Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 23


Begitu menemukan Bong Hee, Ji Wook langsung berlari padanya dan memohon pada Bong Hee untuk mencintainya sekarang juga. Dia meminta maaf karena tidak menepati janjinya untuk menunggu Bong Hee dan memohon sekali lagi agar Bong Hee mencintainya sekarang juga.

Tentu saja Bong Hee ingin mencintai Ji Wook tapi dia merasa tidak bisa melakukan itu, dan akhirnya hanya bisa menangis dalam pelukan Ji Wook.

Dia masih terus termenung sedih di kamarnya, benar-benar tak tahu apa yang harus dilakukannya. Saat dia keluar kamar, Ji Wook yang sedari tadi menunggu di luar, langsung menghadangnya dan menuntut apa yang sebenarnya terjadi pada Bong Hee.

Bong Hee melempar pertanyaan itu kembali ke Ji Wook, kenapa Ji Wook tiba-tiba menyatakan perasaannya di tengah jalan dan membuatnya merasa terbebani.

"Aku hanya... tiba-tiba merasa kalau aku menyia-nyiakan waktu."

Sekarang jawab pertanyaannya, Ji Wook yakin terjadi sesuatu pada Bong Hee. Bong Hee masih ragu untuk mengakui tentang Hyun Soo. Sambil menghindari kontak mata dengan Ji Wook, dia beralasan kalau dia hanya merasa lelah saja hari ini dan kebetulan Ji Wook muncul dan hanya karena itulah dia menangis.
 

Tapi tentu saja Ji Wook tak mempercayainya. Dia memperhatikan Bong Hee dengan seksama dan menduga dengan tepat kalau alasannya pasti karena Hyun Soo, apa yang sebenarnya Bong Hee ketahui tentang Hyun Soo.

Bong Hee heran mendengar pertanyaan itu dan balas bertanya, apa yang Ji Wook sendiri ketahui tentang Hyun Soo. Ji Wook ragu sesaat sebelum akhirnya mengakui kecurigaannya bahwa Hyun Soo mungkin pembunuh Koki Yang. Tapi ini hanya dugaanya saja karena dia tidak punya bukti untuk membuktikan dugaannya itu

Bong Hee jelas kesal mendengarnya, "Kenapa kau tidak memberitahuku saat kau tahu segalanya? Kau bilang tidak akan menyimpan rahasia dariku!"

"Baiklah. Seharusnya aku melakukan itu. Maafkan aku."

"Kalau begitu hentikan semuanya. Berhentilah menyatakan perasaanmu padaku."

"Maaf. Tapi aku tidak mau. Kenapa kita harus jadi seperti ini hanya karena baj*ng*n itu?"

 Ji Wook mengerti bagaimana perasaan Bong Hee, dia mengerti Bong Hee menyalahkan dirinya sendiri. Ji Wook tahu Bong Hee pasti berpikir kalau dialah yang membuat Ji Wook membela seorang penjahat dan membebaskannya. Dia tahu betapa sulitnya hal yang harus Bong Hee alami.

Tapi Bong Hee salah. Ini hanya sebuah kecelakaan, dia terlibat kecelakaan dengan Hyun Soo. Dan Ji Wook ingin melalui kecelakaan ini bersama Bong Hee. Keputusannya takkan berubah walaupun Bong Hee menyuruhnya pergi.

"Aku akan menangkap Jung Hyun Soo. Kau harus membuat keputusan. Apa kau ingin kita melewati semua ini sendiri-sendiri atau bersama? Aku... ingin kita melewatinya bersama."

 

Hyun Soo terus membuntuti pria itu sampai pria itu sampai ke apartemennya. Dari kejauhan dia melihat lampu apartemen pria itu menyala dan bergumam, "Lama tak bertemu, kawan."


Di tempat lain, seorang wanita muda berusaha melarikan diri secepat mungkin dari pacarnya yang satu tangannya tampak di-gips. Pria itu berhasil mengejar si wanita dan mendorongnya di tiang listrik lalu menodongnya dengan pisau.

Pria itu tidak terima diputusin si wanita dan langsung menyerangnya hingga menggores tangan si wanita. Untunglah saat pria itu hendak menusuknya, seorang pelajar lewat dan menjerit ketakutan. Pria itu terpaksa mengurungkan niatnya dan melarikan diri.


Saat Bong Hee masih merenungkan masalah ini, dia mendapat telepon dari temannya yang bernama Choi Yeon Woo. Tampaknya ada masalah karena Bong Hee langsung keluar saat itu juga.

Kebetulan Ji Wook sedang didapur saat dia keluar. Tentu saja dia penasaran Bong Hee mau kemana jam segini. Bong Hee berkata kalau temannya mengalami kecelakaan.

 

Tak lama kemudian, Ji Wook menemani Bong Hee ke kantor polisi dan menemui Yeon Woo yang ternyata wanita yang diserang mantannya tadi. Pria itu sekarang sudah ditahan. Masalahnya, biarpun ada bukti luka goresan di lengan Yeon Woo, Polisi tidak menemukan senjata yang Yeon Woo bilang digunakan untuk menyerangnya.


Ji Wook langsung menyela dan menurutnya luka goresan di lengan Yeon Woo itu tidak cukup untuk membuktikan dugaan penyerangan dan tidak ada bukti kalau luka mantannya Yeon Woo melakukan itu.

Bong Hee jelas tidak terima mendengar ucapan Ji Wook. Tapi Ji Wook menegaskan kalau dia hanya bicara fakta. Pria itu akan ditahan 48 jam dan mereka punya waktu sampai saat itu untuk menemukan bukti senjata itu.

Polisi berjanji akan berusaha memeriksa CCTV di sekitar TKP dan melakukan pencarian menyeluruh. Didalam sel tahanannya, pria itu gemetar menahan amarah. "Akan kubunuh dia!" Geramnya.

Episode 23: 48 Jam Kemudian.


Dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan Yeon Woo pulang, Ji Wook mencoba mencairkan keheningan dengan mengomentari persahabatannya dengan Yeon Woo. Sepertinya mereka teman dekat.

Bong Hee mengaku kalau dia bertemu Yeon Woo saat tengah mempersiapkan ujian negara. Yeon Woo adalah putri pemilik restoran yang sering dia datangi. "Aku kesal sekali, kenapa dia pacaran dengan si brengs*k itu."

Mendengar itu, Ji Wook berusaha menyemangatinya dengan menggenggam erat tangan Bong Hee dan semakin mempereratnya saat Bong Hee berusaha melepaskan diri.


Setibanya kembali ke kamarnya, Bong Hee terus merenung  memikirkan semua ucapan Ji Wook sepanjang malam bahkan sampai pagi tiba.

Dia lalu naik dan mengagetkan Ji Wook yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya pakai baju mandi. Dia langsung to the point berkata kalau dia sudah memikirkannya sepanjang malam dan akhirnya dia memutuskan untuk hidup tanpa rasa malu.

"Peduli amat. Kita harus bersikap egois dan hidup sesuka hati."

"Hah?" Ji Wook bingung.

"Kita mulai hari ini. Ini hari pertama kita. Dadah." Bong Hee langsung melarikan diri setelah itu.

Ji Wook jelas bingung "Apa maksudmu?"

"Kita mulai hubungan kita!" Teriak Bong Hee.


Ji Wook tidak langsung nyambung dan butuh waktu beberapa detik untuk mencerna maksudnya. Senyumnya kontan mengembang lebar begitu menyadari maksud Bong Hee, "Aku punya pacar sekarang."

Bong Hee pun tak percaya dengan apa yang barusan dilakukannya. Lega juga karena akhirnya dia mengatakannya. Senyumnya tak kalah lebar memikirkan ini hari pertama jadian mereka.


Di ruang rapat, Eun Hyuk bingung melihat Tuan Byun dan Tuan Bang yang tampak lesu hari ini. Ji Wook dan Bong Hee datang tak lama kemudian dengan senyum lebar. Eun Hyuk kontan mendengus heran dengan suasana aneh hari ini. 

Tuan Byun dan Tuan Bang mengaku tak bisa tidur semalaman, semuanya gara-gara ucapan si pria sinting (Tuan So) tentang adanya 2 orang di tempat ini yang akan mati. Tuan Byun yakin kalau dua orang yang dimaksud itu pasti dirinya dan Tuan Bang.

Ji Wook mengerti, mereka belum mendengar berita kematian Tuan So. Tapi dia ragu mengatakannya dan akhirnya tidak bilang apa-apa. Teringat akan ucapan terakhir Tuan So padanya, Ji Wook memperingatkan semua orang untuk tidak bicara tentang orang yang akan mati.


Tapi Tuan Byun tidak bisa berhenti memikirkannya, apalagi Dokter menyuruhnya untuk check-up ulang, dia yakin kalau dia punya penyakit serius.

"Pengacara No baru saja bilang kalau kita tidak boleh membahas itu." Sela Bong Hee.

"Kau suka sekali memotong ucapanku!" Kesal Tuan Byun. Ujung-ujungnya kedua orang ribut lagi dan saling menyalahkan satu sama lain sampai membuat Ji Wook stres melihat perdebatan mereka.


Setelah rapat usai, dia menyeret Bong Hee ke tempat tersembunyi dan dengan canggung menyinggung tentang teman orang tuanya yang membesarkannya dan sekarang menjadi wali sah-nya. Dia pernah menceritakan itu pada Bong Hee, kan?

"Iya. Aku sungguh berpikir kalau mereka itu seperti malaikat."

"Tapi aku belum memberitahu mereka siapa, yah?"

"Iya. Siapa mereka?"

"Salah satunya adalah Tuan Byun."

"Aaaah, Tuan... Byun?"

Bong Hee langsung bengong memikirkan Tuan Byun yang selama ini selalu bertengkar dengannya dan menyebutnya 'Nona Kurang Bukti'. Bong Hee langsung ketawa garing, "Kita celaka."


Dia kembali ke mejanya tepat saat Tuan Byun lewat. Bong Hee kontan berubah sikap dan langsung cengengesan nggak jelas. Tuan Byun sampai aneh sendiri melihat senyum gajenya. Ngapain dia senyum-senyum? Jangan senyum! Bikin muak saja! Tuan Byun langsung pergi.

"Mati aku. Tamatlah riwayatku." Gumam Bong Hee.


Tuan Bang masih gelisah memikirkan penyelidikannya tentang Chan Ho dan teman-temannya. Dia lalu mendapat telepon dari seseorang yang memberinya kabar baik kalau dia sudah menemukan orang yang dicari Tuan Bang.

Ji Wook jelas penasaran mendengar teleponnya. Mereka lalu naik ke lantai atas untuk bicara berdua. Tuan Bang mengaku kalau dia sudah menemukan identitas salah satu temannya Chan Ho yang ada di foto.

Ji Wook jelas langsung ngomel-ngomel, dia kan sudah bilang untuk menghentikan penyelidikan sementara waktu. Oh, yah sudah, kalau begitu Ji Wook tidak perlu dengar hasil penyelidikannya. Dia mau pergi, tapi Ji Wook langsung mencegahnya. Tentu saja Ji Wook mau tahu, tolong beritahu dia.

Tuan Bang mengaku kalau dia menemui gurunya Chan Ho dan meminta Pak Guru untuk menyelidiki identitas dua pria di foto itu. Dan akhirnya, dia mendapat kabar tentang identitas salah satu dari pria itu. Dia seniornya Chan Ho dan namanya adalah Kim Min Gu.


Tepat saat itu juga, Ji Wook ditelepon Yoo Jung yang memberitahu kalau dia sudah mendapatkan identitas salah satu mayat yang mereka temukan di tandon. Namanya ada dalam database orang hilang. Dia hendak memberitahukan namanya, tapi Ji Wook bisa langsung menebaknya: Kim Min Gu.

"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Yoo Jung.

"Kapan laporan orang hilang itu diajukan?"


Mereka lalu rapat untuk mereview kasus ini. Chan Ho menghilang setelah dia berkata kalau dia ingin memberitahu Bong Hee tentang pelaku yang sebenarnya. Sementara Kim Min Gu diperkirakan menghilang pada hari yang sama dengan hari pembunuhan Hee Jun.

Senjata yag digunakan untuk membunuh Hee Joon, ukurannya kebetulan sama dengan ukuran senjata dalam kasus pembunuhan Koki Yang. Eun Hyuk menyimpulkan bahwa kemungkinan pelaku dari kedua kasus itu adalah orang yang sama. Dan orang itu adalah...
"Jung Hyun Soo," sahut Bong Hee.

Dia akhirnya memberitahukan tentang apa yang diketahuinya, bahwa Hyun Soo mendengarkan lagu yang sama dengan melodi yang dia dengar pada malam pembunuhan Hee Joon.

"Kita tidak punya bukti fisik, kan?" Tanya Eun Hyuk.


Ji Wook membenarkannya. Kalau begitu, Tuan Bang usul agar mereka mencari si pria kedua. Bong Hee cemas, takut terjadi suatu hal yang buruk pada pria itu juga. Tuan Bang meyakinkan kalau mereka masih punya harapan untuk menemukannya.

Tapi Ji Wook menegaskan kalau mereka akan menghentikan penyelidikan sampai di sini karena mereka tidak punya hak untuk melakukan investigasi. Dia akan menyerahkan penyelidikan kasus ini pada jaksa. Dia menegaskan bahwa semua orang yang ada di sini tidak boleh gegabah melakukan sesuatu.

Eun Hyuk sependapat dengan Ji Wook, "Aku akan beritahu Jaksa Cha."


Ji Wook mengakhiri rapatnya sampai di sini. Tuan Bang dan Eun Hyuk langsung beranjak pergi smeentara Bong Hee masih duduk gelisah di sana. Ji Wook cemas melihatnya, "Kau baik-baik saja?"

Bong Hee mengangguk, Ji Wook pun lega mendengarnya. Mereka romantis banget, tak peduli biarpun kedua pria lainnya masih belum pergi dan bisa mendengar mereka.

"Jangan menengok ke belakang," bisik Eun Hyuk.

"Aku bahkan tidak mau tahu," bisik Tuan Bang.

 

Eun Hyuk lalu pergi ke kantor kejaksaan untuk menemui Yoo Jung dan kebetulan bertemu Ji Hye juga disana yang kontan membuatnya teringat acara jambak-jambakannya Ji Hye dan Bong Hee waktu itu. Eun Hyuk mendengus geli teringat saat itu lalu buru-buru mengajak Yoo Jung keluar.

Eun Hyuk memberitahu Yoo Jung tentang kecurigaan mereka pada Hyun Soo. Teringat saat dia melihat sendiri saat Hyun Soo diam-diam tersenyum geli, Yoo Jung mengaku kalau dia juga merasa ada yang aneh dari diri Hyun Soo.

Eun Hyuk memberitahu kalau maksud kedatangannya adalah meminta Yoo Jung sebagai pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini. Yoo Jung setuju, tapi kenapa mereka terlibat sejauh ini dalam kasus ini. Demi keadilan... atau demi Eun Bong Hee?

"Tidak bisakah demi keduanya?"


Yoo Jung sakit hati mendengarnya, rasanya posisinya tergantikan oleh Bong Hee. Dia sudah kehilangan mereka karena kesalahannya sendiri dan sekarang dia harus menyelidiki kasus ini demi Bong Hee?

"Lalu bagaimana? Apa aku perlu mencari jaksa lain?"

"Tidak. Akan kulakukan. Tapi jangan terlalu kejam padaku. Hanya kalian teman yang kumiliki."

Eun Hyuk tampak jelas kecewa mendengar Yoo Jung yang masih menganggapnya sebagai teman. Tapi dia tak mengatakan apapun dan langsung pamit.


Tapi sebelum pergi, dia mewanti-wanti Yoo Jung untuk tidak menangani kasus ini sendiri karena Hyun Soo itu berbahaya. Mintalah bantuan penyidik yang kuat dan berpengalaman.

"Aku kuat dan berpengalaman. Aku bisa jaga diri dan melindungi orang lain." Tegas Yoo Jung.

"Yah, aku tahu. Mungkin aku terlalu lebay. Pokoknya berhati-hatilah." Eun Hyuk pun pergi

Bersambung ke episode 24

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon