Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 13 - 2


Sul Hee sedang memotreti kuku barunya dengan smarphone barunya saat si pegawai magang mendekatinya dan dengan canggung menjelaskan alasannya melakukan menikur adalah karena dulu kukunya berjamur. Dia jarang melakukannya, cuma sesekali.

Sul Hee santai saja. Tapi pria itu tetap cemas dan langsung mengulurkan kelingking, meminta Sul Hee untuk berjanji merahasiakan fakta kalau dia melakukan menikur.

Sul Hee berusaha meyakinkan kalau dia tidak akan membocorkannya pada siapapun, tapi tetap saja pria itu memaksa Sul Hee berjanji jari kelingking. Terpaksalah Sul Hee menurutinya, tapi hanya menempelkan ujung kelingkingnya dan berjanji tidak akan bilang pada siapapun kalau dia melakukan menikur karena kukunya jamuran.

Tanpa mereka sadari, Joo Man melihat mereka dari kejauhan dengan sedih. Pria itu meralat, kukunya sekarang sudah tidak jamuran kok. Sul Hee mengerti, kukunya sendiri juga pendek dan jelek.


"Itu tidak benar. Kukumu cantik, jarimu juga cantik. Seluruh dirimu cantik, dan kau juga mengingat namaku." Ujar pria itu.

Sul Hee tercengang mendengar pujiannya, "Aku cantik?"

"Kau tidak tahu. Kau sangat cantik."


Joo Man merenung sedih di lift, teringat kenangannya bersama Sul Hee saat mereka begrandengan tangan secara diam-diam biar tidak ketahuan CCTV. Lift membuka tak lama kemudian dan Ye Jin masuk.

Ye Jin meminta maaf atas kejadian waktu itu. Tapi Joo Man tiba-tiba menyelanya dan mengajaknya minum bersama. Ye Jin begitu tercengang mendengarnya hingga dia hanya menjawab dengan anggukan linglung.


Di restoran, Ye Jin lagi-lagi menyatakan penyesalannya atas putusnya hubungan Joo Man dan Sul Hee karena dirinya. Tapi dengan penuh senyum dia berkata kalau dia akan menunggu Joo Man.

Joo Man berkata bahwa suatu hari nanti, dia mungkin akan bertemu wanita lain selain Sul Hee. Tapi bukan Ye Jin orangnya. Ye Jin terlalu banyak mengingatkannya pada Sul Hee.

Segala hal yang Ye Jin lakukan seperti merusak mesin fotokopi hingga saat Ye Jin menyatakan perasaan padanya, semuanya sangat mirip dengan Sul Hee. Ye Jin tak percaya mendengarnya, jadi perasaan Joo Man goyah bukan karena Joo Man menyukainya.

Joo Man meminta maaf dan sekali lagi menegaskan kalau dia tidak akan berhubungan dengan Ye Jin biarpun dia sudah putus dengan Sul Hee.


Di sasana, John sedang melatih Dong Man teknik lantai. Dia benar-benar melatih Dong Man dengan keras. Bahkan sekalipun Dong Man sudah menyatakan menyerah, John tetap tak melepaskannya dan terus saja menindih Dong Man.

John baru melepaskan Dong Man saat Dong Man mengadu ke Jang Ho. Tapi Jang Ho sendiri bingung musti ngomong apa karena kesulitan dengan Bahasa Inggris, malah menyuruh Dong Man untuk protes sendiri ke John, dia tidak bisa membantu Dong Man.

John berkata dalam Bahasa Inggris kalau Dong Man akan bisa menguasai tiga teknik kuncian dalam dua bulan. Dong Man meng-oke-kannya saja, dan Jang Ho cuma melongo bingung. LOL.


Malam harinya, mereka berkumpul di depan truk sundae-nya Jang Ho dan John langsung memakan sundae-nya dengan lahap. Ae Ra mencemaskan kondisi telinga Dong Man, tapi Dong Man memberitahu kalau tanggal pertarungannya sudah ditetapkan.

Tahun depan kan dia akan berumur 30 tahun. Karena itulah, Dong Man ingin menutup usia 20-annya dengan menjalani ambisinya. Tapi Ae Ra tetap tak setuju dan memutuskan untuk mencoba melakukan sesuatu untuk mencegah Dong Man.

Ae Ra sontak menyemburkan gaya aegyo-nya yang super alay bin lebay, "Ae Ra tidak suka. Ae Ra tidak mau Dong Man melakukannya. Jangan mengungkit ambisi, itu omong kosong. Astaga. Hmm~~~? Hmm~~~?"

John dan Jang Ho sampai melongo dibuatnya. Yang lebih mencengangkan, Dong Man malah ikut-ikutan menggila dengan ber-aegyo juga. "Dong Man sedih. Ae Ra terus melarang Dong Man bertarung. Itu membuat Dong Man sedih. Dong Man kesal sekali. Hmm~~~! Hmm~~~!"

 

Tapi saat itu juga, Ae Ra melihat Joo Man datang. Dia malas bertemu Joo Man dan langsung pergi. Di tengah jalan, dia mendapat sms yang mengatakan kalau dia lulus interview pembaca berita KBC. Ae Ra jelas heran, bukankah waktu wawancara dia malah mengacaukannya, lalu kenapa mereka malah meluluskannya sekarang.

Tiba-tiba PD Jang muncul dengan membawakan hadiah sekeranjang buah. Dia hendak mendekat, tapi Ae Ra langsung mundur tak nyaman. PD Jang menyodorkan hadiah buah itu dan menjelaskan kalau ada stroberi juga di dalamnya.


Tapi hal itu membuat Ae Ra jadi teringat dengan masa lalu, saat suatu malam PD Jang tampak sedang menunggu Ae Ra dalam keadaan lusuh dan basah, lalu dengan senyum lebar dia menyerahkan sebuah peti padanya, err... tapi tampak banyak noda merah di peti itu (Darah?).


Ae Ra dengan geramnya berkata kalau dia tidak lagi makan stroberi sejak saat itu. PD Jang terus berusaha meyakinkan Ae Ra kalau dia sudah tidak seperti dulu lagi. Tapi Ae Ra sama sekali tak mempercayainya, dia tak percaya kalau manusia bisa berubah. Sebaiknya PD Jang pergi saja dan jangan pernah kembali lagi.

Begitu Ae Ra pergi, PD Jang langsung menggeram kesal, Ae Ra benar-benar membuatnya marah. Dia langsung menelepon seseorang dan memaksa orang itu untuk menyiarkan siaran itu, dia yang akan bertanggung jawab.


Joo Man merenung sedih dan mengeluhkan tentang diafragmanya yang seolah menghilang, rasanya dia tidak bisa bernafas. Jang Ho berusaha menghiburnya dan berkata kalau dia mengerti apa yang Joo Man rasakan. Tapi Dong Man berbisik kalau Jang Ho itu sebenarnya tidak mengerti soalnya dia tidak pernah punya pacar. Pfft!


Di kamarnya Dong Man, Dong Man terus berusaha meminta Ae Ra untuk tenang dan mendukungnya saja. Tapi Ae Ra mengaku tak bisa, dia merasa mual setiap kali membayangkan Dong Man dihajar Tak Su. Tidak bisakah Dong Man melupakan Tak Su saja dan memulai hidup baru.

Tapi Dong Man tidak bisa. Dia tidak pernah satu hari pun dia melupakan kejadian 10 tahun yang lalu itu. Selama ini dia selalu berpura-pura lupa dan baik-baik saja dengan melakukan berbagai macam pekerjaan, padahal sebenarnya dia selalu memimpikan kejadian itu. Selama ini hidupnya bagai berputar di dalam akuarium.

Ae Ra berkaca-kaca mendengarnya, "Kau orang bodoh terbaik yang pernah kukenal. Kenapa kau tidak memberitahu kalau kau menderita?"

"Aku butuh waktu 10 tahun untuk kembali ke ring. Tolong biarkan aku melakukannya, yah?"


Keesokan harinya, Ae Ra menemani Sul Hee belanja roti dan menyemangati Sul Hee untuk keluar saja dari pekerjaannya. Telepon saja kalau Sul Hee sudah memutuskan keluar, dia akan langsung menemukan Sul Hee dalam kurun waktu satu jam Sul Hee sungguh merasa  tersentuh mendengarnya.

Tepat saat itu juga, Dong Man mengirim sms, menyuruh Ae Ra balik sekarang. Sul Hee menasehati Ae Ra untuk tidak pacaran dengan Dong Man. Pria dan wanita bisa berubah, dia tidak mau mereka berdua menjadi sepertinya dan Joo Man.

"Bagiku, kalian tampak sangat manis." Ujar Sul Hee. Ae Ra cuma bisa senyum canggung mendengarnya.


Begitu kembali ke kamar Dong Man, Ae Ra langsung menyuapi roti untuk Dong Man lalu bergelung dalam pelukannya. Dong Man tanya bagaimana kabar Sul Hee, apa dia baik-baik saja.

"Tentu saja tidak. Aku kasihan padanya dan tidak bisa menceritakan tentang kita."

"Aku juga tidak bisa bercerita pada Joo Man," kata Dong Man lalu mengecup Ae Ra.

Ae Ra bertanya apa yang akan Dong Man lakukan tentang PD Jang. Dong Man berkata kalau dia akan menolaknya. Tapi saat Ae Ra menanyakan masalah Tak Su, Dong Man langsung menghindar dan mengalihkan perhatian Ae Ra dengan kecupan dan menanyakan wawancaranya Ae Ra sebagai MC MMA.


Ae Ra tak terperdaya dan mengancam tidak akan menemui Dong Man lagi jika Dong Man benar-benar melawan Tak Su. Pokoknya hubungan mereka akan berakhir. Tapi Dong Man malah menyerangnya dengan serbuan kecupan.


Saat Ae Ra hendak pergi, Nam Il tiba-tiba menawarkan tumpangan untuknya. Dia akan mengantarkan Ae Ra ke mana pun Ae Ra mau pergi dan menyatakan kalau dia tertarik pada Ae Ra.

Ae Ra jelas menatapnya tajam dan memperingatkannya kalau pacarnya adalah seorang petarung dan dia orang gila. Selain itu, dia tidak suka pria tampan dan kasar.

"Aku tampan?"

"Pokoknya, aku tidak tertarik padamu."

"Kau takkan pernah tahu. Kau mungkin akhirnya akan menyukaiku selamanya," ujar Nam Il.


Ae Ra memulai audisinya dengan penuh percaya diri dan hanya dia seorang yang wanita. Tapi para juri cuma melongo, mungkin karena baru kali ini melihat pelamar wanita.


Malam harinya, Joo Man disms Sul Hee yang meminta barang-barangnya kembali. Joo Man terpaksa mengepak semuanya dengan sedih dan teringat kenangan indah mereka saat masih bersama.

Saat dia mengepak berbagai kosmetik dalam bentuk sample-sample kecil, Joo Man tak bisa lagi menahan tangisnya, teringat saat Sul Hee pernah berkata kalau dia hanya ingin menikmati hal-hal kecil bersama Joo Man.

"Sul Hee bilang, hak-hal kecil membuatnya bahagia. Pengorbanannya baik dan itu tidak sepele."


Setelah dia sudah cukup tenang, dia langsung menggedor pintu kamar Sul Hee. Dan begitu Sul Hee keluar, dia langsung mengomeli Sul Hee karena selama ini Sul Hee hanya memakai barang-barang sample gratisan dan kaos usang.

"Aku benci selalu melihatmu seperti ini. Melihatmu melakukan ini, membuatku ingin dipromosikan, bekerja dan menambah jam kerja agar kamu tidak akan bersikap seolah begitu miskin!"

"Apa aku pernah memintanya? Apa aku bilang itu penting?"

Mungkin itu tidak penting bagi Sul Hee, tapi itu penting bagi Joo Man. Teman-teman blognya Sul Hee memiliki rumah dan barang-barang bagus dan Sul Hee selalu mengomentari betapa bagusnya rumah mereka.


"Apa aku pernah bilang kalau aku iri pada mereka?"

"Aku hanya membencinya. Karena itulah aku membangun semua bisnis dengan barang populer itu dan bekerja keras agar naik jabatan."

Tapi ucapan Joo Man itu malah membuat Sul Hee merasa kalau dia hanya sebuah beban bagi Joo Man. Jadi karena itukah alasan Joo Man menunda pernikahan mereka selama enam tahun. Dong Man mengaku kalau dia tak ingin membuat Sul Hee tinggal di apartemen studio.

Dia menyadari kalau dia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Sul Hee, tapi setidaknya dia ingin memberi Sul Hee yang cukup layak. Dia sudah bekerja keras selama 6 tahun, tapi bahkan untuk meraih 'cukup layak' pun terasa sangat sulit.


Nyonya Hwang membuka sebuah kotak berisi barang-barang kenangan dan diantaranya adalah foto-foto Dong Man bersama Ae Ra dan Sul Hee saat mereka masih kecil. Nyonya Hwang tersenyum menatap foto-foto itu saat bel pintunya berbunyi.

Tak disangkanya, ternyata yang datang adalah Ayahnya Ae Ra dan ia langsung melabrak Nyonya Hwang. "Kau bilang kalau kau tidak akan pernah kembali. Apa yang kau pikirkan?"

"Aku tidak pernah berencana untuk kembali. Bayangkan betapa buruknya perbuatanku."

Percakapan mereka tiba-tiba tersela saat bel pintu lagi-lagi berbunyi. Nyonya Hwang dan Ayah Ae Ra sontak panik.


Dong Man dan Ae Ra membuka pintu untuk pengantar makanan. Tapi Ae Ra memperhatikan sepertinya si pengantar makanan tidak pernah mengambil mangkok penghuni lantai atas (Hye Ran).

Tapi si pengantar makanan berkata kalau dia selalu mengambilnya kok. Biasanya dia hanya pesan satu mangkuk dan membayar online, tapi belakangan ini dia belum memesan lagi.

Ae Ra lalu memberitahu Dong Man kalau dia dapat panggilan dari KBC Cheongju untuk tahap akhir wawancara, tapi juga RFC juga menelepon untuk tahap akhir, dan dua-duanya hari jumat. Dia jadi bingung harus bagaimana. Dia akan memikirkannya nanti.

Ae Ra lalu membagi makan malamnya kedalam mangkuk lain. Dong Man mengira kalau Ae Ra mau memberikannya pada Sul Hee, tapi Ae Ra menyangkal. Dia mau memberikannya untuk ahjumma di lantai atas.


Nyonya Hwang membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Ayahnya Dong Man. Ayahnya Ae Ra bersembunyi saat Nyonya Hwang mengundang Ayah Dong Man masuk. Tapi begitu mendengar yang datang Ayah Dong Man, Ayah Ae Ra keluar dari persembunyiannya.


Keadaan makin runyam saat bel pintu berbunyi lagi dan kali ini terdengar suara Ae Ra memanggil Nyonya Hwang. Ayah Ae Ra punya ide agar mereka pura-pura tak ada orang di rumah saja.

Tapi ia malah mematikan lampu yang malah membuat Ae Ra dan Dong Man yakin kalau Nyonya Hwang sedang ada di dalam. Panik, Ayah Dong Man buru-buru mendorong Ayah Ae Ra ngumpet. Nyonya Hwang akhirnya membuka pintu tak lama kemudian.


Dia berusaha melarang mereka masuk. Tapi Dong Man langsung saja menerobos masuk melewatinya. Nyonya Hwang jadi semakin panik. Apalagi saat tiba-tiba saja terdengar suara gaduh dari lemari.

"Apa ada orang lain di sini?" Tanya Dong Man.

Nyonya Hwang menyangkal. Ae ra heran, apa Nam Il tak ada di rumah. Baru dibicarakan, Nam Il pulang saat itu juga dan langsung heran melihat mereka berdua. Lebih anehnya lagi, dia melihat ada dua pasang sepatu lain.


Dong Man langsung curiga ada orang di sini. Nyonya Hwang panik, berusaha mengusir mereka. Tapi Dong Man langsung mengambil tongkat golf lalu perlahan mendekati lemari. Dia hendak membuka pintu pertama, tapi kemudian dia melihat jempol kaki nyempil dari sela pintu sebelah. Dia pun langsung mengulurkan tangannya untuk membuka pintu itu.

Epilog:


Ae Ra tidur teramat nyenyak sampai ngorok. Dong Man berusaha membangunkannya dengan menutup hidung Ae Ra, tapi Ae Ra malah ngorok makin keras dan tetap tidur nyenyak. Dia malah berguling mendekap Dong Man.


Dong Man menggerutu kesal... sama persis saat mereka masih kecil dulu. Ae Ra dengan santainya tidur ngorok di lumbung desa sementara Dong Man menjaganya dari nyamuk-nyamuk nakal.

Dia berusaha membangunkan Ae Ra dengan menjepit hidungnya, tapi Ae Ra malah ngorok makin keras dan tetap tidur lelap. Dia tetap bergeming bahkan saat Dong Man menepak jidatnya.

Bersambung ke episode 14

2 comments

Makin penasan dgn Ny. Pemilik kontrakkan yg misterius itu siapa NamIl ny itu ??? Apa Dong Man??? Knpa ayah ny Dong Man & ayah ny Ae Ra sngt marah dgn Dgn Ny. Pemilik kontrakkan??? Tpy seru ny Couple ini hehehe :) makasih nanti lanjut yaaa ep 14 ny ;)

Thx sinopsisnya cepet bgt....ditunggu next eps...semangat recap mbak

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon