Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 24


Ji Wook dan Bong Hee ke kantor polisi lagi tapi malah diberitahu kalau polisi masih belum bisa menemukan senjata itu walaupun mereka sudah berusaha menyisir area sekitar TKP. Senjata itu juga tidak terekam kamera CCTV dan ditambah lagi kejadiannya yang terjadi di malam hari.

Kalau begitu, Bong Hee hanya meminta informasi keberadaan tersangka sebelum dia ditahan. Setelah itu, Bong Hee berniat mau mencari bukti itu sendiri, Ji Wook tidak perlu ikut. Jika tersangka dibebaskan karena tak ditemukannya senjata, Bong Hee yakin kalau dia akan nekat lagi.

Baiklah, Ji Wook mendoakan semoga dia beruntung. Mereka pun berpisah jalan... sebelum akhirnya Ji Wook belok arah menyusul Bong Hee, tak mau meninggalkan Bong Hee seorang diri. Ayo cari senjatanya bersama.


Mereka pun menyusuri area sekitar TKP dan melihat sebuah toilet umum yang didatangi tersangka pada malam kejadian. Bong Hee sudah semangat mau masuk dan mencari senjata itu didalam, tapi Ji Wook melarang karena itu toilet cowok.

Jadilah Ji Wook masuk dan mencarinya seorang diri, tapi tetap saja dia tidak menemukan apapun. Mereka terus keliling melewati semua tempat yang pernah dilewati tersangka malam itu.

Bong Hee bahkan berniat mau mengobrak-abrik tong sampah, tapi Ji Wook melarang dan mengingatkan kalau kejadiannya sudah cukup lama, semua sampah hari itu pasti sudah diangkut. Bong Hee terus semangat keliling, tapi Ji Wook mulai lelah dan mengajaknya pulang.


Mereka akhirnya tiba di rumah saat petang dengan bau badan busuk sampai Ji Wook mau muntah, Eun Hyuk dan Tuan Bang sampai protes dengan bau badan mereka. Bong Hee mencoba mengendusi bau badannya sendiri tapi malah bilang kalau dia tidak mencium bau apapun, jelas saja dia langsung dapat tatapan aneh dari semua orang.

Dia memberitahu mereka kalau mereka masih belum menemukan senjata sementara mereka hanya punya waktu kurang dari 24 jam sebelum tersangka dibebaskan. Dia juga belum bisa menemukan saksi, dia hanya tahu sekolah yang mana.

"Perasaanku tidak enak tentang kasus ini. Rasanya, si brengs*k itu bertekad menyakitinya."

Ji Wook tiba-tiba teringat ucapan terakhir Tuan So padanya. Dia buru-buru menggelengkan kepala, mengusir ingatan itu sambil bergumam sendiri. "Tidak, takkan terjadi apapun. Semuanya baik-baik saja. Tidak mungkin."

Jelas saja semua orang langsung menatapnya keheranan. Tapi Ji Wook buru-buru mengalihkan topik dan mendorong Bong Hee ke kamarnya, mandi sana.


Hyun Soo menata foto ke-5 anggota firma sambil mengetuk-ngetukkan sebilah pisau. Dia berpikir kalau dia butuh alibi untuk rencana selanjutnya. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk memikirkan siapa targetnya dulu.


Semua orang berkumpul membahas kasus penyerangan ini. Jika tidak ada bukti maka tersangka akan dibebaskan dan mungkin cuma akan dikenakan denda. Tapi satu-satunya hal yang dipermasalahkan Ji Wook saat ini adalah kenapa Eun Hyuk dan Tuan Bang masih bekerja malam-malam begini.

"Kami punya banyak pekerjaan, Wook-ah, tidak seperti seseorang (Ji Wook)." Jawab Eun Hyuk

Tapi mereka kan bisa mengerjakannya di rumah mereka sendiri-sendiri, kenapa mereka masih bekerja di sini sampai selarut ini. "Ini hari pertama, hari pertama!" 
 
Tuan Bang mengoreksi, "Bukan. Ini pertengahan bulan. Tagihan kartu kreditku baru keluar kemarin."

Eun Hyuk mengerti maksudnya. Dia langsung bergantian menatap Bong Hee dan Ji Wook dengan curiga dan menduga, jangan-jangan hari pertama yang Ji Wook maksud adalah hari pertama 'itu'.


Bong Hee kontan terdiam kikuk dan Ji Wook buru-buru mengalihkan topik menyuruh Eun Hyuk untuk mencari saksi tak peduli biarpun Eun Hyuk sibuk dengan kasus lain.

Baiklah, Eun Hyuk akan lacak pelajar itu lewat sosmed saja. Dia bisa cari nama sekolahnya lewat hastag, dari situ mungkin ada postingan tentang kasus ini. Kalau tidak berhasil, maka dia bisa buat postingan tentang pelajar itu dengan menggunakan nama sekolah sebagai hashtag.

Tapi penjelasan panjang lebarnya itu cuma dapat tatapan kosong dari semua orang. Eun Hyuk sampai heran sendiri, masa mereka tidak punya medsos sama sekali? Itu cara orang menulis pengalaman sehari-hari.

"Oh, aku punya diary. Aku menulis di sana." Kata Bong Hee

"Alex Ferguson bilang, media sosial itu buang-buang waktu."

Wah, Eun Hyuk sungguh tak percaya mendengar mereka. Yah, baiklah. Kalau begitu, dia akan buang-buang waktu dulu dengan medsos dan mencari gadis itu sendiri. Dasar gaptek!


Kesal karena kedua pria itu masih juga belum pulang, Ji Wook langsung masuk dapur untuk membuat teh. Bong Hee menyusulnya, dia mengerti Ji Wook pasti stres seharian ini, dia lalu mengetuk bahu Ji Wook dan menghadiahinya kecupan kilat di bibirnya.

Ji Wook mupeng pengen lagi dan langsung membentangkan tangannya untuk menerkam Bong Hee. Tapi Bong Hee cepat menghentikannya, itu cukup untuk merayakan hari pertama mereka.


Bong Hee lalu keluar dari dapur dengan senyum lebar yang jelas saja membuat Eun Hyuk dan Tuan Bang menatapnya penasaran. Dia cepat-cepat menghapus senyumnya lalu masuk kamar.

Ji Wook menyusulnya dengan dua gelas teh tapi Bong Hee sudah kabur duluan. Melihat tatapan aneh Eun Hyuk dan Tuan Bang padanya, dia langsung memberikan teh itu pada mereka seolah dia masuk dapur cuma untuk membuatkan mereka teh.
Bong Hee cekikikan gaje saking bahagianya. Tapi senyumnya menghilang dengan cepat saat dia kembali memikirkan kasus temannya. Dia harus menemukan bukti atau saksi besok agar bisa memenjarakan tersangka.


Keesokan harinya, Eun Hyuk mengajari Ji Wook dan Bong Hee tentang cara posting foto selfie di Instagram. Bong Hee dan Ji Wook mencoba mempraktekkannya, selfie dan upload foto mereka di akun masing-masing dan terkagum-kagum sendiri setelah berhasil melakukannya.

Mereka lalu saling meng-like foto masing-masing dan mengabaikan Eun Hyuk sampai Eun Hyuk harus meng-like fotonya sendiri. Aigoo, poor Eun Hyuk.


Eun Hyuk lalu pergi ke sekolahnya si saksi mata itu. Dua orang siswi mengenalinya lewat postingan medsos dan langsung mendekatinya. Eun Hyuk langsung to the point menanyakan si pelajar di sekolah ini yang jadi saksi mata malam itu. Si siswi membenarkan, tapi masalahnya, anak itu tidak mau bersaksi.

"Serahkan masalah itu padaku, katakan saja dimana aku bisa ketemu dia?"


Bong Hee bertemu Ji Hye di kejaksaan untuk menanyakan pendapatnya tentang kejahatan yang dilakukan setelah putus cinta yang belakangan ini sedang marak terjadi. Ji Hye mengira kalau yang Bong Hee maksud adalah putusnya hubungannya dengan Hee Joon gara-gara dirinya.

"Bagaimana bisa kau jadi jaksa dengan otakmu itu," sinis Bong Hee.

Dia langsung nyerocos tentang statistik kasus penganiayaan yang dilakukan pasangan sebelum akhirnya menyatakan maksud kedatangannya. Dia ingin Ji Hye mengumpulkan semua kasus sebelumnya yang terkait dan lakukan penyelidikan untuknya.

Dia ingin Ji Hye menyebarluaskan penyelidikannya ke publik dan menginformasinya tindakan pencegahan pada mereka. Dia punya kasus terkait yang bisa dia serahkan pada Ji Hye.

Tapi Ji Hye pesimis duluan, kasus seperti ini tidak mudah. Tidak ada tindakan hukum yang bisa mencegah terjadinya kejahatan semacam ini. Selain itu, mereka harus berbuat jahat dulu baru bisa ditangkap dan dihukum.

"Sudah kuduga. Kau tidak mampu melakukannya. Buang-buang waktu saja." Sinis Bong Hee lalu pergi.


Di kantor, Bong Hee ditelepon Eun Hyuk yang saat ini masih mencari saksi. Bong Hee sungguh merasa tersentuh dan berterima kasih padanya. Ji Wook menatapnya cemburu dan saat Bong Hee tidak berterima kasih juga kepadanya, dia langsung protes cemburu.

"Bagaimana denganku? Aku juga berusaha keras!"

Tuan Bang dan Bong Hee sontak menatapnya dengan senyum geli. Malu, Ji Wook berusaha mengalihkan topik dengan ngomel-ngomel menyuruh Bong Hee untuk memeriksa pesan-pesannya Yeon Woo.

Dia sudah melakukannya kok, dan nanti dia akan pergi menemui Yeon Woo. Firasatnya mengatakan kalau dia harus menemani Yeon Woo malam ini. Ji Wook tak mau membiarkannya pergi sendiri dan ngotot mau ikut. Firasatnya mengatakan kalau dia harus ikut Bong Hee.


Sendirian di kantor, Tuan Bang mendapat telepon dari kenalannya yang menngabarkan kalau dia sudah menemukan identitas temannya Chan Ho yang satu lagi, namanya Lee Jae Ho. Tuan Bang ragu sejenak teringat peringatan Ji Wook untuk berhenti menyelidiki kasus ini. Tapi pada akhirnya dia tetap nekat pergi mencari Jae Ho.

Dia mengirim voicemail ke Ji Wook dalam perjalanan dan memberitahukan kalau dia mau menemui Jae Ho sekarang dan akan mengirimkan nomor telepon dan alamat Jae Ho pada Ji Wook buat jaga-jaga.


Bong Hee dan Ji Wook cemas mendengar Tuan Bang pergi sendirian. Bong Hee menyuruh Ji Wook menyusul Tuan Bang saja, dia akan menemui Yeon Woo sendiri. Ji Wook galau tapi akhirnya dia menurunkan Bong Hee di dekat toko Yeon Woo dan mewanti-wanti Bong Hee untuk berhati-hati.


Eun Hyuk masih terus berusaha mencari saksi mata itu saat dia ditelepon Pak Polisi yang memberitahunya kalau sekarang 48 jam sudah habis dan mereka harus membebaskan tersangka. Eun Hyuk terus berusaha membujuk Pak Polisi untuk menahan tersangka lebih lama dan tepat saat itu juga, dia akhirnya melihat saksi keluar.

Mereka lalu ke cafe, Siswi itu mengaku kalau dia takut bersaksi karena malam itu sebenarnya dia sedang bolos. Kalau dia bersaksi, ibunya pasti akan tahu kalau dia bolos. Dia bisa celaka kalau ibunya sampai tahu.

Eun Hyuk berusaha meyakinkan gadis itu kalau ibunya takkan tahu. Tapi saat itu tidak berhasil meyakinkannya, Eun Hyuk langsung ganti strategi dan mengancam jika dia tidak mau bersaksi maka Eun Hyuk akan memberitahukan segalanya pada ibu gadis itu. Bahwa dia bolos malam itu dan dia juga bolos hari ini.

Gadis itu akhirnya mengalah dan bertanya apakah unnie itu baik-baik saja, soalnya dia kan ditusuk pisau. Dia mengkonfirmasi kalau dia benar melihat adanya pisau. Kalau begitu apa dia melihat apa yang dilakukan pria itu pada pisaunya, dimana dia membuangnya.

"Iya, aku melihatnya. Dia menyimpannya dibalik gips-nya."


Pada saat yang bersamaan di kantor polisi, ada seorang pengacara sedang menemani kliennya yang ditahan. Mantannya Yeon Woo langsung memanggil pengacara itu dan dengan wajah sendu dia berusaha membuat pengacara itu membantu membebaskannya. Usahanya sukses membuat Pengacara bersimpati dan langsung protes ke Pak Polisi, menuntut pembebasan Mantannya Yeon Woo.

Pria itu berjalan keluar dari kantor polisi dan diam-diam mengeluarkan pisau yang memang disembunyikannya didalam gips tangannya.
 

Bong Hee dan Yeon Woo baru saja tiba didepan rumah Yeon Woo saat pria itu muncul dan langsung mengeluarkan pisaunya. Bong Hee maju melawannya dengan jurus-jurus bela dirinya dan berhasil mengalahkannya.

Yeon Woo benar-benar mencemaskan Bong Hee, tapi kecemasannya itu malah menganggu konsentrasi Bong Hee hingga dia tidak siap saat pria itu menyerangnya lagi dan berhasil melukai lengan Bong Hee.


Eun Hyuk langsung menelepon polisi begitu mendapat informasi itu, tapi malah diberitahu kalau pria itu sudah dibebaskan. Dia langsung menelepon Ji Wook dan menginformasikan masalah ini padanya.

Ji Wook yang sedang dalam perjalanan menyusul Tuan Bang, sontak balik arah. Saat dia tiba, dia melihat tempat itu sudah ramai oleh polisi dan petugas medis. Ji Wook sontak panik memanggil-manggil Bong Hee dan saat dia melihat Bong Hee di ambulance, dia langsung memeriksa Bong Hee mulai atas sampai ke bawah.

Bong Hee meyakinkan kalau dia tidak apa-apa, cuma tergores di lengan sedikit. Tapi tetap saja itu membuat Ji Wook emosi dan hampir saja menghajar pria itu kalau saja Bong Hee tidak cepat mencegahnya.


Dia terus meyakinkan Ji Wook kalau dia baik-baik saja. Lega, Ji Wook langsung menarik Bong Hee kedalam pelukannya. Bong Hee baru ingat dengan Tuan Bang, dimana dia. Ji Wook berkata kalau dia tadi sudah mau kesana. Tapi dia langsung kemari begitu Eun Hyuk menelepon.

Bong Hee menyuruh Ji Wook pergi menyusul Tuan Bang sekarang. Baiklah, dia meminta Yeon Woo untuk menjaga Bong Hee sebelum pergi. Tapi baru setengah jalan, dia langsung kembali lagi untuk memeluk Bong Hee, tak ingin meninggalkan Bong Hee. Tapi pada akhirnya dia melepaskan diri dan benar-benar pergi.


Tuan Bang tiba di apartemennya Jae Ho, dia mencoba menelepon nomornya dan mendengar suara ponselnya didalam. Sia mencoba membuka pintunya dan ternyata tidak dikunci. Sayangnya saat dia masuk, dia malah mendapati Jae Ho sudah tergeletak mati dan tampak genangan darah dari perutnya.

Ji Wook meneleponnya saat itu. Tapi saat dia baru mengangkatnya, tiba-tiba dia merasakan kehadian seseorang di belakangnya. Perlahan dia berbalik dan pria bermasker itu langsung menyerangnya.

Tuan Bang berhasil melawannya dan memelintar tangan pria itu. Tapi hanya sesaat, pria itu dengan cepat mendorongnya dan membanting Tuan Bang ke lantai. Tuan Bang berusaha melepas masker pria itu tapi gagal. Ji Wook semakin panik saat tak mendengar suara Tuan Bang dan langsung ngebut ke sana.


Tuan Bang berusaha mendorong pria itu. Tapi pria itu berhasil menggunggulinya dan membanting tuan Bang ke meja. Tubuh Tuan Bang terjatuh ke lantai dalam keadaan lemah. Pria itu menyeret Tuan Bang ke dekat mayat Jae Ho lalu pergi.


Ji Wook akhirnya tiba tak lama kemudian, tapi dia mendapati Tuan Bang terkapar di lantai dengan perut berdarah. Ji Wook berusaha membangunkannya, tapi Tuan Bang tidak bereaksi sedikitpun.

Dia mencoba menempelkan telinganya ke dada Tuan Bang dan seketika itu pula dia langsung histeris dan menangis pili menyayat hati, dia terus memanggil-manggil Tuan Bang sebagai Eun Ho hyung. Tapi Tuan Bang tetap tidak bereaksi sedikitpun.

Bersambung ke episode 9

4 comments

Makin seru ajah ni film...gag sabar nunggu sinopsisnyaa
Kak the ruler nya gag dilanjutin

Gomawo sinop nya dek ima.. Puji kmana yah... Sehat terus yah buat kalian..

Waiting for the next episode...i cant wait to watch ...i really like this movie...

Itu tuan bang meninggal ga yah...pdahal perannya ckup berkesan..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon