Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 15


Menatap kumpulan foto dan catatan di dinding bar itu, Ji Wook menyadari semua alibi yang dikatakan Hyun Soo hanyalah sebuah rekayasa yang dia buat berdasarkan foto-foto dan catatan yang dilihatnya di bar ini.

"Ada sebuah pepatah dalam Bahasa Latin, 'Jika ada yang salah pada sesuatu, maka semuanya akan salah'."

Dalam perjalanan kembali, dia berpapasan dengan Hyun Soo. Ji Wook sontak menatapnya tajam, "Jung Hyun Soo-ssi, siapa kau sebenarnya?"

Tapi dia mengucapkan itu hanya dalam hatinya dan alih-alih mengkonfrontasinya, dia pura-pura tersenyum dan mengajaknya balik ke bar. Tapi setibanya di bar, dia malah mendapati semua orang sudah teler.



Mereka akhirnya bersulang berdua saja dan Ji Wook mencoba menginterogasinya tentang keluarganya. Hyun Soo mengaku tak punya keluarga, semua orang dalam keluarganya pergi karena berbagai alasan.

Bagaimana dengan keluarganya Ji Wook sendiri? Ji Wook menjawabnya ambigu, mirip-mirip seperti itulah. Lalu apa apa Hyun Soo punya pacar? Tidak. Kenapa? Apa Ji Wook mau memperkenalkan seorang wanita padanya?

"Tidak. Satu-satunya wanita yang kukenal cuma... (lirik Bong Hee) Eun Bong Hee. Jadi kurasa aku tidak bisa memperkenalkan seorang wanita padamu."

Ji Wook beralasan kalau dia bertanya-tanya karena inilah yang biasanya saat seseorang ingin lebih dekat dengan orang lain, mereka akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang pribadi.

 

Tuan Bang sadar saat itu dan mengira kalau mereka lagi main truth or dare, dia ikut dong. Bong Hee tiba-tiba sadar dan mau ikutan main juga. Eun Hyuk juga tersadar saat itu dan mau ikut main juga, dia kan cinta Ji Wook.

Ji Wook pura-pura tak enak hati pada Hyun Soo atas kelakuan para rekan kerjanya ini, anggap saja mereka ini orang-orang gila. Saat mereka bersulang lagi, Ji Wook diam-diam meliriknya tajam lalu dengan cepat pasang senyum lagi.


Di kamarnya, Bong Hee menggerutu minta air dalam keadaan setengah sadar. Seseorang masuk menyodorkan air untuknya. Bong Hee langsung meminumnya lalu tidur lagi.


Keesokan harinya, Tuan Bang masuk kamarnya Bong Hee dan membawakannya segelas air. Dalam pandangan matanya yang kabur, Bong Hee melihatnya sebagai Ji Wook. Dia mencoba menajamkan penglihatannya tapi malah mendapati Tuan Bang.

Bong Hee sontak kaget dan mendesah kecewa. Tuan Bang langsung sakit hati dengan reaksi Bong Hee. Tak enak, Bong Hee berusaha meyakinkan kalau dia menyukai Tuan Bang. Tapi Tuan Bang sudah terlanjur kecewa dan pergi. Bong Hee kontan menggerutui dirinya sendiri dengan frustasi.


Tuan Bang mengeluh sedih ke Ji Wook, tapi yang dia keluhkan sebenarnya bukan Bong Hee melainkan Ji Wook. Dia sungguh tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang mereka lakukan.

Tapi begitu Ji Wook melempar tatapan tajam padanya, Tuan Bang cepat-cepat mengalihkan topik. Katanya Ji Wook mau minta bantuan lagi. Iya, Ji Wook ingin Tuan Bang menyelidiki Hyun Soo secara diam-diam.

Tuan Bang menggerutu lagi mendengarnya, mengingatkan Ji Wook kalau dia sudah bukan lagi seorang jaksa. Anggap saja ini penyelidikan latar belakang biasa.


Saat Tuan Bang hendak pergi, Ji Wook dengan canggung berterima kasih untuk segalanya. Karena Tuan Bang rela berhenti jadi PNS dan bergabung dengan firmanya, dia janji akan membayar Tuan Bang dengan baik.

Tuan Bang mengklaim kalau dia sangat senang di sini, dia sangat puas bisa bekerja bersama orang-orang hebat di firma hukum yang hebat ini.

Tapi Ji Wook malah menatapnya sangsi... soalnya kemarin malam saat Tuan Bang sudah teler, dia mengaku kalau hal yang paling dia sesali dalam hidupnya adalah saat dia menyerahkan surat pengunduran diri dan bergabung bersama mereka. Pfft!

Tuan Bang nyengir tanpa dosa, sepertinya tidak ingat ocehan mabuknya kemarin. Apa Ji Wook butuh penyelidikan Hyun Soo sekarang? Dia cuma paralegal di sini, pekerjaannya banyak. Ji Wook canggung, dia boleh melakukannya di saat senggang.


Oke. Tuan Bang pun berbalik... dan hampir saja jantungan melihat Bong Hee di belakangnya. Dia mendengar ekor pembicaraan mereka barusan dan langsung penasaran, Hyun Soo kenapa? Kenapa mereka mau menyelidikinya?

Tuan Bang santai menyuruh Bong Hee tanya sendiri ke Ji Wook lalu pergi. Ji Wook bingung harus jawab apa.

Flashback,


Kemarin saat dia memapah Bong Hee pulang, Bong Hee mengaku kalau dia amat sangat senang dan sangat berterima kasih. Setiap kali melihat Hyun Soo, dia merasa seolah dia sedang melihat dirinya sendiri. Bisa membebaskan Hyun Soo, benar-benar membuatnya merasa keren dan dihargai.

Flashback end.



Tak bisa menjawabnya, Ji Wook hanya berkata kalau Bong Hee belum waktunya tahu. Jika dia memberitahukan alasannya maka itu akan menjadi sesuatu yang harus Bong Hee ketahui.

Tentu saja jawaban Ji Wook itu malah membuat Bong Hee semakin penasaran. Hyun Soo kan kliennya juga, kenapa Ji Wook tidak memberitahunya. Suka-suka dia dong, dia tidak mau kasih tahu.

Dia langsung mengalihkan topik menanyakan keadaan Bang Hee pasca mabuknya semalam. Bong Hee balas dendam tidak mau kasih tahu. Bagaimana bisa Bong Hee bersikap tidak sopan pada mentornya.

"Aku seperti ini karena belajar darimu."

"Itu tidak benar. Kau memang selalu seperti ini."

"Aish!"

Mereka kontan menertawai perdebatan mereka sendiri. Tapi saat mereka kontak mata, keduanya langsung kembali canggung. Bong Hee pun buru-buru pergi.


Dalam rapat, Tuan Bang serius melapor tentang kasus selanjutnya. Tapi Tuan Byun tiba-tiba bersendawa dan menyela meeting hanya untuk menanyakan keadaan perut mereka pasca mabuk semalam.

Rapat akhirnya terabaikan karena semua orang menggerutu tentang semalam dan sepakat kalau mereka takkan minum-minum lagi. Tuan Byun bahkan bersumpah kalau dia sampai minum lagi maka Bong Hee boleh memanggilnya anak.

Bong Hee mendesis sebal, dia tidak mau punya anak kayak Tuan Byun. Tuan Byun tidak terima, memangnya kenapa? Dia kan ganteng dan kaya raya.

"Aku cuma mau uangnya," bisik Bong Hee.

"Kita bagi berdua," kata Tuan Bang.

BRAK! Ji Wook kesal menggebrak meja. Bisa tidak sih mereka rapat dengan benar satu kali saja?

 

Eun Hyuk baru datang saat itu dengan membawa kue dan meminta semua orang untuk meluangkan waktu lagi nanti malam, dia yang traktir. Dia punya wine dan champagne juga. Tapi semua orang yang masih trauma dengan mabuk semalam, kontan pergi menghindarinya.


Yoo Jung menginterogasi Kakaknya Koki Yang atas dugaan pengrusakan barang bukti dan sumpah palsu. Setelah mereka selesai, mereka berpapasan Ji Wook dan Bong Hee.

Ji Wook penasaran menanyakan apa alasan Prof Yang mengambil pigura foto itu, ada sesuatu di situ, bukan? Tapi Prof Yang menolak mengatakan apapun dan langsung pergi.

 

Hyun Soo berjalan-jalan di taman seorang diri dengan memakai headset saat tiba-tiba dia melihat seorang gadis yang juga sama-sama memakai headset, berjalan melewati... lalu menghilang. Hmm, sepertinya gadis itu cuma bayangan. Entah siapa dia.


Dia teringat kembali keluhan Bong Hee semalam saat Bong Hee menggerutui si pelaku, sama sekali tidak mengerti kenapa si pelaku melakukan hal yang sangat buruk kepadanya dan Hee Jun.

Hyun Soo membatin menjawab pertanyaan Bong Hee "Karena kau telah menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya. Tapi sayangnya kau tidak ada di sana, dan kau tidak mengenaliku saat berpapasan denganku. Aku akan selalu mengawasimu. Dan jika kau tidak pernah mengetahui tentangku, kau akan selalu mengingatku sebagai orang baik."


Dia lalu menelepon Bong Hee dan dengan manisnya berkata kalau dia sedang jalan-jalan sendirian di taman dan tiba-tiba dia ingin menelepon karena dia merasa bersalah sekaligus berterima kasih pada Bong Hee.

Ji Wook baru turun saat Bong Hee menerima teleponnya dan langsung menempelkan kupingnya ke Bong Hee. Bong Hee mau-mau saja saat Hyun Soo mengajaknya ketemuan. Dia berusaha berputar menghindari Ji Wook tapi tapi Ji Wook terus saja menempelinya.


Tepat saat itu juga, Yoo Jung melihat kedekatan mereka dan langsung sedih. Ji Hye melihatnya dan langsung heran, kenapa Yoo Jung menangis di sini. Yoo Jung malah protes kalau dia akan mengajari Ji Hye bicara yang sopan lain kali.

Ji Hye cuma bisa mendesah kecewa mendengarnya. Dulu sebelum kenal Yoo Jung dengan baik, Yoo Jung kelihatan keren banget. Tapi sekarang dia mulai hilang respek pada Yoo Jung.

Begitu menutup telepon, Bong Hee langsung kesal, Ji Wook kenapa sih? Hyun Soo cuma ingin bertemu karena dia merasa sangat berterima kasih. Ji Wook protes balik, dia juga berhak untuk mendapatkan rasa terima kasih dari Hyun Soo. Jadi mari kita temui dia bersama.

Kesal mendengar pembicaraan mereka, Ji Hye pura-pura tak sengaja menubruk Bong Hee hingga Bong Hee jatuh ke pelukan Ji Wook. Opps, Maaf!

Ji Wook dan Bong Hee kontan jadi kikuk karena kedekatan mereka. Ji Wook buru-buru melepaskannya dan bersikeras mau ikut menemui Hyun Soo bersama.


Saat mereka hendak masuk lift, mereka malah melihat Jaksa Jang didalamnya. Bong Hee sontak membeku ketakutan. Dia berusaha memberanikan diri sebelum melangkah masuk. Tapi Ji Wook tiba-tiba mencegahnya dan masuk duluan ke lift.

Begitu lift membuka di lantai bawah, Bong Hee langsung menarik tangan Ji Wook keluar. Tapi Ji Wook malah sengaja melepaskan tangan Bong Hee, dan menutup lift kembali dan beberapa orang yang hendak naik lift pun urung masuk begitu melihat Jaksa Jang.


Berduaan di lift, Ji Wook langsung to the point memperingatkan Jaksa Jang untuk tidak lagi menyentuh Bong Hee. Dia mengerti kalau Jaksa Jang membutuhkan seseorang untuk dibenci dan disalahkan, tapi tidak seharusnya dia bertindak kelewat batas.

"Jika sekali lagi anda mencoba menyakitinya, saya bukan orang rendahan seperti anda, jadi saya akan menggunakan hukum untuk menghukum anda. Tapi terkadang, saya cenderung melakukan sesuatu yang agak nekat."

"Apa kau mengancamku lagi?"

"Iya. Saya mengancam anda. Jadi dengarkan saya baik-baik. Jika sekali lagi anda menyakiti Bong Hee, aku akan melakukan hal yang sama persis terhadap anda. Jadi, jangan sentuh Bong Hee lagi."

Sebelum pergi, dia menasehati Jaksa Jang untuk naik lift khusus para eksekutif saja lain kali karena Jaksa Jang hanya membuat para pegawainya tidak nyaman. Dia mendapati Bong Hee menunggunya di luar.


Dia hendak menjelaskan, tapi Bong Hee langsung kesal dan memperingatkannya untuk jangan lagi ikut campur dalam urusannya. Ji Wook menolak, bahkan sekalipun dia dan Bong Hee tidak saling mengenal dekat, dia akan tetap ikut campur dan berusaha menyelesaikan masalah ini.

"Kau sudah menderita kerugian besar dengan melakukan itu. Kau kehilangan pekerjaanmu sebagai jaksa dan berhenti dari pekerjaanmu di firma hukum. Kau mau menderita bagaimana lagi? Apa kau senang menderita?"

Ji Wook mengakui Bong Hee benar. Tapi ini adalah pilihan yang dipilihnya sendiri, Bong Hee tidak bersalah.

"Setelah dipikir-pikir, kau mungkin benar. Ini benar-benar hubungan yang sial. Ini peringatan. Aku sangat marah. Sama seperti bagaimana aku menghormati dan mendengarkanmu, aku juga memintamu untuk menghormati dan menuruti keinginanku."

 

Bong Hee buru-buru pergi dan menyandarkan dirinya di sebuah pohon. Dia benar-benar tidak bisa berhenti menyukai Ji Wook, rasanya terlalu sulit. Ji Wook melihatnya, tapi tidak mengatakan apapun dan tidak pula mendekatinya.


Di kantor, Eun Hyuk semangat mengajak semua orang untuk pulang kerja lebih awal dan makan malam bersama hari ini, dia yang traktir. Tapi tak ada yang mau, Tuan Bang menjelaskan kalau semua orang masih tidak enak badan hari ini.

Eun Hyuk tampak kecewa melihat semua orang yang sedang murung, apalagi saat dia mendapati kue yang dibawanya ternyata tinggal sepotong entah kapan mereka memakannya. Seperti biasanya, Eun Hyuk hanya ketawa garing untuk menutupi kekecewaannya.


Eun Hyuk lalu pergi ke taman sendirian lalu mendirikan tenda di sana dan menyalakan lilin di atas kuenya yang tinggal sepotong. Oh, ternyata hari ini dia ultah. Poor Eun Hyuk harus merayakan ultahnya sendirian.


Dia tengah memakan kuenya saat Yoo Jung datang. Dia mengucap selamat dan mengklaim kalau dia hanya kebetulan lewat karena dulu ini adalah tempat yang sering mereka kunjungi.

Dia pura-pura mau pergi. Eun Hyuk tampak ingin mencegahnya, tapi urung. Yoo Jung akhirnya kembali dan duduk di sampingnya dengan alasan kakinya sakit.


Ji Wook ternyata ingat juga kalau ini hari ultahnya Eun Hyuk. Dia ingin mengirim sms selamat ultah, tapi galau bagaimana harus menyampaikannya. Dia mencoba mengetik sms ucapan selamat seperti layaknya seorang teman, tapi kemudian menggantinya dengan kalimat lebih formal seolah mereka cuma sekedar rekan kerja.

Tapi tetap saja dia ragu dan akhirnya menghapusnya lagi. Dia terus mencoba lagi-lagi, mencari kata-kata yang lebih tepat... Tepat saat dia baru mengetik huruf 'S', dia tak sengaja hampir bertubrukan dengan Bong Hee.

Dan gara-gara itu sms-nya yang belum jadi itu malah tak sengaja terkirim. Ji Wook kontan mengumpat kesal. Bong Hee kaget. Ji Wook panik menjelaskan kalau dia umpatannya itu bukan untuk Bong Hee. Bong Hee dingin menanggapinya, tidak masalah kok kalau umpatan itu untuknya.


Eun Hyuk jelas tersenyum senang membaca sms Ji Wook itu. Yoo Jung mengaku kalau dia memberitahu Ji Wook kalau dia meninggalkan Ji Wook karena dia merasa cintanya Ji Wook tidak cukup.

Dia menyadari semua ini kesalahannya. Tapi dia berharap mereka tidak membencinya sampai seperti ini. Apa Eun Hyuk membencinya sebesar itu? Eun Hyuk berbohong mengiyakannya.

Flashback,


Semalam saat mereka bermain truth or dare, Tuan Bang bertanya siapa orang yang paling mereka benci di dunia ini. Eun Hyuk mengaku bahwa ada seseorang yang sangat dia benci. Tapi terlepas dari kebenciannya, dia seseorang yang tidak bisa dia benci.

Flashback end.


Eun Hyuk menegaskan kalau dia tidak menyukai Yoo Jung. Sedih, Yoo Jung memberikan hadiahnya, mengucap selamat ultah untuknya lalu pergi.


Malam harinya, Hyun Soo menemui Kang Chan Soo yang ternyata rekannya. Tapi tampak jelas Chan Soo ketakutan padanya. Hyun Soo kesal karena biasanya Chan Soo tidak membuat kesalahan, lalu bagaimana bisa ada jejak kaki dan kancing baju yang bahkan tidak pernah dia tinggalkan disana.

Chan Soo dengan takut-takut mengklaim kalau dia juga tidak tahu, mungkin dia membuat kesalahan. Chan Soo kontan menyudutkannya dengan kesal. Yah, semua orang bisa membuat kesalahan, tapi hanya satu kali.

Bersambung ke episode 16

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon