Powered by Blogger.

 Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 8 - 2


Di cafe, Ye Jin bertanya penasaran, seperti apa pacarnya Sul Hee. Sul Hee berkata kalau pacarnya seperti boneka beruang. Sul Hee dengan antusias berkata kalau pacarnya juga seperti itu.


Sul Hee sontak senang mendengar Ye Jin sudah punya pacar. Ye Jin membenarkannya tapi ini rahasia lalu memperlihatkan foto-foto cowoknya. Tapi senyum Sul Hee langsung lenyap saat melihat foto-foto yang dimaksud Ye Jin ternyata foto-foto Joo Man yang diprotretnya secara diam-diam.

"Kalian pacaran?"


Ye Jin mengaku belum, tapi dia menyatakan kalau Joo Man akan menjadi kekasihnya. Dia sangat menyukai Joo Man dan benar-benar merasa bahagia hanya dengan memandang Joo Man. Dia yakin kalau Joo Man adalah cinta pertamanya karena baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini.

Melihat kebahagiaan Ye Jin membuat Sul Hee jadi terkenang masa lalunya, bagaimana dulu dia juga merasakan perasaan yang sama terhadap Joo Man. Dia begitu bahagia dengan perasaannya, sama persis seperti yang Ye Jin rasakan sekarang.

Sementara Ye Jin nyerocos tentang bagaimana caranya mengajak Joo Man kencan, Sul Hee membayangkan dirinya menyiram air ke muka Ye Jin atau menampar Ye Jin dengan kimchi. Tapi semua itu cuma bayangan. Pada akhirnya, Sul Hee menyadari kalau menampar orang lain itu sangat sulit.


Demi menutupi skandal tentang petarung Brasil itu, Tae Hee pura-pura jadi paparazi yang memotreti kencannya Tak Su dan Sonya. Tapi masalahnya, Sonya terus menerus melihat ke arah kamera sampai membuat Tak Su kesal padanya.

Sonya tidak terima dimarahi karena skandal ini bisa berdampak besar baginya sebelum peluncuran album keduanya. Tae Hee menyuruh mereka untuk berakting lagi dari awal, kali ini harus lebih natural dan menyuruh Sonya untuk tidak menatap kamera terus.


Ae Ra masih kesal pada Sunbae bahkan sampai mereka pulang malam harinya dan bertanya-tanya apakah Dong Man akan kalah jika dia harus serius melawan Sunbae. Dong Man tersenyum memikirkan sikap Ae Ra, "Kau melarangku bertarung, tapi juga tak mau aku kalah."

"Orang pasti akan marah kalau anak anjing mereka dipukuli," alasan Ae Ra.

Ah, sudahlah. Mending Ae Ra ganti baju lalu naik ke Bar Namil, bukan untuk minum-minum tapi untuk gladi bersih.

Mereka semua berkumpul di Bar Namil tak lama kemudian dan mendengarkan Ae Ra nyerocos memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri. Mereka benar-benar kagum mendengarnya, Sul Hee sampai berkaca-kaca haru melihat itu.


Dia benar-benar bangga melihat mereka. Sejak mereka kecil, dia selalu menyaksikan Ae Ra berlatih menjadi pembaca berita dan Dong Man berlatih taekwondo. Besok mereka berdua benar-benar akan melakukannya di dunia nyata.

"Sayang, aku bahkan belum diterima."

"Ibu, aku belum menang. Kenapa menangis?"

"Rasanya kalian sudah hampir berhasil. Kalian benar-benar bersinar sekarang."


Keesokan harinya, Dong Man tak bisa berhenti menatap penampilan baru Ae Ra yang hari ini benar-benar kelihatan sangat cantik. Mereka berjalan keluar bersama, tapi Ae Ra benar-benar sangat gugup dan mencoba menanyakan bagaimana penampilan barunya pada Dong Man.

Dong Man sontak gugup sampai tak sanggup kontak mata dengan Ae Ra dan tergagap berkata kalau biasanya Ae Ra kelihatan seperti monster. Dia mau bilang kalau Ae Ra cantik, tapi bingung bagaimana mengutarakannya.

Tiba-tiba Nyonya Hwang yang sedari tadi ada di belakang mereka, langsung berteriak mengejutkan Dong Man dan menegaskan maksud Dong Man, "Maksudnya kau cantik!"


Begitu taksi datang, Ae Ra mendorong Dong Man masuk kedalamnya dan memaksa Dong Man naik taksi saja biar kakinya tidak kecapekan di pertandingan nanti. Dia bahkan memberikan ongkos taksi yang dia klaim sebagai sponsor, kembalikan uang itu dengan uang kemenangan dari pertarungan.

"Kau melarangku bertarung. Kenapa malah mensponsoriku? Apa kau tidak akan menonton? Jam 4 sore. Di Gelanggang Dongchook, pintu masuk 4."

Ae Ra menegaskan kalau dia tidak akan pernah menonton Dong Man bertarung lagi. Saat melihat wajah kecewa Dong Man, dia menyemangati Dong Man untuk mengalahkan semua lawannya. Dong Man juga mendoakan hal yang sama untuk Ae Ra dalam wawancaranya nanti.


Setibanya di stasiun TV, Ae Ra melihat para saingannya sedang sibuk berlatih sendiri-sendiri. Giliran Ae Ra akhirnya dipanggil, tapi pewawancara bahkan tidak tertarik untuk menanyainya apapun hanya karena mereka merasa resume Ae Ra tidak sebanding dengan pelamar lainnya yang pernah kuliah di luar negeri atau bekerja sukarela.

"Apa yang kau lakukan selama itu. Ambisi harus dibuktikan dengan pengalaman."

"Saya... mencari nafkah. Saat yang lain kuliah di luar negeri dan bekerja sukarela, saya mencari nafkah."


Saat dia keluar, dia melihat pelamar lain dijemput ibunya. Ae Ra jadi merindukan ayahnya dan langsung meneleponnya. Dia ingin bertemu Ayah, tapi Ayah memberitahunya kalau dia sedang sangat sibuk melayani pelanggan sekarang.

Dalam perjalanan pulang, Ae Ra berpikir bagaimana selama ini dia dan teman-temannya selalu kekurangan waktu. Mereka bangun lebih awal dan tidur lebih larut, tapi tetap saja waktu mereka tak pernah cukup.

"Kami bekerja lebih keras daripada siapapun, tapi resume kami tidak menunjukkannya sedikitpun. Itu membuatku marah dan kecewa."

Di bis, Ae Ra menyembunyikan wajahnya dibalik tirai agar tidak ada orang yang melihatnya menangis.

 

Jang Ho menata penampilan Dong Man biar dia kelihatan cakep dan seksi saat semua kamera tertuju padanya nanti. Dong Man mencoba membrowsing berita tentang dirinya, tapi malah mendapati berita internet penuh dengan skandal percintaan Tak Su.


Walaupun sudah berhasil menutupi berita tentang Dong Man dengan skandalnya, tapi Tak Su tetap kesal terutama karena hari ini adalah pertandingan debutnya Dong Man.

Tae Hee meyakinkan bahwa tak ada orang yang tertarik dengan petarung yang tidak terkenal. Selain itu, dia sudah menemukan seseorang yang bisa mengalahkan Dong Man, dia yakin pada orang itu karena orang itu pernah mengalahkan Dong Man. Dia sudah bicara dengan pihak penyelenggara dan akan membuat orang itu melawan Dong Man


Sul Hee dan Joo Man duduk agak berjauhan di halte. Sul Hee sebenarnya berharap orang-orang mengetahui hubungan mereka. Padahal mereka selalu bersama tapi tak ada seorangpun yang mencurigai mereka.

Dia mengaku kalau dia gugup, terutama dengan fakta kalau Joo Man pernah berciuman dengan wanita lain yang lebih muda, cantik dan baik lagi. Joo Man meyakinkan kalau Sul Hee jauh lebih cantik.

Sul Hee tahu kalau keluarganya Joo Man tak ada yang menyukainya. Dia jadi merasa seperti simpanannya Joo Man dan mengecewakan Joo Man. Kadang, dia berharap kalau Joo Man bukan seorang asisten manajer, mereka tidak pernah kuliah di universitas yang sama dan penghasilan Joo Man lebih sedikit daripada dia.

"Bahkan sekalipun begitu, aku bisa tetap mencintaimu selama 100 tahun seperti sekarang."


Mendengar itu, Joo Man langsung pindah duduk disamping Sul Hee dan menggenggam tangannya. Jika proyek kali ini berhasil dan dia menjadi manager, Joo Man berjanji akan memberitahu semua orang di kantor tentang hubungan mereka.

"Selain itu, kau bisa berhenti." Ujar Joo Man. "Aku tahu kau ingin jadi power blogger. Begitu kau berhenti, aku akan mendukungmu. Kau bisa melakukannya sebagai istri manajer."

Sul Hee tercengang menatapnya, "Apa?"

"Setelah aku jadi manajer, ayo kita lakukan. Mari kita menikah."


Melihat berita skandal Tak Su yang memenuhi internet, Hye Ran yang saat itu sedang berada di sebuah salon, langsung minta dirias yang cantik. Hari ini dia mau mendukung cowoknya, dia bertekad mau menjadikan cowoknya sebagai bintang.


Dong Man bicara ditelepon ibunya yang bertanya-tanya apakah Dong Man ingin dikirimi uang, soalnya Ayahnya Dong Man cemas kalau-kalau Dong Man kehabisan uang. Ibu berniat menyambungkan mereka dan langsung menyodorkan ponsel ke Ayah agar mereka bisa berbaikan.

Tapi saat Ayah hendak mengatakan sesuatu, Dong Man tiba-tiba berkata pada ibunya untuk tidak menyambungkannya ke Ayah. Ayah sontak berdehem canggung.

Menyadari Ayah mendengarkannya, Dong Man meminta pada Ibu untuk menyampaikan pesannya saja pada Ayah, "Minta dia untuk mempercayai putranya."

Ayah menggerutu, terdengar kesal dengan ucapan Dong Man tadi. Tapi kemudian Ayah berkata bahwa dia yakin Dong Man akan menang apapun yang dilakukannya.


Sebelum pertandingan, lawannya Dong Man tiba-tiba diganti dengan si Sunbae dengan alasan kalau lawannya Dong Man mendadak mengundurkan diri.

Merasa diatas angin, Sunbae pura-pura merasa tak enak hati dan dengan sombongnya berkata pada Dong Man kalau dia akan bersikap baik pada Dong Man di pertandingan nanti.

Jang Ho tak percaya dengan alasan yang dikemukakan pihak penyelenggara itu. Lagipula apa tak ada petarung lain. Dia jelas cemas karena Sunbae pernah jadi juara di daerahnya.Tapi Dong Man menyelanya dan menyatakan kalau dia akan bertarung melawan Sunbae, dia yakin bisa.


Alih-alih merasa gugup, Dong Man malah mengeluh karena harus buka baju dalam pertandingan nanti, dia kan malu kalau dilihat para penonton cewek. Jang Ho meyakinkan kalau jarak penonton cukup jauh, mereka cuma akan kelihatan seperti dua buah kacang merah, para penonton tidak akan bisa melihat mereka dengan jelas.

Pelatih Choi menghadang mereka ditengah lorong. Bukan untuk memprovokasi mereka, dia malah datang untuk menyemangati mereka. Karena sedang tak bersama Tak Su, Pelatih Choi mengaku kalau dia datang hari ini sebagai fansnya Dong Man.

"Biarkan aku melihatmu berjaya lagi." Ujar Pelatih Choi. Dong Man sampai kaget sendiri mendengarnya.


Joo Man dan Sul Hee akhirnya tiba di halte. Joo Man turun duluan tapi tiba-tiba saja sesuatu membuatnya membeku di tengah jalan. Sul Hee santai saja memanggil Joo Man dengan sebutan 'Sayang'. Tapi dia juga langsung membeku melihat apa yang dilihat Joo Man.

Ye Jin sedang menunggu di sana dan sontak tercengang mendengar panggilan sayang Sul Hee pada Joo Man barusan.


Para pemain mulai memasuki arena. Sunbae maju duluan dengan gaya lebay. Dong Man menyusul kemudian. Tak Su datang bersama Sonya yang jelas langsung jadi sorotan media. Kedua orang itu saling berpapasan tanpa mengatakan apapun dan hanya saling melirik tajam.

Dong Man melepaskan kaosnya sebelum masuk ring. Jang Ho menasehatinya untuk tidak membiarkan Tak Su menang, pacaran dengan artis tidak akan menjadikannya raja di tempat ini. Orang cakaplah yang akan menjadi raja di tempat ini.

"Terserahlah. aku hanya akan menikmatinya saja. Sudah lama sejak aku berada di sini." Ujar Dong Man.


Para petarung mulai diperkenalkan tepat saat para penonton heboh karena kedatangan Hye Ran. Para reporter langsung mengerubunginya dan bertanya alasannya menonton pertandingan ini. Hye Ran berkata kalau dia datang untuk menyemangati seorang petarung sambil menunjuk Dong Man.


Pertandingan dimulai. Sunbae langsung melancarkan beberapa pukulan ke Dong Man sementara Dong Man hanya berusaha bertahan. Tak Su jelas senang melihat itu. Tapi kemudian Dong Man melihat kesempatan dan langsung menendang sisi tubuh Sunbae lalu melakukan tendangan berputar ke wajah Sunbae. Sunbae langsung KO seketika.

Tak Su dan para penonton lainnya sampai melongo sendiri melihat pertandingan selesai hanya dalam waktu 19 detik. Jang Ho sontak berkaca-kaca penuh haru sambil bertanya-tanya bagaimana caranya Dong Man menahan diri selama bertahun-tahun.


Dong Man meraung penuh kemenangan saat dirinya dinyatakan sebagai pemenang. Jang Ho memakaikan kaosnya begitu dia keluar ring dan memeluk Dong Man dengan penuh haru. Dong Man lalu berjalan ke penonton tanpa mempedulikan para reporter yang mengerubunginya dan menanyainya tentang hubungannya dengan Hye Ran.
 

Dia berhenti di depan Hye Ran yang jelas saja membuat senyum Hye Ran mengembang seketika. Tapi Dong Man langsung melewatinya begitu saja, dia terus berjalan sampai ke bangku paling belakang lalu berhenti didepan seorang wanita bertopi yang sedang meringkuk dengan menutupi kedua telinganya.

Dong Man berlutut dihadapan wanita itu lalu menepuk lututnya. Ae Ra mendongak menatapnya dengan berlinang air mata. Apa yang Ae Ra lakukan di sini? Dia sudah menang. Ae Ra sontak mendesah lega.

"Apa kau harus melakukan ini? Aku tidak sanggup menontonnya." Isak Ae Ra.

Dong Man terpana menatapnya, "Aku dalam masalah. Sekarang, kau terlihat cantik bahkan saat menangis."

Epilog:


Saat mereka SD, Bu Guru melihat Dong Man sedang memberi makan kelinci. Tapi dia memperhatikan Dong Man hanya memberi makan kelinci putih dan mengabaikan kelinci hitam. Bu Guru memberitahunya bahwa jika Dong Man hanya memberi makan si kelinci putih maka si kelinci hitam akan sedih.

"Makin jelek mereka, kau harus bersikap makin baik. Mengerti?" Nasehat Bu Guru.

Dong Man lalu bagi-bagi permen pada Ae Ra dan Sul Hee. Permennya lalu tinggal satu. Dong Man bingung menatap kedua temannya dan akhirnya memutuskan memberikannya pada Ae Ra. Ae Ra tersenyum senang dan Dong Man langsung mengelus sayang kepala Ae Ra.

Bersambung ke episode 9

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon