Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Ruler: Master of the Mask Episode 14


Komandan Angkatan Laut dengan canggung mengklaim kalau dia sedang menyelidiki bajak laut dan dia membuntuti mereka karena mereka kelihatan mencurigakan. Siapa mereka?

Moo Ha pura-pura kesal lalu mengundang Komandan makan malam bersama mereka dan pura-pura terpaksa harus mengungkap identitasnya karena sepertinya dia memang akan membutuhkan bantuan angkatan laut.


"Sebenarnya aku... adalah penyelidik rahasia kerajaan." Kata Moo Ha sambil menggoyangkan stempel identitasnya asal-asalan sebagai bukti.

Komandan itu dengan lugunya mempercayai semua bualannya, bahkan langsung berlutut meminta maaf pada Moo Ha dan berusaha mempromosikan dirinya. Moo Ha berkata kalau dia kemari karena tembaga.

Dari hasil penyelidikannya, ada orang-orang yang menyamar sebagai bajak laut lalu merampok pasokan tembaga. Kalau ini sampai ketahuan maka baik Komandan maupun perwakilan Jepang, tidak akan ada yang selamat.

Apa Komandan mau bergabung bersama mereka untuk menangkap para perampok tembaga itu? Jika dia membantu, Moo Ha berjanji kalau dia takkan pernah melupakan jasa Komandan. Komandan tentu saja langsung menyatakan kesediaannya untuk membantu dengan segenap jiwa raganya.


Woo Jae kesal karena Tae Ho belum juga menangkap si pencuri peta itu. Woo Jae akhirnya berinisiatif untuk mengubah tempat berlabuhnya kapan dan memerintahkan Tae Ho untuk mencari cara apapun untuk mengabarkan masalah ini pada para pedagang Jepang. Dae Mok bisa marah besar jika transaksi ini sampai kacau.


Hwa Goon melihat mereka keluar untuk mengantarkan Komandan lalu mendengar Putera Mahkota meminta Moo Ha untuk merahasiakan masalah identitasnya dari Ga Eun. Moo Ha bingung kenapa harus begitu?

"Aku hanya ingin dia hidup normal seperti yang dia jalani sekarang. Baik aku atau Pyunsoo-hwe, dia tidak boleh terlibat dengan kami agar tidak terseret bahaya."


Hwa Goon jelas sedih mendengarnya, jadi Putera Mahkota pura-pura tak mengenal Ga Eun karena dia mencemaskannya. Dia langsung keluar dengan langkah lesu. Dia lalu memanggil Gon dan memintanya untuk menyelamatkan ayahnya dari jebakan Putera Mahkota.


Putera Mahkota dan Chung Woon sudah mengintai di tempat, tapi anehnya tak ada satupun kapal yang tampak. Chung Woon curiga kalau orang-orang itu sudah menyadari rencana mereka.

Tapi saat dia menoleh ke sebuah bukit, mereka melihat ada asap yang merupakan sinyal dari pasukan kerajaan. Mereka pun bergegas ke sana dan melihat transaksi itu terjadi di bagian pantai sebelah.


Tepat saat mereka selesai dan hendak pergi, Moo Ha muncul dan langsung bergaya bak pemimpin pasukan kerajaan dan menyatakan penahanan terhadap mereka atas penyelundupan tembaga. Tae Ho tentu saja mengenalinya sebagai petugas Hanseongbu.

Moo Ha buru-buru berteriak memanggil pasukan untuk menangkap semua orang ini. Pasukan kerajaan yang dipimpin Komandan pun langsung muncul menyerbu mereka. Tae Ho tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang, tapi Woo Jae sendiri ketakutan sampai bersembunyi di belakang punggung Tae Ho. Dia kan sudah bilang untuk mengubah lokasi saja!
 
Tae Ho memerintahkan anak buahnya menyerang, dan seketika itu pula perang pecah. Sementara para pasukan bertarung, Tae Ho membawa Woo Jae melarikan diri dari sana.


Putera Mahkota melihat dari atas bukit saat Chung Woon menghadang mereka. Woo Jae sok berani menantangnya, tapi Tae Ho menyuruhnya mundur saja dan langsung mengganti pedangnya dengan sabit.

Woo Jae pun mundur teratur dan Tae Ho langsung maju menyerang Chung Woon. Dia berhasil mengungguli Tae Ho. Tapi saat dia hendak menebasnya, tiba-tiba dia melihat senjata terbang ke arahnya hingga dia harus melompat menghindarinya.


Gon muncul dan langsung menyerangnya. Sementara kedua pria itu bertarung dengan kekuatan seimbang, Tae Ho membawa Woo Jae kabur dari sana. Putera Mahkota tak segera mengejar mereka karena masih mengawasi segalanya.

Begitu para anak buahnya Tae Ho berhasil dikalahkan, Moo Ha memberi kode ke Putera Mahkota dengan bangga. Gon kabur kedalam hutan. Putera Mahkota memberinya isyarat mengizinkannya mengejar Gon, sementara dia sendiri pergi mengejar Tae Ho dan Woo Jae.


Yang tak diketahuinya, Hwa Goon sudah menunggu Ayahnya di tengah jalan dengan mempersiapkan dua kuda untuk mereka. Dia mengambil pedang ayahnya dan menyuruh mereka kabur sekarang juga.


Begitu mereka pergi, dia sengaja melukai tangannya sendiri seolah dia baru saja dikalahkan mereka. Putera Mahkota baru tiba saat kedua orang itu sudah cukup jauh dan tentu saja Putera Mahkota yang baik hati, jauh lebih mencemaskan Hwa Goon begitu melihatnya terluka.

Putera Mahkota langsung membebat luka Hwa Goon dengan cadarnya hingga membuat Hwa Goon menitikkan air mata, benar-benar merasa bersalah karena dia telah mengkhianati Putera Mahkota dengan membantu ayahnya kabur.

"Saya... sungguh meminta maaf."

"Kenapa kau harus minta maaf padahal kau sampai terluka karena membantuku. Apakah sakit?"


"Saya tidak tahu akan sesakit ini." Isaknya. Dalam hatinya dia berjanji kalau dia tidak aka mengkhianati Putera Mahkota lagi. Dia langsung menyandarkan kepalanya di dada Putera Mahkota dan menangis di sana.

Putera Mahkota menepuk-nepuk punggungnya dan menenangkannya, "Kau pasti sangat terkejut. Sekarang sudah tidak apa-apa."

"Apa kau tahu, Yang Mulai. Bisa menangis dalam pelukan Yang Mulia seperti yang kualami sekarang, bagiku adalah saat paling membahagiakan dalam hidupku." Batin Hwa Goon.


Chung Woon dan Moo Ha melihat dari kejauhan saat pasukan kerajaan memindahkan peti-peti tembaga itu. Putera Mahkota dan Hwa Goon kembali tak lama kemudian. Putera Mahkota yakin dengan kaburnya Woo Jae dan Tae Ho, Dae Mok pun akan segera mengetahuinya.

Karena itulah Putera Mahkota harus segera pergi duluan ke ibukota dan menyerahkan tembaga-tembaga itu dalam penjagaan Chung Woon dan Moo Ha dan meminta mereka membawanya dengan hati-hati.


Mae Chang baru datang tak lama kemudian karena ada sesuatu yang harus dia urus. Putera Mahkota bertanya apakah Mae Chang mengabulkan keinginannya. Mae Chang hanya menjawabnya dengan senyum. Putera Mahkota senang, dia akan menunggu Mae Chang di ibukota.


Putera Mahkota dan Hwa Goon pun pamit lalu naik ke kapal yang akan membawa mereka ke ibukota. Melihat Hwa Goon termenung, Putera Mahkota cemas kalau dia tidak enak badan. Hwa Goon mengaku kalau alasan 'ada urusan' itu sebenarnya cuma alasan.

"Sebenarnya, aku bergabung karena ingin membantu Tuan Muda."

"Bisa aku bertanya alasanmu ingin membantuku?"

"Karena aku orangnya Tuan Muda. Jadi, bisakah kau mempercayaiku dalam segala situasi?"


Begitu tiba di ibukota, Hwa Goon langsung menemui ayahnya yang mondar-mandir cemas akan reaksi Dae Mok jika dia sampai mengetahui masalah ini. Dae Mok pasti akan marah besar dan menganggapnya manusia menyedihkan lagi.

Hwa Goon menasehatinya untuk jujur saja, tidak ada gunanya juga menutupi masalah ini. Woo Jae berusaha meminta Hwa Goon untuk mendapatkan tembaga untuknya. Tapi Hwa Goon menyangkal akan bisa mendapatkan tembaga sebanyak itu sekarang ini.

Dia menasehati ayahnya untuk jujur pada Dae Mok lebih cepat agar Dae Mok bisa bersiap dengan segala kemungkinan nanti. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana Hwa Goon bisa ada di sana tadi.

Hwa Goon beralasan kalau dia ada urusan bisnis di sekitar sana dan kebetulan melihat Woo Jae. Tapi kemana Tae Ho pergi. Woo Jae berkata kalau Tae Ho kepikiran sesuatu karena dia merasa aneh dengan serbuan pasukan kerajaan yang tiba-tiba itu.


Putera Mahkota menemui Woo Bo dimana dia mengaku kalau dia berniat memberikan tembaganya pada Ibu Suri agar Ibu Suri bisa memberikannya kepada kementrian keuangan. Hanya Ibu Suri satu-satunya yang bisa melawan Dae Mok. Karena itulah, Putera Mahkota aka mendukungnya dan melawan Pyunsoo-hwe.


Pertemuan mereka tersela saat seorang pedagang mengabarkan kabar buruk. Kepala Departemen Pengadaan Air sekarang ini pergi ke toko obat herbal milik Ga Eun. Panik, Putera Mahkota pun langsung melesat pergi untuk menyelamatkan Ga Eun.


Tae Ho dan anak-anak buahnya sudah tiba di sana saat itu dan langsung menuduh Ga Eun lah orang yang melaporkan isi gudang mereka pada Moo Ha. Ga Eun jelas menyangkal, dia bahkan tak tahu apa isi gudang itu.

"Tapi dilihat dari reaksi ekstremmu, pasti disana ada sesuatu yang tidak sepatutnya."

Dia tegas menyangkal melaporkan apapun dan langsung pergi, dia mau pergi ke Hanseongbu dan melapor soal gudang aneh mereka itu. Tae Ho sontak menghunus pedang, tapi Ibu Sun buru-buru maju menamenginya.


Ga Eun tak gentak dan menarik mundur Ibu Sun. Tae Ho langsung mengayunkan pedangnya... Ga Eun kontan menutup mata saat tiba-tiba pedang Tae Ho beradu dengan pedang lainnya.

Tapi yang datang menyelamatkannya bukan Putera Mahkota, melainkan Hyun Suk. Tae Ho akhirnya menurunkan pedangnya. Hyun Suk meminta Ga Eun untuk ikut dengannya, Raja ingin bertemu.


Mereka pergi... tepat saat Putera Mahkota baru tiba dan sudah tak ada siapa-siapa lagi di sana. Putera Mahkota langsung panik menanyakan dimana Ga Eun. Ibu Sun mengenalinya sebagai Chun Soo dan memberitahu kalau Ga Eun dijemput pengawalnya Raja untuk menemui Raja.


Sun menemui Ga Eun di greenhouse-nya. Dia langsung menanyakan bagaimana kabar Ga Eun selama ini, Ga Eun pasti banyak mengalami kesulitan. Ga Eun cuma diam dan buang muka.

Sun mengaku kalau dia mengingat Ga Eun, dia anak pria yang dieksekusi lima tahun yang lalu. Sun mengakui bahwa mengeksekusi Ayah Ga Eun adalah kesalahan terbesarnya. Dan karenanya dia meminta maaf. Ga Eun sontak mengepalkan tangannya makin erat dan menatapnya benci.

"Aku berharap bisa melakukan sesuatu untukmu. Adakah yang kau inginkan dariku? Aku Raja negeri ini. Aku bisa mengabulkan semua keinginanmu."

Ga Eun sinis mendengarnya. "Kalau begitu, bisakah reputasi ayah hamba dikembalikan? Bisakah namanya dibersihkan dan tarik tudingan pengkhianat darinya?"

Sun langsung tergagap gugup. Saat ini, dia belum bisa mengungkit masa lalu. Minta saja hal lain. Apa ada lagi yang ga Eun inginkan, dia bisa memberikan kekayaan jika Ga Eun mau.

"Selain mengembalikan kehormatan Ayah hamba, tidak ada hal lain lagi." Tegas Ga Eun.


Dia langsung pamit. Sun berusaha mencegahnya dan beralasan kalau dia membutuhkan seseorang untuk mengurus greenhouse-nya ini. Bisakah Ga Eun memenuhi tempat ini dengan tanaman herbal. Dia sering sakit kepala dan sulit tidur, tanaman herbal mungkin bisa membantu. Ga Eun dingin menerima perintahnya lalu pergi.


Begitu keluar istana, Ga Eun mendapati Putera Mahkota sudah menunggunya di sana dengan cemas.

Bersambung ke episode 15

1 comments:

Mbak sinopsis nya kok gak dilanjutin? Please lanjutin doong

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon