Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis My Sassy Girl Episode 7


Raja beserta rombongannya, berjalan-jalan santai saat tiba-tiba saja sebuah anak panah meluncur tepat didepan wajah Raja lalu menancap ke pohon terdekat. Suasana langsung ribut seketika dan para pengawal kontan bersiaga melindungi Raja.

Raja mengambil anak panah itu dan membaca surat yang terikat di situ. Surat itu berbunyi: Malam ini, Raja akan menangis tersedu-sedu usai kehilangan anak. Raja kontan geram, sementara Ki Joon diam-diam menatapnya tajam.
 

Do Chi terus menuntut Hye Myung untuk mengatakan dimana buku besarnya. Dia bahkan mengancam akan mencederai wajah cantik Hye Myung. Tapi Gyun Woo tiba-tiba muncul dan mulai menyerang para preman itu hanya dengan kipasnya.

Tapi seorang preman berhasil mengunggulinya lalu menusukkan belatinya. Gyun Woo berusaha melindungi dirinya dengan kipas, tapi tentu saja belati itu menembus kipasnya dan melukai lengannya.

 
Lalu seorang preman lainnya menendangnya dengan begitu kuat hingga dia melayang keluar. Hye Myung sontak panik, berusaha melepaskan ikatannya tapi gagal. Tepat saat Gyun Woo terkepung, Do Chi tiba-tiba kejatuhan barang-barang lalu seseorang melintas masuk dengan sangat cepat bak hantu.

Beberapa preman mengejarnya. Tapi sedetik kemudian, mereka sudah dihajar dan ditendang keluar. Para preman yang lain langsung mengeroyok orang itu. Perhatian Do Chi jadi teralih karenanya, Gyun Woo pun langsung memanfaatkan kesempatan untuk menyelinap masuk dan melepaskan ikatan Hye Myung.


Para preman tak berdaya melawan orang misterius itu. Gyun Woo buru-buru membawa Hye Myung pergi dari sana. Do Chi langsung panik meneriakkan perintah untuk menangkap mereka berdua. Tapi orang misterius itu langsung menempelkan pedang ke leher Do Chi. Dan orang itu ternyata Joon Young.

 

Gyun Woo dan Hye Myung berhenti setelah mereka sudah cukup jauh. Melihat tangan mereka masih bertautan, kontan keduanya sama-sama menarik tangan masing-masing dengan canggung. Cemas melihat luka di lengan Gyun Woo, Hye Myung langsung menyobek secarik kain hanboknya untuk memperban luka Gyun Woo.


Gyun Woo terpana menatapnya. Festival dimulai saat itu, lentera warna-warni mulai berterbangan dan kembang api tampak begitu indah di langit malam. Hye Myung terpesona menatap keindahan itu. Tapi perhatiannya teralih saat tiba-tiba dia menyadari Gyun Woo malah terpana menatapnya.

Ketahuan, Gyun Woo buru-buru mengalihkan pandangannya. Hye Myung pun jadi canggung dibuatnya, kenapa wajah Gyun Woo aneh begitu. Gyun Woo beralasan kalau dia hanya sedang berdoa untuk kesejahteraan kerajaan dan seluruh rakyat. Dia harus berdoa saat lentera dilepaskan.

"Apa wajahku lenteranya?" Goda Hye Myung.

Gyun Woo berdehem canggung dan mengalihkan tatapannya. Saat itulah dia melihat kaki Hye Myung yang tanpa alas kaki. Hye Myung juga baru sadar kalau sepatunya menghilang.


Sebelah sepatu itu masih tergeletak di markasnya Do Chi. Joon Young masih belum melepaskan pedang itu dari leher Do Chi dan terus menuntut siapa dalang yang menyuruh Do Chi untuk menculik Hye Myung.

Do Chi ketakutan dan berusaha meyakinkan Joon Young kalau dia hanya melakukannya untuk menemukan buku besarnya. Tapi Joon Young tak mempercayainya sedikitpun.


Gyun Woo membelikan sepatu lain untuk Hye Myung. Byul menghampiri mereka saat itu dan memberitahu kalau Raja akan kembali ke istana sekarang. Hye Myung kontan panik dan bergegas kembali ke istana.


Rombongan Raja berderap kembali ke istana dengan panik. Ratu Park menghadangnya di tengah jalan, terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Raja mengacuhkannya dan langsung masuk ke istana Pangeran kecil. Ki Joon dan para kroninya tersenyum licik melihat kepanikan Raja.

Pangeran kecil hendak memakan kuenya saat Raja tiba-tiba menerobos masuk dengan panik. Raja lega sesaat, sebelum kemudian panik lagi dan langsung bergegas ke istana Tuan Puteri.


Ia menerobos masuk tepat saat Hye Myung baru saja ganti baju. Raja lega, apa semuanya baik-baik saja hari ini? Hye Myung mengiyakannya. Raja lega, istirahatlah kalau begitu. Ratu Park jelas tak senang karena Raja tak mengetahui perbuatan Hye Myung.


Begitu Raja pergi, Hye Myung duduk di kasur sambil kipas-kipas, sama sekali tidak menyadari Ratu Park tidak ikut pergi bersama Raja dan melihat alas kakinya yang tampak kotor.

Saat akhirnya dia melihat Ratu Park masih di sana dan melihat ke kakinya, dia langsung buru-buru berdiri dan menutupi kakinya. Ratu Park bertanya tajam, apa benar semuanya baik-baik saja? Hye Myung mengiyakannya. Tak bisa berbuat apapun, Ratu Park hanya bisa menahan kesal lalu pergi.


Young Shin terburu-buru ke taman istana untuk menemui Gyun Woo yang sedang ngumpet dibalik semak. Bagaimana? Apa Tuan Puteri kepergok? Young Shin langsung mewek, Yang Mulia ingin bertemu dengannya. Gyun Woo langsung ikutan mewek mendengarnya.

"Lihatlah wajah jelekmu itu," kata Hye Myung tiba-tiba.


Saat dia menengadah, dia malah melihat Young Shin ternyata cuma sedang menggodanya lalu kabur. Hye Myung tak menyangka, Gyun Woo terlalu mudah takut untuk ukuran seorang pria. Gyun Woo protes karena Hye Myung menggodanya. Tapi bagaimanapun, dia lega karena ini berjalan lancar.

Melihat luka Gyun Woo, Hye Myung memberikan sekantong obat untuknya lalu pamit. Gyun Woo mencegahnya pergi lalu mengeluarkan cincin gioknya. Tapi saat Hye Myung hendak mengambilnya, Gyun Woo menariknya kembali.


"Jangan diam-diam keluar dari istana mulai sekarang. Tolong bersikaplah sesuai status anda."

"Kembalikan itu padaku!"

"Sopan santun. Jangan bersikap selancang itu kepadaku dan perlakukan aku sebagai guru Pangeran. Akan kukembalikan ini jika anda berjanji. Dengan begitu akan kulupakan... betapa lancangnya sikap anda di luar istana."

Hye Myung tersenyum mendengarnya dan mulai bersikap sopan, "Tentu saja. Aku berjanji, jika itu maumu. Tolong kembalikan cinicn giokku."

 

Gyun Woo akhirnya mengembalikannya dan berpesan agar Hye Myung menjaganya dengan baik dan jangan sampai kehilangan lagi. Hye Myung tersenyum... lalu menendang kaki Gyun Woo dengan kesal.

"Lupakan yang ini juga, yah. Kalau begitu, Tuan Puteri yang lancang ini akan pergi."


Ki Joon melempar gelasnya dengan kesal ke kepala Wool Myung sampai kepalanya berdarah dan Wool Myung hanya bisa mengucap maaf atas kegagalannya.


Raja memberikan surat itu pada Joon Young. Ia yakin kalau ini pasti dilakukan oleh orang yang membuat selebaran juga.

Joon Young pun langsung menyiksa Do Chi dengan cara mengikatnya terbalik dan menenggelemkan kepalanya kedalam air. Do Chi terus bersikeras tidak ada yang menyuruhnya.

Joon Young memerintahkan pengawal lainnya untuk tidak berhenti sampai mereka mendapat jawaban jujur darinya. Do Chi pun ditenggelemkan kembali kedalam bak air.


Hye Myung mengikat cincinnya menjadi kalung. Young Shin ikut senang karena akhirnya cincin itu ditemukan kembali. Tapi apa Hye Myung sudah berterima kasih pada Guru Gyun. Hye myung tidak merasa perlu melakukannya, kan Gyun Woo yang menghilangkannya jadi wajar kalau dia yang harus menemukannya.

"Tetap saja anda harus mengakui kalau dia sudah berusaha keras. Dia pasti sangat menderita karena tekanan fisik dan emosional."

Dia hampir saja keceplosan menyalahkan Hye Myung, tapi Byul dengan cepat menghentikannya. Mereka pun buru-buru pamit. Hye Myung menggerutu kesal sendirian, siapa suruh Gyun Woo bersikap arogan.

Tapi kemudian dia teringat lengan Gyun Woo yang terluka saat menyelamatkannya dan langsung menyesali perbuatannya menendang kaki Gyun Woo.


Saat Gyun Woo tiba di rumah, Gyun Hee langsung cemas melihat lukanya dan bagaimana dengan si gadis lancang itu. Gyun Woo mendesah kesal, dia sangat baik-baik saja. Tapi, kenapa Gyun Hee bisa ada di tempat itu. Gyun Hee langsung panik dan beralasan mengantuk untuk menghindari menjawab pertanyaanya.


Di kamarnya, Gyun Woo menggerus obat sambil menggerutu kesal dengan sikap Hye Myung yang tak tahu terima kasih itu, padahal dia sampai terluka demi Hye Myung. Sebaiknya dia tidak usah melihat wajah Hye Myung lagi.

Tapi saat melihat kain pink yang dipakai anjingnya, dia jadi teringat kembali saat Hye Myung menyobek kain hanboknya untuk memperban lukanya.

"Astaga. Dia memperlakukanku dengan kasar, lalu bersikap baik. Augh!"


Hye Myung termenung sedih menatap cincin giok yang membuatnya terkenang masa lalu. Saat seorang pria memberikan cincin itu kepadanya dan memintanya untuk menjaganya dengan baik. Pria itu berjanji kalau dia pasti akan kembali. Dia sama sekali tak menyadari Joon Young yang tengah memperhatikannya dari kejauhan.


Keesokan harinya dalam rapat pagi, Raja marah-marah karena selebaran menipunya kemarin malam dan membuat keluarga kerajaan jadi kelihatan bodoh. Menteri Park santai mengklaim kalau itu cuma rumor, buktinya Tuan Puteri dan Pangeran masih aman, jadi Raja tidak usah cemas.

Tapi Menteri Gyun tidak sependapat dengannya. Dia cemas karena musuh jelas sudah mengetahui pergerakan Raja, mungkin ada mata-mata didalam istana. Menteri dari kubu Ki Joon jelas tak menyetujui pendapatnya, tidak mungkin ada mata-mata didalam istana.

Semua menteri sontak ribut sendiri-sendiri, sampai saat Ki Joon tiba-tiba menyetujui pendapat Menteri Gyun. Mungkin saja kelompok itu sudah menyusupi istana dan mengusulkan agar mereka menyelidikinya. Jika terbukti benar, maka mereka harus mengakhirinya.

Setelah rapat usai, Menteri Park penasaran apa sebenarnya rencana Ki Joon. Ki Joon hanya menjawab kalau dia akan membuat rencana baru.


Wool Myung mendatangi sebuah rumah penyembelihan hewan yang didalamnya tersembunyi sebuah ruang rahasia bawah tanah, tempat anak-anak buahnya membuat selebaran-selebaran.


Da Yun kesal memikirkan Hye Myung dan sindirannya waktu itu. Mal Geum melapor kalau dia sudah berusaha mencari gadis itu, tapi tidak ada gadis seperti itu di Ibukota. Da Yun kesal, jadi maksudnya dia datang dari langit atau semacamnya, begitu?

Da Yun langsung pergi menemui Park Chan Hui dan meminta bantuannya. Chan Hui sudah senang dan menyatakan bersedia membantu Da Yun. Tapi Da Yun malah memintanya untuk mencari tahu tentang gadis gila dan obsesif yang suka menempel ke Gyun Woo.

Chan Hui jelas kecewa, tapi tak sanggup menolak pesona manis Da Yun. Akhirnya dia hanya bisa menggeram kesal dan menyuruh anak-anak buahnya pergi mencari gadis gila dan obsesif yang suka menempel ke Gyun Woo itu.

 

Pangeran kecil terkagum-kagum dengan teleskop milik Gyun Woo dan langsung menggunakannya untuk melihat berbagai benda yang jauh darinya. Pangeran yakin kalau kakaknya akan sangat menyukai benda ini. Tapi kenapa dia tidak melihat kakaknya hari ini.

Gyun Woo senang-senang saja, "Sekarang kita bisa fokus belajar."

"Tapi belajar dengannya menyenangkan."

Saat Gyun Woo menyuruhnya untuk mengeluarkan PR-nya, Pengaran malah panik dan buru-buru main teleskopnya lagi, sepertinya dia belum mengerjakan PR-nya. Dari teleskopnya, dia bisa melihat kakaknya sedang berjalan di kejauhan dan bertemu Joon Young di tengah jalan.


Hye Myug protes melihat wajah Joon Young yang terlalu serius. Dia meyakinkan kalau dia tak sengaja berurusan dengan preman dan berjanji akan lebih berhari-hati mulai sekarang. Joon Young tegas meminta Hye Myung untuk tidak lagi keluar istana. Jika Hye Myung melakukannya lagi, maka dia akan langsung melaporkannya ke Raja.

"Saya mohon, berhati-hatilah." Pinta Joon Young lalu pergi.


Gyun Woo mengintip mereka lewat teleskop, penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba Hye Myung menoleh ke arah Gyun Woo dan memergoki Gyun Woo sedang mengintipnya pakai teleskop.

Gyun Woo langsung panik dan buru-buru memulai pelajarannya. Tapi Hye Myung datang menghampiri mereka tak lama kemudian dan langsung mengkonfrontasi Gyun Woo. Kenapa Gyun Woo curi-curi pandang padanya.

Gyun Woo berkelit kalau dia cuma sedang mengagumi aksesoris kepala naga yang terletak di paviliun (sambil menunjuk ke suatu arah). Pangeran dengan polosnya mengoreksi kalau paviliun ada di arah sebaliknya.

"Guru Gyun, apa kau tertarik padaku? Tidak apa-apa. Jujur saja. Jangan malu karena aku Tuan Puteri di sini."

"Saya tidak mengerti apa maksud anda?"


"Tertarik pada wanita, bukanlah suatu kejahatan. Aku mengerti sepenuhnya." Ujar Hye Myung dengan manisnya. Tapi sedetik kemudian, nada suaranya berubah. "Tapi sadarlah, aku akan menolak pria licik sepertimu bahkan sekalipun mereka memberiku emas segunung."

Mereka sontak saling melempar tatapan tajam. Pangeran kecil senyam-senyum melihat mereka berdua. Setelah pelajaran usai, Gyun Woo berjalan pergi dengan kesal. Tapi kemudian dia berhenti dan memutuskan masuk kembali ke istana dan terdengar suara kasim mengumumkan kedatangan Gyun Woo pada Raja.

Bersambung ke episode 8

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon