Powered by Blogger.

 Images Credit: SBS

Sinopsis My Sassy Girl Episode 9


Teringat tuduhan Hye Myung padanya dulu bahwa dia telah mengambil sesuatu yang sangat berharga darinya, Gyun Woo menduga kalau cincin giok itu pasti Hye Myung dapatkan dari kekasihnya.

Joon Young baru kembali tapi langsung dapat berita buruk, Do Chi kabur. Dia makin kesal saat membaca selebaran rumor tentang kisah cinta segitiganya dengan Hye Myung dan Do Chi.


Wool Myung lah yang membebaskan Do Chi. Do Chi meyakinkan Wool Myung kalau dia benar-benar membayar kembali sebanyak yang dia terima. Bahkan sekalipun dia disiksa, dia tetap bungkam. Hubungi saja dia jika lain kali mereka butuh bantuan lagi.

Wool Myung dingin menanggapinya, itu tidak akan terjadi. Do Chi sontak membeku, menyadari maksud Wool Myung. Wool Myung pun langsung menghunus pedang dan membunuh Do Chi.


Di tempat lain, Dayangnya Ratu Park mengumpulkan beberapa dayang lainnya secara diam-diam lalu memberi masing-masing selebaran rumor itu. Mereka pun langsung berpencar dan menyebarkan selebaran itu keliling istana.

Ratu Park senang sekali membaca selebaran itu. Apalagi di situ disebutkan jika sang Tuan Puteri menyukai berbagai macam tipe pria.

Raja sedang jalan-jalan malam saat dia melihat selebaran itu tergeletak di tanah dan langsung marah begitu membaca isinya. Raja langsung pergi mengkonfrontasi Joon Young. Joon Young tak punya penjelasan apapun selain mengucap maaf.


Selebaran itu dengan cepat sampai ke tangan Young Shin dan Byul yang sontak shock membacanya. Mereka langsung membawanya ke Hye Myung. Young Shin benar-benar panik, takut jika Raja sampai mengetahui rumor ini.

Baru juga dibicarakan, Raja datang saat itu juga dan langsung menuntut penjelasan Hye Myung. Tapi Hye Myung hanya meminta maaf tanpa bisa memberi penjelasan. Raja jelas kesal, Hye Myung sudah melanggar perintahnya dan karenanya dia tidak bisa lagi membebaskan Hye Myung.

Ratu Park senang bukan main saat diberitahu dayangnya kalau Hye Myung sekarang sedang dihukum. Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggunya selama ini, datang juga.

Joon Hyung mendatangi istana Puteri tapi melihat tempat itu dijaga sangat ketat. Hye Myung pun hanya bisa bersedih di kamarnya dan mengenang masa lalunya.

Flashback,


Cincin giok itu ternyata milik Ratu terdahulu. Waktu dia kecil, dia melihat ibunya mengenakan cincin itu sambil membuat boneka. Hye Myung bertanya-tanya kenapa Ratu Han selalu mengenakan cincin yang sama.

"Kau lihat burung cinta yang terukir di cincin ini? Orang bilang, burung cinta hanya mencintai satu pasangan sampai akhir hayat begitu mereka menemukan jodoh. Ayahandamu memberikan ini kepada Ibunda saat kami menikah seraya berkata bahwa kami harus seperti burung cinta itu."


Saat dia tumbuh dewasa, seorang pria mendatanginya untuk memberikan cincin itu padanya dan memberitahunya bahwa ibunya masih hidup. Pria itu meminta Hye Myung untuk menjaganya dengan baik sampai saatnya tiba. Dia berjanji kalau dia akan kembali bersama ibunya Hye Myung.

Pria itu berjanji akan menemui Hye Myung di tempat ini pada bulan purnama. Maka pada malam bulan purnama tiba, Hye Myung langsung keluar istana dan menunggu kedatangan sang ibu dibawah pohon. Tapi bahkan sampai pagi tiba, tak ada seorangpun yang datang.

Musim terus berganti dan Hye Myung selalu menunggu dan menunggu di tempat yang sama, tapi tetap saja sang ibu tak pernah datang.

Flashback end.
 

Gyun Woo dan kedua temannya sedang membahas gosip hubungan Tuan Puteri dengan kekasihnya yang bernama Min Yoo Hwan, si anggota dewan kerajaan yang menghilang tiga tahun yang lalu. Gyun Woo penasaran, apa mereka sungguh saling mencintai.

"Rumornya sih begitu. Tapi hanya mereka berdua yang tahu," komentar Gwang Soo.

Se Ho heran, kenapa Gyun Woo tertarik sekali dengan Tuan Puteri. Mengira Hye Myung dan Tuan Puteri itu dua wanita yang berbeda, Se Ho mengomeli Gyun Woo untuk pilih salah satu saja. Jangan jadi orang brengs*k dan pacari salah satu saja.

"Apa maksudmu?"

"Kau bilang sendiri kalau kau terus memikirkan Nona Hye Myung!"

"Kapan aku bilang begitu?"

"Jujur saja. Kau memang selalu memikirkannya."

"Tidak. Sungguh!"


Hye Myung terlalu sedih hingga dia tidak punya nafsu makan sedikitpun dan membuat kedua bawahannya jadi cemas. Young Shin berusaha keras membujuknya makan, tapi Hye Myung tetap menolak dan menyuruh mereka meninggalkannya sendirian.


Ibu Suri bertanya sampai kapa Raja akan menghukum Hye Myung. Raja berkata kalau dia benar-benar akan memberi Hye Myung pelajaran kali ini. Tapi Raja kan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Raja tidak peduli, jika Hye Myung sendiri bungkam maka itu artinya dia tidak perlu tahu. Bahkan sekalipun dia punya alasan untuk keluar istana, tetap saja keluar istana tanpa izin itu salah.

Pangeran kecil mendatangi mereka sambil menangis dan memohon agar mereka Raja memaafkan kakaknya. Tapi Raja tetap kekeh dengan keputusannya.


Saat Gyun Woo tiba di kediaman Pangeran, dia malah mendapati Pangeran sedang meringkuk dan menangis seorang diri. Gyun Woo sontak cemas melihatnya, apa yang terjadi?

Beberapa saat kemudian, Gyun Woo pergi ke istana Tuan Puteri dan bertemu Young Shin dan Byul di luar. Dia bertanya apakah Tuan Puteri baik-baik saja. Young Shin menggeleng sedih, dia bahkan tidak mau minum air. Dia benar-benar cemas akan terjadi sesuatu pada Tuan Puteri. Gyun Woo pun cemas apalagi saat memperhatikan para pengawal yang berjaga di depan kediaman Hye Myung.


Tuan Choon Pung tampak serius membaca selebaran itu saat kedua gisaeng datang dan memberitahunya kalau Tuan Puteri sekarang sedang dihukum. Mereka mengetahuinya dari Menteri Administrasi Pemerintahan.

Senyum Tuan Choon Pung langsung menghilang seketika. Tapi dia cepat-cepat bersikap ceria seperti biasanya dan mengomentari mulut besar si menteri. (Hmm, ini orang siapa sih sebenarnya?)


Gyun Hee cs berkumpul di kedai teh sambil menggosipkan Tuan Puteri yang sekarang dikurung di kamarnya gara-gara selebaran rumor itu. Gyun Hee penasaran apa isi selebaran itu dan langsung kaget begitu membaca.

Dia tak percaya, ini konyol. Tapi teman-temannya mempercayai kebenaran gosip itu dan pasti karena alasan itulah Raja mengurungnya.


Gyun Woo langsung mendatangi kantor penyelidikan tapi dihadang ditengah jalan oleh Park Chan Hui. Gyun Woo malas meladeninya dan menyatakan maksud kedatangannya adalah untuk menemukan Joon Young.

Begitu mereka berduaan, mereka langsung membahas masalah selebaran gosip itu. Entah bagaimana orang-orang ini mengetahui apa yang dilakukan Tuan Puteri dan memutar balik fakta untuk mencemarkan nama Tuan Puteri. Lalu bagaimana dengan Do Chi? Tanya Gyun Woo.

"Dia kabur. Aku yakin ada mata-mata."

"Siapa dalang dibalik semua ini?"

"Sudah menjadi tugasku untuk menyelidikinya."


Gyun Woo lalu membawa selebaran itu ke ayahnya. Dia merasa kalau dalang dibalik insiden ini tengah berusaha menghasut rakyat dan ada mata-mata didalam istana. Alih-alih mendapat jawaba, Menteri Gyun malah membentaknya, ini bukan urusan Gyun Woo dan fokus saja mengajar Pangeran.

"Bagaimana aku bisa mengajar Pangeran jika tak tahu berita terbaru?"

"Fokus pada satu hal saja sudah sulit. Jangan terguncang dengan rumor tidak berguna."


Gyun Woo tak bisa tenang memikirkan ucapan Young Shin tentang Hye Myung yang bahkan tidak mau minum air. Dia langsung kembali ke istana dan memberikan sesuatu pada Young Shin. Young Shin mencoba mengendusnya dan langsung mengerang protes, ini apa kok baunya busuk?

"Ini ikan pari fermentasi yang akan selalu ingin kau makan setelah mencicipinya. Ini kesukaan Tuan Puteri"

Young Shin terpaksa menerimanya sambil berusaha menahan mual. Tapi, Gyun Woo jauh-jauh datang kemari hanya untuk memberikan ini? Gyun Woo menyangkalnya dengan canggung dan beralasan kalau dia datang untuk mengambil sesuatu yang ketinggalan dan mampir kemari.


Hye Myung pura-pura tidur saat Young Shin datang membawakan ikan pari pemberian Gyun Woo. Dia datang kemari selarut ini untuk memberikan makanan ini untuk Hye Myung. Tolong makanlah.

Tapi Hye Myung tetap saja keras kepala tidak mau makan. Tengah malam dia terbangun dan mulai goyah melihat ikan pari di meja yang membuatnya terkenang akan saat kebersamaannya bersama Gyun Woo.

Pada saat yang bersamaan, Gyun Woo gelisah di kamarnya, berharap Hye Myung tidak salah paham dengan kebaikannya.


Di istana, Hye Myung akhirnya mau memakannya. Enak. Tapi kemudian dia melihat sebuah surat terselip di cela pintunya. Hye Myung sontak kaget begitu membacanya dan langsung diam-diam keluar dari kediamannya lewat jalan belakang.

Bersambung ke episode 10

1 comments:

The musk ruller kug gag dilanjutin kak

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon