Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 16


Hyun Soo memperingatkan kalau hal seperti ini smapai terjadi lagi, maka dia tidak akan menganggapnya sebagai sebuah kesalahan, tapi niat Chan Ho untuk berkhianat dan menikamnya dari belakang.

Sekarang mereka harus tetap melanjutkan apa yang harus mereka lakukan. Sudah 3 orang yang menghilang, dan akan ada 4 orang lagi yang menghilang dan Chan Ho harus membantunya untuk itu. Hanya itu satu-satunya cara bagi Chan Ho untuk menebus kesalahannya.


Ji Wook lagi-lagi mencoba tidur dengan mendengarkan lagu klasik, tapi gagal. Bong Hee mendengarnya dari bawah dan langsung mendesah prihatin menyadari Ji Wook tidak bisa tidur lagi.

Beberapa hari berikutnya, Ji Wook dan Bong Hee menjalani hari-hari mereka seperti itu terus, tanpa saling bicara tapi diam-diam saling memperhatikan.



Bong Hee memberitahu Eun Hyuk kalau dia sudah memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya. Dia tidak akan menyukai Ji Wook lagi, dia hanya akan mengagumi Ji Wook sebagai penggemarnya saja. Penggemar yang tak mengharapkan apapun lagi dari Ji Wook. Dia akan berhenti mencintai Ji Wook sebagai wanita. Dia bahkan mengklaim kalau dia sudah berhenti 98%.

Tapi Eun Hyuk menatapnya tak percaya... karena saat Bong Hee mabuk malam itu, dia sebenarnya mengaku kalau dia akan mencintai Ji Wook sampai mati.

Melihat Bong Hee tampak begitu bersedih, Eun Hyuk tiba-tiba menawarkan bantuannya karena tak ada yang tahu lebih baik daripada dirinya tentang bagaimana rasanya mengagumi seseorang.


Melirik sekilas ke belakang, dia langsung menyuruh Bong Hee mendekat padanya dan tertawa... tepat saat Ji Wook muncul di balkon bersama Tuan Bang. Bong Hee bingung mendengar perintah Eun Hyuk tapi dia tetap menurutinya saja dan tertawa gaje.

Rencana Eun Hyuk sukses membuat Ji Wook cemburu dan hampir saja menyemprot mereka dengan air lagi. Tapi dia melihat tatapan aneh Tuan Bang dan akhirnya membatalkan niatnya.

"Bagus. Kau harus bersikap sesuai usaimu." Goda Tuan Bang.


Kembali ke dapur, mereka langsung diperotes Tuan Byun yang lagi cuci piring pakai celemek gambar kartun. Dia tidak terima karena disuruh cuci piring terus setiap hari. Ji Wook dan Tuan Bang santai meletakkan gelas-gelas bekas kopi mereka di tangannya dan mengingatkan kalau Tuan Bang harus menjalani hukumannya (karena kalah dalam truth and dare).

Eun Hyuk dan Bong Hee masuk sambil terus berbincang tentang Bong Hee yang mau ketemu sama Hyun Soo hari ini. Ji Wook kontan cemas mendengarnya.


Tuan Bang mengaku kalau dia tidak mendapatkan apapun yang berarti tentang Hyun Soo. Dia memang tidak punya keluarga dan tidak punya kenalan juga. Kalau begitu, Ji Wook meminta Tuan Bang untuk memeriksa apakah apa ada keluarga almarhum atau kenalakannya yang jadi korban kejahatan.


Dia melihat Bong Hee keluar saat itu dan langsung diam-diam membuntutinya. Di restoran, Hyun Soo mengaku kalau dia sudah berhenti dari pekerjaannya. Dia pegawai kontrak dan terlebih, dia pernah dipenjara.

Bong Hee prihatin mendengarnya. Dia mengerti betul bagaimana perasaan Hyun Soo dan apa yang dialaminya ini. Dia ingin membantu, Hyun Soo dengan sopan menolaknya dan berjanji akan mentraktir Bong Hee lain kali.

Tepat saat itu juga, Ji Wook berusaha mengendap-endap masuk ke restoran mencari mereka. Tapi dia terlalu kentara dan langsung ketahuan saat dia baru masuk. Ji Wook cuma bisa ketawa canggung dan menyapa mereka seolah tak sengaja bertemu.


Mereka berpisah dengan Hyun Soo tak lama kemudian. Ji Wook berusaha menghindar, tapi Bong Hee langsung mengkonfrontasinya. Dia sama sekali tak percaya kalau ini cuma kebetulan.

Baiklah, Ji Wook mengakui kalau dia memang membuntuti Bong Hee. Kenapa Ji Wook membuntutinya. Karena... pengen aja. Bong Hee tak percaya dan menuntut Ji Wook untuk mengatakan apa yang sebenarnya dia rahasiakan darinya dan ada apa dengan Hyun Soo. Apa yang Ji Wook curigai.


Senyum Hyun Soo perlahan menghilang saat dia berjalan semakin jauh. Sepertinya dia mulai curiga, teringat kembali segala keanehan Ji Wook yang tiba-tiba menanyainya tentang keluarga dan pacar lalu dan kemunculannya di restoran tadi yang jelas-jelas membuntuti mereka.

Dia langsung menoleh kembali ke mereka, pura-pura tersenyum saat Ji Wook menoleh padanya. Tapi Ji Wook tidak membalas senyumannya, malah menatapnya tajam.

Ji Wook hendak memberitahu Bong Hee tentang alibinya Hyun Soo. Tapi tepat saat itu juga, Bong Hee ditelepon ibunya. Ji Wook akhirnya membatalkan apapun yang ingin dikatakannya, mereka bicara nanti saja setelah Bong Hee kembali.



Bong Hee menemui ibunya di restoran pizza. Bong Hee bercerita tentang bosnya yang keren abis, tampan, gagah dan sangat pengertian. Di meja sebelah, Bok Ja sinis mendengar percakapan mereka.

Tapi Bong Hee mulai berkaca-kaca saat dia berkata kalau bosnya itu sepertinya dilahirkan untuk membuatnya kena serangan jantung. Bosnya itu selalu membuat jantungnya berdebar kencang dan dia seperti berubah jadi gadis kecil.

"Tapi dia menolakku. Begitulah akhirnya."

"Jadi kau mau menyerah? Kau pikir bisa bertemu orang yang begitu kau sukai lagi dalam hidupmu?"


Bok Ja prihatin mendengarnya. Tapi kemudian ia berdecih sinis, tak mungkin ada pria semacam itu... kecuali putranya dan tepat saat itu juga, Ji Wook menelepon.

Mereka bertemu di luar di restoran. Bok Ja sengaja bertemu Ji Wook di luar soalnya didalam ada dua orang wanita aneh. Bok Ja bahagia bisa melihat wajah putranya lagi, tapi sepertinya Ji Wook kurusan.

"Aku sangat terpesona dari waktu ke waktu. Kapan kau tumbuh seperti ini. Sepertinya baru kemari kau menangis dalam pelukanku karena tak bisa tidur."

Flashback,


Saat Ji Wook masih kecil, Bok Ja berusaha menenangkan Ji Wook yang menangis sesenggukan dalam pelukannya, meyakinkan Ji Wook dan berjanji kalau ia tidak akan pernah meninggalkan Ji Wook dan akan selalu ada di sisi Ji Wook.

Flashback end.


Bok Ja senang karena sekarang Ji Wook sudah dewasa. Tidak, Ji Wook tidak merasa kalau dia sudah dewasa. Kenapa?

"Hanya karena... aku pengecut."


Kembali ke kantor, Ji Wook masih mencoba memikirkan kasus ini. Tiba-tiba dia ingat, dalam setiap persidangannya Hyun Soo, dia selalu melihat Chan Ho duduk di bangku penonton paling belakang.

Ji Wook langsung pergi ke kantor polisi untuk menemui Chan Ho dan to the point bertanya apakah Chan Ho kenal dengan Koki Yang. Chan Ho terdiam sesaat sebelum menyangkalnya. Kalau begitu, Ji Wook menduga kalau Chan Ho pasti kenal dengan Hyun Soo.

Chan Ho menyangkal, tapi sambil menghindari tatapan mata Ji Wook. Lalu kenapa Chan Ho selalu hadir di setiap sidangnya? Tuntut Ji Wook. Chan Ho beralasan kalau kadang-kadang, dia harus hadir di persidangan sebagai saksi yang memeriksa TKP.

"Aku bisa dengan cepat mencari tahu apakah itu benar atau tidak," ujar Ji Wook.

Dia lalu memberikan kartu namanya pada Chan Ho. Sekarang dia semakin yakin ada sesuatu. Telepon dia kapan saja, Ji Wook berjanji akan membantu jika ada yang bisa dia lakukan untuk Chan Ho.


Sendirian di kantornya, Chan Ho galau menonton berita penangkapan Hyun Soo. Menatap kartu nama Ji Wook, dia tampak memutuskan sesuatu lalu pergi.


Ji Wook membaca kembali semua dokumennya, berpikir kalau Hyun Soo benar membunuh Koki Yang maka pastinya dia punya motif. Yoo Jung meneleponnya saat itu dan mengabarinya kalau mereka sudah menemukan pigura foto yang hilang itu dan meminta Ji Wook datang.

Ji Wook tak enak menemuinya dan berusaha meminta Yoo Jung mengirimnya saja. Tapi tidak bisa, ini barang bukti jadi tidak boleh dibawa keluar dari kantor kejaksaan.

Ji Wook bergegas pergi menemui Yoo Jung dan tanpa basa-basi meminta diperlihatkan foto pigura itu. Begitu melihat foto itu dan catatan ayat Alkitab-nya, Ji Wook menyadari kalau pembunuhan ini kemungkinan karena balas dendam.


Chan Ho akhirnya memutuskan untuk menelepon Ji Wook. Tapi sayangnya, Ji Wook terlalu fokus melihat foto-foto bukti dan ponselnya pun hanya bergetar didalam tasnya.

Tak bisa menelepon Ji Wook, Chan Ho akhirnya menelepon Bong Hee dan mengaku kalau dia tahu siapa yang membawa sepatu itu. Mereka sepakat bertemu... tanpa menyadari kalau Hyun Soo ternyata menyadap percakapan mereka.

Dalam perjalanan, Bong Hee berusaha menelepon Ji Wook. Tapi Ji Wook sama sekali tidak mendengar ponselnya berbunyi saking fokusnya membahas kasus ini bersama Yoo Jung.


Selesai membaca laporan pemeriksaan sidik jari pada pigura itu, Ji Wook akhirnya mengembalikannya ke Yoo Jung dan pergi. Dan baru saat itulah dia mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan dari Bong Hee yang mengatakan kalau dia mau pergi menemui Chan Ho di taman Hanmoo. Ji Wook sontak panik dan langsung ngebut kesana.


Bong Hee sudah tiba di parkiran taman saat itu. Tapi saat dia hendak masuk, tiba-tiba dia ragu dan ketakutan. Akhirnya dia urung masuk dan jongkok di sana menunggu Ji Wook.


Chan Ho sudah menunggu didalam taman sambil mondar-mandir cemas. Tiba-tiba Hyun Soo meneleponnya dan menanyakan keberadaan Chan Ho. Chan Ho berkelit kalau dia sedang di luar sekarang.

"Begitu? Aku menelepon karena tempat ini gelap dan besar, susah mencarimu. Tapi sepertinya aku menemukanmu."

Chan Ho kontan membeku menyadari Hyun Soo ada di sini, bahkan saat itu juga Hyun Soo sudah muncul di belakangnya.


Ji Wook akhirnya tiba tak lama kemudian dan langsung mendesah lega saat mendapati Bong Hee jongkok di parkiran. Dia langsung mengomeli Bong Hee saking cemasnya, bagaimana bisa Bong Hee datang ke tempat seperti ini seorang diri.

"Bagaimana jika terjadi sesuatu? Apa yang akan kau lakukan? Dan bagaimana denganku? Apa yang bisa kulakukan? Astaga, En Bong Hee. Kau itu merepotkan. Kau menyusahkan, tahu?!"

"Lalu aku harus bagaimana? Dia meneleponku dan kau tidak mengangkat teleponmu."

"Kau seharusnya menungguku."

"Aku menunggumu. Tasinya aku mau pergi sendiri. Tapi rasanya salah. Rasanya seolah akan ada yang terjadi dan kau mungkin akan memarahiku. Lebih dari itu, aku ketakutan. Jadi aku kembali dan menunggumu di sini." Bong Hee buru-buru menghapus air matanya yang menggenang dan membuat lensa kontaknya terlepas.


Mereka akhirnya pulang. Tapi saat Bong Hee hendak masuk kamar, Ji Wook menariknya kembali dan meminta maaf. Bong Hee menatap matanya, mau lihat apakah Ji Wook sungguh-sungguh atau tidak dan langsung senang melihat kesungguhan dalam tatapan matanya.

Tapi saat dia hendak menjauh, Ji Wook tiba-tiba menariknya kedalam pelukannya dan memeluknya erat. Saat dia melepaskan pelukannya, dia menangkap wajah Bong Hee lalu menciumnya mesra.

Bersambung ke episode 17

13 comments

Ommooo...ga sabar nunggu kelanjutannya...bikin baper dibulan ramadhan nih...hihihi...makasih sinopsisnya mba...fighting

Aduhhh,,,bikin greget az tuh Jin Wook... d tunggu next eps nya ya
Gumawo..

Aduhhh,,,bikin greget az tuh Jin Wook... d tunggu next eps nya ya
Gumawo..

Buka puasa ditemenin yang manis ji wook oppa..mksih sinpsisnya..

Berbukalah dgn yg maniez n enk di liat chang wook oppa daebak :-)

Berbukalah dgn yg maniez n enk di liat chang wook oppa daebak :-)

Akhirnya ada jg skene kissunya ji wook sama bohee hehehe jdi baper

Hadooouuuhh masih nunggu minggu depan lg. Ga sabar pgn liat ji wook stlh kissnya sm bo hee bakal ngakuin perasaannya ga ya. Makin greget sm penjahatny mksdny ap sih mereka. Thx sinopsisny y

Bapeeerr bapeerrrrr 😍😍

Min kok sinpsis drama cicle kok gak lanjutin episodenya dramanya bikin penasaran. Kok cuma episode 2 bgian satu ja yg ada episode yg lainnya mana. Aku tunggu sinopsis drama cicle.

Ngak sampe episode 16 ya .....masih lanjut

Ngak sampe episode 16 ya .....masih lanjut

Makin penasaran....baca siang -siang mah harus banyak istigfar..lgi puasa..di tunggu lanjutannya..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon