Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis My Sassy Girl Episode 8


Hye Myung diseret ke hadapan Raja yang murka karena Hye Myung keluar istana lagi. Semua ini karena Gyung Woo yang sengaja melapor tentangnya. Raja begitu murka hingga kemudian dia memutuskan untuk memakzulkan Hye Myung dari kedudukannya sebagai Tuan Puteri.

Gyun Woo tersenyum licik. Para pengawal langsung menyeret Hye Mung. Tapi Hye Myung berusaha memberontak dan dengan dramatisnya memohon pada Ayahanda Raja agar membuat Gyun Woo ikut dikurung bersamanya dan menuduh Gyun Woo lah yang telah membujuknya untuk pergi ke festival itu.
 
Raja sontak murka pada Gyun Woo. Gyun Woo sontak membeku panik... dan beberapa saat kemudian, dia sudah dikurung di sebuah peti sempit bersama Hye Myung. Gyun Woo panik, berusaha melarikan diri sambil jejeritan lebay. Tapi Hye Myung menariknya masuk kembali kedalam peti.


Gyun Woo bergidik ngeri, menepis khayalan menakutkan itu. Nyatanya, dia masih berdiri di istana sambil berpikir, adakah cara untuk mengendalikan Tuan Puteri yang sulit diatur itu.


Hye Myung dipanggil menghadap Ratu. Setibanya disana, dia malah mendapati Ratu Park sedang menghukum Young Shin dan Byul dengan melecuti kaki mereka sampai berdarah. Hye Myung jelas kesal, mereka berdua tidak bersalah. Ratu Park bersikeras kalau kedua orang ini salah karena tidak melayani tuan mereka dengan benar.

"Hukum saja saya."

Ratu Park langsung ketawa ngakak dan menyuruh dayangnya untuk terus memukuli mereka. Hye Myung langsung menghentikan mereka dan mengambil pecutnya, bersikeras meminta Ratu Park untuk menghukumnya saja. Ratu Park kesal, apa Hye Myung pikir dia tidak akan berani melakukannya?


Untunglah Ibu Suri datang saat itu. Ratu Park langsung pasang tampang sok sedih dan mengaduhkan Hye Myung yang keluar istana kemarin. Dengan wajah sedih, dia mengklaim kalau dia marah pada Hye Myung karena Hye Myung telah menipu ayahannya kemarin.

Dia usul agar mereka memberitahu Raja. Tapi Ibu Suri tegas menyuruh Ratu untuk membiarkannya saja, Raja sudah cukup stres belakangan ini jadi tidak ada gunanya memberitahukan masalah ini padanya, lagipula Ratu Park sudah cukup menghukumnya hari ini. Ratu Park jelas kesal, tapi tak bisa berbuat apapun untuk menentang Ibu Suri.


Hye Myung merawat luka Young Shin dengan penuh rasa bersalah. Maaf, semua ini salahnya. Young Shin meyakinkan kalau dia dan Byul baik-baik saja, jadi Hye Myung tidak perlu bersedih.

Hye Myung mulai memperban kakinya. Tapi kemudian dengan mata berkaca-kaca, dia memperotes kaki Young Shin yang gede banget sampai perbannya tidak cukup, kurangi berat badan. Pfft! Young Shin sontak protes, ini cuma karena kakinya lagi bengkak!

 

Gyun Woo sedang mencari-cari sebuah buku saat pemilik toko buku datang membawakan buku  dewasa baru yang lagi paling populer, judulnya 'Privasi Tuan Puteri'. Gyun Woo langsung kesal, dia bukan mencari buku ini.

"Buku tentang balas dendam dan hukuman. Aku mau semua buku tentang balas dendam. Juga buku tentang menjinakkan gadis."


Pemilik toko buku langsung mencarikan semua buku yang dicari Gyun Woo. Tapi setelah membaca semua buku itu, Gyun Woo langsung membanting semuanya dengan kesal. Semua ini takkan bisa menjinakkan Tuan Puteri.

Tapi kemudian, tatapan teralih ke buku yang ditolaknya tadi. Gyun Woo langsung menggerutu, kenapa buku ini bisa ada di sini. Tapi ujung-ujungnya dia buka juga tuh buku dan isinya sontak membuatnya berkhayal liar.


Dia membayangkan Hye Myung tiba-tiba mendorongnya ke kasur lalu mulai merayunya dan mencopoti bajunya dengan paksa.


Keesokan harinya saat Gyun Woo hendak masuk kedalam istana, dia sudah bertekad untuk menghindari Hye Myung. Tapi baru juga dia melewati gerbang, dia malah melihat Hye Myung.

Gyun Woo langsung berjalan ke arah lain, pura-pura tak melihat Hye Myung. Bahkan saat Hye Myung memanggilnya, dia langsung kabur secepat mungkin.


Malam harinya, Ibunya Gyun Woo sedang mendata para putri bangsawan yang mau dia jodohkan dengan Gyun Woo. Gyun Woo protes, dia belum ingin menikah. Jangan khawatir, Ibu juga belum ingin menikahkan Gyun Woo secepat itu kok.

Ibu cuma ingin Gyun Woo kencan buta dengan mereka, tapi jangan menikahi mereka. Tapi jangan ditolak juga, buat saja mereka tertarik pada Gyun Woo. Gyun Woo jelas bingung apa maksud Ibu sebenarnya.

Gyun Hee membantu menjelaskan, "Ibu mau menyombongkan putranya yang luar biasa pada keluarga lain. Dengan kata lain, jual mahallah."

"Nak, tidak bisakah kau mengabulkan permintaan ibumu dan menjadi putra yang baik?"

"Ibu, aku tidak bisa menemui mereka semua."

"Bariskan saja mereka dan temui mereka bergantian." Ibu langsung antusias mendata siapa yang harus Gyun Woo temui pertama. Gyun Woo cuma bisa mendesah frustasi menghadapi kelakuan ibunya.


Keesokan harinya, Gyun Woo akhirnya pergi ke restoran untuk menemui teman kencan buta pertamanya sambil membawa buku daftar pemberian Ibunya yang berisi lukisan dan biodata tiap-tiap wanita.

Dia bingung mencari Nona Choi yang di lukisannya kelihatan sangat cantik. Tapi kemudian, dia malah disapa seorang wanita yang jauh beda banget dari lukisan di buku. LOL. Lukisannya penipuan banget.

Tiba-tiba dia membayangkan Hye Myung muncul di sana dan mulai menilai wanita itu. Dia hangat, rendah hati dan elegan. Sesuai banget dengan seleranya Gyun Woo.


Bayangan Hye Myung selalu muncul mengganggu di setiap kencannya, menilai semua kelebihan tiap-tiap wanita. Pokoknya semua cocok deh untuk Gyun Woo. Gyun Woo cuma bisa mendesah menahan kesal dan stres menghadapi para wanita aneh itu.

Lama-lama dia tidak tahan lagi dan tiba-tiba saja menggebrak meja dengan penuh amarah pada khayalannya sendiri. Jelas saja teman kencannya langsung salah paham, mengira Gyun Woo sedang marah padanya.


Da Yun, Gyun Hee dan teman-teman mereka sedang perawatan menikur saat salah seorang gadis menyinggung Gyun Woo yang katanya kencan buta setiap hari.

Gyun Hee langsung cemas kalau Da Yun akan salah paham dan berusaha meyakinkan Da Yun kalau kakaknya cuma sekedar menemui para wanita itu saja demi menyenangkan ibu mereka. Tak ada siapapun diantara para wanita itu yang ingin dijadikan menantu oleh ibu mereka.

"Tapi dia punya gadis lancang itu," komentar seorang wanita.

"Kau yakin kalau gadis itu hanya menempel padanya? Mereka tidak pacaran?" Timpal seorang gadis lain.

Tiba-tiba pelayan yang sedang memenikur kukunya Da Yun melakukan tak sengaja melakukan kesalahan. Da Yun yang sedari tadi terdiam kesal mendengarkan percakapan mereka, langsung melampiaskannya dengan menampar pelayan itu.

 

Kedua teman Gyun Woo sedang main kuda-kudaan saat Gyun Woo datang dengan wajah lesu setelah selesai kencan buta. Mereka lalu minum-minum bersama. Gyun Woo curhat tentang wajah Hye Myung yang selalu muncul di setiap kencannya.

"Itu pasti karena kegigihanmu untuk balas dendam." Kata Gwang Soo

Gyun Woo setuju, pasti karena itu. Tapi Se Ho penasaran, bagaimana hubungan Gyun Woo dengan Hye Myung. Jika Gyun Woo tidak tertarik pada Hye Myung, bagaimana kalau Gyun Woo memperkenal Hye Myung kepadanya saja.

"Dia bukan seseorang yang bisa kau tangani."

"Itu karismanya. Tidak ada aturan yang menahannya. Dia memandang jauh kedepan. Dia tipe idealku."


Gyun Woo tetap menolak, sebaiknya Se Ho menyerah saja dengan wanita itu. Se Ho jadi curiga, jangan-jangan Gyun Woo menyukai Hye Myung, soalnya Hye Myung terus yang Gyun Woo pikirkan.

Gyun Woo sontak bereaksi keras, itu omong kosong. Tapi reaksi lebaynya itu malah membuat Se Ho dan Gwang Soo makin curiga.


Beberapa pria bertopeng naik ke beberapa atap bangunan lalu menyebarkan selebaran-selebaran baru yang mereka buat siang tadi. Kertas-kertas itu berjatuhan tepat saat sekelompok pasukan sedang lewat.

Sontak mereka bergerak cepat mengejar dan berusaha menangkap para ninja itu. Para ninja itu cekatan melawan para prajurit. Tapi tepat saat mereka hampir berhasil melarikan diri, sebuah belati tertancap tepat beberapa senti dari wajahnya.

Pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Joon Young muncul mengepung mereka. Joon Young berhasil melukai salah satunya. Tapi orang itu langsung bangkit dan kabur dengan sangat cepat.


Joon Young berusaha mengejarnya, tapi kemudian dia kehilangan jejak saat dia tiba di sebuah desa. Beberapa penjaga menghadangnya dan menegaskan kalau ini adalah Desa Golongan Atas yang tidak bisa dia masuki tanpa perintah Raja.


Dayang Ratu Park diam-diam mengumpulkan beberapa dayang lainnya lalu memberi masing-masing beberapa lembar selebaran dan menginstruksikan mereka untuk tidak sampai ketahuan orang lain.

Selebaran itu mereka tebar keliling istana. Saat dayang-dayang lainnya membaca selebaran itu, mereka langsung shock.


Gyun Woo merenung memikirkan perasaannya pada Hye Myung dan bersikeras meyakini kalau itu cuma karena dia ingin balas dendam. Tuan Chun Pung lewat disana bersama dua gisaengnya dan langsung menyapa Gyun Woo ceria seolah mereka tak sengaja bertemu di sana.

Tapi Gyun Woo yakin kalau Tuan Chun Pung memang mengikutinya. Dia melihat mereka sedang memegang beberapa kertas, apa itu selebaran baru? Seorang gisaeng memberitahu kalau isi selebaran itu adalah rumor yang katanya Tuan Puteri datang ke festival lentera.

"Dikatakan juga kalau dia menikmati malam dengan seorang pria," kata gisaeng satunya. "Pria itu adalah..."

"Letnan Kang Jun Young dari biro penyelidikan."


Tuan Chun Pung menambahkan kalau kabarnya Tuan Puteri dan Jun Young terlibat segitiga dengan Do Chi dan itulah alasan Jun Young mengurung Do Chi di penjara. Pfft! Gyun Woo jelas bingung mendengar gosip aneh itu. Itu tidak benar.

"Bagaimana kau bisa tahu?"

Gyun Woo beralasan kalau dia mendengarnya dari temannya temannya teman. Seorang gisaeng ingat kalau Tuan Chun Pung pernah bilang kalau Tuan Puteri punya seorang kekasih, makanya dia diam-diam keluar istana. Anggota dewan kerajaan itu. Ekspresi Tuan Chun Pung kontan berubah.

"Dia pasti sudah melupakannya karena ini sudah tiga tahun," komentar gisaeng satunya.

Gyun Woo penasaran apa maksud mereka. Tuan Chun Pung berkata kalau dia pernah membacanya di sebuah selebaran, nama pria kekasih Tuan Puteri itu adalah Min Yoo Hwan dan dia menghilang tiga tahun yang lalu saat dia sedang melakukan penyelidikan rahasia.

"Itu karena dia tertangkap menerima suap. Dia pasti masih ada di daftar buron."


Ki Joon menemui Ratu Park dan memperlihatkan selebaran itu padanya. Ki Joon yakin kalau Raja takkan membiarkan masalah ini begitu saja karena Joon Young yang merupakan orang kepercayaan Raja disebut dalam selebaran itu.


Raja sedang jalan-jalan malam keliling istana saat dia menemukan salah satu selebaran yang tergeletak di tanah. Raja sontak marah begitu membaca selebaran rumor itu.

Tak diayal, Raja langsung melabrak Joon Young dan menanyakan kebenaran rumor itu. Katakan kalau Joon Young sungguh tidak menyembunyikan apapun darinya. Joon Young hanya bisa meminta maaf.


Selebaran itu akhirnya sampai juga ke Hye Myung. Young Shin panik harus bagaimana, takut jika Raja sampai mengetahuinya. Tiba-tiba saja Raja mengumumkan kedatangannya dan langsung menginterogasi Hye Myung. Kenapa dia keluar istana. Hye Myung hanya diam tak menjawabnya.


Gyun Woo termenung membaca selebaran itu dan teringat tentang ucapan gisaeng tentang rumor yang mengatakan kalau Tuan Puteri dulu memiliki seorang kekasih dan itulah alasannya keluar istana.

Bersambung ke episode 9

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon