Powered by Blogger.

 Images Credit: tvN

Sinopsis Chicago Typewriter Episode 9 - 1


Jin Oh berjalan pergi setelah melihat Se Joo memeluk Seol. Dia berhenti di tengah jalan dan mengingat kembali kehidupan masa lalu mereka.

Flashback, 

Hari itu, Soo Hyeon tiba-tiba mencoba menggunakan satu tangannya untuk menutupi sebagian wajah Shin Yul. Jelas saja Yul kebingungan dengan perbuatan Soo Hyeon itu, Soo Hyeon pun tak menjelaskan kalau dia sedang menerka-nerka, siapa tahu Yul adalah penyelamatnya yang memakai cadar dulu. Tapi setelah beberapa lama, dia tetap bingung.


Seorang penyanyi club bergegas mendatangi Yul dengan panik karena salah satu penyanyi mereka kabur. Saat Yul kebingungan tentang pengganti si penyanyi itu, Madam club itu muncul dan menyatakan kalau dia sudah menemukan pengganti yang sempurna.

Dan orang yang dimaksudnya adalah Soo Hyeon. Karena dia pernah mendengar Soo Hyeon bernyanyi dengan penyanyi lain dulu dan menurutnya suara Soo Hyeon lumayan. Soo Hyeon pun langsung diseret paksa ke bagian belakang club.

Soo Hyeon protes, tapi Madam meyakinkan Soo Hyeon kalau identitasnya tidak akan terbongkar. Takkan ada mengenali Soo Hyeon bahkan sekalipun dia memakai baju wanita.

Saat Soo Hyeon masih saja ragu, Madam mengingatkannya kalau Soo Hyeon punya hutang budi pada Yul yang telah memberi Soo Hyeon makan selama ini. Taktiknya sukses membuat Soo Hyeon merasa bersalah dan akhirnya setuju.

"Aku bisa membayangkan seperti apa penampilanmu diatas panggung. Mungkins aja ini bisa membantu misi kami." Kata Madam. Soo Hyeon tak mengerti apa maksudnya. Tapi Madam langsung mengalihkan topik, saatnya mendadani Soo Hyeon.


Beberapa saat kemudian, Soo Hyeon perlahan keluar dengan gaun dan dandanan cantik. Yul kontan terpana menatapnya. Madam memperkenalkan nama panggung Soo Hyeon adalah Anastasia dan memerintahkan Seol turun.

Seol pun berjalan dengan tak nyaman karena baru pertama kali memakai high heels. Sementara Yul masih bengong, terpesona dengan kecantikan Soo Hyeon.

Flashback end.


"Akulah yang lebih dulu menyukainya. Tapi tak ada yang bisa kulakukan di kehidupan ini." Batin Jin Oh sedih.


Seol dan Se Joo duduk di taman. Se Joo tanya apakah Seol sudah selesai menangis. Seol tanya balik, apakah Se Joo akan memeluknya kalau dia menangis lagi. Se Joo penasaran, apakah Seol begitu takut melihat kehidupan masa lalunya.

"Apa kau mau dengar cerita seram?" Tanya Seol.

Flashback,
 

Cerita yang dimaksudnya adalah cerita masa kecilnya saat dia masih hidup bersama ibunya yang ternyata reinkarnasi Madam. Suatu malam, Seol kecil bertanya pada ibunya, apakah dia cantik. Tentu saja Ibu mengiyakannya.

Tapi kemudian Seol bertanya lagi, "Sungguh? Bahkan sekalipun aku membunuh seseorang, apakah aku tetap cantik? Dulu sekali, aku pernah menembak seseorang."


Ibu pun langsung membawa Seol ke Bang Wool. Setelah menatap Seol beberapa lama, Bang Wool menyuruh Seol keluar lalu memberitahu Ibu kalau Seol tidak akan jadi dukun karena dia tak punya kekuatan supranatural. Mungkin Seol mengingat kehidupannya yang sebelumnya.

Bang Wool meyakinkan Ibu untuk tidak cemas. Orang bilang, anak adalah musuh di kehidupan sebelumnya. Mungkin Ibu berhutang banyak pada Seol di kehidupan sebelumnya. Jadi dia menyarankan Ibu untuk menjaga Seol dengan baik dan memberinya banyak kasih sayang agar karma Ibu berjalan dengan baik pula.

Tapi Ibu tampak begitu ketakutan menatap Seol. Lalu terdengar suara Seol kecil memohon-mohon pada Ibunya untuk tidak pergi meninggalkannya.

Flashback end.


Seol yakin kalau Ibunya pasti sangat ketakutan karena selalu mendengarkannya berkata 'Aku tidak seharusnya membunuh orang itu'. Tapi Se Joo meyakinkan Seol bahwa itu bukan salah Seol karena Seol hanya mengatakan apa yang dilihatnya.

Seol tersenyum mendengarnya dan mengakui kalau Ibunya sebenarnya meninggalkannya karena pria lain. Tapi tetap saja Seol bertanya-tanya, jika dia anak normal, apakah ibunya akan tetap meninggalkannya dan mengirimnya kembali ke ayahnya.

Se Joo bertanya apakah Seol masih bisa melihat kehidupan masa lampaunya. Seol berbohong menyangkalnya, sekarang dia benar-benar sudah normal.


Se Joo lalu mengantarkan Seol pulang. Seol masih saja menggodanya, apa Se Joo akan memeluknya kalau dia menangis lagi. Dia tertawa sampai terbatuk-batuk sampai Se Joo cemas dibuatnya.

Dia langsung menempelkan tangannya ke dahi Seol yang kontan membuat Seol teringat Hwi Young dalam mimpinya. Se Joo menyuruhnya masuk dan berbalik pergi. Tapi kemudian dia menoleh kembali dan memberitahu Seol bahwa dia sama sekali tidak takut pada Seol.

"Aku tidak berpikir kalau itu tidak normal. Karena aku ini sebenarnya jauh lebih gila darimu."

Se Joo memberitahu Seol kalau dia tidak akan mencampakkan siapapun. Dia hanya tidak akan menerima orang yang pernah mencampakkannya karena dia pernah dicampakkan dulu. Karena itulah... dia ragu mau bilang kalau dia tidak akan mencampakkan Seol, dan akhirnya dia hanya bilang kalau dia tidak akan mencampakkan Gyun Woo.


Keesokan harinya, Se Joo berusaha bersabar saat mendapati Jin Oh sedang asyik menonton acara TV. Waktu nonton Produce 101, Jin Oh langsung antusias berniat mau merasuki semua cowok-cowok itu. Lalu waktu nonton adegan sedih di Tomorrow With You, dia mewek sesenggukan.

Se Joo cuma bisa meliriknya sebal. Jin Oh begitu asyik nonton lalu meminum minumannya tanpa mempedulikan Sekretaris Kang di sana. Untunglah sebelum Sekretaris Kang sempat memperhatikan sebuah botol melayang secara gaib, Se Joo menyadarinya duluan dan langsung menyambarnya.


Saat pelayannya menyiapkan makanan untuknya, Se Joo tak enak pada Jin Oh dan akhirnya minta Sekretaris Kang untuk menyiapkan satu porsi lagi untuk Jin Oh lalu mengusir Sekretaris Kang.

Jin Oh sungguh terharu dengan perhatian Se Joo. 80 tahun lamanya sejak dia terakhir kali makan bersama seseorang. Saat dia pertama kali dia membuka matanya sebagai hantu, dia mendapati dirinya berada di negara asing dan terjebak di sebuah mesin ketik.

Dia begitu kesepian dan sangat merindukan negeri ini. Makanya dia sangat senang saat melihat Se Joo di cafe di Chicago. Se Joo memotongnya dengan cepat, dia malas mendengarkan cerita Jin Oh.

Tapi dia juga memberitahu Jin Oh untuk ngomong saja jika dia ingin makan sesuatu, dia akan meminta pelayannya menyiapkannya. Jin Oh benar-benar tersentuh dengan kebaikan Se Joo.


CEO Gal mendadak masuk sambil teriak-teriak memanggil Se Joo dengan panik. Karena para investor mereka mendadak meminta diadakan pertemuan, dia yakin pasti ada orang yang sedang mempengaruhi para investor.

Tapi alih-alih mempermasalahkan hal itu, Se Joo justru mempermasalahkan proyek ini yang ternyata cuma ditunda dan bukannya dihentikan. Dia kan sudah bilang untuk menghentikan proyek ini.

CEO Gal bersikeras mempertahankan proyek ini dan meminta Se Joo untuk membereskan masalah ini sebelum segalanya semakin kacau dan mereka bakalan harus membayar denda 10 juta dollar. Tapi Se Joo tetap teguh keputusannya, hentikan proyek ini dan dia sendiri yang akan bertanggung jawab.


Jin Oh mencemaskan masalah ini. Tapi Se Joo santai saja, dia bakalan harus membayar denda yang jumlahnya tidak masuk akal yang mungkin akan membuatnya bangkrut. Pokoknya dia tidak mau menerbitkan novelnya karena jika Seol membacanya, maka itu akan mengingatkan Seol akan kehidupan masa lampaunya.

Jin Oh mengingatkan kalau Seol sudah membaca semua episode yang sudah dipublikasikan dan sama sekali tidak menyadari hal itu. Tapi Se Joo tetap pesimis, tak mungkin Seol selamanya tidak menyadari hal itu.

"Bagi Seol, kehidupan masa lampaunya bukan kenangan indah, tapi sebuah trauma."

"Tidak semua bagian dari masa lalunya adalah trauma. Dia pasti punya kenangan indah juga. Kenapa kau hanya memikirkan yang buruknya saja."

"Kenapa dia harus mengingat sesuatu yang tidak seharusnya dia tahu? Novel ini harus jadi rahasia diantara kita berdua saja."

Jin Oh tiba-tiba punya ide bagus, "Bagaimaa kalau begini saja?..."


Di kantor, CEO Gal seorang diri menghadapi puluhan investor yang marah-marah karena proyek ini yang menurut gosip, akan dibatalkan. Dia berusaha meyakinkan mereka kalau proyeknya tak ada masalah, tapi tak ada seorangpun yang mempercayainya.

Nyonya Hong tiba-tiba datang dan memperkenalkan dirinya sebagai investor terbesar proyek ini. CEO Gal benar-benar kaget mendengarnya. Dia menuntut kebenaran tentang proyek ini dan berkata bahwa sebagai investor, mereka tidak bisa hanya duduk diam dan menonton.

CEO Gal terus berusaha meyakinkan kalau proyek ini takkan batal. Tapi Nyonya Hong cuek dan mengancam akan menuntut ganti rugi yang besar jika proyek ini sampai batal. Dia bahkan menuntut Se Joo untuk menjelaskan secara langsung tentang kebenaran gosip itu.


Belum juga dia menyelesaikan ocehannya, Se Joo tiba-tiba datang untuk memenuhi tuntutan Nyonya Hong dan menjelaskan secara langsung.

Di tempat lain, Bang Jin membaca berita kalau Se Joo akan melanjutkan novelnya lagi. Seol tampak santai-santai saja, tidak terkejut sedikitpun karena dia sudah tahu itu. Bagaimana dia bisa tahu?

Flashback,


Se Joo dan Jin Oh menemui Seol dan menyerahkan naskah episode terbaru padanya. Seol tentu saja tercengang mendapat naskah itu. Se Joo berkata kalau dia akan melanjutkan novel itu kalau Seol tidak keberatan.

Seol sungguh merasa tersanjung mendengar Se Joo meminta persetujuannya. Seol pun mulai membacanya dengan antusias sementara para pria memperhatikannya lekat-lekat. Selesai membacanya, Seol tampak linglung sampai membuat Se Joo tegang.


Tapi kemudian Seol mendesah, "Daebak! Aku sudah penasaran dengan awal pertemuan ketiga orang itu. Berawal dari pertemuan Trio Kyungsung pertama kali. Benar-benar strategi yang apik."

Se Joo masih cemas dan bertanya bagaimaa perasaan Seol sekarang. Seol dengan antusias berkata kalau dia merasa terharu sampai merinding dengan kisah novel itu. Jin Oh tersenyum puas, dia kan sudah bilang, Seol sama sekali tidak menyadari kalau itu adalah kisah tentang dirinya.

Flashback end.


Seol memberitahu Bang Jin kalau Se Joo sudah berjanji akan menghubunginya nanti. Bang Jin heran, apa yang membuat Se Joo tertarik pada Seol. Dan kenapa juga Se Joo menunjukkan naskah itu pada Seol.

Seol berkata kalau Se Joo hanya menghormatinya karena dia adalah penggemar pertamanya Se Joo. Dia sedang membaca reaksi netizen tentang berita itu, tapi Tae Min tiba-tiba meneleponnya dan menanyakan sebuah buku yang ada pada Seol. Tae Min mengklaim ada sesuatu yang mau dia periksa di buku itu. Seol pun menawarkan untuk mengantarkan buku itu ke Tae Min.


Di ruang rapat, Se Joo menunjukkan berbagai komentar dari para netizen yang kontan membuat para investor terkagum-kagum. Puas, para investor pun langsung bubar. Cuam Nyonya Hong yang masih bertahan di tempatnya sambil menahan kesal dan Se Joo meminta maaf pada Nyonya Hong karena dia tidak bisa hidup tenang layaknya hantu.


Tae Min membuka pintu mengira Seol yang datang, tapi ternyata Tuan Baek. Melihat novel Takdir di meja Tae Min, Tuan Baek menyarankan Tae Min untuk berhenti berpura-pura menjadi penulis buku yang tak pernah ditulisnya memulai segalanya dari awal, dia akan membantu Tae Min.

Tapi Tae Min dengan kesal mengingatkan Tuan Baek kalau Tuan Baek juga turut terlibat dengan menutupi masalah ini untuknya. Karena itulah, Tae Min tidak mau menanggung kesalahan ini seorang diri. Tuan Baek juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.

Tuan Baek memberitahu Tae Min kalau Se Joo masih menyimpan naskah asli Takdir. Baik dia maupun Se Joo tidak akan mengungkit masalah ini lebih dulu, jadi harus Tae Min yang mengatasi masalah ini sendiri.


Saat Tuan Baek membuka pintu, dia malah mendapati Seol di depan pintu. Seol memperkenalkan dirinya sebagai asistennya Tae Min. Tae Min sontak tegang menyadari Seol sudah datang dan Tuan Baek pun cepat-cepat pamit.

Seol menyerahkan bukunya dan mengakui kalau dia tak sengaja mendengar perdebatan mereka. Tapi dia meyakinkan Tae Min kalau dia tidak mendengar semuanya. Tae Min pun agak lega mendengarnya.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon