Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis Bride of the Water God Episode 2 - 2


Tak punya jalan lain, Soo Ri terpaksa harus melakukan cara ini. Dia mengaku bahwa saat dia datang ke dunia ini 55 tahun yang lalu, dia mengubur beberapa emas di suatu tempat. Dia tak menyangka kalau hari seperti ini akan tiba dan emas itu bisa sangat berguna juga ternyata.

Habaek sontak kesal, "Jadi sejak awal sudah ada jalan keluarnya. Tapi aku dipaksa menderita seperti ini?"

Soo Ri sebenarnya tak mau ke sana, soalnya tempatnya kotor. Itu tempat penampungan para dewa yang dibuang: Di kebun pir. Mereka pun segera pergi ke sana...

Tapi malah bengong melihat tempat itu ternyata sudah berubah penuh gedung-gedung tinggi. Pfft! Habaek jelas kesal, apalagi perutnya Soo Ri keroncongan terus.


Ahjussi pemilik sebuah restoran menghidangkan sebaskom besar nasi untuk seorang biksu yang kemudian memberinya sebuah ramalan peruntungan baik. Puas, Ahjussi pun mempersilahkannya makan.

Tepat saat dia baru mulai makan, Biksu melihat Habaek dan Soo Ri berjalan di luar. Awalnya dia tidak mengenali mereka. Tapi kemudian matanya sontak terbelalak lebar dan gemetaran.

 

Habaek benar-benar tak tahan mendengar bunyi perutnya Soo Ri. Dan tak lama kemudian, mereka akhirnya menggunakan sisa uang pemberian Soo Ah untuk membeli makanan untuk Soo Ri. Habaek penasaran, lapar itu seperti apa.

"Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Rasanya seperti membungkuk serendah mungkin."

"Menyedihkan. Hanya untuk hal semacam itu," sinis Habaek.

Soo Ri setuju. Habaek memang benar. Bahkan tanpa kekuatannya, Habaek tetaplah dewa. Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Soo Ri nyerocos panjang lebar tentang apa yang harus mereka lakukan. Jika mereka menunggu kekuatan Habaek kembali, akan sulit bagi mereka hidup di sini. Kenapa kira-kira Habaek kehilangan kekuatannya.


Habaek tiba-tiba menggeram kesal lalu menghardik seseorang untuk keluar dan menampakkan dirinya. Si Biksu itu akhirnya keluat dari persembunyiannya dan mendekat dengan takut-takut, "Apa anda Habaek-nim? Ini saya... Joo Geol Rin. Apa anda tak mengenal saya?"
 
Habaek tak mengenalinya. Geol Rin ngotot kalau Habaek mengenalnya, Habaek tidak boleh begini padanya. Saat itulah, Soo Ri baru ingat siapa Joo Geol Rin. Tapi tiba-tiba saja, Geol Rin melesat ke Habaek lalu melompat kedalam pelukannya dan mencium bibir. HAHAHAHA!


Habaek langsung melemparnya dengan kesal, tapi tetap tak mengingatnya. Geol Rin langsung ketawa ngakak, senang karena kekuatan Habaek benar-benar hilang. "Aku menunggu hari ini tiba. Kau... kau akan dalam masalah besar."

Dia langsung kabur setelah itu. Habaek mengusap bibirnya dengan jijik dan bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu. Soo Ri mengingatkan kalau Joo Geol Rin adalah dewa yang dulu melarikan diri dari Negeri Air karena Habaek dan Moo Ra.

"Anda tadi menciumnya, apa anda akan baik-baik saja?"


Hoo Ye tiba di parkiran gedung Ketua Shin tepat saat mobilnya Ketua Shin datang. Cucunya Ketua Shin, Shin Ja Ya, tampak jelas tidak menyukai Hoo Ye dan tak segan mencacinya. "Kenapa Hoo Ye kemari? Apa ada yang mau kau curi lagi sekarang?"

Tapi Hoo Ye cuek dan langsung menyambut Ketua Shin yang memanggil Hoo Ye sebagai keponakannya dan pamannya Ja Ya. Tapi Ja Ya menolak menganggap Hoo Ye sebagai bagian dari keluarga bahkan sekalipun nama Hoo Ye ada di dalam kartu keluarga.

Ja Ya dengan manjanya berusaha membujuk Ketua Shin untuk memberikan salah satu gedung agar dia bisa berbisnis di bidang entertainment. Tapi Ketua Shin menolak dengan kesal, kenapa Ja Ya suka sekali menghambur-hamburkan uang?!

Kesal, Ja Ya berniat mau menyenggol Hoo Ye. Tapi Hoo Ye cekatan menghindarinya. Ja Ya sontak oleng dan hampir saja terjatuh jika saja Sekretaris Min tidak sigap menangkapnya.


Dalam perjalanan lift, Ketua Shin menggerutu tentang banyaknya uang yang harus dikeluarkannya untuk membiayai sekolah kedokterannya Ja Ya. Ketua Shin sepertinya orang yang sangat pelit. Saat dia menemukan sebuah uang koin terjatuh di lantai, ia langsung memungutnya dan menyimpannya di dompet.

Ketua Shin lalu membahas tentang proyek pembangunan resort-nya Hoo Ye. Hoo Ye membenarkannya dan mengaku kalau dia membutuhkan bantuan Ketua Shin. Ketua Shin malas memahami detilnya dan to the point menanyakan berapa keuntungan yang bisa dia hasilkan.

"Kami akan menjualnya dia kali lipat dari harga pasaran," kata Hoo Ye.


Sementara itu, Soo Ah menemui Kepala Seksi yang ternyata anak buahnya Ketua Shin dan berusaha membujuknya untuk tidak menaikkan deposit sewa gedung kliniknya. Tapi Kepala Seksi tiba-tiba menjerit-jerit, melabrak Soo Ah. "Kenapa kau menetap di gedung kami?! Menetaplah di tempat lain sebelum kau datang ke sini!"

Tapi, dia mengklaim kalau itu adalah dampratan yang pasti akan dikatakan Ketua Shin dan bukannya dirinya. Kalau begitu, Soo Ah meminta bertemu Ketua Shin dan bicara langsung dengannya. Tapi Kepala Seksi langsung membentak tidak boleh, Ketua Shin sedang tidak ada di tempat.


Di kantornya Ketua Shin, Hoo Ye dan Ketua Shin sedang mendiskusikan harga tanah yang mau Hoo Ye beli. Hoo Ye santai saja menawarkan harga tinggi sampai Ketua Shin setuju. Tapi Ketua Shin tidak langsung puas begitu saja dan masih meminta salah satu bisnis milik Hoo Ye.

Tapi diskusi mereka tersela saat Soo Ah mengetuk pintu dan masuk. Hoo Ye sontak menegapkan badan saat melihat Soo Ah. Tapi Soo Ah langsung tegang saat melihat Hoo Ye. Dia malu pada Hoo Ye, tapi urusannya lebih penting dan akhirnya dia memperkenalkan dirinya pada Ketua Shin.

Ketua Shin sontak mendampratnya habis-habisnya dan mengancamnya untuk membayar sewanya atau silahkan angkat kaki dari gedungnya. Tak punya pilihan, Soo Ah pun pamit dan pergi.


Soo Ah menggerutu sebal saat dia sedang menunggu lift. Tiba-tiba dia teringat peringatan Habaek bahwa dia adalah hamba dewa sekarang, jadi jika Soo Ah tidak mau menerimanya maka Soo Ah akan menderita mulai sekarang.

Soo Ah jasi cemas, jangan-jangan inilah masalah yang dimaksud Habaek. Tapi sedetik kemudian dia langsung menyingkirkan pikiran gila itu dari benaknya. Tiba-tiba terdengar suara anak kecil, "Berikan aku air. Aku haus."

Soo Ah langsung celingukan mencari asal suara. Tapi anehnya, tak ada siapapun di sana dan hanya ada sebuah tanaman pot yang daun-daunnya sudah mulai mengering. Soo Ah menatap tanaman pot itu dengan keheranan saat suara itu terdengar lagi.

"Berikan aku air! Kau mau aku mati kehausan?!"


Soo Ah masih tercengang saat tiba-tiba seorang wanita baru keluar dari lift dan tak sengaja menubruknya. Wanita itu cuma menatapnya dalam diam, tapi Soo Ah bisa mendengar pikirannya. "Kenapa dia menutupi jalan seperti orang bodoh?"


Soo Ah tercengang, tapi dia tak memikirkannya lebih jauh gara-gara liftnya sudah menutup lagi. Hoo Ye menghampirinya saat itu dan menyarankan Soo Ah untuk memohon lagi pada bank. Soo Ah langsung kesal mengkritiki sikapnya yang terlalu ikut campur.

Hoo Ye berkomentar kalau Soo Ah juga begitu, seperti yang Soo Ah lakukan di zebra cross tadi. Malu, Soo Ah mengklaim kalau dia cuma jalan tadi. Hoo Ye menegaskan kalau Soo Ah bohong, dia jelas berjalan bersama kakek itu tadi. Tapi dia mengklaim kalau dia tidak sedag mengkritik Soo Ah kok.

Saat Hoo Ye hendak menyinggung masalah wiper-nya, Soo Ah langsung memotongnya dan bilang kalau dia akan menyelesaikannya lewat perusahaan asuransi. Tapi Hoo Ye malah berkata, "Sebenarnya aku mau bilang kalau kau tak perlu menggantinya. Apa aku terlalu mencampuri urusanmu lagi?" (hahaha!)

Soo Ah sontak menyesali perbuatannya sendiri dan terpaksa mengiyakan pertanyaan Hoo Ye. Oh, yah sudah. Kalau begitu, silahkan Soo Ah menggantinya. Hoo Ye pun pergi.


Saat dia baru keluar, Sang Yoo menghubunginya dan mengabarnya kalau Ma Bong Yeol, pasien mereka yang tergila-gila dengan alien dan misi menyelamatkan dunia, kabur dari RSJ dan meminta Soo Ah mencarinya. Soo Ah menolak, lagipula Bong Yeol sudah bukan urusannya lagi.


Karena keterbatasan dana, Habaek dan Soo Ri naik subway. Tapi tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan, tapi sepertinya itu perutnya Habaek. Pfft! Di bangku seberang, ada seorang anak yang sedang asyik makan sosis dan Habaek menatapnya dengan kepingin. Tapi dia ngotot menyangkal dan menolak saat Soo Ri menawarinya sisa kue.

Sementara Habaek masih menatap anak itu dengan tatapan merana, Soo Ri nyerocos panjang lebar tentang Joo Geol Rin. Heran dia, kapan Geol Rin datang ke dunia manusia ini setelah menantang Habaek berduel dan melukai Habaek.

Habaek ngotot menyangkal kalau Geol Rin melukainya. Geol Rin terguling, lalu pisaunya terjatuh di sebilah kayu, dan kayu itu terbang. Soo Ri memotongnya dengan cepat, Geol Rin lalu lari saat Moo Ra mengancam akan membunuhnya, tapi ternyata dia malah bersembunyi di sini.

"Aku tak tahu kalau dunia ini adalah tempat yang penuh sampah." Geram Habaek.

"kenapa Joo Geol Rin tiba-tiba menantang anda?"

"Dia pasti sudah tidak waras."


Berusaha mengalihkan tatapan dari sosis, Habaek malah tak sengaja melihat sosok bagian punggung seorang wanita yang tampak di layar ponsel seorang penumpang. Hanya punggungnya saja yang kelihatan, tapi Habaek sontak mendelik mengenali sosok wanita itu dan bergumam, "Moo Ra?"


Dia tak sempat melihat lebih lanjut karena wanita itu mendapat telepon lalu keluar dari kereta. Habaek asal saja mengikutinya, sementara Soo Ri keasyikan melamun menatap sosis itu. Saat akhirnya dia sadar, dia berusaha keluar, tapi gagal gara-gara para penumpang baru yang sudah berjubel masuk.

Kereta langsung berangkat lagi meninggalkan Habaek seorang diri di sana. Tepat di seberang Habaek, ada Ma Bong Yeol. Saat kedua pria itu saling menatap, Bong Yeol tercengang melihat seperti ada sesuatu yang beriak dari diri Habaek (seperti riak air).


Tak lama kemudian, Sang Yoo menelepon Soo Ah lagi dan mengabarkan postingan terbaru Bong Yeol di Instagram. Bong Yeol memposting foto dirinya di stasiun kereta dan bilang kalau dia bertemu seorang dewa.

Soo Ah mendesah lelah mendengarnya, "Akulah yang ingin bertemu dewa."

 

Habaek dan Bong Yeol sekarang sudah berada di tendanya Habaek. Bong Yeol membelikan sederet makanan untuk Habaek yang jelas-jelas kepingin, tapi dia terus kepala menutup mata dan berusaha menyangkal keinginan makannya.

Saat Bong Yeol menawarkan sepotong paham ayam, Habaek langsung menelan ludah. Dia sok-sokan menolak, tapi ujung-ujungnya dia ambil juga. Hehe. Bong Yeol lalu selfie bersama Habaek dan mengunggahnya ke Instagram.

Dia senang, sekarang orang-orang pasti akan mempercayainya karena dia sudah punya bukti sekarang. Dia lalu nyerocos panjang lebar tentang alien yang bernama TF1004, tapi sayang dia belum bertemu dengan Obama.

Habaek masih terus keras kepala tak mau memakan ayamnya lalu bertanya heran, "Siapa itu Obama?"


Soo Ah tiba di stasiun, tapi tak ada siapapun di sana. Dia mau pulang saja, tapi Sang Yoo malah bilang kalau Bong Yeong mengunggah foto lagi, kali ini dia Sungai Han dan Sang Yoo akan mengirimkan fotonya ke Soo Ah.

Soo Ah berusaha menolak, tapi Sang Yoo tetap mengirimkannya. Dia bahkan memberitahu Soo Ah kalau Bong Yeol pernah mencoba bunuh diri saat dia dirawat di rumah sakit sebelumnya. Soo Ah jelas kaget dan cemas mendengarnya. Tapi tetap saja dia menolak ikut campur lagi dan menyuruh Sang Yoo lapor polisi saja.

Dia langsung terduduk lemas di sana, "Kenapa semua orang begini padaku? Aku tidak akan hidup seperti itu."
Pada akhirnya dia menyerah juga dan melihat kiriman foto itu. Tapi malah kaget melihat Habaek di belakangnya Bong Yeol. Sang Yoo mengiriminya sms tak lama kemudian, mengabarkan lokasi foto Bong Yeol itu.


Bong Yeol tercengang mendengar Habaek malah tak tahu siapa Obama. Dia langsung menjelaskan tentang siapa itu Obama. Tapi Habaek sama sekali tak mengerti maksudnya. Tapi yang pasti, Obama tidak bisa menyelamatkan dunia.

Soo Ah tiba di sana saat itu dan melihat mereka. Tapi dia panik tak mau bertemu Habaek dan akhirnya berusaha menyembunyikan wajahnya dibalik koran.

Bong Yeol bingung, kenapa Obama tidak bisa menyelamatkan manusia. Kalau begitu, siapa yang bisa menyelamatkan manusia. Habaek menolak memberitahu karena dia tidak tertarik pada manusia.

Saat Bong Yeol menyinggung TF1004, Habaek mengklaim kalau TF1004 itu palsu. Tidak ada yang bernama itu baik di Negeri Air, Negeri Langit dan Negeri Bumi. Bong Yeol sontak ngamuk dan menuduh Habaek penipu.


Kesal, Habaek langsung mempelototinya dan menegaskan kalau dia adalah Habaek, Dewa Air, calon raja Negeri Air dan calon kaisar alam para dewa. Bong Yeol ngotot kalau Habaek seharusnya tahu siapa yang bisa menyelamatkan dunia jika dia adalah dewa.

"Dengarkan baik-baik, manusia menyedihkan. Seseorang bisa memutarbalikkan dunia. Tapi tidak mungkin hanya satu orang yang bisa mengembalikannya. Itulah mengapa... Obama tidak bisa melakukannya. Jadi, lakukan saja tugasmu dengan baik daripada melakukan hal tidak jelas seperti ini."

Soo Ah mendesah frustasi melihat Habaek malah membuat Bong Yeol emosi. Bong Yeol langsung menjerit frustasi, bagaimana caranya dia bisa melakukan tugasnya dengan baik. Dia tetap tak bisa menyentuh langit tak peduli seberapa keraspun dia berusaha.


Cemas, Soo Ah akhirnya menampakkan diri dan berusaha membujuk Bong Yeol untuk bicara dengannya tentang apa yang selama ini ingin Bong Yeol ceritakan padanya. Bong Yeol kan ingin memperlihatkan pada ayahnya kalau dia bisa menyentuh langit dan karena itulah dia berusaha keras untuk bertemu Obama.

"Sudah kukatakan padamu. Tapi kau meremehkanku!" Jerit Bong Yeol.


Habaek masa bodoh, asyik sendiri menatap paha ayam gorengnya yang masih terus ditatapnya dengan kepingin tapi juga tak mau memakannya. Dia terus ngotot kalau dia tidak butuh makanan dan mending dibuang saja, tapi tetap saja tidak dia buang dan akhirnya dia memutuskan untuk memberikannya ke Soo Ri saja.


Soo Ah mau mendekat, tapi Bong Yeol melarangnya mendekat. Dia mau bertemu TF1004 saja, hanya dia yang bisa memahaminya. Bong Yeol langsung berjalan ke tepi sungai. Soo Ah berusaha mengejar, tapi kakinya seketika membeku, terlalu takut dengan air di hadapannya.

Soo Ah menyuruh Habaek untuk menghentikan Bong Yeol, tapi Habaek menolak diperintah dan menyuruh Soo Ah melakukannya sendiri.

Soo Ah berusaha membujuk Bong Yeol dengan baik-baik, tapi Bong Yeol sudah tak bisa lagi mempercayainya. Soo Ah selalu bilang dia memahaminya, tapi dia tahu kalau Soo Ah berbohong. Yang dia lakukan cuma ngomog tanpa ada niat untuk benar-benar menyelamatkannya.


Soo Ah menyangkalnya. Tapi nafasnya jadi semakin sesak melihat air di hadapannya. Habaek akhirnya mengalihkan tatapannya dari paha ayam dan memperhatikan ketakutan Soo Ah pada air.

Flashback 14 tahun yang lalu.


Suatu malam saat Soo Ah masih SMA, dia berdiri di atas jembatan Sungai Han sambil menelepon ayahnya dengan menggunakan ponsel yang pernah kita lihat tenggelam di dasar sungai. Tapi Ayahnya tidak mengangkat teleponnya dan Soo Ah tak bisa lagi menahan tangisnya.

Dalam amarah dan frustasinya, dia memutuskan melempar ponsel itu ke sungai dan begitulah bagaimana ponsel lawas itu sekarang tenggelam di dasar sungai. Dia lalu naik ke atas jembatan lalu menceburkan dirinya ke dalam sungai.

Dia tenggelam seolah hendak menerima kematiannya. Tapi kemudian matanya terbuka dan dia mulai panik dan berpikir, "Selamatkan aku."

Dia mulai berjuang untuk bertahan hidup dengan menggerak-gerakkan kaki dan tanganya. Tapi terlalu sulit mencapai permukaan hingga tenaganya semakin lemah dan dia tenggelam semakin dalam.

"Tolong selamatkan aku. Ayah... Ayah... Aku menyesalinya. Rasanya dingin dan gelap dan aku memohon bantuan namun tak ada siapapun."


Namun beberapa saat kemudian, entah bagaimana Soo Ah berhasil mencapai permukaan dan menyeret dirinya sendiri ke tepian sungai.

Flashback end.


Bong Yeol kesal melihat Soo Ah malah diam dan mengancam akan mati. Mengira Soo Ah tidak mempercayai omongannya, Bong Yeol nekat menceburkan dirinya kedalam sungai tapi langsung panik saat dia mulai tenggelam.


Soo Ah sontak panik dan berniat menelepon keamanan. Tapi tak sengaja malah menjatuhkan ponselnya. Dia benar-benar gemetaran hebat dan tak tahu harus bagaimana. Dalam hatinya, dia setulus hati memohon pada seseorang untuk menyelamatkannya dan satu-satunya yang terpikirkan olehnya adalah ayahnya.


Habaek tetap diam memperhatikan bagaimana Soo Ah berusaha memaksa dirinya untuk bangkit. Saat Bong Yeol tenggelam semakin dalam, Soo Ah akhirnya punya kekuatan untuk bangkit. Dia berlari ke sungai, tapi Habaek langsung mencegahnya.

"Wanita ini tidak berpikir dulu sebelum bertindak," gerutu Habaek.

Dia serius menyuruh Soo Ah untuk memegangi paha ayamnya lalu melompat kedalam air. Soo Ah sontak menjerit panik dan bersujud di tanah dan memohon-mohon agar Habaek keluar dari sungai.


Di tengah keputusasaannya, Habaek tiba-tiba menegurnya dan Soo Ah mendapatinya sudah berdiri di hadapannya dalam keadaan basah kuyup, sementara Bong Yeol terkapar di pinggir sungai. Soo Ah bergegas melakukan pertolongan pertama dengan memompa dada Bong Yeol.

Saat itu tak berhasil, dia berniat melakukan CPR mulut. Tapi belum juga bibirnya menyentuh bibir Bong Yeol, dia sudah sadar duluan sambil menggerutu protes, tak mau bibirnya disentuh Soo Ah.


Soo Ah langsung memeluknya dengan penuh rasa bersalah dan berterima kasih karena dia masih hidup. Habaek kesal dan menyuruh Soo Ah membawa si bodoh itu pergi dari sini. Tapi kemudian dia melihat paham ayamnya tergeletak di atas tanah.

Dia langsung ngamuk, "Sudah kubilang pegangkan ini baik-baik! Aku tidak bermaksud memakannya. Nam Soo Ri kelaparan."


Soo Ah tiba-tiba berlari ke arahnya. Habaek sontak mundur, berusaha menjauhinya. Tapi Soo Ah langsung memeluknya erat dan berterima kasih padanya. Habaek membeku, dan terdengar suara sang Pendeta Tertinggi berkata, "Takdir. Ini takdir."

Epilog:


Di Kerajaan Negeri Air, murid Pendeta Tertinggi kesal karena Pendeta Tertinggi tidak menjawab pertanyaannya tentang apa itu takdir. Pendeta Tertinggi ngotot tidak mau bilang, tapi si murid ngotot tanya terus hingga akhirnya Pendeta Tertinggi berkata, "Itu adalah rahasia alam."

Bersambung ke episode 3

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon