu, tanpa menyadari tatapan penuh arti Ae Ra padanya.

Flashback tahun 2011,

 

Suatu malam, Dong Man dan Ae Ra minum-minum bersama karena malam itu adalah malam terakhir Dong Man sebelum wamil. Dong Man menggerutu bahwa pria akan sangat merindukan pacar mereka saat mereka dalam keadaan sulit.

"Apa dia pacarmu? Kalian kan sudah putus dua tahun yang lalu." Gerutu Ae Ra

 

Keesokan harinya, dia membawakan bubur untuk Dong Man disertai sebuah pesan manis: Makanlah bubur pereda pengar ini dan pergi wamil. Aku akan menunggumu. Ibu negaramu, Choi.

Saat dia naik ke kamarnya Dong Man, dia malah melihat Hye Ran ketiduran di tangga. Ae Ra ragu mengetuk pintu Dong Man, mengira kalau Dong Man masih tidur dan akhirnya meninggalkan bubur itu di depan pintu.

Sayangnya, setelah dia pergi, pesannya terbang terbawa angin. Ae Ra menggerutu kesal melihat Hye Ran dan dengan sengaja menendang sampah kaleng untuk membangunkan Hye Ran.


Dong Man mendapati pesan dari Hye Ran terselip di cela pintu. Dia berkata kalau dia menunggu Dong Man di luar. Saat Dong Man keluar, dia mendapati bubur itu di depan pintu. Tapi karena sudah tak ada pesannya, dia jadi tidak tahu kalau bubur itu dari Ae Ra.

Hye Ran naik saat itu. Dong Man seketika luluh menyadari Hye Ran benar-benar menunggunya sepanjang malam. Saat itu juga, Ae Ra bergegas naik kembali karena dia lupa memberi kimchi untuk Dong Man.

Tapi ditengah tangga, tiba-tiba dia mendengar suara-suara aneh. Awalnya dia mengira itu tikus. Tapi saat dia mendongak, dia malah melihat Dong Man habis ciuman dengan Hye Ran. Dia sontak panik mau turun lagi.

Tapi saking buru-burunya, dia sampai kesandung sepeda dan terjatuh hingga pergelangan tangannya terkilir. (Ah, jadi Dong Man cinta pertama Ae Ra) Ae Ra langsung mengomeli Dong Man, kenapa dia belum pergi juga.

 

Beberapa saat kemudian, Dong Man sudah bersiap berangkat sambil menggotong sekarung beras. Hye Ran membawa panci bubur itu sambil mewek tak rela ditinggal Dong Man, bagaimana dia bisa hidup tanpa Dong Man.

Ae Ra bergumam sinis, Hye Ran berlagak seolah akan menunggu Dong Man saja. Saat Dong Man mengomelinya karena dia terjatuh di tangga dan mengkhawatirkan pergelangan tangannya, tangis Ae Ra langsung pecah.

Tapi Dong Man nggak ngeh kalau Ae Ra menangis karena mau berpisah dengannya dan mengira kalau Ae Ra menangis cuma karena terjatuh.


"Hei, aku suka bilang kalau kau jelek saat menangis."

"Kau selesai tanggal 5 September 2012, kan? Kau akan selesai saat itu, kan?"

Dong Man dengan manisnya menghapus air mata Ae Ra dan mewanti-wanti Ae Ra untuk tidak sampai terlibat masalah, sama sekali tidak mempedulikan Hye Ran yang cemburu melihat mereka.

Flashback end.


Dong Man penasaran bagaimana bisa pergelangan tangan Ae Ra bisa cedera karena menyukai orang itu? Apa Ae Ra menghajar orang itu? Ae Ra membenarkannya, orang itu sangat bodoh. "Mungkin dia tidak tahu kalau aku menyukainya."

Dong Man langsung menggerutui si bodoh itu tanpa sadar kalau dialah si bodoh itu. Tapi dia penasaran, apa Ae Ra masih memikirkan cinta pertamanya itu sampai sekarang.

Ae Ra merasa cinta pertamanya itu seperti suntikan imunisasi, dia akan merasa gugup sebelum disuntik, agak sakit saat disuntik, tapi setelahnya dia akan merasa baik-baik saja dan hanya meninggalkan bekas.

Dong Man meremehkan cinta pertama Ae Ra itu. Tapi begitu sendirian di rumah, dia langsung penasaran, siapa cinta pertamanya Ae Ra itu. Ae Ra menatap pergelangan tangannya yang pernah terluka sambil menggerutui Dong Man, "Bodoh."

Episode 8: Dia Pernah Cantik.



Keesokan harinya, Dong Man menata penampilannya, bahkan menyemprot pengharum pakaian dulu berulang kali di pergelangan tangannya sebelum keluar untuk sarapan bersama yang lain.

Dia sengaja menempatkan tangannya yang disemprot parfum di atas meja biar Ae Ra bisa mencium baunya. Joo Man mengendus bau menyengat itu dari tangan Dong Man dan langsung menggerutu protes, baunya itu merusak rasa makanannya. Dong Man ngotot kalau ini bau kulitnya sendiri.

Ae Ra berdehem canggung sambil melahap makanannya dengan penuh semangat tapi tidak bicara apapun. Melihat aura aneh diantara Ae Ra dan Dong Man, Sul Hee penasaran apa mereka bertengkar, tumben mereka tidak saling bicara.

Ae Ra menyangkalnya, "Kalian pikir kami selalu bertengkar gitu?"

"Apa dia bilang kau jelek? Atau kau perlu terlahir kembali?" tanya Joo Man.

"Kapan aku sejujur itu padanya?" Balas Dong Man sambil sengaja mengayun-ayunkan tangannya yang wangi ke Ae Ra.


Sul Hee menyadari sesuatu yang lain dari Ae Ra pagi ini. Apa Ae Ra pakai lpstik? Ae Ra berusaha menyangkalnya, tapi Sul Hee yakin kalau Ae Ra pakai lipstik. Kenapa dia pakai lipstik sebelum sikat gigi?

Mendengar itu, Dong Man langsung membela Ae Ra dan mengklaim kalau itu memang warna bibir Ae Ra. Sul Hee mulai curiga dengan kedua orang itu.

 

Pada saat yang bersamaan. Dong Man dan Ae Ra keluar dari rumah masing-masing tapi Ae Ra langsung masuk kembali begitu melihat Dong Man dan baru keluar lagi saat Dong Man memintanya keluar.

Mereka berjalan turun bersama dan Dong Man langsung cerewet bertanya Ae Ra mau pergi kemana, dia kan pengangguran. Ae Ra mau beli setelan di toko, besok dia ada wawancara kerja. Dong Man terus saja cerewet bertanya apa dia pergi sendirian dan berapa lama dia akan pergi sampai Ae Ra heran sendiri dengan sikapnya.


Joo Man dan Sul Hee berjalan ke kantor agak berjauhan. Joo Man masih berusaha menjelaskan kalau ciumannya dengan Ye Jin seperti siput sampai Sul Hee kesal sendiri dibuatnya.Saking kesalnya, dia sengaja memegang tasnya Joo Man tak peduli biarpun mereka bisa dilihat orang


Dong Man akhirnya menemani Ae Ra ke toko baju. Ae Ra mencoba berbagai macam baju, tapi Dong Man terus menerus berkomentar canggung, "Biasa."

Ae Ra lama-lama kesal, untuk apa sebenarnya Dong Man ikut? Cuma karena butuh kopi? Atau butuh ngadem di ruang ber-AC? Seharusnya dia bilang mana yang cantik dan mana yang tidak!

"Semuanya kelihatan... kau cantik memakai semuanya!" sembur Dong Man. Ae Ra kontan panas mendengar pujian Dong Man.


Siang harinya, Sul Hee tiba-tiba mendatangi Joo Man di ruang fotokopi dan langsung menciumnya sampai Joo Man kaget dibuatnya.

Atasan Joo Man muncul di pintu saat itu untuk memberitahu Joo Man tentang makan siang dan lagi-lagi dia melihat bibir Joo Man berkilau. Tapi dia tidak curiga apapun dan mengira kalau Joo Man pakai lipgloss.

Sul Hee terus membuntuti Joo Man dan dengan sengaja menepuk bokongnya. Joo Man protes, Sul Hee kenapa sih hari ini, dia sampai gugup jadinya. Sul Hee tidak peduli, mereka sudah pacaran selama 6 tahun dan bisa dibilang hidup bersama.

Mereka sibuk berdebat sampai tidak menyadari pegawai wanita mendengar pembicaraaan mereka. Wanita itu berdehem untuk menarik perhatian mereka lalu buru-buru pergi.


Saat mereka bicara berdua, wanita itu menasehati Sul Hee untuk bicara lantang pada dunia dan mengklaim Joo Man sebagai miliknya. Tapi jika Sul Hee tidak punya keberanian maka sebaiknya dia diam saja.

"Sul Hee, kau membuatku teringat akan diriku sendiri 10 tahun yang lalu. Menyedihkan dan meremukkan hati."


Setelah belanja pakaian, Dong Man pamit mau latihan karena pertandingannya besok. Ae Ra kesal, Dong Man tidak pernah menuruti omongannya. Sepertinya Dong Man harus dihajar habis-habisan baru dia akan mau meninggalkan seni bela diri campuran. Dia langsung menyatakan mau ikut dan melihat tempat latihannya.

Setibanya di sana, Ae Ra langsung mengomeli Jang Ho dan menuntut Jang Ho untuk memberi upah pada Dong Man jika Jang Ho juga menyuruhnya untuk mengajar. Jang Ho benar-benar ketakutan sampai tak berani menjawab Ae Ra.

Tapi perhatiannya teralih saat dia melihat sunbae memukuli Dong Man. Jang Ho sontak membentak Sunbae dan mengingatkannya kalau Dong Man harus bertanding besok. Sunbae kesal dengan sikap Jang Ho yang pilih kasih dan langsung melampiaskannya dengan menendang dan menghajar Dong Man tanpa ampun.


Ae Ra kontan emosi melihatnya. Tiba-tiba dia mengeluarkan suara sengau sok imut dan berkata kalau dia mau mencoba tinju dan meminta Sunbae yang kuat dan tampan itu untuk mengajarinya.

Sunbae senang mendengar pujiannya dan langsung meladeni Ae Ra dengan senang hati. Dong Man sontak cemas menyadari masalah yang akan dibuat Ae Ra dan berusaha memperingatkan Ae Ra untuk tidak macam-macam dengan Sunbae.

Sunbae hendak memakai pelindung kepala tapi Ae Ra langsung mengkritik tindakannya dengan, masa dia mau pakai pelindung kepala hanya untuk melawan wanita. Ae Ra tanya apakah ahli tinju sepertinya bisa mengetahui kapan saat dia mau dipukul.

Sunbae sok membenarkannya sambil mempraktekkan ilmu tinju. Ae Ra pun mulai mengayunkan tinju asal-asalan seolah dia tidak bisa bertinju. Dan begitu Sunbae lengah, dia langsung meninju Sunbae dengan sangat keras sampai hidung Sunbae berdarah.


Di acara makan siang bersama, semua orang membahas pasangan yang tiba-tiba mengumumkan kalau ternyata mereka sudah pacaran selama 6 tahun. Tapi pasangan itu bukan Joo Man dan Sul Hee, melainkan atasan Sul Hee tadi dan kekasihnya. Mereka bahkan langsung membagikan undangan pernikahan.

Ye Jin iri membaca undangan pernikahan itu. Dia memberikan segelas soda pada Joo Man tapi Joo Man tegas menolaknya. Atasan Sul Hee dengan sengaja memberitahu semua orang kalau Sul Hee juga punya pacar.


Sul Hee tampak ragu sejenak sebelum akhirnya mengakui kalau dia juga sudah punya pacar selama 6 tahun dan sebentar lagi mereka akan menikah. Tapi dia tidak bilang pacarnya siapa dan hanya memberi petunjuk tentang ciri-ciri pacarnya. Bahwa dia pegawai tetap, goldar-nya O, dll.

Tapi si atasan memotongnya dengan cepat, malas mendengarkan ocehan Sul Hee dan lebih tertarik menanyakan tipe idealnya Ye Jin. Ye Jin berkata kalau tipe idealnya adalah Park Bo Gum.

"Pacarku mirip Park Bo Gum," sahut Sul Hee.


Joo Man kontan tersedak saking kagetnya. Setelah makan siang usai, Sul Hee mengajak Ye Jin untuk minum teh berdua dengannya. Ye Jin setuju, dia bahkan langsung berusaha mengakrabkan diri dengan merangkul lengan Sul Hee.

Ye Jin senang karena dia dan Sul Hee punya banyak persamaan dan karenanya, dia ingin berteman dengan Sul Hee. Sikap manis Ye Jin benar-benar membuat Sul Hee tercengang dan berpikir betapa berbedanya Ye Jin dengan di drama. Biasanya kalau di drama, wanita seperti Ye Jin adalah wanita yang kasar dan licik.

Bersambung ke part 2

3 comments

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon