Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis  My Sassy Girl Episode 10


Gyun Woo terbangun keesokan paginya. Ibunya datang membawakan obat dan menyuruhnya untuk bersiap pergi, mereka kan sudah berjanji mau ke pasar hari ini. Ia bahkan menyuruh Gyun Woo untuk pakai pakaian yang warnanya senada dengannya tapi jangan terlalu kentara juga, Ibu akan pakai atasan hijau dan rok biru.

Gyun Woo cuma mengiyakannya saja dengan canggung. Mereka akhirnya jalan-jalan di pasar dengan sama-sama memakai baju hijau. Saat Ibu mengajaknya melihat-lihat aksesoris, cincin-cincin yang dijual di sana, membuat Gyun Woo termenung memikirkan Hye Myung.

"Apa dia sudah makan?" Gumam Gyun Woo.

Dia bahkan sampai tidak dengar saat Ibu meminta pendapatnya. Ibu heran melihatnya, apa dia sedang melamunkan wanita? Gyun Woo menyangkal.
 

Di tengah jalan, Gyun Woo memperhatikan seorang wanita mencurigakan yang berjalan sambil mengerudungi kepalanya, tapi dia tidak melihat wajahnya dan tidak sempat memperhatikannya lebih jauh karena Ibu mengajaknya ke kedai teh.

Beberapa gadis lewat sambil menggosipkan Tuan Puteri yang katanya datang ke festival dan menimati malam dengan beberapa pria. Ibu mencoba menanyakan masalah itu pada Gyun Woo, tapi Gyun Woo menolak menjawabnya.

Ibu jadi heran dengan sikap Gyun Woo, kenapa dia menutupi-nutupinya. Belum sempat menjelaskan, mereka mendengar suara teriakan wanita di luar.


Hye Myung sedang menghadang seorang penunggang kuda yang mabuk dan melabraknya dengan kesal karena ulahnya itu hampir saja membuat anak-anak ketabrak. Saat pria itu malah balas melabraknya, Hye Myung mengancamnya untuk turun dari kudanya sambil menggoyang-goyangkan tali kudanya yang jelas saja membuat si kuda jadi ketakutan.

Kuda itu mengangkat kedua kakinya dan hampir saja menginjak Hye Myung. Tapi Gyun Woo sigap menariknya. Hye Myung berputar hingga akhirnya berakhir dalam pelukan Gyun Woo. Mereka begitu terpana menatap satu sama lain.

Begitu tersadar, Hye Myung cepat-cepat melepaskan dirinya dengan canggung. Gyun Woo tanya sedang apa Hye Myung di sini. Hye Myung berusaha kabur, tapi Gyun Woo mencegahnya lalu memanggil dua orang prajurit yang kebetulan sedang lewat.

Hye Myung kontan panik. Tapi Gyun Woo tidak melaporkannya, malah melaporkan si penunggang kuda mabuk itu. Kedua prajurit itu langsung menangkap si pemabuk. Hye Myung senang. Gyun Woo memberitahunya bahwa inilah yang dilakukan orang biasa dan bukannya dengan cara menghalangi jalan sambil teriak-teriak.


Hye Myung mengiyakannya dengan sinis dan berusaha kabur lagi. Tapi Gyun Woo langsung menariknya ke tempat sepi dan menuntut penjelasan, kenapa Hye Myung malah berada di sini dan bukannya di kamarnya.

Hye Myung tidak ada waktu menjelaskan, tapi Gyun Woo terus menghadang jalannya. Hye Myung langsung mencoba membujuknya dengan ber-aegyo, memohon agar Gyun Woo pura-pura tak melihatnya, sekali ini saja.

Tapi Gyun Woo cuma menatapnya dingin, "Tidak boleh."


Hye Myung langsung berubah sikap seperti biasanya, ada apa sih dengan Gyun Woo? Gyun Woo menegaskan kalau dia adalah kaki tangan Raja dan kali ini dia tidak akan melanggar perintah lagi.

Baiklah, Hye Myung berjanji akan memberitahu semuanya, tapi pejamkan mata dulu. Gyun Woo ingin tahu alasannya keluar istana, kan? Yang tidak disangkanya, Gyun Woo langsung menurutinya dan memejamkan mata.

Dia berusaha kabur diam-diam, tapi Gyun Woo ternyata tidak termakan tipuannya dan langsung menarik bajunya. Kenapa Hye Myung begitu coroboh? Apa dia tidak sadar kalau dia akan kena masalah besar jika dia sampai ketahuan lagi?

Dia melihat surat yang terjatuh ke tanah. Hye Myung berusaha meraihnya, tapi kalah cepat dari Gyun Woo. Surat itu ternyata dari Min Yoo Hwan yang mengatakan kalau dia akan menunggu Hye Myung di Kuil Gaesung di Desa Golongan Atas pukul 16:00.


Hye Myung langsung merampasnya kembali, sekarang Gyun Woo sudah tahu alasannya, kan? Puas? Hye Myung pergi dan Gyun Woo tidak menghentikannya lagi kali ini. Gyun Woo tampak sedih, teringat ucapan Tuan Choon Pung tentang Min Yoo Hwan yang katanya menghilang setelah kedapatan melakukan korupsi dan sekarang dia pasti masuk daftar buron.


Ibunya Gyun Woo kesal karena ditinggal sendirian, Gyun Woo bilang tidak akan lama tapi kenapa belum balik juga sampai sekarang.

Dua orang nyonya lewat saat itu dan langsung mengejek Ibu secara halus, kenapa Ibu minum sendirian, katanya hari ini dia mau menghabiskan waktu dengan putranya yang hebat itu. Sepertinya putranya itu sudah pergi.

Tak mau dipermalukan, Ibu mengklaim kalau putranya mendadak dapat pesan mendesak dari istana, Pangeran memanggilnya. Asal tahu saja, Pangeran sangat peduli pada putranya. Dia harus melihat Putranya Ibu setiap hari.


Ibu akhirnya pulang sendirian dan langsung curhat ke Gyun Hee, tega sekali Gyun Woo melakukan ini pada Ibu. Gyun Hee berusaha membela kakaknya, mungkin ada urusan mendesak. Ibu kesal, urusan mendesak apa?

"Kenapa Ibu marah padaku?"

"Karena ibu kesal."

"Ibu selalu marah dan meneriakiku. Ibu jadi bertingkah aneh belakangan ini."


Young Shin dan Byul galau saat mereka hanya menemukan surat yang ditinggalkan Hye Myung di kamar. Dia berjanji akan pulang saat malam, mereka mengerti perasaannya, kan?

"Tidak. Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak mau tahu!" Kesal Young Shin.

Dia langsung menyalahkan Byul sebagai penyebabnya. Seharusnya dia menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pengawalnya Tuan Puteri, dia terlalu sering tidur. Byul balas meneriaki Young Shin, dia juga kebanyakan makan.

Di tengah perdebatan, Ratu tiba-tiba mengumumkan kedatangannya. Young Shin dan Byul kontan panik. Ratu Park sok perhatian membawakan bubur wijen hitam karena dia dengar Hye Myung tidak mau makan, dia takut Tuan Puteri sakit.

Young Shin berniat mengambilnya. Tapi Ratu Park bersikeras mau menyuapi Tuan Puteri. Tentu saja karena dia punya alasan sendiri untuk memastikan Hye Myung memakan bubur itu.

 

Dalam flashback, seorang dukun berkata bahwa Hye Myung lah yang menghalangi Ratu Park hamil. Dia memberikan secarik jimat dan menyuruh Ratu Park membakarnya dan memberi Hye Myung makan dengan abu jimat itu. Dengan begitu, Ratu Park akan bisa hamil malam ini juga.


Pengawal menegaskan bahwa Baginda Raja melarang siapapun masuk. Young Shin pun langsung pasang badan, berusaha menghalangi Ratu Park masuk. Dan tepat saat itu juga, Raja datang dan langsung membentak Ratu Park.

Ratu Park langsung pasang tampang sedih dan mengklaim kalau dia hanya mengkhawatirkan Tuan Puteri. Putrinya tidak makan apapun, bagaimana bisa dia diam saja. Raja tegas menyuruh Ratu Park untuk tidak usah mempedulikan Tuan Puteri.

"Aku tidak berniat memaafkannya sampai dia meminta maaf."

Ratu Park mengalah dengan mata berkaca-kaca. Tapi begitu Raja pergi, dia langsung kesal dan menegaskan pada Young Shin untuk memastikan Hye Myung memakan bubur yang dibuatnya dengan sepenuh hati itu.


Young Shin dan Byul akhirnya bisa bernafas lega begitu rombongan Ratu Park pergi. Young Shin santai saja memakan bubur itu, lagian Tuan Puteri sedang tidak ada, sayang kalau dibuang.

"Apa kau tidak ingat. Ratu menyuruh kita memastikan Tuan Puteri memakannya."

"Memangnya kenapa?"

"Mungkin itu saja itu beracun"

Wkwkwk, Young Shin langsung gemetar dan mau muntah. Byul punya ide lalu mengajaknya pergi menemui Joon Young dan memberitahunya kalau Tuan Puteri menghilang lagi. Tapi Young Shin tak berani bergerak saking takutnya, bagaimana kalau racunnya menyebar.

"Kalau begitu, mati saja di sini sendirian."

 

Hye Myung kembali ke pohon tempat mereka bertemu dulu dan menunggu kedatangan Min Yoo Hwan. Di tempat lain, Gyun Woo berjalan sedih sambil berpikir kalau Tuan Puteri mempertaruhkan nyawanya keluar istana hanya demi meenemui kekasihnya.

Di tengah jalan, dia bertemu dengan ahjussi pemilik motel. Dia langsung mengenali Gyun Woo dan memberinya selebaran promosi. Dia akan dapat 10 layanan gratis setelah mengunjungi motelnya dan mendapatkan 10 stempel.

Gyun Woo berusaha menjelaskan kalau dia bukan tipe orang yang suka mengunjungi motel. Tapi pemilik motel malah menduga kalau Gyun Woo sedang bertengkar dengan pacarnya. Berbaikanlah dengannya dan kunjungi motelnya lain kali. Dia bahkan langsung membubuhkan satu stempel untuk kunjungan Gyun Woo yang waktu itu.


Gyun Woo berjalan pergi sambil memandangi kertas itu lalu meremasnya dengan kesal. Memikirkan motel itu membuatnya jadi teringat kenangannya bersama Hye Myung malam itu.

Gyun Woo cepat-cepat bergidik mengusir kenangan itu, "Apa pentingnya bagiku dia menemui kekasihnya atau tidak?"


Da Yun mendatangi toko buku bersama Mal Geum. Dia hendak mengambil sebuah buku berjudul 'Para Pria Tampan', tapi pemilik toko cepat-cepat menghentikannya. Dia yakin kalau Nona pasti tidak mencari buku romantis dan norak, kan?

Dengan sangat antusias, dia mencoba merekomendasikan buku lain. Tapi sikapnya itu jelas membuat Da Yun tak senang dan Mal Geum langsung membentaknya. Tepat saat itu juga, mereka melihat kedua teman Gyun Woo keluar dari ruang rahasia sambil memegangi sebuah gambar gisaeng dan berdebat untuk pergi ke rumah gisaeng atau tidak.

Kedua pria itu melihatnya dan mengundangnya masuk ke ruang rahasia mereka. Mal Geum kontan melongo melihat gambar-gambar p*rn* yang bertebaran di ruangan itu. Dari mereka lah, Da Yun akhirnya mengetahui nama wanita itu adalah Hye Myung.

Gwang Soo membenarkan jika Hye Myung menikmati festival bersama mereka. Mereka tampak jelas suka pada Hye Myung sampai menyanjungnya habis-habisannya. Mereka suka dengan sikapnya yang berterus terang, dia juga sangat cantik... sebelum akhirnya ingat kalau mereka juga sedang bicara dengan seorang wanita dan Se Ho buru-buru mengklaim kalau Hye Myung itu tidak secantik Da Yun.

"Apa kalian tahu dia berasal dari keluarga mana?"

"Entahlah. Tapi, kenapa kau mencarinya?"

"Aku punya hutang yang harus dilunasi."


Keluar dari sana, Da Yun langsung memerintahkan Mal Geum untuk mencari wanita bernama Hye Myung itu. Mereka bertemu dengan Chan Hui ditengah jalan. Chan Hui langsung ngegombal memuji kecantikan Da Yun.

Tapi Da Yun langsung menyindir Chan Hui yang seperti sudah melupakan permintaannya yang waktu itu. Tapi tidak masalah lagi sekarang, dia tidak mau merepotkan Chan Hui lagi. Da Yun langsung pergi dan Chan Hui sontak mempelototi teman-temannya.


Di tengah jalan, Gyun Woo melihat papan pengumuman tentang daftar buron dan salah satu diantara daftar buron itu adalah Min Yoo Hwan. Lukisan wajahnya tampak memakai topi jerami dan siapapun yang melaporkannya akan diberi imbalan besar.

Tuan Choon Pung tiba-tiba mendatanginya dan bertanya-tanya apakah Gyun Woo butuh uang. Gyun Woo mengklaim tidak butuh dan hendak pergi. Tapi Tuan Choon Pung langsung menyelanya, hadiahnya setara dua tandu meski dia sembarang melapor, masa dia tidak tertarik.

Gyun Woo langsung mengerti maksudnya, siapapun yang pernah bicara dengan Min Yoo Hwan akan dibunuh. Cemas, dia langsung pergi mencari Hye Myung. Pada saat yang bersamaan, Hye Myung sedang berjalan melewati pasar sambil menyembunyikan wajahnya.
 

Young Shin dan Byul bingung harus bagaimana karena Joon Young tidak ada di kantor. Byul mau mencarinya saja. Tapi Young Shin melarang, lebih baik tunggu saja, Tuan Puteri bilang dia akan pulang malam. Bagaimana kalau mereka berselisih jalan?

Joon Young sendiri ternyata sedang keluar istana, sedang mengintai seorang pria di sebuah kedai. Pria itu bukan kidal tapi dia makan dengan tangan kiri. Joon Hyuk sontak ingat pada pria itu, dia pria yang tangan kanannya dia lukai saat bertarung dengannya malam itu. Dia membuntuti pria itu dan melihatnya masuk kedalam rumah jagal.


Hye Myung tiba di tepi sungai, gugup menantikan kedatangan Min Yoo Hwan. Pada saat yang bersamaan, seorang pria yang wajahnya sebagian besar tertutup topi jerami, berjalan di pasar hingga akhirnya dia tiba di tepi sungai. Hmm, apakah dia Min Yoo Hwan.

Perlahan, dia berjalan mendekati Hye Myung. Hye Myung langsung senang. Tapi saat dia mendekati pria itu, dia langsung membeku menyadari dia bukan Min Yoo Hwan. Pria itu ternyata Wool Myung.


Ki Joon sedang bersenang-senang bersama para gisaeng dan Menteri Park. Ki Joon mengaku kalau dia memberikan surat palsu pada Hye Myung. Hanya dengan cara itu mereka bisa menghabisi Hye Myung.

Dia yakin Tuan Puteri mempercayai surat palsu itu, "Hati yang merindukan sesuatu. Tak ada yang lebih menakutkan daripada itu."


Hye Myung berusaha melarikan diri. Tapi Wool Myung langsung menempelkan pedang ke lehernya dan memaksa Hye Myung untuk mengikutinya. Tiba-tiba sebuah belati menancap ke tangan Wool Myung dan Joon Young langsung berlari melindungi Hye Myung.

Joon Young menyuruh Hye Myung untuk kembali ke istana, biar dia sendiri yang mengurus masalah disini. Hye Myung pun bergegas pergi dan Joon Young langsung beradu pedang dengan Wool Young.


Wool Myung hampir saja menebas leher Joon Young, tapi untunglah Joon Young berhasil menghindarinya. Pertarungan mereka semakin sengit hingga mereka mampu saling mengunci gerakan masing-masing.

Sayangnya, hanya satu tangan Wool Myung yang terkunci hingga dia bisa berpindah tangan dengan cepat dan menyayat Joon Young dengan tangan satunya. Wool Myung langsung pergi mengejar Hye Myung. Darah mengucur dari perut Joon Young. Tapi dia tak mempedulikannya dan langsung pergi mengejar mereka.


Hujan tiba-tiba mengguyur. Hye Myung berusaha berlari secepat mungkin diantara kerumunan orang yang sedang kalang kabut mencari tempat berteduh. Wool Myung sudah semakin dekat di belakangnya.

Tiba-tiba saja Gyun Woo muncul dan menarik Hye Myung kebalik payungnya. Usahanya sukses mengecoh Wool Myung yang langsung melewati mereka begitu saja. Hye Myung terpana menatapnya.

Bersambung ke episode 11

1 comments:

Makasih mbaaa
Ditunggu eps slnjutnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon